bkg

    Perbandingan Bioaktivator EM-4 dan Mikroorganisme Lokal Nasi (MOL Nasi) Pada Proses Pengomposan Limbah Teh PT. Perkebunan Nusantara XII– Lawang (Malang)

    Get PDF
    Mikroorganisme efektif adalah suatu larutan yang terdiri dari kultur campuran berbagai mikroba yang bermanfaat bagi tanaman dan berfungsi sebagai bio-inokulan. Bio-inokulan selain EM-4 yang dapat digunakan sebagai bahan untuk mempercepat proses pengomposan adalah mikroorganisme lokal (MOL). MOL mengandung unsur hara makro dan mikro dan juga mengandung mikroba yang berpotensi sebagai perombak bahan organik, perangsang pertumbuhan dan sebagai agen pengendali hama penyakit tanaman. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Mikroorganisme Lokal (MOL) terhadap proses pengomposan limbah rumah tangga. Kompos adalah bahan yang dihasilkan dari pelapukan (dekomposisi) sisa-sisa bahan organik secara biologi yang terkontrol sehingga menjadi bagian-bagian yang terhumuskan. Metode pengomposan yang digunakan adalah yaitu Efektif Mikroorganisme-4 (EM-4) mikroorganisme pengurai sebagai bio-inokulan. Mikroorganisme yang terkandung dalam EM 4 antara lain Lactobacillus sp, Khamir, Aktinomisetes dan Streptomises. Selain EM4, bahan yang dapat digunakan untuk membantu mempercepat proses pengomposan adalah Mikroorganisme Lokal Nasi atau MOL Nasi. MOL adalah mikroorganisme lokal yang merupakan cairan yang terbuat dari bahan-bahan alami yang disukai sebagai media hidup dan berkembangnya mikroorganisme yang berguna untuk mempercepat pengomposan. Penelitian ini menggunakan 2 perlakuan yaitu kadar Effective Microorganisme 4 (EM-4) dan kadar Mikroorganisme Lokal (MOL) Nasi. Perlakuan EM-4 terdiri dari kosentrasi 25%,35%,45%, sedangkan perlakuan MOL Nasi terdiri dari kosentrasi 25%,35%,45%. Penelitian ini sampel limbah teh diambil dari PT. Perkebunan Nusantara XII Lawang Kabupaten Malang. Berdasarkan hasil analisis ragam setiap parameter, interaksi antara EM4 dan MOL Nasi proses pengomposan limbah teh dengan lama waktu fermentasi 24 hari tidak memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap masing-masing parameter C.organik, N.total, C/N rasio dan Bahan organik. Hal tersebut dapat dilihat dari F hitung < F tabel

    Aplikasi Jaringan Syaraf Tiruan Untuk Memprediksi Kualitas Air Sungai Di Titik Jembatan Jrebeng Kabupaten Gresik

    Get PDF
    Sumber daya air harus dilindungi agar dapat dimanfaatkan dengan baik. Kegiatan industri, domestik, dan kegiatan lain yang negatif terhadap sumber daya air menyebabkan penurunan kualitas air sehingga dibutuhkan pengelolaan kualitas air. Langkah utama pengelolaan kualitas air yang dilakukan adalah pemantauan kualitas air. Untuk menghemat waktu dan biaya pengeluaran biaya yang mahal dari pemantauan kualitas air yang dilakukan secara langsung menggunakan alat, maka aplikasi Jaringan Syaraf Tiruan (JST) sangat membantu dalam proses pemantauan yang murah dan cepat Dalam studi ini JST diaplikasikan untuk memprediksi kualitas air (DO, BOD, COD, pH dan suhu) di titik pantau Jembatan Jrebeng berdasarkan parameter input kualitas air titik pantau Canggu Tambangan dan Jembatan Perning. Dibuat 3 (tiga) konfigurasi prediksi yaitu konfigurasi I untuk output DO, pH dan suhu Jembatan Jrebeng. Selanjutnya konfigurasi II dan III untuk output BOD dan COD Jembatan Jrebeng namun dengan input yang berbeda. Masing-masing konfigurasi dicoba menggunakan variasi persentase dataset (training, cross validation, testing) 50:30:20,60:20:10 dan 60:20:20 dan berbagai epoch (1000, 5000, dan 10000). JST dimodelkan dengan bantuan software NeuroSolutions. Selanjutnya hasil prediksi JST akan dibandingan dengan data aktualnya, lalu akan dihitung persentase kesalahan relatif (KR). Sehingga terlihat kehandalan JST dalam memprediksi kualitas air. Hasilnya, untuk Konfigurasi I, output DO, pH dan suhu yang dihasilkan JST sangat baik dengan persentase KR < 10%. Untuk Konfigurasi II dan III, output BOD dan COD yang dihasilkan JST memiliki KR masih > 10%. Rata-rata nilai KR terendah didapatkan JST dengan persentase dataset 60-20-20 dengan epoch 5000

    Analisis Positioning Merek Produk Benih Cabai Merah di Desa Gading Kulon, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang

    Get PDF
    Cabai adalah salah satu komoditas holtikultura yang dimanfaatkan sebagai penyedap rasa karena rasa pedasnya yang khas. Kebutuhan cabai merah meningkat terus-menerus pada setiap tahun sejalan dengan meningkatnya jumlah penduduk dan berkembangnya industri yang membutuhkan bahan baku cabai merah. Produksi cabai merah di Indonesia belum dapat memenuhi kebutuhan cabai nasional sehingga pemerintah harus mengimpor cabai yang mencapai lebih dari 16.000 ton per tahun (Direktorat Jendral Bina Produksi Hortikultura, 2009). Produktivitas cabai merah nasional baru mencapai 4,35 ton/ha, sementara potensi produksi cabai dapat mencapai lebih 10 ton/ha (Direktorat Jendral Bina Produksi Hortikultura, 2010). Upaya peningkatan produktivitas juga dipengaruhi oleh salah satu input usaha tani seperti benih. Penelitian ini memiliki beberapa tujuan yaitu sebagai berikut: 1) Mengidentifikasi atribut dan variabel apa saja yang menjadi pertimbangan petani terhadap positioning merek benih cabai merah di daerah penelitian. 2) Menganalisis positioning merek benih cabai merah berdasarkan persepsi petani di daerah penelitian. Penelitian ini melibatkan sepuluh atribut dan variabel lain sebagai obyeknya, yaitu Atribut daya tumbuh, merek, kemasan, Label, Harga, benih bermutu, cepat dan mudah berbuah, tahan terhadap penyakit dan cuaca, kemudahan benih diperoleh dan produksi buah. Selain itu penelitian ini akan meneliti empat merek benih cabai merah yang beredar di daerah penelitian. Keempat merek benih cabai merah tersebut adalah benih cabai merah Adlantic produksi PT. Primasid Andalan Utama, merek Braja produksi PT. Global Agro Mandiri, merek benih cabai merah Fanatic produksi PT. Agrosid Manunggal Sentosa, dan merek benih cabai merah Pilar produksi PT. East West Seed. Lokasi penelitian dilaksanakan di Desa Gading Kulon, kecamatan Dau, Kabupaten Malang. Desa Gading Kulon secara administratif mempunyai luas 375 Ha dan memiliki 3 dusun yaitu dusun Krajan, Dusun Sempu dan Dusun Kerinci. Desa Gading Kulon mempunyai jumlah penduduk sebanyak 3.852 orang dengan rincian1.925 laki-laki dan 1927 perempuan, dimana 825 orang dari 1.038 warga yang bekerja di Desa Gading Kulon berprofesi sebagai petani. Responden yang digunakan dalam penelitian ini yaitu 40 petani cabai. Hasil data primer dalam bentuk persepsi dijelaskan dengan menggunakan metode analisis Multidimensional Scalling (MDS) dan Correspondence Analysis (CA) untuk menjawab dari dua pertanyaan dari rumusan masalah. Hasil uji Cochran Q Test pada penelitian ini didapatkan hasil nilai Q hitung sebesar 9,425 dan semua atribut dinyatakan lolos pengujian Cochran Q test. Hasil Uji Validitas menghasilkan delapan atribut yang dinyatakan sah dan dari hasil pengujian Reliabilitas menyatakan delapan atribut tersebut sebagai atribut dan variabel lain yang dapat diandalkan atau dipertimbangkan oleh petani. Kedelapan atribut dan variabel lain yang dipertimbangkan petani dalam memilih benih cabai merah besar adalah atribut merek, kemasan, label, harga, cepat dan mudah berbuah, tahan terhadap penyakit, kemudahan diperoleh dan produksi buah. ii Hasil dari MDS nilai stress sebesar 0,18271 dan RSQ sebesar 0,78275 menunjukkan bahwa model ini sudah memenuhi kriteria. Hasil analisis MDS berdasarkan kemiripan menunjukkan bahwa merek Braja dan Fanatic merupakan merek yang paling banyak memiliki kemiripan. Hal ini ditunjukkan dengan posisi antara kedua merek ini yang berdekatan. Sehingga dari hasil MDS menurut posisi pesaing bahwa merek Adlantic dan Pilar tidak bersaing ketat dengan merek benih cabai merah lainnya dan merek benih cabai yang memiliki posisi persaingan terdekat adalah antara merek benih cabai merah Braja dan Fanatic. Analisis CA berdasarkan hasil uji Chi Square didapatkan hasil nilai 42,252. Nilai ini merupakan hasil Chi Square hitung yang kemudian dibandingkan dengan nilai Chi Square tabel. Nilai df = 21 merupakan hasil dari df = (merek-1) x (atribut-1). Nilai Chi Square tabel untuk tingkat kepercayaan 0,05 dan df = 21 adalah 32,671. Karena Chi Square hitung lebih besar dari Chi Square tabel maka analisis ini sudah memenuhi kriteria dan penelitian dapat dilanjutkan. Produk benih cabai merek Adlantik mempunyai nilai total mass 0,266 serta kedekatan atribut pada empat variabel yaitu merek, cepat dan mudah berbuah, kemudahan memperoleh, dan produksi buah. Merek benih cabai Braja mempunyai nilai total mass 0,227 serta mempunyai kedekatan pada atribut tahan terhadap penyakit dan cuaca. Pada produk benih cabai merek Fanatic mempunyai nilai total mass 0,257 serta kedekatan atribut pada 1 variabel yaitu harga. Produk benih cabai merek Pilar mempunyai nilai total rata-rata 0,249 serta kedekatan atribut pada 2 variabel yaitu kemasan dan label. Hal tersebut menunjukkan bahwa Adlantic merupakan market leader karena berdasarkan MDS, merek Adlantic tidak bersaing ketat dengan merek lainnya berdasarkan kemiripan atribut dan variabel lain yang dimiliki. Adlantik memiliki lebih banyak atribut yang dipersepsikan positif oleh petani, terlihat dari hasil row profiles pada CA dan memiliki kedekatan atribut yang paling banyak dari pada merek lain seperti pada kemudahan diperoleh dan lebih dikenal merek benihnya. Selain itu Adlantic mempunyai rata-rata nilai paling besar dibanding merek yang lain, sehingga dapat dikatakan memiliki posisi yang lebih unggul dibandingkan merek Braja, Fanatic, dan Pilar

    Strategi Komunikasi Pemasaran Produk Pertanian Berbasis Media Online (E-Commerce) Di Abang Sayur Malang

    Get PDF
    Teknologi informasi dan komunikasi merupakan teknologi yang sedang berkembang pesat di Indonesia. Perkembangan tersebut dapat kita lihat pada peningkatan penggunaan internet. Peningkatan ini dipengaruhi oleh semakin mudahnya perangkat untuk mengakses internet. Tingginya penggunaan internet juga tidak terlepas dari kemudahan dalam mengakses informasi dan komunikasi melalui media online. Dilihat dari persentasenya, konten komersial merupakan satu dari enam konten yang paling sering diakses melalui media online. Dengan adanya media online dalam internet maka proses jual beli tetap bisa dilakukan tanpa harus melakukan pertemuan secara fisik antara penjual dan pembeli. Kegiatan dalam dunia usaha dengan memanfaatkan teknologi internet melalui media online adalah bentuk inovasi dalam memasuki pasar di dunia maya yang disebut sebagai electronic business dan commerce (e-business dan e-commerce). Praktik e-commerce dan e-bisnis ternyata mempunyai banyak keuntungan baik bagi perusahaan ataupun konsumen disebabkan pertumbuhan pengguna internet yang semakin pesat diiringi semakin majunya teknologi. Saluran interaktif yang mendukung perdagangan secara online adalah website, blog, search marketing, email marketing, mobile marketing, social media channels, dan masih banyak saluran interaktif dan aktivitas online yang mendukung. Pemasaran melalui saluran-saluran tersebut tentu tidak terlepas dari kegiatan komunikasi pemasaran. Maraknya e-commerce dan penggunaan media online juga merambah pada pasar produk pertanian. Produsen yang mengembangkan e-commerce di bidang pertanian diantaranya adalah Abang Sayur Malang. Rendahnya minat masyarakat terhadap kebutuhan pokok tidak dirasakan oleh Abang Sayur. Abang Sayur merasakan respon yang sangat baik dari masyarakat Kota Malang. Kelebihan dan kekurangan dari berbagai media online serta kegiatan pemasaran dan proses komunikasi yang dilakukan oleh Abang Sayur tentu mempengaruhi bagaimana strategi yang tepat dalam melakukan komunikasi pemasaran. Maka dari itu, tujuan dari penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui dan menggambarkan proses komunikasi yang dilakukan Abang Sayur. (2) Untuk mengetahui dan menggambarkan strategi pemasaran secara online yang dilakukan Abang Sayur. (3) Untuk mengetahui dan menggambarkan strategi komunikasi pemasaran secara online yang dilakukan Abang Sayur. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus dengan pemilihan lokasi penelitian dan 7 penentuan informan secara purposive. Metode analisis data yang digunakan adalah model analisis Miles and Huberman serta menggunakan metode triangulasi data untuk keabsahan data. Hasil dari penelitian ini adalah proses komunikasi yang dilakukan Abang Sayur adalah model makro proses komunikasi, dimana elemen-elemen dalam proses komunikasi tersebut adalah pengirim, penerima, encode, decode, media, pesan, feedback, dan gangguan. Pengiriman pesan yang dilakukan dalam proses komunikasi yang berlangsung berasal dari kedua pihak yaitu Abang Sayur dan calon konsumen/konsumen. Strategi pemasaran yang dilakukan Abang Sayur adalah menentukan segmentasi pasar, target pasar, dan membentuk citra yang baik di masyarakat sehingga memiliki posisi yang baik khususnya bagi pelanggan. Selain itu, Abang Sayur menggunakan strategi pemasaran dengan bauran pemasaran berbasis internet 5C yaitu co-creation, currency, communal activation, conversation, dan connect. Strategi komunikasi pemasaran yang dilakukan Abang Sayur adalah periklanan, promosi penjualan, pemasaran langsung, hubungan masyarakat dan publisitas, dan berita dari mulut ke mulut (word of mouth/WOM)

    Efektivitas Pasal 8 Huruf (E) Peraturan Daerah Kota Madiun Nomor 25 Tahun 2011 Tentang Retribusi Pelayanan Parkir Di Tepi Jalan Umum Terkait Pengenaan Tarif Parkir (Studi Di Kantor Dinas Perhubungan, Komunikasi Dan Informatika Kota Madiun)

    No full text
    Penelitian ini membahas tentang pengenaan tarif parkir berdasarkan pasal 8 huruf (E) Peraturan Daerah Kota Madiun Nomor 25 Tahun 2011 tentang Retribusi Pelayanan Parkir di Tepi Jalan Umum. Dalam aspek pengenaan tarif tersebut, pembahasan ditekankan terhadap bagaimana bentuk pengenaan tarif parkir di Kota Madiun agar dapat menciptakan ketertiban di dalam masyarakat. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian yuridis empiris dengan menggunakan pendekatan penelitian yuridis sosiologis

    Pengaruh Antioksidan Buah Pare (Momordica Charantia L.), Brokoli (Bracissca Olaracea L. Var Italic), Dan Kulit Manggis (Garcinia Mangostana L. ) Terhadap Kerusakan Sel Darah Merah Dari Mencit Yang Terpapar Hairspray

    Get PDF
    Hairspray merupakan kosmetik rambut yang mengandung bahan berbahaya cocamide DEA. Cocamide DEA mempunyai gugus radikal bebas asam minyak, apabila tertumpuk dan menjadi jenuh, akan mengaktifasi radikal asam minyak dari cocamide DEA. Sifat reaktif dari radikal asam minyak ini cenderung merebut elektron dari hemoglobin yang seharusnya digunakan untuk berikatan dengan oksigen. Hemoglobin yang tidak dapat berikatan dengan oksigen memicu kerusakan sel darah merah dengan cara meracuni sel darah merah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh antioksidan buah pare, brokoli dan kulit manggis terhadap kerusakan sel darah merah akibat paparan hairspray yang mengandung cocamide DEA dan mengetahui dosis yang tepat untuk mengurangis kerusakan sel darah merah. Pada penelitian ini, hewan coba mencit di papari hairspray dengan dosis efektif yaitu 8 kali semprot. Setelah itu dilanjutkan perlakuan pemberian antioksidan buah pare, brokoli dan kulit manggis dengan lima variasi dosis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa antioksidan buah pare, brokoli dan kulit manggis dapat menurunkan total kerusakan sel darah merah akibat paparan hairspray yang mengandung cocamide DEA dari 557 sel ke 360 sel. Dosis antioksidan yang efektif untuk mengurangi tingkat kerusakan sel darah merah adalah 1.73 mg

    Analisis Pemodelan In-Silico Interaksi METTL10 (Methyltransferase Like Protein 10) dengan Reseptornya Sebagai Kandidat Marker Kanker Pankreas

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi METTL10 dengan protein yang bertanggung jawab pada regulator apoptosis sehingga dapat menjadi kandidat marker kanker pankreas serta mengetahui profil sifat fisik interaksi antara METTL10 dengan protein target menggunakan analisis in-silico dengan metode Molecular Docking. Proses analisis in-silico dengan metode Molecular Docking dilakukan dalam beberapa tahapan yaitu: 1) Optimalisasi struktur Geometri dari METTL10 sebagai ligan, 2) Optimalisasi struktur Geometri dari reseptor METTL10 yang sesuai dengan pathway teraktifasi, 3) Proses Docking menggunakan web server docking berupa Parchdock/Firedock dan pyDOCKweb. Uji hasil penambatan dilakukan dengan memvisualisasikan menggunakan program docking berupa Discovery Studio, LigPlot+, Chimera. Hasil penambatan dipengaruhi oleh berbagai energi, yaitu energi bebas Gibbs, Van Der Waals, Desolvasi, Kelektronegatifan, konstanta inhibisi, dan berbagai jenis ikatan yang terbentuk. Dari hasil penelitian, interaksi yang terjadi antara METTL10 adalah dengan EEF1A1 pada residu Asam Glutamat45 milik METTL10 dengan residu Lisin100 milik EEF1A1. R-Glutamat dari METTL10 berinteraksi dengan R-Lisin dari EEF1A1 dikarenakan R-Lisin memiliki halangan sterik yang lebih kecil sehingga Lisin pada EEF1A1 mempunyai probabilitas yang tinggi untuk termetilasi. Didukung dengan nilai ikatan Hidrogen sebesar -0,27 kJ/mol, energi bebas gibbs sebesar -44,580 kal/mol, elektrostatis -40,173, ACE sebesar 11,89, gaya Van Der Waals sebesar 39,228, desolvasi sebesar -8,329 dan nilai Ki sebesar 0,930 sebagai sifat fisik interaksi. Sehingga EEF1A1 dapat mendukung METTL10 berperan sebagai kandidat marker kanker pankreas

    Analisis Perencanaan Dan Pengendalian Persediaan Bahan Baku Jamu Pada PT. Gujati 59 Utama, Sukoharjo, Jawa Tengah

    Get PDF
    Sejak jaman dahulu, nenek moyang kita telah mengkonsumsi jamu guna menjaga kesehatan, kecantikan dan mengobati penyakit. Jamu sebagai obat tradisional berbahan alami merupakan warisan budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun dari generasi ke generasi yang menyentuh aspek ekonomi dan sosial masyarakat dan dipercaya bermanfaat untuk kesehatan. Peningkatan permintaan terhadap obat alami atau jamu berkaitan dengan perubahan pola hidup masyarakat Indonesia secara perlahan mulai kembali ke alam atau back to nature. Ketersediaan bahan baku untuk pembuatan jamu tradisional di Indonesia cukup melimpah. Hal ini menunjukkan bahwa dalam ketersediaan bahan baku pembuatan jamu, setiap industri jamu tidak tergantung terhadap impor. Perkembangan industri jamu di Indonesia telah ada sejak lama dan tetap tumbuh hingga saat ini. Provinsi Jawa Tengah sebagai pusat industri jamu terbesar di Indonesia. Salah satu kabupaten yang memiliki persebaran industri jamu terbanyak yaitu Kabupaten Sukoharjo. PT. Gujati 59 Utama merupakan salah satu industri jamu yang yang berlokasi di Desa Gupit, Kecamatan Nguter, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Permasalahan yang sering dihadapi oleh perusahaan yaitu dalam perencanaan kebutuhan bahan baku jamu hanya berdasarkan pada jumlah bahan baku yang dibutuhkan untuk setiap proses produksi, sehingga kurang memperhatikan resiko ketidakpastian pasokan bahan baku jamu di tingkat pemasok yang cenderung berfluktuasi. Selain itu, pemenuhan kebutuhan bahan baku jamu untuk kegiatan produksi seringkali mengalami kekurangan persediaan (stock out) bahan baku. Pada penelitian ini bahan baku jamu yang akan dioptimalkan adalah bahan baku yang mengalami stock out yaitu bangle, dan bahan baku yang paling banyak digunakan sepanjang tahun yaitu jahe semi. Tujuan penelitian ini adalah 1) menganalisis perencanaan kebutuhan bahan baku jamu yang diterapkan oleh PT. Gujati 59 Utama dan 2) menganalisis besarnya jumlah pembelian bahan baku jamu secara ekonomis pada PT. Gujati 59 Utama. Penelitian dilaksanakan di PT. Gujati 59 Utama yang beralamat di Jl. Raya Solo, Wonogiri No.59 (Km 26.5) Desa Gupit, Kecamatan Nguter, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Lokasi dipilih karena PT. Gujati 59 Utama merupakan salah satu industri jamu yang produknya telah lama beredar di Indoneisa, bermutu tinggi, teregistrasi BPOM, aman dan berkhasiat untuk solusi kesehatan keluarga. Penentuan responden ditentukan secara non probability sampling menggunakan metode purposive typical case sampling. Sehingga, ditetapkan teknik pengambilan responden dengan memilih informan kunci (key informan). Informan kunci pada penelitian ini yaitu satu orang Kepala Divisi, satu orang Divisi Planning Production viii and Inventory Control (PPIC), serta satu orang Kepala Divisi Gudang untuk memperoleh informasi mengenai bagaimana pengendalian persediaan bahan baku dalam gudang yang diterapkan oleh perusahaan. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Box Jenkins dan Simple Exponential Smoothing (SES) untuk memperkirakan kebutuhan bahan baku jahe semi dan bangle periode satu tahun kedepan dan Economic Order Quantity (EOQ) untuk menganalisis tingkat pemesanan bahan baku yang ekonomis, safety stock, lead time, reorder point, serta persediaan maksimal dan minimal yang berdampak pada biaya persediaan. Hasil penelitian mengenai analisis perencanaan menggunakan metode Box Jenkins dan SES dipilih Holt-Winters Additive Seasional sebagai metode terbaik, dilihat dari nilai MAD, RMSE, MSE dan SSR terkecil. Pada metode tersebut pada data jahe semi diperoleh nilai MAD sebesar 114,2327, nilai RMSE sebesar 143,6519, nilai MSE sebesar 20635,8684 dan nilai SSR sebesar 1073066. Sedangkan pada bahan baku bangle, diperoleh nilai MAD sebesar 32,1459, nilai RMSE sebesar 41,9485, nilai MSE sebesar 1759,68 dan nilai SSR sebesar 91503,37. Nilai error terendah menunjukkan bahwa hasil peralaman tersebut mendekati kenyataan. Kemudian diperoleh besarnya kebutuhan bahan baku untuk periode satu tahun kedepan (02 Januari 2017 – 31 Desember 2017) mengalami penurunan untuk jahe semi dari 12.431 kg menjadi 11.929,54 kg, sedangkan untuk bangle mengalami peningkatan dari 2.550 kg menjadi 2.832,87 kg. Hasil peramalan ini kemudian digunakan dalam menentukan tingkat pemesanan bahan baku yang ekonomis di periode mendatang. Berdasarkan hasil penelitian mengenai persediaan bahan baku menggunakan metode EOQ menghasilkan frekuensi pemesanan jahe semi sebanyak dua kali per minggu dengan waktu tunggu 0,11 minggu dan bangle sebanyak satu kali perminggu dengan waktu tunggu 0,27 minggu. Jumlah pemesanan ekonomis yang sebaiknya dilakukan oleh persahaan yaitu 110,81 Kg untuk jahe semi dan 63,2 Kg untuk bangle, sehingga dapat menghemat biaya persediaan. Pada jahe semi, perusahaan dapat menghemat biaya persediaan hingga Rp 12.630.456 atau 92,45% dan Rp 5.356.825 atau 93,12% untuk penghematan pada bahan baku bangle. Persediaan pengaman yang dihasilkan untuk jahe semi sebesar 79,99 Kg dan bangle sebesar 33,14 Kg. Pembelian bahan baku optimal akan berkelanjutan jika perusahaan melakukan pembelian saat persediaan jahe semi berada di tingkat 83,69 Kg dan bangle pada tingkat 35,24 Kg. Persediaan maksimal pada jahe semi yang sebaiknya diterapkan oleh perusahaan yaitu 190 Kg dan bangle yaitu 96,34 Kg. Persediaan minimal yang seharusnya dimiliki oleh perusahaan yaitu 5,11 Kg untuk jahe semi dan 2,91 Kg untuk bangle

    Identifikasi Stok Ikan Tembang (Sardinella Fimbriata Valenciennes, 1847) Dengan Pendekatan Morfometri Yang Didaratkan Di Probolinggo Dan Muncar Jawa Timur

    Get PDF
    Ikan tembang (Sardinella fimbriata) adalah ikan permukaan yang hidup di perairan pantai serta suka bergerombol pada area yang luas. Ikan ini juga merupakan sumberdaya perikanan ekonomis dan memiliki peran penting di perikanan tangkap Indonesia. Ikan tembang di perairan Jawa Timur memijah dua kali setahun yaitu pada bulan Juli - Agustus dan November – Desember. Potensi ikan tembang di perairan Jawa Timur terbesar dibandingkan dengan perairan lain di Indonesia (Bintoro, 2005). Daerah yang memiliki potensi sumberdaya ikan tembang yang baik diantaranya adalah Perairan Selat Madura dan Selat Bali, khususnya Probolinggo dan Muncar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakter morfologi, untuk mengetahui faktor kondisi ikan tembang (Sardinella fimbriata) di perairan Selat Madura dan Selat Bali, untuk mengetahui persentase kesamaan dan perbedaan stok ikan tembang (Sardinella fimbrata) berdasarkan pendekatan morfometri di perairan Selat Madura dan Selat Bali, dan untuk mengetahui apakah ikan tembang (Sardinella fimbriata) berasal dari stok yang sama atau berbeda. Pengambilan sampel dilakukan selama empat bulan, dimulai pada bulan Desember 2016 hingga Maret 2017 pada dua lokasi perairan yang berbeda yaitu Mayangan (Probolinggo) sebagai fishing base Selat Madura dan Muncar (Banyuwangi) sebagai fishing base Selat Bali. Pengambilan sampel ini dilakukan satu kali setiap bulannya dengan jarak tiap pengambilan sampel kurang lebih selama satu bulan. Jumlah sampel yang diambil setiap bulannya sebanyak 50 ekor pada tiap lokasi sehingga total sampel selama empat bulan sebanyak 200 ekor di tiap lokasinya. Metode analisis yang digunakan adalah dengan menggunakan analisis hierarchical cluster untuk mengetahui hubungan kekerabatan ikan tembang (Sardinella fimbriata) berdasarkan karakter morfologinya di Selat Madura dan Selat Bali. Metode analisis yang kedua yaitu menggunakan analisis uji t pada hubungan panjang berat untuk mengetahui apakah stok ikan tembang berasal dari stok yang sama atau berbeda serta mengetahui faktor kondisi allometrisnya. Selain itu menggunakan analisis PCA (Principal Component Analysis) untuk mengetahui persentase kesamaan dan perbedaan stok berdasarkan pendekatan morfometri pada Selat Madura dan Selat Bali. Berdasarkan hasil analisis karakter morfologi didapatkan bahwa perbedaan karakter morfologi antara ikan tembang S.fimbriata, S. brachysoma,dan S. gibbosa terletak pada warna pada sirip punggungnya dan jumlah gill rackernya. Hasil analisis hierarchical cluster didapatkan bahwa S.brachysoma yang berasal dari Selat Madura memiliki kekerabatan yang dekat dengan S.brachysoma yang berasal dari Selat Bali dengan jarak 1 satuan. S.fimbriata yang berasal dari Selat Madura juga memiliki kekerabatan yang juga dekat dengan S.fimbriata yang berasal dari Selat Bali dengan jarak 4 satuan. Akan tetapi S.fimbriata dengan S.brachysoma dari masing-masing perairan memiliki kekerabatan yang sangat jauh yaitu dengan jarak 14 satuan. Kemudian S.fimbriata dan S.brachysoma dari masing-masing perairan memiliki kekerabatan yang sangat jauh dengan S.gibbosa yaitu dengan jarak sebesar 25 satuan. Berdasarkan analisis total hubungan panjang berat, ikan tembang (Sardinella fimbriata) yang berasal dari Selat Madura memiliki nilai b sebesar 3,005 (isometrik) sedangkan yang berasal dari Selat Bali memiliki nilai b sebesar 2,699 (allometrik negatif). Hasil uji stok berdasarkan hubungan panjang berat menunjukkan bahwa nilai t hitung> t tabel yang berarti ikan tembang (Sardinella fimbriata) di Selat Madura berbeda stok dengan ikan tembang (Sardinella fimbriata) di Selat Bali. Berdasarkan hasil analisis truss morfometri stok ikan tembang (Sardinella fimbriata) di kedua lokasi memiliki persentase perbedaan (varian) sebesar 64,21% - 72,70% dengan karakter morfometri yang sangat mempengaruhi adalah AFB_HL, PAL_SL, dan FL_SL

    Pengaruh Penggunaan Berbagai Daun Leguminosa Pada Silase Pakan Lengkap Berbasis Jerami Jagung (Zea Mays) Terhadap Kecernaan Dan Konsentrasi Amonia Secara In Vitro

    Get PDF
    penambahan berbagai daun leguminosa berbeda dapat meningkatkan KcBK, KcBO dan konsentrasi NH3. Formula terbaik silase pakan lengkap adalah perlakuan P4 dengan nilai KcBK tertinggi yaitu 62,53 ± 2,03%, nilai KcBO yang tinggi yaitu 63,33 ± 1,55% dan konsentrasi NH3 cairan rumen yang optimal 8,07 ± 0,59 mM. Saran dari penelitian ini yaitu perlu dilakukan penelitian secara in vivo terhadap silase pakan lengkap berbasis jerami jagung dengan penambahan leguminosa seperti Calliandra calothyrsus, Leucaena leucocephala, Gliricidia sepium dan Indigofera zollingeriana untuk mengetahui kualitas pakan secara langsung pada ternak
    bkg
    Do you manage bkg? Access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Dashboard!