Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap (1) masalah paradigma
pembelajaran dalam pendidikan agama Islam di Yogyakarta, (2) alur pergeseran
paradigma pembelajaran PAI di era transformasi digital Masyarakat 5.0, (3)
paradigma pembelajaran yang digunakan guru pendidikan agama Islam dalam
melaksanakan proses pembelajaran, dan (4) pola paradigma pembelajaran PAI yang
dapat digunakan guru dalam mendasari metode pembelajaran pendidikan agama
Islam di era transformasi digital Masyarakat 5.0.
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif fenomenologis, yang
dilaksanakan di sekolah negeri pada jenjang menengah atas dan kejuruan di Kota
Yogyakarta dan Kabupaten Sleman. Sumber data yang digunakan meliputi guru
pendidikan agama Islam, pakar filsafat dan pendidikan agama Islam, dan dokumen.
Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan,
dan penelusuran dokumen. Analisis data dilakukan secara fenomenologis
prosedural, yaitu menuliskan seluruh transkrip hasil wawancara, menemukan
pernyataan tentang fokus penelitian, mengelompokkan pernyataan-pernyataan
tersebut ke dalam unit-unit yang bermakna, dan mengonstruksi seluruh penjelasan
tentang makna dan esensi pengalaman para informan.
Temuan penelitian adalah sebagai berikut. (1) Permasalahan paradigma
pembelajaran pendidikan agama Islam berkaitan dengan kemampuan dan
kesanggupan dari guru pendidikan agama Islam. (2) Pergeseran paradigma
pembelajaran PAI ke arah era transformasi digital Masyarakat 5.0 memuat integrasi
nilai-nilai kemanusiaan dan teknologi dalam pendidikan agama Islam. Keselarasan
antara nilai-nilai agama Islam dan nilai-nilai kemanusiaan dalam konteks
Masyarakat 5.0 sangat relevan dan perlu diperhatikan secara serius dalam upaya
meningkatkan kualitas kehidupan manusia secara keseluruhan. (3) Peta paradigma
pembelajaran PAI yang digunakan oleh guru pendidikan agama Islam dalam
melaksanakan pembelajaran agama Islam, yakni (a) paradigma legalistradisionalis, (b) paradigma tradisionalis-modernis, dan (c) paradigma spiritualiskolaboratif. (4) Paradigma pembelajaran PAI yang sesuai untuk mendasari metode
pembelajaran pendidikan agama Islam di era transformasi digital Masyarakat 5.0
adalah paradigma spiritualis-kolaboratif. Paradigma lain yang ditemukan untuk
membantu guru pendidikan agama Islam dalam menghadapi era Masyarakat 5.0
meliputi a) paradigma pragmatis-konektivis; b) paradigma spiritual-profetik; c)
paradigma konstruktivis-humanis; d) paradigma sosial-humanis; e) paradigma
positivis-pragmatis. Budaya sekolah dan kesejahteraan guru adalah penunjang
proses pembentuk paradigma guru pendidikan agama Islam
Is data on this page outdated, violates copyrights or anything else? Report the problem now and we will take corresponding actions after reviewing your request.