63906 research outputs found
Sort by
PENINGKATAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI VERBAL PADA ANAK LAMBAT BICARA SPEECH DELAY MELALUI METODE ABA (Applied Behavior Analysis) DI TK NEGERI 2 MUARA ANCALONG
Keterlambatan bicara atau speech delay merupakan salah satu gangguan
perkembangan yang sering dijumpai pada anak usia dini dan dapat memengaruhi
aspek kognitif, sosial, dan emosional anak. Di TK Negeri 2 Muara Ancalong,
ditemukan tiga anak kelompok B yang mengalami hambatan bicara, ditandai dengan
kesulitan menyebutkan nama benda, menjawab pertanyaan, dan menyampaikan
keinginan secara verbal. Menghadapi kondisi ini, diperlukan intervensi pendidikan
yang terstruktur, salah satunya adalah metode Applied Behavior Analysis (ABA),
yang menekankan pada pembentukan perilaku positif melalui tahapan stimulus,
respons, dan penguatan.
Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam
tiga siklus. Setiap siklus terdiri dari tiga pertemuan dengan materi bertema anggota
tubuh, warna dan bentuk, serta buah dan huruf. Tindakan pembelajaran dilakukan
dengan pendekatan ABA yang melibatkan teknik prompting, modeling, reinforcement,
dan visual media. Instrumen pengumpulan data mencakup observasi, catatan lapangan,
tes, dan dokumentasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas
metode ABA dalam meningkatkan kemampuan komunikasi verbal anak dengan
speech delay.
Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam kemampuan komunikasi
verbal anak. Pada pra-siklus, dua anak (66,67%) berada dalam kategori rendah dan
satu anak (33,33%) dalam kategori sedang. Setelah siklus I dan II, dua anak
meningkat ke kategori sedang dan satu anak mencapai kategori tinggi pada siklus II
dan III. Temuan ini menunjukkan bahwa metode ABA efektif dalam meningkatkan
keterampilan komunikasi verbal anak speech delay melalui pembelajaran yang
terstruktur, interaktif, dan menyenangkan di lingkungan PAUD
Tingkat Keterampilan Dasar Sepak Sila dan Servis Bawah Peserta Ekstrakurikuler Sepak Takraw SD Negeri Panggang Kapanewon Bambanglipuro Kabupaten Bantul Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keterampilan dasar sepak sila dan servis bawah pada peserta ekstrakurikuler sepak takraw di SD Negeri Panggang Kapanewon Bambanglipuro Kabupaten Bantul Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.
Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif. Metode yang digunakan adalah survei dengan teknik tes dan pengukuran. Populasi dalam penelitian ini adalah peserta didik SD Negeri Panggang yang mengikuti ekstrakurikuler sepak takraw. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan pertimbangan tertentu dengan total sampel berjumlah 18 peserta. Instrumen penelitian ini menggunakan tes sepak sila dan tes servis bawah dengan validitas sepak sila 0,889 dan validitas servis bawah 0,890 sedangkan realibilitasnya 0,932. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dengan persentase.
Hasil penelitian keterampilan dasar sepak sila dan servis bawah peserta ekstrakurikuler sepak takraw SD Negeri Panggang termasuk dalam kategori kurang. Pada variabel keterampilan dasar sepak sila hasil kategori “sangat tinggi” sebesar 11,11% yaitu dua (2) peserta, kategori “tinggi” sebesar 22,22% yaitu empat (4) peserta, kategori “sedang” sebesar 27,78% yaitu lima (5) peserta, kategori “kurang” sebesar 38,89% yaitu tujuh (7) peserta, serta tidak ada peserta dalam kategori “sangat kurang” yaitu 0,00% atau nol (0) peserta. Sedangkan dalam variabel servis bawah didapatkan hasil kategori “sangat tinggi” sebesar 5,56% atau satu (1) peserta, kategori “tinggi” sebesar 27,78% yaitu lima (5) peserta, pada kategori “sedang” sebesar 22,22% yaitu empat (4) peserta, kategori “kurang” sebesar 38,89% yaitu tujuh (7) peserta, serta kategori “sangat kurang” sebesar
5,56% yaitu satu (1) peserta.
METODE STORYTELLING BERBASIS CONTEXTUAL LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBAHASA KELOMPOK B PADA ANAK DENGAN RISIKO KESULITAN BELAJAR DI TAMAN KANAK-KANAK (TK)
Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk penerapan metode storytelling
berbasis contextual learning dengan media boneka tangan dalam pembelajaran
anak kelompok B di Taman Kanak-Kanak, dan menganalisis perubahan
kemampuan berbahasa anak dengan risiko kesulitan belajar setelah mengikuti
pembelajaran tersebut.
Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK)
model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek
penelitian adalah empat anak kelompok B yang menunjukkan hambatan dalam
kemampuan berbahasa, seperti lambat merespons, kesulitan menyusun kalimat, dan
penggunaan kosakata yang terbatas. Setting penelitian dilaksanakan di TK N1 S.
Teknik pengumpulan data meliputi tes kemampuan bahasa anak dan observasi
untuk mengamati proses pembelajaran. Teknik analisis data menggunakan
deskriptif kuantitatif untuk data tes dan deskriptif kualitatif untuk data observasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode storytelling
berbasis contextual learning dengan boneka tangan mampu menciptakan
pembelajaran yang lebih partisipatif dan bermakna. Skor kemampuan berbahasa
anak meningkat dari 47,5 (pre-test) menjadi 58,3 (Siklus I), dan mencapai 72,7
(Siklus II). Anak menunjukkan peningkatan baik dalam pemahaman isi cerita
(bahasa reseptif) maupun dalam menyusun kalimat dan menceritakan kembali
(bahasa ekspresif)
Hubungan Kepercayaan Diri dan Konsentrasi Dengan Kemampuan Smash Atlet Bola Voli 12-17 Tahun di Klub Pervas
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Hubungan kepercayaan diri dengan kemampuan smash atlet bola voli 12-17 Tahun di klub Pervas. (2) Hubungan konsentrasi dengan kemampuan smash atlet bola voli 12-17 Tahun di klub Pervas. (3) Hubungan kepercayaan diri dan konsentrasi dengan kemampuan smash atlet bola voli 12-17 Tahun di klub Pervas.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan korelasional. Populasi penelitian adalah bola voli 12-17 Tahun di klub Pervas yang berjumlah 54 atlet. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Kriterianya yaitu (1) tidak dalam keadaan sakit, (2) berusia 12-17 tahun, (3) pernah mengikuti pertandingan, (4) masih aktif berlatih. Berdasarkan kriteria tersebut yang memenuhi berjumlah 46 atlet. Instrumen kepercayaan diri dan konsentrasi menggunakan angket, sedangkan kemampuan smash menggunakan tes kemampuan smash. Analisis data menggunakan regresi berganda.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Ada hubungan yang signifikan kepercayaan diri dengan kemampuan smash pada atlet bola voli 12-17 Tahun di klub Pervas, dengan nilai t hitung 2,639 > t tabel 2,017, sig. 0,012 dan sumbangan efektif sebesar 14,14%. (2) Ada hubungan yang signifikan konsentrasi dengan kemampuan smash pada atlet bola voli 12-17 Tahun di klub Pervas, dengan t hitung 2,080 > t tabel 2,017, sig. 0,044 dan sumbangan efektif sebesar 9,36%. (3) Ada hubungan yang signifikan kepercayaan diri dan konsentrasi dengan kemampuan smash pada atlet bola voli 12-17 Tahun di klub Pervas, dengtan F hitung 6,615 > F tabel (2;43) 3,21 dan sig. 0,003 dan sumbangan efektif sebesar 23,50%
Heutagogy dalam Strategi Belajar “Kang Kastem”.
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap pendekatan heutagogy dalam pembelajaran modifikasi diecast yang dilakukan oleh modifikator diecast atau "Kang Kastem", yang difokuskan pada eksplorasi filosofi yang melandasi proses belajar, proses belajar berbagai genre diecast, perjalanan perkembangan kapabilitas modifikasi diecast Kang Kastem dari tahap awal hingga mencapai orisinalitas, proses interpretasi karya, dan penggunaan instrumen dalam proses modifikasi.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pendekatan naratif. Penelitian dilakukan di Yogyakarta, Solo, Semarang, Pasuruan, Malang, Surabaya, dan Jakarta dengan subjek utama adalah modifikator diecast yang telah diakui di komunitas lokal dan internasional. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan analisis dokumen, dengan keabsahan data melalui triangulasi data, member check, dan peer debriefing. Analisis data naratif dilakukan dengan cara mengatur data, membaca seluruh data, membuat koding dengan dukungan software Nvivo 12, mendeskripsikan cerita ke dalam kronologi, mengidentifikasi materi kontekstual, menceritakan kembali, dan memaknai cerita secara keseluruhan melalui analisis wacana hermeneutika Gadamer.
Hasil penelitian adalah sebagai berikut. (1) Filosofi hidup yang mendasari prinsip dalam berkarya meliputi thomistikisme, idealisme, esensialisme, dan pragmatisme. Dengan pendekatan ini, Kang Kastem menggunakan keahlian dari TVET untuk tidak hanya memenuhi kebutuhan pribadi tetapi juga berkontribusi pada masyarakat yang lebih luas. (2) Strategi pembelajaran berperan penting dalam kustomisasi diecast dan memungkinkan pengembangan karya yang lebih efisien dan efektif melalui eksplorasi pribadi dan interaksi komunitas di luar pengajaran formal. (3) Kang Kastem diecast berhasil menerapkan prinsip konstruktivisme, self-directed learning, cybergogy, dan konektivisme dalam mengembangkan keterampilannya dalam modifikasi diecast. (4) Berdasarkan prinsip hermeneutika Gadamer, interpretasi Kang Kastem menciptakan ruang dialog antara pembuat dan pengamat, menghasilkan karya yang tidak hanya memenuhi standar teknis tetapi juga memiliki nilai estetika dan emosional yang dalam. Melalui pendekatan yang holistik, yang mencakup prinsip kognisi, adaptasi, sensitivitas, teknologi, ekspresi, dan motivasi (KASTEM). (5) Kang Kastem menggunakan berbagai instrumen khusus dalam proses penciptaan karyanya. Setiap alat memiliki peran penting dalam menjamin kualitas dan akurasi, sehingga memungkinkannya mengekspresikan kreativitasnya dengan presisi teknis. Tiga aspek utama yang dipertimbangkan dalam penggunaan alat dan teknik adalah ciri visual khas, penyesuaian dengan tren pasar dan permintaan kolektor, serta karakter karya
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN PAMANHAJI (PAPAN PERMAINAN HAK DAN KEWAJIBAN) PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA KELAS III SD MUHAMMADIYAH DEMANGREJO KULON PROGO
Penelitian ini bertujuan untuk 1) menghasilkan media pembelajaran
PAMANHAJI (Papan Permainan Hak dan Kewajiban), 2) mengetahui kelayakan
produk media pembelajaran PAMANHAJI (Papan Permainan Hak dan
Kewajiban), 3) mengetahui kepraktisan produk media pembelajaran
PAMANHAJI (Papan Permainan Hak dan Kewajiban). Media ini dikembangkan
untuk materi hak dan kewajiban bagi peserta didik kelas III di SD
Muhammadiyah Demangrejo. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang mengacu pada model pengembangan ADDIE dan menggunakan tiga tahap pengembangan, yaitu Analyze (Analisis), Design (Perancangan), dan Development (Pengembangan). Subjek uji coba penelitian adalah 21 peserta didik dan guru kelas III SD
Muhammadiyah Demangrejo. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah
wawancara, observasi, angket, dan skala penilaian. Instrumen penelitian ini adalah
pedoman wawancara, pedoman observasi, angket analisis kebutuhan awal peserta
didik, skala penilaian ahli materi, skala penilaian ahli media, skala penilaian uji
kepraktisan guru, dan angket respon peserta didik. Teknik analisis data pada
penelitian ini menggunakan analisis deskriptif kuantitatif rerata.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa media PAMANHAJI layak dan
praktis untuk digunakan pada materi Hak dan Kewajiban kelas III SD
Muhammadiyah Demangrejo. Kelayakan media diperoleh dari hasil validasi ahli
materi dengan skor rata-rata 4,86 kategori “Sangat Layak” serta validasi ahli
media dengan skor rata-rata 4,53 kategori “Sangat Layak”. Kepraktisan media
pembelajaran diperoleh dari uji kepraktisan guru dan respon peserta didik pada
saat uji coba. Hasil skor rata-rata uji kepraktisan guru tahap I adalah 4,93 kategori
“Sangat Praktis” dan pada uji kepraktisan tahap II adalah 5 kategori “Sangat
Praktis”. Sementara untuk hasil skor rata-rata peserta didik pada uji coba
kelompok kecil adalah 4,66 kategori “Sangat Praktis” dan uji coba lapangan
adalah 4,72 kategori “Sangat Praktis”. Kata Kunci: Media Pembelajaran, Papan Permainan, Hak dan Kewajiba
PELAKSANAAN PENDIDIKAN KARAKTER RELIGIUS MELALUI PROGRAM SEKOLAH KELAS TAHFIDZ AL-QURAN DI SD NEGERI KARANGSARI KOTAGEDE
Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan dan menjelaskan
pelaksanaan pendidikan karakter religius melalui program sekolah kelas tahfidz Al-
Quran di SD Negeri Karangsari Kotagede yang dilihat dari aspek perencanaan,
pelaksanaan, evaluasi; (2) Menemukan faktor pendukung dan faktor penghambat
dari pelaksanaan pendidikan karakter religius melalui program sekolah kelas
tahfidz Al-Quran di SD Negeri Karangsari Kotagede.
Jenis penelitian yang digunakan adalah penilitian kualitatif dengan
menggunakan pendekatan studi kasus karena mengungkap suatu kekhasan
khususnya program sekolah kelas tahfidz Al-Quran. Penelitian ini dilaksanakan di
SD Negeri Karangsari Kotagede. Subjek penelitian meliputi kepala sekolah, guru
pengajar tahfidz, dan peserta didik. Teknik pengumpulan data berupa wawancara,
observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu model
analisis Miles dan Huberman.
Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) Pada pelaksanaan terdapat aspek
perencanaan meliputi kurikulum sekolah yang memuat program kegiatan terkait
karakter religius beserta indikator yang menjadi acuannya, melewati analisis
potensi dan kebutuhan yang disesuaikan dengan indikator karakter religius,
pembentukan tim, penyusunan program, dan sosialisasi kepada pihak terlibat terkait
program kegiatan dan indikator karakter religius. Pada pelaksanaan program tahfidz
Al-Quran terdapat metode dan strategi yang digunakan, kemudian rangkaian
kegiatan meliputi kegiatan pembuka, kegiatan inti dan kegiatan penutup yang
masing-masing kegiatan terdapat pendidikan karakter religius. Evaluasi kegiatan
berupa penilaian tertulis yang disesuaikan dengan indikator karakter religius; (2)
Ditemukannya pada pelaksanaan pendidikan karakter religius melalui program
sekolah kelas tahfidz Al-Quran yaitu faktor pendukung dan penghambat baik secara
internal maupun eksternal yang mempengaruhi jalannya kegiatan.
Kata kunci: pelaksanaan, pendidikan karakter, karakter religius, tahfidz Al-Qura
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA INTERAKTIF BERBASIS WEBSITE CANVA UNTUK MATERI KERAGAMAN BUDAYA INDONESIAKU MATA PELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA PADA KELAS V SD NGOTO
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mendeskripsikan proses pengembangan
multimedia interaktif berbasis website Canva untuk materi keragaman budaya
Indonesiaku mata pelajaran pendidikan pancasila pada kelas V SD Ngoto; (2)
Mengembangkan multimedia interaktif berbasis website Canva untuk materi
keragaman budaya Indonesiaku mata pelajaran pendidikan pancasila pada kelas V
SD Ngoto yang layak dan praktis. Penelitian ini termasuk jenis penelitian dan pengembangan (R&D) yang mengacu pada model ADDIE. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan angket. Analisis data menggunakan teknik deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Kelayakannya multimedia interaktif berbasis website Canva dinilai oleh ahli media dan ahli materi, sedangkan kepraktisan media dinilai oleh 20 peserta didik dan 1 guru kelas VA SD Ngoto.
Hasil penelitian dan pengembangan menunjukkan bahwa: (1) Proses
pengembangan produk yaitu analyze, design, develop, implement, dan evaluate; (2)
Pengembangan produk multimedia interaktif berbasis website Canva untuk materi
keragaman budaya Indonesiaku mata pelajaran pendidikan pancasila pada kelas V
SD Ngoto dinyatakan layak dan praktis. Hal tersebut dibuktikan dengan hasil
validasi materi yang memperoleh rata-rata skor 4,8 dengan kategori “sangat baik”
(layak) dan hasil validasi media yang memperoleh rata-rata skor 4,8 dengan
kategori “sangat baik” (layak). Hasil uji coba oleh praktisi memperoleh skor ratarata 4,8 dengan kategori “sangat baik” (praktis), sedangkan pada uji coba kelompok
awal memperoleh rata-rata skor 4,48 dengan kategori “sangat baik” (praktis).
Kemudian hasil uji coba lapangan memperoleh rata-rata skor 4,58 dengan kategori
“sangat baik” (praktis).
Kata kunci: Kelas V, Keragaman Budaya Indonesiaku, Multimedia Interaktif,
Pendidikan Pancasila, Website Canva
Pergeseran Paradigma Pembelajaran PAI di Era Transformasi Digital Masyarakat 5.0.
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap (1) masalah paradigma
pembelajaran dalam pendidikan agama Islam di Yogyakarta, (2) alur pergeseran
paradigma pembelajaran PAI di era transformasi digital Masyarakat 5.0, (3)
paradigma pembelajaran yang digunakan guru pendidikan agama Islam dalam
melaksanakan proses pembelajaran, dan (4) pola paradigma pembelajaran PAI yang
dapat digunakan guru dalam mendasari metode pembelajaran pendidikan agama
Islam di era transformasi digital Masyarakat 5.0.
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif fenomenologis, yang
dilaksanakan di sekolah negeri pada jenjang menengah atas dan kejuruan di Kota
Yogyakarta dan Kabupaten Sleman. Sumber data yang digunakan meliputi guru
pendidikan agama Islam, pakar filsafat dan pendidikan agama Islam, dan dokumen.
Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan,
dan penelusuran dokumen. Analisis data dilakukan secara fenomenologis
prosedural, yaitu menuliskan seluruh transkrip hasil wawancara, menemukan
pernyataan tentang fokus penelitian, mengelompokkan pernyataan-pernyataan
tersebut ke dalam unit-unit yang bermakna, dan mengonstruksi seluruh penjelasan
tentang makna dan esensi pengalaman para informan.
Temuan penelitian adalah sebagai berikut. (1) Permasalahan paradigma
pembelajaran pendidikan agama Islam berkaitan dengan kemampuan dan
kesanggupan dari guru pendidikan agama Islam. (2) Pergeseran paradigma
pembelajaran PAI ke arah era transformasi digital Masyarakat 5.0 memuat integrasi
nilai-nilai kemanusiaan dan teknologi dalam pendidikan agama Islam. Keselarasan
antara nilai-nilai agama Islam dan nilai-nilai kemanusiaan dalam konteks
Masyarakat 5.0 sangat relevan dan perlu diperhatikan secara serius dalam upaya
meningkatkan kualitas kehidupan manusia secara keseluruhan. (3) Peta paradigma
pembelajaran PAI yang digunakan oleh guru pendidikan agama Islam dalam
melaksanakan pembelajaran agama Islam, yakni (a) paradigma legalistradisionalis, (b) paradigma tradisionalis-modernis, dan (c) paradigma spiritualiskolaboratif. (4) Paradigma pembelajaran PAI yang sesuai untuk mendasari metode
pembelajaran pendidikan agama Islam di era transformasi digital Masyarakat 5.0
adalah paradigma spiritualis-kolaboratif. Paradigma lain yang ditemukan untuk
membantu guru pendidikan agama Islam dalam menghadapi era Masyarakat 5.0
meliputi a) paradigma pragmatis-konektivis; b) paradigma spiritual-profetik; c)
paradigma konstruktivis-humanis; d) paradigma sosial-humanis; e) paradigma
positivis-pragmatis. Budaya sekolah dan kesejahteraan guru adalah penunjang
proses pembentuk paradigma guru pendidikan agama Islam
Model Struktural Kompetensi Computer-Aided Design and Manufacturing (CAD CAM) Sekolah Menengah Kejuruan.
Penelitian ini bertujuan (1) menentukan kompetensi CAD CAM SMK bidang keahlian teknologi manufaktur dan rekayasa; (2) menganalisis pengaruh langsung dan tidak langsung setiap kompetensi CAD CAM SMK bidang keahlian teknologi manufaktur dan rekayasa; (3) menganalisis apa saja aspek lain yang berkontribusi terhadap kompetensi CAD CAM SMK bidang keahlian teknologi manufaktur dan rekayasa.
Penelitian menggunakan pendekatan campuran dengan desain sequential explanatory (berurutan). Populasi penelitian sebanyak 2,210 siswa bidang keahlian teknologi manufaktur dan rekayasa SMK di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dengan sampel penelitian sebanyak 347 siswa yang ditentukan dengan teknik random sampling rumus Slovin. Instrumen penelitian tersebut terdiri dari beberapa variabel yang diprediksi mempunyai pengaruh dengan CAD CAM. Validasi instrumen melibatkan 4 orang ahli dengan hasil instrumen layak digunakan. Pengumpulan data dengan angket dan wawancara. Analisis data kuantitatif menggunakan structural equation modeling (SEM) dengan tool Lisrel 8.8. Analisis data kualitatif dengan model interaktif dan pendekatan fenomenologi.
Hasil penelitian (1) enam variabel yang diwakili oleh dua puluh indikator total berkontribusi satu sama lain terhadap CAD CAM yang memiliki empat indikator. Seluruh variabel dan indikator tersebut menunjukkan hasil yang cocok (fit) dengan nilai statistik uji kecocokan model pengukuran konstruk kompetensi CAD CAM SMK bidang keahlian teknologi manufaktur dan rekayasa adalah Stability Index = 0,026, Rasio Chi Square/df = 1,23, RMSEA = 0,026, CFI = 0,98; NNFI = 0,98; (2) secara structural equations terdapat 20 hipotesis yang berpengaruh satu sama lain terhadap CAD CAM, sedangkan reduced form equations memberikan gambaran 3 variabel mampu mendukung CAD CAM secara positif dan negatif serta signifikan dan 1 variabel tidak mampu diprediksi karena merupakan variabel endogen juga yakni Desain dan Produksi (DnP) tetapi jika dimediasi oleh Dasar dan Proses Mesin (DPM) mampu memberikan kontribusi yang positif dan signifikan terhadap CAD CAM; (3) terdapat tiga aspek penting lainnya yang mempengaruhi keterampilan khusus dalam bidang CAD CAM, yakni: 1) minat dan bakat; 2) masyarakat di sekolah; dan 3) tuntutan lulusan SMK