928,500 research outputs found
KAJIAN SOLARISASI TANAH DAN JARAK TANAM TERIIADAP PERTUMBUHAN GULMA DAN HASIL CABAI
Penelitian "Kajian solarisasi tanah dan jarak tanam terhadap pertumbuhan
gulma dan hasil cabai" dilakukan pada tanah Inceptisol, berlokasi di kebun
percobaan, penelitian dan pengembangan pertanian (KP+) Kalitirto UGM, Berbah,
Sleman, Yogyakarta. Pelaksanaan penelitian bulan Juni 2012 s/d Juli 2013.
Percobaan disusun dalam rancangan acak lengkap kelompok (RALK) faktorial 5 x
3dengan 3 blok. Faktor pertama terdiri atas lima taraf yaitu bergulma, bebas
gulma, mulsa plastik perak hitam, solarisasi sebelum dan setelah olah tanah. Faktor
kedua terdiri atas tiga taraf yaitu : 50 x 30, 50 x 50 dan 50 x 70 cm, sehingga
diperoleh 15 kombinasi perlakuan ditambah satu kontrol (tanpa tanaman). Hasil
penelitian menunjukkan bahwa solarisasi tanah dengan warna mulsa plastik
transparan yang dilanjutkan pengaturan jarak tanam 50 x 50 cm dapat menekan
pertumbuhan gulma namun tidak membunuh propagul rhizome Cyp:erus rotundus,
sehingga belum maksimal meningkatkan hasil cabai merah. Solarisasi tanah
memberikan pertumbuhan awal tanaman cabai lebih baik, namun pada
pertumbuhan lebih lanjut terjadi berkompetisi dengan Cyperus rotundus dan
tumbuh menjadi gulma dominan
Perbandingan Algoritma Naive Bayes dan Markov Chains untuk Prediksi Kelulusan Mahasiswa Jurusan Teknik Elektro Universitas Muhammadiyah Malang
Mahasiswa lulus tepat waktu adalah hal yang diinginkan oleh semua mahasiswa termasuk pihak kampus atau universitas yang menjadi tempat mahasiswa tersebut mencari ilmu, waktu yang dibutuhkan mahasiswa S1 untuk lulus adalah 4 tahun. Namun mahasiswa yang mengambil kuliah di jurusan teknik elektro seperti jurusan teknik elektro universitas muhammadiyah malang sebagian lulus melebihi waktu standar kelulusan 4 tahun yang dapat dilihat pada laporan jaminan mutu bahwa 12% mahasiswa yang lulus tepat waktu dan itu menjadi tantangan bagi dosen dan penanggung jawab jurusan didalamnya. Oleh karena itu prediksi menjadi salah satu informasi yang dibutuhkan untuk mengetahui apa yang akan terjadi kedepannya. Salah satu kegunaan prediksi yaitu untuk memprediksi kelulusan mahasiswa jurusan teknik elektro universitas muhammadiyah malang, fungsinya untuk menambah informasi, mengantisipasi, menentukan langkah selanjutnya dan target yang dibutuhkan jika menurut prediksi pada periode tersebut mahasiswa yang lulus terlalu rendah sehingga butuh antisipasi yang lebih untuk meningkatkan angka tersebut. Karena itulah machine learning dibutuhkan untuk memprediksinya. Metode machine learning yang akan digunakan yaitu Naive Bayes dan Markov Chains. Pada umumnya Naive Beyes dan Markov Chains sama-sama bisa digunakan untuk melakukan prediksi pada suatu hal atau peristiwa, hanya saja cara yang digunakan oleh kedua algoritma tersebut berbeda. Dengan menggunakan data mahasiswa yang telah lulus sebagai data training dan mahasiswa aktif sebagai data testing. Karena itu peneliti menambahkan Markov Chains untuk mengetahui seberapa tinggi akurasi yang didapatkan dari kedua algoritma tersebut untuk menguji data yang sama.Agar dapat mendapatkan hasil algoritma mana yang lebih akurat untuk memprediksi kelulusan mahasiswa jurusan teknik elektro
GAMBARAN SENSE OF HUMOR PADA MAHASISWA BARU YANG MERANTAU
Banyak mahasiswa baru setiap tahun melakukan perjalanan jauh dari daerah asal mereka untuk kuliah ke perguruan tinggi. Hal ini akan menimbulkan masalah dalam kehidupan mahasiswa yang merantau. Mahasiswa baru yang merantau dapat menggunakan humor sebagai mekanisme koping untuk membantu mereka melewati situasi sulit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan bagaimana sense of humor mahasiswa merantau berkembang dan berubah seiring waktu. Pendekatan kuantitatif dalam penelitian ini mempunyai orientasi deskriptif. Sebanyak 314 mahasiswa yang masuk disurvei secara isidental sampling. Skala yang digynkaan adalah Multidimensional Sense of Humor Scale (MSHS). Pada peneitian ini ditemukan hasil bahwa mahasiswa baru yang merantau di Universitas Muhammadiyah Malang memiliki Sense of Humor yang tinggi. Artinya rata-rata mahasiswa baru yang merantau di Universitas Muhammadiyah Malang memiliki kemampuan merasakan sebuah humor atau Sense of Humor yang baik. sehingga, diharapkan dengan adanya Sense of Humor yang bagus dan efektif maka perilaku dalam bersosialisasi mahasiswa baru yang merantau di lingkungan yang baru lebih mudah dilakukan
Model Aktivitas Praktikum Lapangan Berbasis Ergonomi (Apelerg) Memperbaiki Respon Fisiologis Tubuh, Menurunkan Kelelahan, dan Meningkatkan Kinerja, Dibandingkan dengan Model Lama (Apel), pada Mahasiswa Fmipa Unima
Aktivitas praktikum lapangan merupakan kegiatan yang dilakukan sebagaiimplementasi kurikulum akademik di Jurusan Fisika FMIPA UNIMA. Sebagaiimplementasi kurikulum tersebut telah dibuat model aktivitas praktikum lapangan (modelAPeL) dan telah digunakan sejak tahun 2001. Namun model APeL ternyata menimbulkanrisiko yang merugikan bagi mahasiswa dilihat dari respon fisiologis dan kelelahansehingga mahasiswa belum dapat mencapai kinerja yang diharapkan. Untuk itu telahdiupayakan dengan penerapan pendekatan ergonomi total (PET) suatu model baru yaitumodel APeLErg. Untuk menguji keandalan model APeLErg dibandingkan dengan modelAPeL, telah dilakukan penelitian dengan hipotesis: model APeLErg, dibandingkan denganmodel APeL; memperbaiki respon fisiologis tubuh; menurunkan kelelahan; danmeningkatkan kinerja mahasiswa di daerah dataran rendah/panas dan di daerah datarantinggi/dingin. Penelitian ini dilakukan dalam dua tahap dengan menggunakan rancangansama subjek. Penelitian pada tahap pertama dilakukan di daerah panas denganmenggunakan 15 orang subjek sedangkan penelitian tahap kedua di daerah dinginmenggunakan 18 orang subjek. Hasil penelitian tahap I dan tahap II menunjukkan bahwaaktivitas dengan model APeLErg dapat: memperbaiki respon fisiologis mahasiswa secarasignifikan (p<0,05); menurunkan rata-rata skor kelelahan umum secara signifikan(p<0,05); meningkatkan kecepatan, kekonstanan dan ketelitian mahasiswa secarasignifikan (p<0,05); dan meningkatkan kinerja mahasiswa secara signifikan (p<0,05). Darihasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa model APeLErg dapat: memperbaiki responfisiologis mahasiswa; menurunkan tingkat kelelahan mahasiswa; dan meningkatkankinerja mahasiswa dalam melakukan aktivitas praktikum lapangan
HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN SOSIAL SIGNIFICANT OTHERS DENGAN PRESTASI AKADEMIK PADA MAHASISWA RANTAU ANGGOTA HIMPUNAN–HIMPUNAN DAERAH SUMATERA DI UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial significant others dengan prestasi akademik mahasiswa. Populasi dalam penelitian berjumlah 138 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah incidental sampling. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 50 orang mahasiswa anggota himpunan IKAMALA (Ikatan Kekeluargaan Mahasiswa Lampung), IKAMMI (Ikatan Mahasiswa Minang), IMSU (Ikatan Mahasiswa Sumatera Utara), dan IMJ (Ikatan Mahasiswa Jambi). Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini berupa skala, yaitu skala dukungan sosial significant others (29 item, α = .929) dan IPK semester terakhir. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linier sederhana. Hasil penelitian ini menunjukan ada hubungan positif yang signifikan antara dukungan sosial significant others dengan prestasi akademik dengan rxy = .402 dan p = .002 (p < .05). Maka hipotesis dalam penelitian ini dapat diterima. Dukungan sosial significant others memberikan sumbangan efektif sebesar 16,1% terhadap prestasi akademik. Uji beda dengan analisis one way anova menyatakan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara dukungan sosial orangtua, dukungan sosial siblings, dan dukungan sosial teman dengan p= .022 (p < .05). Nilai mean dukungan sosial orangtua 164.11, dukungan sosial siblings dengan mean 160.27, dan dukungan sosial teman dengan mean 153.22.
Kata kunci : dukungan sosial significant others, prestasi akademik, mahasiswa rantau
PENILAIAN TINGKAT KERAWANAN KOROSI PADA PERALATAN KILANG MINYAK UNIT CDU IV DAN HVU II
Suatu peralatan kilang minyak mempunyai umur dan batas waktu.
Jika dalam perawatan peralatan tidak baik dapat mengakibatkan kerusakan
seperti kebocoran pada peralatan kilang. Untuk memenuhi reliability pada
peralatan kilang, maka perlu dilakukan perawatan terhadap sistem peralatan
tersebut secara bertahap dan berkesinambungan.
Pada tugas akhir ini dilakukan penilaian resiko terhadap tingkat
kerawanan korosi pada unit CDU IV dan HVU II dengan menggunakan
pemetaaan korosi. Pemetaan korosi (Corrosion Mapping) adalah suatu
pemetaan kecenderungan peralatan dalam instalasi pengolahan minyak
tersebut terhadap resiko korosi. Peta korosi yang dituangkan dalam bentuk
pewarnaan pada Process Flow Diagram (PFD) dapat digunakan sebagai
suatu instrumen untuk memperkirakan tingkat resiko kegagalan peralatan
selama beroperasi dalam keadaan normal. Peta korosi peralatan pada unit
CDU IV dan HVU II tersebut akan digunakan sebagai masukan dalam
pelaksanaan Risk Base Inspection (RBI).
Analisa laju korosi didasarkan pada standar API 581 dan historical
data yang menunjukkan tingkat kerawanan alat terhadap korosi dan
kerusakan lainnya, dengan memberikan perwarnaan berdasarkan tingkat
kerawanan yaitu:
Aman → warna HIJAU pada PFD
Waspada → warna KUNING pada PFD
Bahaya → warna MERAH pada PFD
Peta korosi di CDU IV, dan HVU II memberikan indikasi adanya
peralatan yang berada pada kondisi bahaya dan waspada. Peralatan
dengan kondisi tersebut harus mengalami suatu inspeksi yang rutin dan
terencana sehingga setiap gejala yang mengarah pada kerusakan peralatan
dapat disikapi secara cermat, dan langkah antisipasi terhadap kemungkinan
kerusakan yang besar dapat dilakukan dengan baik
HUBUNGAN ANTARA HARDINESS DENGAN PERILAKU PROSOSIAL PADA MAHASISWA YANG MENGIKUTI UKM PEDULI SOSIAL UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG
Mahasiswa memiliki peran yang penting untuk dapat mengimplementasikan ilmunya untuk kesejahteraan masyarakat sehingga dibutuhkan kepribadian yang tangguh dalam menghadapi berbagai permasalahan dalam menjalani peran tersebut. Salah satu yang berpengaruh terhadap kemampuan dalam mensejahterakan orang lain adalah karakteristik kepribadian seperti hardiness. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara hardiness dengan perilaku prososial pada mahasiswa yang mengikuti UKM Peduli Sosial Universitas Diponegoro. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa yang mengikuti UKM Peduli Sosial Universitas Diponegoro dengan karakteristik menjadi anggota organisasi aktif di periode 2016/2017. Subjek penelitian adalah 82 anggota UKM Peduli Sosial Universitas Diponegoro Semarang. Pengambilan sampel penelitian ini menggunakan teknik cluster random sampling. Metode pengumpulan data menggunakan dua skala psikologi, yaitu perilaku prososial (43 aitem, α = 0.945) dan skala hardiness (41 aitem α = 0.937). Analisis data menggunakan regresi sederhana yang menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara hardiness dengan perilaku prososial (r=0.815 ; p<0.000). Artinya semakin kuat hardiness yang dimiliki mahasiswa, maka semakin tinggi perilaku prososialnya. Hardiness memberikan sumbangan efektif terhadap perilaku prososial pada mahasiswa yang mengikuti UKM Peduli Sosial Universitas Diponegoro sebesar 66.5% dan sisanya 33.5% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak diungkap dalam penelitian ini.
Kata Kunci : Hardiness, perilaku prososial, mahasiswa
MENINGKATKAN KOMPETENSI PEDAGOGI DAN VOKASIONAL MELALUI PEER TEACHING PENDEKATAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF JIGSAW PADA MATA KULIAH SISTEM VIDEO
Penelitian ini bertujuan meningkatkan kompetensi pedagogi dan kompetensi vokasional mahasiswa peserta mata kuliah Sistem Video. Sehingga mahasiswa lebih siap dalam menempuh pengajaran mikro dan berhasil dalam Pelaksanaan Praktek Lapangan di sekolah. Penelitian dilatar belakangi adanya beberapa mahasiswa yang gagal dalam menempuh mata kuliah Pelaksanaan Praktek Lapangan (PPL) dan pengajaran mikro.
Penelitian menggunakan desain tindakan kelas yang dilakukan pada semester ganjil tahun ajaran 2009/2010 dengan jumlah mahasiswa 34 orang. Pada awal tindakan peneliti membekali mahasiswa tentang penyusunan RPP, pengajaran mikro. Mereka difasilitasi modul pembelajaran dalam bentuk soft copy hardcopy, link dengan informasi terkait dalam BESMART, konsultasi dilayani melalui email, chating. Membentuk kelompok ahli masing-masing terdiri dari 4-5 anggota mereka meyusun RPP, melengkapi materi, evaluasi hasil belajar dan media pembelajaran. Kemudian membentuk kelompok baru sejumlah 4-5 orang sesuai jumlah topik yang dibahas. Setiap mahasiswa bertindak sebagai guru menyampaikan materi kepada anggotanya yang berasal dari tim ahli yang berbeda serta mengevaluasi pemahaman mereka. Sedangkan mahasiswa yang berperan sebagai siswa menilai cara mengajar temannya yang berlaku sebagai guru. Teknik pengumpulan data dengan observasi, kuesioner dam tes hasil belajar kemudian dianalisis deskriptip.
Hasil penelitian menunjukkan penerapan model pembelajaran pendekatan kooperatif Jigsaw dengan peer teaching dari siklus ke siklus : 1) meningkatkan kompetensi pedagogi meliputi peningkatan kemampuan membuat persiapan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, evaluasi pembelajaran. 2) meningkatkan kompetensi vokasional 3) mendapat respon positip dari mahasiwa karena pembelajaran lebih bermakna dan merasa dilatih untuk mengajar serta lebih memahami gambaran tugas guru
KONGRUENSI KARIR DENGAN ORANG TUA DAN KOPING STRES PADA MAHASISWA TAHUN PERTAMA DAN KEDUA DI PROGRAM D3 KEPERAWATAN POLTEKKES KEMENKES SEMARANG
Mahasiswa tahun pertama dan kedua berada pada masa mereka harus berusaha mencapai kemandirian emosi dan mempersiapkan karir ekonomi. Adanya tuntutan dan tanggung jawab mahasiswa di Program D3 membuat mereka harus pandai dalam melakukan koping stres. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kongruensi karir remaja-orang tua dengan koping stres pada mahasiswa tahun pertama dan kedua di program D3 Keperawatan Poltekkes Kemenkes Semarang. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa tahun pertama dan tahun kedua di program D3 Keperawatan Poltekkes Kemenkes Semarang yang berjumlah 186. Sampel penelitian sebanyak 92 mahasiswa (91.3% subjek perempuan, M usia = 19.05 tahun, SD usia = .63) diperoleh dengan cluster random sampling. Pengambilan data menggunakan Skala Koping Stres (30 item, α = .91) dan Skala Kongruensi Karir Remaja-Orang Tua (12 item, α = .90) yang telah diujicobakan pada 44 mahasiswa. Analisis regresi sederhana menunjukkan ada hubungan positif yang signifikan antara kongruensi karir remaja-orang tua dengan koping stres (yang ditunjukkan oleh nilai rxy = .39 (p < .001). Artinya semakin tinggi kongruensi karir remaja-orang tua maka semakin baik koping stres yang dimiliki. Kongruensi karir remaja-orang tua memberikan sumbangan efektif sebesar 15.5% pada koping stres
- …
