468,216 research outputs found
Penguasaan kemahiran generik di kalangan graduan hospitaliti di politeknik : satu kajian berkenaan keperluan industri perhotelan, persepsi pensyarah dan pelajar
Kajian yang dijalankan ini bertujuan untuk mengenal pasti kepentingan
kemahiran generik mengikut keperluan industri perhotelan di Malaysia dengan persepsi pensyarah dan persepsi pelajar Jabatan Hospitaliti. Oleh kerana matlamat kurikulum pendidikan kini adalah untuk melahirkan graduan yang dapat memenuhi keperluan pihak industri, maka kajian ini dijalankan untuk menilai hubungan di antara keperluan industri perhotelan di Malaysia dengan persepsi pensyarah dan pelajar Jabatan Hospitaliti di Politeknik. Terdapat 13 kemahiran generik yang diperolehi daripada Kementerian Pelajaran dan Latihan Ontario (1997) dijadikan
sebagai skop kepada instrumen kajian. Responden kajian terdiri daripada tiga pihak utama iaitu industri perhotelan di Malaysia yang melibatkan 40 buah hotel yang diwakili oleh MAH Chapter dan jawatankuasa dalam Malaysian Associated of Hotel (MAH), pensyarah Unit Hotel dan Katering dan pelajar semester akhir Diploma Hotel dan Katering di Politeknik Johor Bahru, Johor dan Politeknik Merlimau, Melaka. Kajian rintis yang dijalankan menunjukkan nilai Alpha Cronbach pada 0.8781. Data yang diperolehi dianalisis secara deskriptif dan inferensi dengan menggunakan perisian Statistical Package for Social Science (SPSS) versi 11.5. Melalui dapatan kajian, satu senarai berkenaan kemahiran generik yang diperlukan
oleh industri perhotelan telah dapat dihasilkan. Selain itu, senarai kemahiran generik menurut persepsi pensyarah dan juga persepsi pelajar turut dihasilkan. Hasil statistik dan graf garis yang diperolehi menunjukkan terdapat perbezaan di antara kemahiran generik yang diperlukan oleh industri perhotelan di Malaysia dengan kemahiran generik menurut persepsi pensyarah dan persepsi pelajar Politeknik. Dapatan analisis menggunakan korelasi Pearson mendapati bahawa tidak terdapat
perhubungan yang signifikan di antara kemahiran generik yang diperlukan oleh industri perhotelan dengan persepsi pensyarah dan persepsi pelajar. Namun begitu, terdapat hubungan yang signifikan di antara persepsi pensyarah dengan persepsi pelajar berkenaan dengan amalan kemahiran generik di Politeknik
HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI TERHDAP PERAN AYAH DENGAN INTENSI MEROKOK PADA SISWA SMP FRANSISKUS SEMARANG
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara persepsi terhadap peran ayah dengan intensi merokok pada siswa SMP Fransiskus Semarang. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 149 siswa. Sampel yang diambil untuk penelitian sebanyak 105 siswa. Sampel diambil dengan menggunakan teknik cluster random sampling. Alat ukur yang digunakan yaitu Skala Persepsi Terhadap Peran Ayah (103 aitem valid; α = 0,961) dan Intensi Merokok (39 aitem valid; α = 0,954). Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi sederhana. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara persepsi terhadap peran ayah dengan intensi merokok (rxy= -0,636; p < 0,001). Hal ini menunjukkan bahwa semakin positif persepsi terhadap peran ayah, maka semakin rendah intensi merokok yang dimiliki siswa. Sebaliknya, semakin negatif persepsi terhadap peran ayah, maka semakin tinggi intensi merokok yang dimiliki siswa. Persepsi terhadap peran ayah memberikan sumbangan efektif sebesar 40,5% dalam memengaruhi intensi merokok siswa dan 59,5% lainnya dipengaruhi oleh faktor lain
HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI SISWA TERHADAP TATA TERTIB SEKOLAH DAN PERSEPSI SISWA TERHADAP KEPRIBADIAN TEMAN SEBAYA DENGAN DISIPLIN SISWA SMK 1 SEDAYU
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara persepsi siswa terhadap tata tertib sekolah dengan disiplin siswa, mengetahui hubungan antara persepsi siswa terhadap kepribadian teman sebaya dengan disiplin siswa, dan untuk mengetahui hubungan antara persepsi siswa terhadap tata tertib sekolah dan persepsi siswa terhadap kepribadian teman sebaya dengan disiplin siswa.
Penelitian ini merupakan jenis penelitian korelatif (hubungan) dan subjek penelitian ini adalah siswa kelas X dan XI SMK 1 Sedayu tahun ajaran 2011/2012. Populasi pada penelitian ini sebanyak 780 siswa dan sampel diambil berdasarkan tabel penentuan jumlah sampel yang dikembangkan dari Isaac dan Michael, sehingga ditetapkan sampel penelitian ini sebanyak 200 siswa. Teknik pengambilan sampel menggunakan proportional random sampling. Data dikumpulkan menggunakan angket dengan empat skala likert. Uji validitas instrumen menggunakan expert judgment dan rumus product moment, sedangkan uji reabilitas instrumen menggunakan rumus alpha cronbach. Uji coba instrumen dilakukan kepada 30 responden diluar sampel yang diambil pada penelitian ini. Teknik analisis yang digunakan adalah teknik analisis korelasi product moment dan teknik analisis korelasi ganda (multiple correlation).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa, yang pertama terdapat hubungan antara persepsi siswa terhadap tata tertib sekolah dengan disiplin siswa yang ditunjukkan oleh koefisien korelasi antara variabel tersebut sebesar 0,566. Kedua, terdapat hubungan antara persepsi siswa terhadap kepribadian teman sebaya dengan disiplin siswa yang ditunjukkan oleh koefisien korelasi antara variabel tersebut sebesar 0,253. Ketiga, terdapat hubungan antara persepsi siswa terhadap tata tertib sekolah dan persepsi siswa terhadap kepribadian teman sebaya dengan disiplin siswa SMK 1 Sedayu yang ditunjukkan dengan nilai korelasi ganda sebesar 0,576
Evaluasi Kinerja Sistem Informasi Manajemen di Balai Besar Kesehatan Paru Masyarakat Surakarta Berdasarkan Aspek Persepsi Pengguna
Universitas Diponegoro
Fakultas Kesehatan Masyarakat
Program Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat
Konsentrasi Sistem Informasi Manajemen Kesehatan
2015
ABSTRAK
Novita Yuliani
Evaluasi Kinerja Sistem Informasi Manajemen di Balai Besar Kesehatan Paru Masyarakat Surakarta Berdasarkan Aspek Persepsi Pengguna
xv + 104 halaman + 19 tabel + 3 gambar + 23 lampiran
Sistem informasi rumah sakit (hospital information system /HIS) turut berkembang seiring dengan perkembangan teknologi informasi. Balai Besar Kesehatan Paru Masyarakat (BBKPM) Surakarta pada tahun 2013 telah mengaplikasikan SIMRS berbasis komputer, yang awalnya sistem pelaporannya masih manual.
Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif evaluatif dengan pendekatan cross sectional, instrumen penelitian ini dengan menggunakan kuesioner. Metode evaluasi sistem informasi yang ada di BBKPM Surakarta adalah menggunakan metode PIECES yang dari Performance, Information/Data, Economic, Control/Security, Efficiency, Service.
Hasil penelitian ini adalah, persepsi pengguna berdasarkan aspek performace dikategorikan persepsi baik47,5% dan persepsi kurang baik 52,5%, aspek informasi dikategorikan baik 50% dan kurang baik 50%, aspek ekonomi dikategorikan persepsi baik 60% dan persepsi kurang baik 40%, aspek kontrol dikategorikan persepsi baik 47,5% dan persepsi persepsi kurang baik 52,5%%, serta aspek efisiensi dikategorikan persepsi baik 47,5% dan persepsi kurang baik 52,5%, kemudian aspek servis dikategorikan persepsi baik 60% dan persepsi kurang baik 40%.
Kesimpulan dalam penelitian ini bahwa persepsi pengguna berdasarkan aspek secara keseluruhan (aspek performance, informasi, ekonomi, kontrol, efisiensi, dan servis) yaitu dikategorikan baik 52,08% dan kurang baik 47,92%. Saran untuk Balai Besar Kesehatan Paru Masyarakat Surakarta adalah perlu adanya pembenahan dalam aspek performan dan kontrol serta melibatkan user dalam pengembangan sistem informasi. Pembenahan aspek efisiensi dan pelatihan menggunakan sistem informasi manajemen rumah sakit.
Kata Kunci : Kinerja, sistem informasi, persepsi pengguna, metode PIECES
Pustaka : 27 (1994-2013)
Diponegoro University
Faculty of Public Health
Master’s Program in Public Health
Majoring in Health Management Information System
2015
ABSTRACT
Novita Yuliani
Performance Evaluation of Management Information System at Council of Public Lung Health in Surakarta based upon Aspect of User’s Perception
xv + 104 pages + 19 tables + 3 figures + 23 enclosures
Hospital information system (HIS) developed together with information technology. Council of Public Lung Health in Surakarta in 2013 had applied HIS based on computer, previously done manually.
This was descriptive-evaluative study with cross sectional approach. Research instrument used a questionnaire. Evaluation method of information system available at Council of Public Lung Health in Surakarta was PIECES (Performance, Information/Data, Economic, Control/Security, Efficiency, and Service).
The results of this research showed that in terms of the aspect of performance, users had good perception (47.5%) and bad perception (52.5%); aspect of information, users had good perception (50%) and bad perception (50%); aspect of economic, users had good perception (60%) and bad perception (40%); aspect of control, users had good perception (47.5%) and bad perception (52.5%); aspect of efficiency, users had good perception (47.5%) and bad perception (52.5%); and for aspect of service, users had good perception (60%) and bad perception (40%).
In conclusion, users’ perceptions of all measured aspects (performance, information, economic, control, efficiency, and service) were categorised as good (52.08%) and bad (47.92%). As suggestions, the Council needs to improve the aspects of performance and control that involves users in development of information system. In addition, improvement of efficiency aspect and training uses HIS.
Key Words : Performance, Information System, Users’ Perceptions, PIECES
method
Bibliography : 27 (1994-2013
HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI SISWA TENTANG PEMANFAATAN MEDIA PEMBELAJARAN DAN METODE GURU MENGAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR AKUNTANSI SISWA KELAS XI SMK YPKK 3 SLEMAN TAHUN AJARAN 2011/2012
Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui hubungan antara persepsi
siswa tentang pemanfaatan media pembelajaran dengan prestasi belajar akuntansi
siswa kelas XI SMK YPKK 3 Sleman, 2) mengetahui hubungan antara metode
guru mengajar dengan prestasi belajar akuntansi siswa kelas XI SMK YPKK 3
Sleman, 3) mengetahui hubungan antara persepsi siswa tentang pemanfaatan
media pembelajaran dan metode guru mengajar dengan prestasi belajar akuntansi
siswa kelas XI SMK YPKK 3 Sleman.
Penelitian ini merupakan penelitian Ex post Facto. Penelitian ini
dilaksanakan di SMK YPKK 3 Sleman, yang beralamat dikarangnongko,
Maguwoharjo, sleman Yogyakarta. Populasi penelitian adalah siswa kelas XI
SMK YPKK 3 Sleman yang berjumlah 60 siswa yang seluruhnya diambil sebagai
subjek penelitian. Pengumpulan data menggunakan angket dan nilai UTS
Akuntansi. Uji coba instrumen dilaksanakan pada 30 siswa kelas XI SMK YPKK 2
Sleman. Uji validitas dilakukan dengan teknik korelasi Product Moment.
Sedangkan uji reliabilitas digunakan rumus Alpha Cronbach. Sedangkan untuk
mengetahui hubungan antara persepsi siswa tentang pemanfaatan media
pembelajaran dan metode guru mengajar secara bersama-sama dengan prestasi
belajar digunakan teknik analisis korelasi ganda dilanjutkan dengan analisis
regresi. Tingkat signifikansi hasil analisis ditentukan sebesar 5%.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) terdapat hubungan yang signifikan
persepsi siswa tentang pemanfaatan media pembelajaran dengan prestasi belajar
dibuktikan dengan nilai p 0,000<0,05; 2) terdapat hubungan yang signifikan
metode guru mengajar dengan prestasi belajar dibuktikan dengan nilai p
0,000<0,05; 3) terdapat hubungan yang signifikan antara persepsi siswa tentang
pemanfaatan media pembelajaran dan metode guru mengajar secara bersamasama
dengan prestasi belajar, dibuktikan dengan nilai p 0,000<0,05. Sedangkan
sumbangan efektif masing-masing variabel yaitu sebesar 33,1% untuk variabel
persepsi siswa tentang pemanfaatan media pembelajaran dan 16,2% untuk
variabel metode guru mengajar, sehingga secara bersama-sama kedua variabel
tersebut memberikan sumbangan efektif terhadap variabel prestasi belajar siswa
sebesar 49,3% dan sisanya sebesar 50,7% (100%-49,3%) berhubungan dengan
variabel lainnya yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
Kata kunci : Media Pembelajaran, Metode Guru Mengajar, Prestasi belaja
Penerapan ciri-ciri guru berkesan dalam proses pengajaran dan pembelajaran semasa latihan mengajar dalam kalangan Pelajar Sarjana UTHM
Kajian ini bertujuan untuk mengenal pasti sejauh mana penerapan ciri-ciri guru
berkesan di kalangan pelajar sarjana Fakulti Pendidikan Teknikal dan Vokasional
(FPTV) dari Universiti Tun Hussein Onn Malaysia (UTHM) dalam pengajaran dan
pembelajaran dalam kelas semasa menjalani latihan mengajar serta faktor yang
paling dominan. Keduanya, kajian ini adalah untuk melihat tahap persepsi pelajar
terhadap ciri-ciri guru berkesan pada guru pelatih dan menentukan sama ada terdapat
perbezaan dalam memberi persepsi berdasarkan perbezaan jantina. Kajian ini adalah
berbentuk kuantitatif. Kajian ini dijalankan di politeknik premier di Malaysia. Data
instrumen yang hendak dikaji diperolehi daripada edaran borang soal selidik.
Responden adalah terdiri daripada 182 orang pelajar politeknik dimana terdapat
pelajar sarjana FPTV yang sedang menjalani latihan mengajar. Seramai lapan orang
pensyarah pelatih telah dipilih secara rawak untuk menjadi sampel penilaian oleh
responden. Data yang diperolehi akan di analisis dengan menggunakan pendekatan
Rasch dan perisian winsteps 3.69.1.11. Nilai pekali Alpha Cronbach untuk kajian ini
adalah 0.98. Dapatan kajian mendapati faktor kebolehan pensyarah kaya ilmu
pengetahuan merupakan faktor yang paling dominan dengan nilai min logit -0.13.
Dapatan kajian menunjukkan tahap persepi pelajar terhadap ciri-ciri guru berkesan
dalam kalangan pensyarah pelatih adalah tinggi. Dari segi memberi persepsi terhadap
penyarah pelatih berdasarkan ciri-ciri guru berkesan didapati tidak terdapat
perbezaan dalam memberi persepsi walaupun berbeza jantina. Pensyarah pelatih dari
UTHM telah menerapkan ciri-ciri guru berkesan dalam pengajaran dan pembelajaran
semasa latihan mengajar kerana berdasarkan dapatan kajian secara keseluruhannya
responden menunjukkan tahap persetujuan yang tinggi (skor min 4.25). Ini
menunjukkan bahawa pensyarah pelatih telah mengaplikasikan kemahiran dan
pengetahuan dari segi pedagogi, psikologi semasa menjalani latihan mengajar
PERANAN PSIKOLOGI LAYANAN DALAM MEMBANGUN KEPUASAN, KEPERCAYAAN DAN KOMITMEN PELANGGAN MELALUI CUSTOMER RELATIONSHIP MARKETING
Peranan ilmu psikologi khususnya Psikologi Layanan untuk memahami gambaran kondisi psikologis atau psychograph dari karyawan maupun pelanggan telah lama diakui kegunaannya. Tiap orang dalam hal ini tiap karyawan maupun tiap pelanggan tentu mempunyai psychograph yang berbeda-beda. Hal tersebut menyebabkan tiap karyawan mempunyai konsep persepsi yang berbeda-beda tentang kualitas layanan, maupun
efektivitas layanan. Pelanggan tentu saja juga akan mempunyai persepsi yang berbeda-beda terhadap kualitas maupun efektivitas layanan, tergantung dari latar belakang budaya yang berbeda, pendidikan, tingkat sosial, pengalaman psikologis dan sebagainya. Hal tersebut tentunya menyulitkan
pelaksana layanan, yang dalam hal ini adalah para karyawan, untuk membangun kepuasan, kepercayaan dan komitmen pelanggan. Sungguh suatu hal yang sulit, karena pada dasarnya manusia itu unik, tidak ada yang persis sama. Paper ini akan mengulas bagaimana peranan Psikologi Layanan dalam membangun konsep, dan persepsi yang sama untuk para karyawan terhadap kualitas layanan dan efektivitas layanan. Juga akan dibahas peranan Psikologi layanan untuk membangun kepuasan, kepercayaan dan komitmen pelanggan, yang dipadukan dengan konsep marketing yang mengutamakan pelayanan prima saat ini, yaitu konsep Customer Relationship Marketing (CRM). Pemahaman terhadap Psychograph Karyawan pada akhirnya akan sangat berguna dalam membangun kesamaan konsep maupun persepsi dari
karyawan akan pentingnya kualitas dan efektivitas layanan yang merupakan kunci untuk penerapan Customer Relatioship Marketing. Sedangkan pemahaman terhadap Psychograph pelanggan, pada akhirnya akan sangat berguna untuk meningkatkan kualitas dan efektifitas layanan para karyawan
terhadap pelanggan yang pada akhirnya merupakan kunci untuk
membangun kepuasan, kepercayaan dan komitmen yang hendak dicapai melalui konsep Customer Relationship Marketing
PERSEPSI SISWA TERHADAP PELAKSANAAN PEMBELAJARAN PRAKTEK MENJAHIT DI SMP MUHAMMADYAH 3 DEPOK YOGYAKARTA
Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui persepsi siswa terhadap pelaksanaan pembelajaran praktek menjahitdi SMP Muhammadyah 3 Depok, 2) mengetahui persepsi siswa terhadap pelaksanaan pembelajaran praktek menjahit di SMP Muhammadyah 3 Depokditinjau dari tahap-tahap dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran yaitu: (a) persepsi siswa terhadap tahap perencanaan, (b) persepsi siswa terhadap tahap pelaksanaan dan (c) persepsi siswa terhadap tahap evaluasi.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptip. Variable dalam penelitian ini adalah pelaksanaan pembelajaran praktek menjahit. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswi kelas VIII di SMP MUHAMMADYAH 3 DEPOK yang mengikuti pelaksanaan pembelajaran praktek menjahitdengan jumlah 56 siswa.
Teknik pengambilan sampel dengan random sampling. Penentuan besarnya sampel menggunakan tabel kerjcie denagn taraf kesalahan 5% sehingga diperoleh 48 siswa. Instrument dalam penelitian ini menggunakan angket dengan skala
likert. Metode pengumpulan data dengan angket tertutup. Validitas instrument menggunakan validitas konstruk diujimenggunakan analisis butir dihitung dengan rumus korelasi Product moment yang menghasilkan 46 pernyataan valid dan 3 pernyataan gugur. Reliabilitas sebanyak 49 pernyataandihitung menggunakan rumus alpha cronbach dengan hasil 0,947. Teknik analisis data menggunakan deskriptif persentase.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: persepsi siswa terhadap pelaksanaan pembelajaran praktek menjahit di SMP MUHAMMADYAH 3 DEPOK termasuk pada kategori tinggi dengan mean 156,65 dan bila ditinjau dari persepsi siswa terhadap tahap perencanaan pembelajaran pada kategori tinggi
dengan mean 14,15, persepsi siswa terhadap tahap pelaksanaan pembelajaran kategori tinggi dengan mean 117,23, dan persepsi siswa terhadap tahap evaluasi pembelajaran berada pada kategori tinggi dengan mean25,27. Hal ini menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran praktek menjahit pelajaran
muatan lokal siswi kelas VIII SMP MUHAMMADYAH 3 DEPOK dilaksanakan dengan perencanaan yang baik
HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI TERHADAP KETERLIBATAN AYAH DALAM PENGASUHAN DENGAN KONSEP DIRI PADA SISWA KELAS X SMK NEGERI 4 KENDARI
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara persepsi terhadap keterlibatan ayah dalam pengasuhan dengan konsep diri pada siswa kelas X SMK Negeri 4 Kendari. Hipotesis penelitian yang diajukan yaitu ada hubungan positif antara persepsi keterlibatan ayah dalam pengasuhan dengan konsep diri pada siswa kelas X SMK Negeri 4 Kendari. Populasi pada penelitian ini adalah siswa kelas X SMK Negeri 4 Kendari sebanyak 284 siswa dengan sampel penelitian sebanyak 157 siswa. Penelitian ini menggunakan teknik cluster random sampling. Metode pengumpulan data menggunakan skala psikologi, yaitu skala persepsi terhadap keterlibatan ayah dalam pengasuhan dan skala konsep diri. Skala persepsi terhadap keterlibatan ayah dalam pengasuhan terdiri dari 39 aitem valid (α=0,925) dan skala konsep diri terdiri dari 23 aitem valid (α=0,834) yang telah diujicobakan pada 114 siswa. Analisis data dilakukan dengan metode analisis regresi sederhana. Hasil analisis data menunjukkan koefisien korelasi (rxy) = 0,476 pada P = 0,000 (p<0,05). Artinya hipotesis penelitian ini diterima yaitu ada hubungan positif antara persepsi terhadap keterlibatan ayah dalam pengasuhan dengan konsep diri. Sumbangan efektif persepsi keterlibatan ayah dalam pengasuhan terhadap konsep diri yaitu sebesar 22,7% sedangkan 77,3% berasal dari faktor lain yang tidak diungkap dalam penelitian ini
HUBUNGAN PERSEPSI PESIEN TENTANG MUTU PELAYANAN PUSKESMAS DENGAN DENGAN PERSEPSI BIAYA PELAYANAN RAWAT JALAN DI PUSKESMAS SRONDOL KECAMATAN BANYUMANIK KOTA SEMARANG TAHUN 2003
Adanya kenaikan tarif pelayanan pukesmas yang berlaku sejak awal tahun 2001 mengakibatkan penurunan jumlah kunjungan pasien di puskesmas Srondol Kecamatan Banyumanik Kota Semarang.Dari survey awal yang dilakukan peneliti diketahui bahwa lebih dari 50% responden menyatakan pelayanan yang diterima pada saat memanfaatkan pelayanan rawat jalan di Puskesmas Srondol kurang memuaskan. Selama ini kajian pelayanan kesehatan di puskesmas Srondol masih berdasarkan penilaian standar praktek pelayanan yang dilakukan oleh dinas kesehatan setempat. Oleh karena itu perlu diadakan kajian untuk mengetahui hubungan antara persepsi pasien tentang mutu pelayanan puskesmas dengan persepsi pasien tentang biaya pelayanan rawat jalan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara persepsi pasien tentang mutu pelayanan puskesmas yang meliputi pelayanan dokter,perawat, petugas obat, mutu obat, tempat pengobatan,pelayanan petugas loket dengan persepsi pasien tentang biaya pelayanan rawat jalan.Hasil penelitian ini diharapkan bisa dipakai untuk sebagai masukan pihak puskesmas untuk memperbaiki mutu pelayanan dan peningkatan jumlah kunjungan pasien rawat jalan.
Metode penelitian ini adalah survey (Survey Reaserch Metode) dengan metode pendekatan Cross Sectional .Sempel penelitian ini adalah pasien yang memanfaatkan pelayanan rawat jalan di Puskesmas Srondol Dengan beberapa kriteria sampel di ambil 80 responden dengan menggunakan tehnik sampel kebetulan (accidental sampling).Data ini diolah secara univariat dan bivariat yang meliputi tabulasi silang antar variabel dan menggunakan uji statistik Rank Spearman untuk mengetahui hubungan antar variabel.Dengan uji statistik pada taraf kepercayaan 95% membuktikan adanya hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat.Ada hubungan persepsi pasien tentang mutu pelayanan puskesmas yang terdiri dari :pelayanan dokter,perawat, petugas obat, mutu obat, tempat pengobatan,pelayanan petugas loket dengan persepsi pasien tentang biaya pelayanan rawat jalan.
Saran yang dapat disampaikan pada puskesmas adalah perlu adanya peningkatan mutu pelayanan puskesmas. Peningkatan mutu tersebut terutama pada : kecepatan dan kesiapan dokter dalam melayani pasien,kecepatan dan kesiapan perawat dalam melayani pasien, perhatian dan pengertian petugas obat dalam melayani pasien, sikap ramah tamah,hotmat, beretiket baik, sopan dan fleksibel pada petugas loket.
Kata Kunci: Persepsi mutu,Biaya pelayanan,puskesmas
CORELATION PATIENT PERCEPTION ABOUT SERVICE QUALITY OF THE PUBLIC HEALTH CENTER AND PERCEPTION ABOUT OUT PATIENT SERVICE RATE IN PUBLIC HEALTH CENTER OF SRONDOL DISTRICT BANYUMANIK SEMARANG 2003
The service rate increase of the public health center prevailed since the begining of 2001 results in the decline of the patient visiting in Srondol District Semarang City.It is known from the early survey commited that more than 50% respondens states that service obtined by out patient in Srondol Public health center is less satified. The study of the public service, so far, in Srondol Public health center is still based on the standard evaluation of the service practice performed by the local health institution.Accordingly, a study is reQuered to establish to know the association between the patient perseptions corcerning to the public health center service quality and the patient perceptions concerning to the out patient service rate. This research is intented to know the correlation between the patient perceptions of the public health center service quality covering the service of doctors, nurses, the druggists,drugstores, locket officiel service, and the patient perception concerning to out patient service rate. It is hope that the result of this result to fungtion as an input to public health center to fix the service quality and maintain the amount of out patient visiting.
This research is a survey research methode by using cross sectional approach methode.The research sample is the patient utilizing out patient service in Srondol public health center Supported by several sample criteria taken from 80 respondents using accidental sampling tehnique.This data are set univariatly and bivariatly consisting of cross tabulation between variables and using the statistik rank spearman to know the relationship of the variables. By using statistic investigation to the belief range 95% proves the presence of the free and tied variables.There is a patient perseption connection between the pubic health center service qualities comprising of : the service of doctors, nurses, the druggists,drugstores, locket officiel service, and the patient perception concerning to out patient service rate.
The public health center is advisid to increase the service quality of the public health center.The quality increase is focused on : the speed and readines of the doctor in serving patients,the speed and readines of the nursing in serving patient,attention and understanding of the drugists in serving patient,friendly,respecfull,polite,attitude,good etiquete,and flexible to the locket official.
Keyword : Quality perception,service rate,Public health cente
- …
