Jurnal Ekologi, Masyarakat & Sains (EMS)
Not a member yet
111 research outputs found
Sort by
Strategi Start-Up Produksi Biogas Dari Vinasse: Transisi Operasi dari Kotoran Sapi ke Vinasse
Vinasse utilization as biogas forming substrate requires special handling because of it’s acidic state which is inhibitor to methanogens. At start-up, the performance of microbial group should be in state of equilibrium between methanogens and non-methanogens. This is attempted by adding inhibitor substrates incrementally. Start-up conduct in semi continue process with vinasse dry base composition 0% (S0), 50% (S1), 75% (S2), 90% (S3) up to 100% (S4). Biodigester loading rate is 40 kg/(m3/hari) with 8 litre effective slurry volume. Substrat is fed at 6,5% TS. The best pH stability obtained on S2 feed composition which is 6.3 for eleven consecutive days.This reflects the balance of methanogen and non-methanogenic microbes performance. The highest average daily biogas production was achieved at feed composition S3 of 3780mL even though the average pH tended to decrease to 6.18. At S4, pH and average biogas volume is decreased significanly to 5.9 and 1932mL.Pemanfaatan vinasse sebagai substrat penghasil biogas memerlukan penanganan khusus karena keasamannya bersifat inhibitor terhadap metanogen. Pada start-up biodigester diupayakan adanya keseimbangan mikrobia metanogen dan non metanogen dengan pemberian penambahan komposisi substrat yang mengandung inhibitor secara bertahap. Start-up dilakukan dengan proses semi kontinyu mengunakan campuran komposisi basis berat kering vinasse 0% (S0), 50% (S1), 75% (S2), 90% (S3) hingga 100% (S4). Loading rate biodigester 40 kg/(m3/hari) dengan volume efektif slurry 8 liter. Umpan diberikan pada 6,5% TS. Pada komposisi umpan S2 didapatkan kestabilan pH terbaik selama 11 hari sebesar 6,3 yang mencerminkan keseimbangan mikrobia metanogen dan non metanogen. Produksi rerata harian biogas tertinggi tercapai pada komposisi umpan S3 sebesar 3780mL meskipun rerata pH cenderung turun menjadi 6,18. Pada komposisi umpan S4, rerata pH turun lebih jauh lagi menjadi 5,9 dan produksi rerata harian biogas menurun hingga 1932m
Enhancing Religious Tourist Satisfaction: The Role of Service Quality and Facilities at Bubohu, Gorontalo
Bubohu religious tourism is located in the coastal area of ??Bongo Village and is close to other tours, namely the Walima Emas Mosque and Dulanga Beach. This tour is close to hilly areas and the sea which is the main attraction. This halal tourism industry has an attraction for both domestic and foreign people, so that from time to time it continues to grow. This privately managed halal tourism continues to improve the quality of services and facilities to provide the best for visitors. This study aims to examine and analyze the effect of service quality and facilities on visitor satisfaction of religious tourism "bubohu". This research is a causality study with a quantitative approach. The population is all visitors to religious tourism "bubohu" in Gorontalo Province, while the sample is determined as many as 100 visitors by using random sampling. Data were collected using a questionnaire, then analyzed using multiple regression analysis. The results of the research show that the quality and service facilities, partially or jointly, have a significant effect on the satisfaction of visitors to the Bubohu religious tourism, with more than 50% of Gorontalo people feeling satisfaction when traveling or visiting the Bubohu religious tourism.Wisata religi Bubohu berada di kawasan pesisir Desa Bongo dan berdekatan dengan wisata lainnya yaitu Masjid Walima Emas dan Pantai Dulanga. Wisata ini dekat dengan daerah perbukitan dan laut yang menjadi daya tarik tersendiri. Industri wisata halal ini memiliki daya tarik bagi masyarakat dalam maupun luar negeri, sehingga dari waktu ke waktu terus berkembang. Wisata halal yang dikelola swasta ini terus meningkatkan kualitas pelayanan dan fasilitas untuk memberikan yang terbaik bagi pengunjung (visitor). Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh kualitas pelayanan dan fasilitas terhadap kepuasan pengunjung wisata religi bubohu di Provinsi Gorontalo. Penelitian ini merupakan penelitian kausalitas dengan pendekatan kuantitatif. Populasinya adalah seluruh pengunjung wisata religi bubohu di Provinsi Gorontalo, sedangkan sampel ditentukan sebanyak 100 pengunjung dengan menggunakan random sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner, kemudian dianalisis dengan menggunakan analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas dan fasilitas pelayanan secara parsial maupun bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pengunjung wisata religi Bubohu, yang lebih dari 50% masyarakat gorontalo merasakan kepuasan saat berwisata atau berkunjung ke wisata religi Bubohu Provinsi Gorontalo
Sea Surface Temperature Trends (1993–2022) at the Central–West Java Border: Climate Change Indicator
This study analyzes the variability of sea surface temperature (SST) in the coastal waters of Cilacap and Pangandaran, South Java Sea, during the 1993–2022 period using satellite data from Marine Copernicus. The analysis covers long-term trends, interannual fluctuations, and seasonal patterns related to regional oceanographic dynamics such as ENSO and seasonal upwelling. The results show a warming trend of SST at 0.06 ± 0.02 °C per decade, indicating the influence of regional climate change. Interannual variability highlights significant cooling in 1997 (La Niña) and extreme warming in 1998 and 2010 (El Niño). Seasonal patterns reveal the highest SST from March to May during the west monsoon, and the lowest SST in August–September due to upwelling. Upwelling plays an important role in regulating sea temperatures and supporting biological productivity. These findings underscore the importance of SST monitoring for climate-adaptive marine resource management in the southern coastal region of Java
Keragaman Basidiomycota pada Permukiman Wonodadi Blitar, Indonesia
Keragaman jamur liar yang tumbuh di sekitar permukiman penduduk jarang dilaporkan di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jamur Basidiomycota yang ditemukan di area permukiman Desa Pikatan Kecamatan Wonodadi Kabupaten Blitar. Metode penelitian ini adalah deskriptif observasional, dilaksanakan bulan Januari-Maret 2024. Pengambilan sampel menggunakan teknik Purposive random sampling. Sampel yang ditemukan dicatat dan didokumentasi morfologinya untuk proses identifikasi meliputi warna dan bentuk jamur, permukaan tudung, bentuk tudung, tepi tudung, bilah, perlekatan bilah, tepi bilah, bentuk tangkai, letak tangkai, permukaan tangkai, cincin, dasar tangkai, ukuran tudung dan stipe, dan jenis penempelan substrat. Data yang didapat kemudian dicocokkan dengan buku identifikasi jamur untuk mengetahui genus jamur Basidiomycota. Hasil penelitian ini, ditemukan genus jamur Basidiomycota berjumlah 31 Genus yaitu, Agrocybe, Auricularia, Cantharellus Coprinellus, Coprinopsis, Coprinus, Cortinarius, Cyathus, Fayodia, Hemycena, Lactarius, Lentinus, Lepiota, Leucocoprinus, Lycoperdon, Marasmius, Micromphale, Mycena, Parasola, Perenniporia, Pluteus, Polyporus, Psathyrella, Pseudomerulius, Psilocybe, Schizophyllum, Tapinella, Tomentella, Trametes, Tricholoma, dan Xeromphalina
Analisis Perubahan Dinamika Abrasi dan Akresi Garis Pantai di Kota Kupang Berbasis Teknologi Penginderaan Jauh
Shorelines are dynamic and perpetually evolving due to hydro-oceanographic variables and anthropogenic activity, which influence the processes of erosion and deposition. This study seeks to quantify shoreline alterations and examine the extent of erosion and deposition in coastal Kupang City by employing remote sensing technologies on Landsat image datasets from 2014, 2018, and 2023, obtained from USGS, in conjunction with Geographic Information System (GIS). Analytical methods were implemented via the Digital Shoreline Analysis System (DSAS) within GIS. The results indicated that alterations manifested as abrasion and accretion with differing magnitudes. From 2014 to 2018 and from 2018 to 2023, notable alterations transpired, with the maximum erosion value attaining -37.98 m in the Kelapa Lima sub-district and the peak deposition measuring 187.09 m in the Kota Lama sub-district. From 2014 to 2018, the regions impacted by abrasion in Kelapa Lima, Kota Lama, and Alak measured 4.01 hectares, 0.63 hectares, and 1.24 hectares, respectively. This technology enables the management and analysis of visual data, offering great temporal resolution, cost-effectiveness, and extensive coverage.Garis pantai bersifat dinamis dan terus berubah akibat faktor hidro-oseanografi dan aktivitas manusia, yang mempengaruhi proses abrasi dan akresi. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur perubahan garis pantai serta menganalisis tingkat abrasi dan akresi di pesisir Kota Kupang dengan memanfaatkan teknologi penginderaan jauh pada dataset citra landsat (tahun 2014, 2018, dan 2023) yang diunduh dari usgs dengan Sistem Informasi Geografis (SIG). Teknik analisis diterapkan melalui Digital Shoreline Analysis System (DSAS) dalam SIG. Hasil menunjukkan perubahan yang terjadi dalam bentuk abrasi dan akresi dengan nilai yang bervariasi. Antara tahun 2014-2018 dan 2018-2023, terjadi perubahan signifikan, dengan nilai abrasi terbesar mencapai -37,98 m di Kecamatan Kelapa Lima dan akresi tertinggi 187,09 m di Kecamatan Kota Lama. Pada periode 2014-2018, luas wilayah yang terkena abrasi di Kelapa Lima, Kota Lama, dan Alak masing-masing sebesar 4,01 ha, 0,63 ha, dan 1,24 ha. Teknologi ini mempermudah pengelolaan dan interpretasi data citra, dengan keunggulan resolusi temporal yang tinggi, biaya yang terjangkau, serta cakupan liputan yang luas
Faktor-Faktor Kesehatan Lingkungan yang Mempengaruhi Kejadian Stunting Pada Balita di Indonesia: Sebuah Kajian Literatur
Latar belakang studi ini terkait dengan masalah yaitu tingginya presentase balita pendek di Indonesia. Tujuan Penelitian ini adalah memberikan informasi terkait hubungan antara faktor-faktor kesehatan lingkungan tersebut dengan kejadian stunting pada balita di Indonesia serta upaya penanggulangannya. Metode penyelidikan yang digunakan adalah melalui studi literatur pada berbagai artikel ilmiah yang relevan dengan tema yang diangkat. Artikel yang dipilih oleh tim telah melalui beberapa tahapan dalam rangka memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi, sehingga secara keseluruhan terpilihlah 18 artikel yang dapat memberikan informasi mutakhir sesuai dengan protokol Systematic Literature Review (SLR). Penyelidikan ini dilaksanakan pada awal bulan Januari hingga Maret 2024. Hasil yang diperoleh dari studi ini adalah bahwa adanya hubungan signifikan antara variabel penyediaan air bersih, kepemilikan jamban, kepemilikan sampah dan air limbah serta pengelolaannya, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dengan kejadian stunting pada balita di Indonesia. Untuk mencegah peningkatan angka stunting di Indonesia, diharapkan adanya peningkatan peran tenaga kesehatan dalam memberikan edukasi dan promosi kesehatan pencegahan stunting
Analisis Dampak Proyek Pembangunan Pelabuhan Internasional Kijing Mempawah terhadap Lingkungan dan Sosial-Ekonomi Masyarakat
The Kijing International Port development project is expected to increase the potential for trade, logistics and maritime connectivity in Indonesia, especially in the West Kalimantan region. However, in the process of building and operating the port, various impacts were felt due to the lack of impact analysis and evaluation from PT Pelindo as the development manager. The purpose of this study is to analyze how the environmental and socio-economic impacts of the surrounding community as a result of the Kijing International Port development project. This research, which uses a descriptive qualitative approach, manages primary and secondary data by observing and analyzing the environmental hue in the development project area and obtaining additional data from theory, historical report records and other published information. The results found in this study are the emergence of negative impacts on the environment as a result of the development such as a decrease in air and sea water quality, an increase in water overflows and an increase in hazardous waste and garbage. Then this development project also has a positive impact on the socio-economy of the surrounding community in the form of increased employment opportunities, business opportunities and income for the local community.Proyek pembangunan Pelabuhan Internasional Kijing diharapkan dapat meningkatkan potensi perdagangan, logistik, dan konektivitas maritim di Indonesia, khususnya di wilayah Kalimantan Barat. Namun dalam proses pembangunan dan pengoperasian pelabuhan tersebut, berbagai dampak dirasakan karena belum adanya analisis dan evaluasi dampak dari PT Pelindo selaku pengelola pembangunan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana dampak lingkungan dan sosial-ekonomi masyarakat sekitar akibat adanya proyek pembangunan Pelabuhan Internasional Kijing. Penelitian yang menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif ini mengolah data primer dengan observasi dan survei terhadap corak lingkungan di wilayah proyek pembangunan serta data sekunder dengan memperoleh tambahan dari teori, catatan laporan historis, dan informasi lain yang dipublikasikan. Penelitian ini dilakukan di wilayah yang terdampak pada pembangunan Pelabuhan yaitu di Desa Sungai Kunyit Laut dan Desa Sungai Bundung Laut. Hasil yang ditemukan dalam penelitian ini adalah munculnya dampak negatif terhadap lingkungan akibat adanya pembangunan seperti penurunan kualitas udara dan air laut, peningkatan luapan air, serta peningkatan limbah dan sampah berbahaya. Kemudian proyek pembangunan ini juga memberikan dampak positif terhadap sosial-ekonomi masyarakat sekitar berupa peningkatan kesempatan kerja, peluang usaha, dan pendapatan bagi masyarakat setempat.
Uji Perbandingan Aktivitas Ekstrak Kering Buah Asam Jawa (Tamarindus Indica L) dengan dan tanpa Kombinasi dengan Ekstrak Cair Daun Stevia (Stevia Rebaudiana B) terhadap Kadar Glukosa Darah Mencit Jantan (Mus Musculus) yang Diinduksi Aloksan
Diabetes mellitus is a disorder that causes hyperglycemia due to insulin deficiency. Tamarind fruit is known to treat diabetes but the sour of tamarind fruit is often covered with sweeteners to improve the taste. This experimental study was conducted to compare the activity of tamarind fruit with and without combination with stevia leaf liquid extract on blood glucose levels in male mice that had been induced by alloxan. After confirming that the mice\u27s glucose levels were >200 mg/dl, 3 groups were tested, namely the test group 1 was given a solution of dry tamarind fruit extract, the test group 2 was given a combination of tamarind fruit extract solution and stevia leaf liquid extract, and the control group was given aqua distillate. The results of the paired t test against the test group 1 resulted in a decrease in blood glucose of 66.37% with p=0.00013 while the test group 2 was 35.35% with p=0.00035, which means there is difference before and after treatment. Meanwhile, to see the difference in the decrease in blood glucose levels between groups, an independent t test was performed and obtained p=0.000002 which means that there is a significant difference in each test group.Diabetes melitus (DM) adalah gangguan yang menyebabkan hiperglikemia akibat kekurangan insulin. Buah asam jawa diketahui dapat mengobati diabetes namun seringkali ditambahkan pemanis untuk memperbaiki rasanya. Penelitian eksperimental ini dilakukan untuk mengetahui perbandingan aktivitas ekstrak kering buah asam jawa dengan dan tanpa kombinasi dengan ekstrak cair daun stevia terhadap kadar glukosa darah pada mencit jantan yang telah diinduksi aloksan. Setelah memastikan kadar glukosa >200 mg/dl, dilakukan pengujian terhadap kelompok uji 1 diberi larutan ekstrak kering buah asam jawa, kelompok uji 2 diberi kombinasi larutan ekstrak kering buah asam jawa dan ekstrak cair daun stevia, serta kelompok kontrol diberi aqua destillata. Hasil uji t berpasangan kelompok uji 1 menghasilkan penurunan glukosa darah sebesar 66,37% dengan p=0,00013 sedangkan kelompok uji 2 sebesar 35,35% dengan p=0,00035 yang berarti terdapat perbedaan sebelum dan sesudah perlakuan. Sementara itu, pada antar kelompok dilakukan uji t independent dan diperoleh p=0,000002 yang berarti terdapat perbedaan bermakna di setiap kelompok uji.
Etika Kaum Muda Indonesia Dalam Gerakan Waste for Change: Mengubah Tantangan Menjadi Peluang Lingkungan Bersih
Negara Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki banyak penduduk dan menghasilkan banyak sampah setiap harinya. Sampah harus dicegah dan dikelola sehingga tidak menciptakan dampak negatif kepada manusia dan lingkungan sekitarnya. Tulisan ini mengkaji peran dan tindakan etik kaum muda Indonesia dalam gerakan Waste for Change, yang bertujuan mengatasi masalah sampah dan menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan. Metode penelitian ini menggunakan studi pustaka yang diperoleh dari beberapa tulisan terkait gerakan Waste for change, dan beberapa sumber Jurnal serta buku yang membahas terkait panorama sampah dan keterlibatan kaum muda dalam mengatasi sampah melalui gerakan Waste For Change. Dalam pembahasan selanjutnya, akan diuraikan dengan empat tema utama yang dibahas meliputi kesadaran dan tindakan etik kaum muda, kontribusi mereka dalam gerakan Waste for Change, tantangan dalam pengelolaan sampah, serta solusi inovatif dan keberlanjutan gerakan ini. Solusi yang diusulkan adalah pendidikan lingkungan yang komprehensif dan inovasi teknologi dalam pengelolaan lebih bersih dan berkelanjutan
Menumbuhkan Kesadaran dan Partisipasi Mahasiswa dalam Pengolahan Sampah Botol Plastik: Studi Kasus di UIN Syarif Hidayatullah
Environmental problems especially related to plastic waste are still unresolved issues. This is due to the lack of individual awareness and effective waste management. This study uses a descriptive quantitative approach to analyze students\u27 interest in processing plastic bottle waste in everyday life. A survey via Google Form was conducted on 120 students from 12 departments divided into three categories of study fields. The results showed that 100% of respondents were aware of the seriousness of the plastic bottle waste problem; in addition, 91% of students were interested in processing plastic bottle waste, but they felt that there were no facilities or activities that supported the development of this interest.Isu sampah plastik terutama botol plastik, menjadi tantangan signifikan di lingkungan universitas yang memiliki kegiatan akademik yang padat. Studi ini bertujuan untuk menganalisis ketertarikan dan keterlibatan mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah dalam pengelolaan sampah botol plastik, serta mengeksplorasi ide-ide kreatif mereka untuk mendukung pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Metode penelitian yang diterapkan ialah deskriptif kuantitatif, dengan pengumpulan data menggunakan kuesioner yang disebarkan kepada 120 mahasiswa dari 12 jurusan, yang dibagi ke dalam tiga kategori: IPA dan Matematika, Bahasa dan Sastra, serta Umum. Instrumen penelitian diuji Validitas dan reliabilitas oleh dua orang ahli dosen yang berkompeten dalam konten penelitian serta bahasa. Data dianalisis memakai statistik deskriptif dengan skala dikotomi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pemahaman mahasiswa mengenai dampak buruk sampah botol plastik sangat tinggi (100% di setiap kategori). Namun, partisipasi aktif mahasiswa dalam kegiatan pengelolaan sampah masih rendah, khususnya pada kategori IPA dan Matematika (29,33%) serta Umum (25%). Sejumlah ide inovatif yang diajukan oleh mahasiswa meliputi pendirian bank sampah, program pendidikan dan kampanye lingkungan, pengolahan botol plastik menjadi produk berguna, serta kegiatan sosial yang berkesinambungan. Penelitian ini menyajikan inovasi dengan tidak hanya menggambarkan minat mahasiswa, tetapi juga menggabungkan pemikiran mereka dalam pengembangan program pengelolaan limbah yang efisien dan berkelanjutan.