Pengembangan Model Challenge Based Learning (CBL) dengan Metode Eksplorasi, Eksperimen dan Konstruksi (EKSPERKO) pada Materi Budaya Aceh untuk Meningkatkan Kreativitas Anak.

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menghasilkan model pembelajaran yang dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan kreativitas anak, (2) menguji kelayakan (validitas) model yang dihasilkan tersebut untuk meningkatkan kemampuan kreativitas anak, (3) menguji kepraktisan model tersebut dalam meningkatkan kemampuan kreativitas anak, dan (4) menguji keefektifan model tersebut dalam meningkatkan kemampuan kreativitas anak. Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan (R&D) yang menggunakan model ADDIE versi Branch, meliputi tahapan Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Penelitian dilakukan di beberapa PAUD di Kota Lhokseumawe. Uji terbatas melibatkan 74 anak dan uji skala luas melibatkan 90 anak dari beberapa TK. Analisis kelayakan menggunakan Aiken’s V, kepraktisan dianalisis secara deskriptif, dan efektivitas dianalisis melalui Gain Score. Uji paired sample t-test digunakan untuk mengukur perbedaan pretest dan posttest dalam kelompok eksperimen, sedangkan independent sample t-test digunakan untuk membandingkan hasil antara kelompok eksperimen dan kontrol. Hasil penelitian adalah sebagai berikut. Telah dikembangkan model Challenge Based Learning (CBL) melalui metode EKSPERKO (Eksplorasi, Eksperimen, dan Konstruksi) yang terdiri atas lima komponen utama, yaitu sintaks, sistem sosial, prinsip reaksi, sistem pendukung, serta dampak instruksional dan nurturan. (2) Berdasarkan hasil validasi dari tiga ahli, model pembelajaran dinyatakan sangat layak dengan rerata nilai kelayakan sebesar 3,94. (3) Uji keterlaksanaan dalam dua tahap menunjukkan bahwa model sangat praktis, dengan rerata nilai kepraktisan sebesar 92,5 pada tahap I dan 94,4 pada tahap II (4) Hasil uji efektivitas pada tahap terbatas menunjukkan adanya peningkatan kemampuan kreativitas anak secara signifikan, dengan N-Gain sebesar 0,17 (kategori rendah) pada tahap I dan 0,43 (kategori sedang) pada tahap II. (5) Uji efektivitas lebih lanjut menggunakan desain quasi-experiment menunjukkan bahwa model efektif dalam meningkatkan kemampuan kreativitas anak, ditunjukkan dengan hasil uji independent sample t-test dengan nilai p < 0,05 dan perolehan N-Gain sebesar 0,919 (kategori tinggi) pada kelompok eksperimen dibandingkan 0,536 (kategori sedang) pada kelompok kontrol. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran CBL melalui metode EKSPERKO pada materi budaya sangat layak, praktis, dan efektif dalam meningkatkan kemampuan kreativitas anak

Similar works

Full text

thumbnail-image

Lumbung Pustaka UNY (UNY Repository)

redirect
Last time updated on 30/12/2025

This paper was published in Lumbung Pustaka UNY (UNY Repository).

Having an issue?

Is data on this page outdated, violates copyrights or anything else? Report the problem now and we will take corresponding actions after reviewing your request.