63906 research outputs found
Sort by
Pengaruh Kepercayaan Diri dan Kecemasan Terhadap Kinerja Atlet Bola Voli Remaja Melalui Motivasi Berprestasi di DIY
Dalam aktivitas olahraga, peran psikologi olahraga menjadi faktor penting dalam menjaga kualitas kinerja dan pencapaian prestasi atlet. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk menyelidiki pengaruh kepercayaan diri dan kecemasan terhadap kinerja bola voli secara langsung dan tidak secara langsung melalui motivasi berprestasi.
Jenis penelitian ini adalah ex-post facto dengan pendekatan kuantitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner dan tes. Subjek dalam penelitian ini adalah 106 atlet bola voli remaja yang terdiri dari 54 laki-laki dan 52 perempuan menggunakan teknik purposive sampling. Pengujian validitas menggunakan validitas isi dan konstruk, sedangkan uji reliabilitas berdasarkan nilai composite reliability yang memenuhi kriteria. Teknik analisis data menggunakan teknik pengujian SEM (Structural Equation Model) dengan bantuan software smartPLS 3.2. Berdasarkan hasil analisis SEM-PLS ditemukan hasil penelitian antara lain: 1) kepercayaan diri berpengaruh signifikan terhadap motivasi berprestasi pada atlet bola voli remaja di DIY dengan nilai p values 0,000. 2) kecemasan berpengaruh signifikan terhadap motivasi berprestasi pada atlet bola voli remaja di DIY dengan nilai p values 0,000. 3) kepercayaan diri tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja bola voli pada atlet bola voli remaja di DIY dengan nilai p values 0,362. 4) kecemasan diri berpengaruh signifikan terhadap kinerja
bola voli pada atlet bola voli remaja di DIY dengan nilai p values 0,017. 5) kepercayaan diri tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja bola voli melalui motivasi berprestasi pada atlet bola voli remaja di DIY dengan nilai p values 0,181. 6) kecemasan tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja bola voli melalui motivasi berprestasi pada atlet bola voli remaja di DIY dengan nilai p values 0,154. Dari hasil penelitian yang diperoleh, dapat disimpulkan bahwa motivasi berprestasi tidak memiliki pengaruh yang kuat untuk memediasi hubungan antara kepercayaan diri dan kecemasan terhadap kinerja bola voli
Pengembangan Model Challenge Based Learning (CBL) dengan Metode Eksplorasi, Eksperimen dan Konstruksi (EKSPERKO) pada Materi Budaya Aceh untuk Meningkatkan Kreativitas Anak.
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menghasilkan model pembelajaran yang dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan kreativitas anak, (2) menguji kelayakan (validitas) model yang dihasilkan tersebut untuk meningkatkan kemampuan kreativitas anak, (3) menguji kepraktisan model tersebut dalam meningkatkan kemampuan kreativitas anak, dan (4) menguji keefektifan model tersebut dalam meningkatkan kemampuan kreativitas anak.
Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan (R&D) yang menggunakan model ADDIE versi Branch, meliputi tahapan Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Penelitian dilakukan di beberapa PAUD di Kota Lhokseumawe. Uji terbatas melibatkan 74 anak dan uji skala luas melibatkan 90 anak dari beberapa TK. Analisis kelayakan menggunakan Aiken’s V, kepraktisan dianalisis secara deskriptif, dan efektivitas dianalisis melalui Gain Score. Uji paired sample t-test digunakan untuk mengukur perbedaan pretest dan posttest dalam kelompok eksperimen, sedangkan independent sample t-test digunakan untuk membandingkan hasil antara kelompok eksperimen dan kontrol.
Hasil penelitian adalah sebagai berikut. Telah dikembangkan model Challenge Based Learning (CBL) melalui metode EKSPERKO (Eksplorasi, Eksperimen, dan Konstruksi) yang terdiri atas lima komponen utama, yaitu sintaks, sistem sosial, prinsip reaksi, sistem pendukung, serta dampak instruksional dan nurturan. (2) Berdasarkan hasil validasi dari tiga ahli, model pembelajaran dinyatakan sangat layak dengan rerata nilai kelayakan sebesar 3,94. (3) Uji keterlaksanaan dalam dua tahap menunjukkan bahwa model sangat praktis, dengan rerata nilai kepraktisan sebesar 92,5 pada tahap I dan 94,4 pada tahap II (4) Hasil uji efektivitas pada tahap terbatas menunjukkan adanya peningkatan kemampuan kreativitas anak secara signifikan, dengan N-Gain sebesar 0,17 (kategori rendah) pada tahap I dan 0,43 (kategori sedang) pada tahap II. (5) Uji efektivitas lebih lanjut menggunakan desain quasi-experiment menunjukkan bahwa model efektif dalam meningkatkan kemampuan kreativitas anak, ditunjukkan dengan hasil uji independent sample t-test dengan nilai p < 0,05 dan perolehan N-Gain sebesar 0,919 (kategori tinggi) pada kelompok eksperimen dibandingkan 0,536 (kategori sedang) pada kelompok kontrol. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran CBL melalui metode EKSPERKO pada materi budaya sangat layak, praktis, dan efektif dalam meningkatkan kemampuan kreativitas anak
Strategi Pemasaran Olahraga Melalui Kejuaraan Tarkam Kemenpora Untuk Meningkatkan Partisipasi Masyarakat di Kotawaringin Barat
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui strategi pemasaran dalam Kejuaraan Tarkam Kemenpora; (2) Mengetahui tingkat partisipasi masyarakat Kotawaringin Barat dalam Kejuaraan Tarkam Kemenpora.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah peserta Kejuaraan Tarkam Kemenpora Kotawaringin Barat, sebanyak 657 peserta. Sampel penelitian diambil menggunakan teknik Simple Random Sampling sebesar 87 responden. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner (angket). Uji validitas instrumen menggunakan korelasi Product Moment dan uji reliabilitas menggunakan Cronbach’s Alpha. Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif.
Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa strategi pemasaran olahraga Kejuaraan Tarkam Kemenpora dinilai Baik oleh 61% responden, 31% responden menilai Kurang, dan 8% menilai Sangat Kurang. Terkait Partisipasi masyarakat Kotawaringin Barat, 61% responden menilai Baik, 36% menilai Kurang dan 3% menilai Sangat Kurang. Sehingga dapat disimpulkan Strategi pemasaran olahraga melalui Kejuaraan Tarkam Kemenpora dan Tingkat Partisipasi Masyarakat Kotawaringin Barat dalam Kejuaraan Tarkam Kemenpora berada pada kategori Baik
Persepsi Peserta Didik Kelas VIII Terhadap Belajar Senam Lantai Guling Belakang di SMP Negeri 8 Magelang
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi peserta didik kelas VIII terhadap belajar senam lantai guling belakang di SMP Negeri 8 Magelang.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan metode survei. Instrumen yang digunakan yaitu angket dengan skala likert. Subjek dari penelitian ini adalah peserta didik kelas VIII SMP Negeri 8 Magelang yang berjumlah 221 peserta didik. Teknik sampling yang digunakan yaitu total sampling. Hasil uji validitas instrumen dari 221 responden dengan taraf signifikan 5% memiliki r tabel sebesar 0,349. Hasil uji validitas dari 30 pernyataan, 27 pernyataan dinyatakan valid dan 3 pernyataan dinyatakan tidak valid. Uji reliabilitas instrumen menggunakan Alpha Cronbach’s dan didapat reliabilitas sebesar 0,911.
Hasil penelitian diketahui bahwa persepsi peserta didik kelas VIII terhadap belajar senam lantai guling belakang di SMP Negeri 8 Magelang untuk kategori sangat baik sebesar 6,33%, kategori baik sebesar 25,35%, kategori cukup baik sebesar 38,46%, kategori kurang baik sebesar 23,53%, dan kategori sangat kurang baik sebesar 6,33%. Persepsi peserta didik yang mengarah pada kategori positif sebesar 31,68%, sementara persepsi peserta didik yang mengarah pada kategori negatif sebesar 29,86%. Kategori dengan persentase tertinggi yaitu pada kategori cukup baik, sehingga dapat dikatakan bahwa persepsi peserta didik kelas VIII terhadap belajar senam lantai guling belakang di SMP Negeri 8 Magelang berada dalam kategori cukup baik yang mengarah pada persepsi positif
Tes Bioliterasi Berkonteks Sustainable Development Goals untuk Penentuan Capaian Bioliterasi dengan Model GDINA Hierarki Struktur Linier.
Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan karakter butir dan kualitas instrumen yang dikembangkan untuk mengukur tingkat bioliterasi mahasiswa calon guru biologi dalam konteks SDGs, (2) mendeskripsikan capaian tingkat bioliterasi mahasiswa calon guru biologi dalam konteks SDGs berdasarkan hasil penelitian kuantitatif menggunakan model analisis Generalized Deterministic Inputs, Noisy and Gate (GDINA), dan (3) memaparkan temuan mengenai capaian mahasiswa calon guru biologi pada tingkat bioliterasi tertinggi dan terendah yang diperoleh melalui tahap penelitian kualitatif.
Metode penelitian menggunakan desain penelitian campuran sekuensial eksplanatori pada mahasiswa calon guru biologi yang setidaknya telah menempuh lima semester di program studi pendidikan biologi. Tempat penelitian dilakukan pada tiga universitas yang masing-masing berada di Indonesia bagian timur, tengah, dan barat. Data kuantitatif yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah nilai tes kemampuan bioliterasi yang dianalisis menggunakan model GDINA. Data kualitatif diperoleh melalui wawancara mendalam dengan metode semi terstruktur dan dianalisis menggunakan metode analisis tematik berbantuan perangkat lunak Atlas.Ti.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) tes bioliterasi berkonteks SDGs yang dikembangkan telah divalidasi oleh ahli dan memiliki butir soal yang valid, reliabel, serta fit dengan Model Rasch, (2) hanya 16% peserta mencapai batas nilai minimal pada tingkat multidimensional, dengan rata-rata penguasaan keterampilan tingkat tersebut sebesar 10,93%, serta pola atribusi lengkap hanya ditunjukkan oleh 10,90% peserta, (3) mahasiswa dengan bioliterasi tinggi mampu memahami teks panjang, memiliki pengetahuan SDGs, kesadaran diri, dan strategi belajar. Sebaliknya, peserta dengan tingkat bioliterasi rendah kesulitan memahami teks, minim pengetahuan tentang SDGs, dan kurang kesadaran tentang kemampuan literasi biologi
PENGEMBANGAN MODEL PRAKTIK KEPENDIDKAN UNTUK CALON GURU KEJURUAN.
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model pembelajaran pendidikan calon guru kejuruan berbasis sekolah (school-based) melalui pendekatan lesson study yang kolaboratif dan kontekstual. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya sinergi antara LPTK dan SMK dalam pelaksanaan praktik kependidikan guna menghasilkan calon guru kejuruan yang profesional, adaptif, dan reflektif.
Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian dan pengembangan (R&D) dengan model Richey & Klein dalam lima langkah, yaitu analisis kebutuhan, desain awal model, pengembangan model, uji coba dan revisi, Implementasi dan evaluasi. Subjek penelitian mencakup dosen LPTK, guru pamong SMK, serta mahasiswa calon guru kejuruan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, angket, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran berbasis sekolah yang dikembangkan efektif meningkatkan kompetensi pedagogik, sosial, dan profesional mahasiswa. Hasil penelitian ini berupa model praktek kependidikan untukcalongurukejuruandengansebutanPK-VOCATIF (PracticeforKnowledge Integration, Vocational Oriented, Authentic Teaching, Integrated Feedback). Model ini meliputi tahapan perencanaan kolaboratif, pelaksanaan pembelajaran mikro dan praktik lapangan, serta refleksi bersama dengan menerapkan prinsip lesson study. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa penguatan praktik kependidikan di SMK melalui model berbasis sekolah dapat menjembatani kesenjangan antara teori dan praktik serta memperkuat kemitraan antara LPTK dan dunia sekolah
Kajian Korelatif Keterulangan Stroke Berdasarkan Aktivitas Fisik, Penggunaan Obat, Tingkat Depresi dan Kualitas Hidup Pasien Rawat Jalan RSUD Taman Husada
Stroke merupakan salah satu kondisi neurologis serius dengan angka mortalitas dan
morbiditas yang terus meningkat setiap tahun. Aktivitas fisik, penggunaan obat, tingkat depresi, serta kualitas hidup pasien pasca stroke perlu dianalisis lebih lanjut untuk memahami faktor-faktor yang berkontribusi terhadap keterulangan stroke. Tujuan penelitian ini adalah (1) Mendeskripsikan karakteristik pasien stroke berulang dan tidak berulang (2) Mengkaji tingkat aktivitas fisik, penggunaan obat, tingkat depresi dan kualitas hidup pasien pasca stroke, (3) Mengkaji korelasi antara tingkat aktivitas fisik, penggunaan obat, tingkat depresi, dan kualitas hidup dengan keterulangan stroke (4) Mengkaji tingkat risiko aktivitas fisik, penggunaan obat, tingkat depresi, kualitas hidup terkait keterulangan stroke di Kalimantan Timur khususnya Kota Bontang. Data penggunaan obat pada penelitian ini mengkaji kepatuhan obat dan potensi interaksi obat.
Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik case-control study yang dilakukan di RSUD Taman Husada Kota Bontang pada Desember 2023 hingga April 2024,
melibatkan 152 responden terdiri dari kelompok pasien tidak stroke berulang sebanyak 119 pasien dan kelompok pasien stroke berulang sebanyak 33 pasien. Pasien yang masuk kelompok stroke berulang adalah pasien yang mengalami serangan stroke selanjutnya dalam kurun waktu minimal satu tahun setelah serangan stroke pertama. Instrumen yang digunakan mencakup kuesioner IPAQSF MMAS-8, PHQ-9, -5D-5L,
untuk mengukur aktivitas fisik, kepatuhan obat, tingkat depresi dan kualitas hidup. Data lain diperoleh dari rekam medis khusus potensi interaksi obat diolah menggunaan aplikasi drugs.com. Data kemudian dianalisis secara deskriptif, korelatif, dan regresi logistik. Dalam analisis karakteristik pasien stroke, mayoritas pasien berusia di atas 45 tahun, dengan kelompok stroke berulang didominasi oleh pasien dengan kelebihan berat badan dan obesitas. Sebagian besar pasien menjalani fisioterapi selama 3-6 bulan, menggunakan metode seperti Microwave Diathermy (MWD), Electrical Stimulation (ES), dan terapi latihan. Dari segi pengobatan, pasien menerima berbagai golongan obat, termasuk antiplatelet, antikoagulan, neuroprotektan, antihipertensi, antidiabetes, dan antihiperlipidemia. Tingkat aktivitas fisik pasien umumnya rendah, kepatuhan obat tinggi, dan tingkat depresi rendah, sementara proporsi pasien dengan kualitas hidup baik lebih tinggi dibandingkan yang buruk. Meski tidak signifikan, terdapat kecenderungan bahwa pasien stroke tidak berulang memiliki hari aktivitas fisik sedang lebih banyak (2,97±3,33 hari vs. 1,12±2,54 hari, p=0,065), 91% pasien stroke berulang tidak lupa minum obat dibandingkan 77% pada kelompok tidak berulang (p=0,082), dan 15% pasien stroke berulang merasa kurang tertarik beraktivitas dibandingkan 11% pada kelompok tidak berulang (p=0,068). Tidak ditemukan korelasi signifikan antara tingkat aktivitas fisik, kepatuhan obat, tingkat depresi, dan kualitas hidup dengan keterulangan stroke. Namun, ditemukan korelasi positif antara aktivitas fisik dengan kualitas hidup (r=0,452; p=0,000) dan korelasi negatif pada variabel aktivitas fisik dan kualitas hidup terhadap tingkat depresi (r=-0,281;p=0,000;r=-0,494;p=0,000). Peningkatan aktivitas fisik dikaitkan dengan pengurangan risiko stroke berulang sebesar 37% (OR adj=0,629; CI95%:0,364–1,087; p=0,096), sementara potensi interaksi obat moderate/minor menurunkan risiko sebesar 64,4% (OR=0,356; CI95%:0,123-1,030; p=0,057). Temuan ini menyoroti pentingnya peningkatan aktivitas fisik, pengawasan farmakologis, dan rehabilitasi komprehensif,
dengan rekomendasi untuk penelitian lanjutan menggunakan metode yang lebih mendalam dan sampel yang lebih besar
Pengembangan Instrumen Penilaian Kemampuan Penalaran pada Mata Pelajaran Matematika SMP.
Tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan (1) konstruk instrumen penilaian kemampuan penalaran matematika yang memiliki validitas teoretis dan relevansi tinggi dengan karakteristik peserta didik SMP serta kurikulum matematika yang berlaku, (2) informasi mengenai kualitas psikometrik instrumen penilaian kemampuan penalaran matematika siswa SMP, yang mencakup aspek validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran, daya pembeda, dan kesesuaian model pengukuran berdasarkan pendekatan Classical Test Theory (CTT) dan Item Response Theory (IRT), (3) instrumen penilaian kemampuan penalaran matematika di SMP yang praktis, (4) profil kemampuan penalaran matematika peserta didik SMP berdasarkan hasil pengukuran dengan instrumen yang telah dikembangkan, sebagai dasar untuk memberikan informasi diagnostik dan deskriptif dalam mendukung proses pengambilan keputusan pembelajaran.
Penelitian ini merupakan research and development (R&D) menggunakan model penelitian pengembangan dari Istiyono (2020), sampel untuk skala terbatas 252 dan skala luas 358 siswa Sekolah Menengah Pertama di Kabupaten Bantul, Gunungkidul dan Kota Yogyakarta. Teknik pengumpulan data dengan tes tertulis. Instrumen dianalisis dengan uji validitas isi (V-Aiken), menggunakan pendekatan Classical Test Theory (CTT) dan Multidimensional Item Response Theory (MIRT) model 3PL.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) konstruk penalaran matematika terdiri dari lima dimensi proporsional, deduktif, induktif, analogis, dan abstrak berisi 29 soal pilihan ganda majemuk; (2) instrumen memiliki validitas isi dengan V-Aiken sebesar 0,83, seluruh butir lolos analisis CFA kecuali satu yang direvisi, dan memenuhi asumsi dasar IRT. Model terbaik adalah MIRT 3PL (RMSEA = 0,0652) dengan item yang memiliki daya beda baik, tingkat kesukaran bervariasi, dan guessing rendah; (3) kepraktisan dibuktikan dari konversi skor theta ke skala 0–100 yang menghasilkan distribusi simetris dan rata-rata mendekati 50; (4) profil peserta menunjukkan sebaran kemampuan luas di semua dimensi, terutama pada dimensi deduktif, mencerminkan kemampuan instrumen dalam mengukur secara menyeluruh. Instrumen ini valid, reliabel, dan praktis untuk penilaian multidimensi kemampuan penalaran matematika siswa SMP
Faktor Penerimaan dan Penggunaan Platform Merdeka Mengajar serta Pengaruhnya terhadap Kompetensi Profesional Guru di SMKN 1 Depok, SMKN 2 Depok, dan SMAN 1 Depok Kabupaten Sleman dengan Menggunakan Unified Model of Electronic Government Adoption (UMEGA)
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor penerimaan dan
penggunaan Platform Merdeka Mengajar serta pengaruhnya terhadap kompetensi
profesional guru di SMKN 1 Depok, SMKN 2 Depok, dan SMAN 1 Depok
Kabupaten Sleman dengan menggunakan Unified Model of Electronic Government
Adoption (UMEGA).
Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan ex-post facto.
Teknik pengambilan sampel dilakukan secara proportional cluster random
sampling, dengan melibatkan 105 guru sebagai sumber data. Pengumpulan data
dilakukan melalui penyebaran kuesioner. Uji validitas instrumen dilakukan
menggunakan validitas konvergen dengan nilai AVE >0,5 dan validitas divergen
menggunakan HTMT <0,9. Reliabilitas instrumen diuji melalui nilai Cronbach's
Alpha (CA) >0,7, Composite Reliability (CR) rho_c >0,7, dan rho_a >0,7. Teknik
analisis data menggunakan partial least square-structural equation modeling (PLS-
SEM) dengan menggunakan SmartPLS V.4.0.0.9.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) ekspektasi kinerja berpengaruh
positif dan signifikan sebesar 43,5% terhadap sikap penggunaan PMM, 2)
ekspektasi upaya berpengaruh positif namun tidak signifikan sebesar 10,0%
terhadap sikap penggunaan PMM, 3) pengaruh sosial berpengaruh positif dan
signifikan sebesar 19,5% terhadap sikap penggunaan PMM, 4) kondisi yang
memfasilitasi berpengaruh positif namun tidak signifikan sebesar 14,5% terhadap
niat berperilaku menggunakan PMM, 5) kondisi yang memfasilitasi berpengaruh
positif dan signifikan sebesar 65,9% terhadap ekspektasi upaya menggunakan
PMM, 6), risiko yang dirasakan berpengaruh negatif dan signifikan sebesar -25,4%
terhadap sikap individu mengenai penggunaan PMM, 7) sikap terhadap
penggunaan PMM berpengaruh positif dan signifikan sebesar 72,7% terhadap niat
berperilaku menggunakan PMM, 8) niat penggunaan PMM berpengaruh positif dan
signifikan sebesar 55,4% terhadap perilaku penggunaan PMM, 9) perilaku
penggunaan PMM berpengaruh positif namun tidak signifikan sebesar 24,8%
terhadap kompetensi profesional guru. Meskipun pengaruh perilaku penggunaan
Platform Merdeka Mengajar terhadap kompetensi profesional guru belum
menunjukkan kekuatan yang signifikan, hasil ini tetap mengindikasikan adanya
keterkaitan yang relevan antara keduanya
Pengaruh Kepemimpinan Instruksional Kepala Sekolah, Implementasi Kurikulum Merdeka, dan Professional Learning Communities terhadap Budaya Organisasi di Sekolah Penggerak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kepemimpinan
instruksional kepala sekolah, implementasi kurikulum merdeka, dan professional
learning communities terhadap budaya organisasi di sekolah penggerak jenjang
SMA di Kota Yogyakarta.
Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis ex-post facto.
Populasi penelitian terdiri atas 290 guru di sekolah penggerak jenjang SMA di Kota
Yogyakarta. Penentuan sampel menggunakan teknik proportionate random
sampling dan diperoleh 168 guru. Instrumen divalidasi melalui expert judgment
dan uji empiris dengan metode korelasi Pearson’s product moment. Reliabilitas
instrumen diuji menggunakan Cronbach’s Alpha. Uji asumsi klasik mencakup
pengujian normalitas, linearitas, multikolinearitas, dan heteroskedastisitas. Analisis
data dilakukan dengan regresi linier sederhana untuk menguji pengaruh masing-
masing variabel independen (X₁, X₂, X₃) terhadap variabel dependen (Y), serta
regresi linier berganda untuk menganalisis pengaruh variabel independen (X₁, X₂,
X₃) secara simultan terhadap variabel dependen (Y).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) kepemimpinan instruksional
berpengaruh positif dan signifikan terhadap budaya organisasi, dengan nilai Sig.
0.000 < 0.05; 2) implementasi Kurikulum Merdeka berpengaruh positif dan
signifikan terhadap budaya organisasi, dengan nilai Sig. 0.000 < 0.05; 3)
professional learning communities berpengaruh positif dan signifikan terhadap
budaya organisasi, dengan nilai Sig. 0.000 < 0.05; dan 4) secara simultan terdapat
pengaruh positif dan signifikan pada kepemimpinan instruksional kepala sekolah,
implementasi kurikulum merdeka, dan professional learning communities terhadap
budaya organisasi. Berdasarkan analisis data diketahui nilai Sig. 0.000 < 0.05 dan
nilai Fhitung 130.753 > Ftabel 2.66. Nilai Adjusted R2 sebesar 0.700, yang menandakan
variabel independen (X₁, X₂, X₃) menjelaskan 70.0% variabel dependen (Y)