METODE STORYTELLING BERBASIS CONTEXTUAL LEARNING
UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBAHASA KELOMPOK
B PADA ANAK DENGAN RISIKO KESULITAN BELAJAR
DI TAMAN KANAK-KANAK (TK)
Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk penerapan metode storytelling
berbasis contextual learning dengan media boneka tangan dalam pembelajaran
anak kelompok B di Taman Kanak-Kanak, dan menganalisis perubahan
kemampuan berbahasa anak dengan risiko kesulitan belajar setelah mengikuti
pembelajaran tersebut.
Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK)
model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek
penelitian adalah empat anak kelompok B yang menunjukkan hambatan dalam
kemampuan berbahasa, seperti lambat merespons, kesulitan menyusun kalimat, dan
penggunaan kosakata yang terbatas. Setting penelitian dilaksanakan di TK N1 S.
Teknik pengumpulan data meliputi tes kemampuan bahasa anak dan observasi
untuk mengamati proses pembelajaran. Teknik analisis data menggunakan
deskriptif kuantitatif untuk data tes dan deskriptif kualitatif untuk data observasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode storytelling
berbasis contextual learning dengan boneka tangan mampu menciptakan
pembelajaran yang lebih partisipatif dan bermakna. Skor kemampuan berbahasa
anak meningkat dari 47,5 (pre-test) menjadi 58,3 (Siklus I), dan mencapai 72,7
(Siklus II). Anak menunjukkan peningkatan baik dalam pemahaman isi cerita
(bahasa reseptif) maupun dalam menyusun kalimat dan menceritakan kembali
(bahasa ekspresif)
Is data on this page outdated, violates copyrights or anything else? Report the problem now and we will take corresponding actions after reviewing your request.