14,439 research outputs found

    Nonequilibrium Stefan-Boltzmann law

    Full text link
    We study thermal radiation outside equilibrium. The situation considered consists of two bodies emitting photons at two different temperatures. We show that the system evolves to a stationary state characterized by an energy current which satisfies a Stefan-Boltzmann-like law expressing it as the difference of the temperatures to the fourth power of the emitters . The results obtained show how the classical laws governing the thermal radiation at equlibrium can be generalized away from equilibrium situations.Comment: 9 pages, 1 figure. To be published in J. Noneq. Ther

    Kelebihan Kapasitas Lembaga Pemasyarakatan Sebagai Faktor Kriminogen terhadap Pengulangan Tindak Pidana oleh Warga Binaan

    Get PDF
    Kondisi penghuni lapas yang melebihi kapasitas lapas dimana hal ini terjadi pada sebagian besar lapas di Indonesia dan beberapa dari lapas tersebut telah mengalami kerusuhan. Kondisi ini sangat mengkhawatirkan karena dapat menimbulkan dampak yang lebih besar lagi. Dampak kelebihan kapasitas juga memiliki potensi besar untuk mengganggu proses pembinaan yang terjadi di dalam lapas, sehingga tujuan dari pembinaan untuk warga binaan menjadi tidak maksimal. penulis memperoleh jawaban atas permasalahan yang ada, bahwa dampak kelebihan kapasitas lapas lebih condong kepada pengawasan yang tidak maksimal oleh petugas pengamanan lapas karena jumlah petugas pengamanan yang tidak ideal dengan jumlah warga binaan sehingga mudah terjadi pelanggaran yang dilakukan oleh warga binaan. Segi kesehatan warga binaan menjadi tidak terjamin akibat jumlah warga binaan yang melebihi kapasitas. Menyikapi fakta-fakta tersebut diatas, maka perlu kiranya pemerintah menambah kapasitas lapas yang ada dan menambah jumlah pegawai dan petugas pengamanan lapas agar ideal terhadap jumlah warga binaan lapas yang ada. Selain itu menunggu penambahan kapasitas lapas beserta dengan pegawai maupun petugas pengamanan lapas, para pegawai maupun petugas pengamanan tetap meningkatkan koordinasi antar bidang untuk mengantisipasi dampak dari kelebihan kapasitas lapas tersebut

    Dampak Kelebihan Kapasitas Lembaga Pemasyarakatan sebagai Faktor Kriminogenik terhadap Pengulangan Tindak Pidana oleh Warga Binaan (Studi di Lapas Kelas II A Denpasar)

    Full text link
    Penelitian ini dilatarbelakangi kondisi penghuni lapas yang melebihi kapasitas lapas dimana hal ini terjadi pada sebagian besar lapas di Indonesia dan beberapa dari lapas tersebut telah mengalami kerusuhan. Kondisi ini sangat mengkhawatirkan karena dapat menimbulkan dampak yang lebih besar lagi. Dampak kelebihan kapasitas juga memiliki potensi besar untuk mengganggu proses pembinaan yang terjadi di dalam lapas, sehingga tujuan dari pembinaan untuk warga binaan menjadi tidak maksimal.Berdasarkan penelitian, penulis memperoleh jawaban atas permasalahan yang ada, bahwa dampak kelebihan kapasitas lapas lebih condong kepada pengawasan yang tidak maksimal oleh petugas pengamanan lapas karena jumlah petugas pengamanan yang tidak ideal dengan jumlah warga binaan sehingga mudah terjadi pelanggaran yang dilakukan oleh warga binaan. Segi kesehatan warga binaan menjadi tidak terjamin akibat jumlah warga binaan yang melebihi kapasitas. Selain hal tersebut, dengan jumlah warga binaan lebih besar dari kapasitas lapas memungkinkan terjadinya gesekan maupun perkelahian antar warga binaan.Menyikapi fakta-fakta tersebut diatas, maka perlu kiranya pemerintah menambah kapasitas lapas yang ada dan menambah jumlah pegawai dan petugas pengamanan lapas agar ideal terhadap jumlah warga binaan lapas yang ada. Selain itu menunggu penambahan kapasitas lapas beserta dengan pegawai maupun petugas pengamanan lapas, para pegawai maupun petugas pengamanan tetap meningkatkan koordinasi antar bidang untuk mengantisipasi dampak dari kelebihan kapasitas lapas tersebut.Kata Kunci: Lembaga Pemasyarakatan, Warga Binaan Pemasyarakatan, Faktor Kriminogenik, Tindak Pidan

    Efektivitas Pengendalian Peralatan Keamanan Lapas (Studi Kasus di Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Surulangun Rawas)

    Get PDF
    Keamanan merupakan aspek penting dalam proses pemasyarakatan. Satpam yang baik dapat meningkatkan keamanan WBP terhadap penghuni Lapas lainnya. Namun, kondisi sebagian besar Lapas di Indonesia yang overcrowded seringkali membuat petugas lapas kewalahan. Hal inilah yang menjadi faktor utama Lapas Kelas III Surulangun Rawas membutuhkan pengendalian peralatan keamanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pengendalian peralatan keamanan di Lapas Kelas III Surulangun Rawas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan analisis deskriptif kualitatif. Data yang digunakan berupa data primer dan data sekunder yang bersumber dari hasil observasi, wawancara, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengendalian alat keamanan di Lapas Kelas III Surulangun Rawas cukup efektif, namun aspek yang tersedia dan konsisten kurang efektif karena adanya akses digital dan hambatan CCTV di Lapas Kelas III Surulangun Rawas
    corecore