Journal On Education (Faculty of Education University of Pahlawan Tuanku Tambusai)
Not a member yet
6067 research outputs found
Sort by
Interaksi Sosial Mahasiswa Universitas Pamulang Prodi PPKN dalam Menjaga Toleransi Antar Umat Beragama
This study aims to analyze "Social Interaction of Pamulang University Students in Maintaining Tolerance Between Religious Communities". This study aims to social interaction of Pamulang University students in efforts to tolerance between religious communities. Social interaction is an important process in building reciprocal relationships, mutual understanding, and respect for differences. A qualitative approach with descriptive methods was used, through observation, interviews, and documentation studies of students between religious communities on campus. The results of the study indicate that student social interaction is reflected through ethical communication, interfaith relations, and academic and organizational activities involving various religious backgrounds. Supporting factors for tolerance include individual awareness, shared values, campus support, and inclusive academic experiences, while inhibiting factors are limited opportunities for interaction, differences in religious practices, and the lack of supporting facilities for interfaith activities. In conclusion, student social interaction plays an important role in building and maintaining tolerance, while requiring ongoing support from the academic environment to create a harmonious campus life
Strategi dan Tantangan Pendidikan Politik dalam Meningkatkan Partisipasi Demokrasi di Tingkat Desa
Demokrasi di tingkat desa merupakan fondasi tata kelola pemerintahan yang akuntabel, namun partisipasi masyarakat sering kali bersifat formalistik dan terhambat oleh praktik politik uang serta dominasi elite lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pendidikan politik, mengidentifikasi tantangan sistemik, dan merumuskan model pendidikan politik yang efektif guna meningkatkan partisipasi demokrasi di desa. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan desain studi literatur. Teknik analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pendidikan politik melalui mobilisasi dan transformasi digital cukup efektif, namun terkendala oleh keterbatasan anggaran dan jangkauan informasi yang sempit. Tantangan utama mencakup rendahnya literasi politik, hambatan kultural patriarki, serta normalisasi politik uang. Namun, inovasi berbasis masyarakat seperti gerakan dusun anti-politik uang terbukti mampu meningkatkan kesadaran kritis warga secara signifikan. Simpulan utama penelitian menegaskan bahwa akselerasi demokrasi desa memerlukan transformasi peran masyarakat dari objek suara menjadi subjek demokrasi yang kritis melalui pendidikan politik yang berkelanjutan, inklusif, dan berbasis komunitas demi mewujudkan partisipasi yang substantif
Strategi Integrasi Kurikulum Cambridge Dan Kurikulum Merdeka Dalam Pengembangan Kompetensi Global Dan Karakter Islami Siswa Di Smpii Al Abidin Sukoharjo
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi integrasi Kurikulum Cambridge dan Kurikulum Merdeka dalam mengembangkan kompetensi global dan karakter Islami siswa di SMPII Al Abidin Sukoharjo. Pertanyaan penelitian difokuskan pada: (1) bentuk strategi integrasi kurikulum yang diterapkan sekolah; (2) implementasi integrasi dalam pembelajaran dan pembentukan karakter; serta (3) efektivitas dan tantangan pelaksanaannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi dilakukan melalui penerapan dua kurikulum secara paralel, dengan penyesuaian jadwal pembelajaran, sinkronisasi filosofi pembelajaran, serta pelatihan guru sesuai spesifikasi kurikulum. Pembentukan karakter Islami diperkuat melalui kegiatan kokurikuler seperti Islamic habit dan program PEARL yang menggabungkan pembacaan serta presentasi ayat Al-Qur’an dalam bahasa Inggris. Tantangan utama meliputi beban belajar ganda bagi siswa ICP dan sinkronisasi asesmen antara dua standar kurikulum. Meskipun capaian Cambridge Checkpoint masih pada kategori High, terdapat indikator keberhasilan non-akademik berupa peningkatan kemampuan analitis dan komunikasi global siswa setelah lulus.
Kata kunci: Integrasi Kurikulum, Kurikulum Cambridge, Kurikulum Merdeka, Kompetensi Global, Karakter Islami
Implikasi Putusan Mahkamah Konstitusi sebagai Positive Legislator Terhadap Keseimbangan Kekuasaan
Perkembangan praktik ketatanegaraan di Indonesia menunjukkan adanya pergeseran peran Mahkamah Konstitusi dari negative legislator menuju positive legislator. Pergeseran ini ditandai dengan putusan yang tidak hanya membatalkan norma undang-undang, tetapi juga membentuk norma baru yang bersifat mengikat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implikasi putusan Mahkamah Konstitusi sebagai positive legislator terhadap keseimbangan kekuasaan, serta merumuskan penguatan mekanisme checks and balances dalam sistem ketatanegaraan Indonesia. Metode yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan kasus, khususnya terhadap Putusan Nomor 90/PUU-XXI/2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran Mahkamah Konstitusi sebagai positive legislator berdampak pada pergeseran kewenangan dari legislatif ke yudikatif, kaburnya batas antara fungsi pengujian dan pembentukan norma, serta munculnya potensi konflik kelembagaan dan berkurangnya partisipasi publik dalam pembentukan hukum. Di sisi lain, peran tersebut juga dapat menjadi solusi dalam menghadapi kekosongan hukum dan perlindungan hak konstitusional. Penguatan mekanisme checks and balances diperlukan melalui penegasan batas kewenangan, optimalisasi peran DPR dalam menindaklanjuti putusan, peningkatan transparansi, serta perluasan partisipasi publik agar keseimbangan kekuasaan tetap terjaga dalam kerangka negara hukum dan demokrasi konstitusional
Efektivitas Penggunaan Multimedia Pembelajaran dalam Meningkatkan Kemampuan Literasi Membaca dan Menulis Siswa Sekolah Dasar: Systematic Literature Review
Rendahnya kemampuan literasi membaca dan menulis siswa sekolah dasar di Indonesia menjadi masalah krusial yang dipicu oleh pembelajaran konvensional yang monoton. Multimedia pembelajaran diteliti sebagai solusi strategis untuk mengatasi masalah ini dengan penyajian materi yang lebih interaktif dan multi-sensori. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mensintesis bukti efektivitas penggunaan multimedia pembelajaran terhadap kemampuan literasi membaca dan menulis siswa SD, dan (2) mengidentifikasi karakteristik multimedia yang paling berpengaruh. Metode penelitian menggunakan Tinjauan Literatur Sistematis (SLR) dengan kerangka kerja PRISMA 2020. Data diidentifikasi dari database Google Scholar (2015-2025) dan disaring melalui tiga tahapan. Dari 108 artikel awal, 20 studi eksperimental dianalisis. Hasil sintesis menunjukkan bahwa: (1) multimedia pembelajaran (seperti video, Canva, Wordwall) terbukti efektif secara signifikan dalam meningkatkan kemampuan literasi, dengan dampak terkuat pada aspek pemahaman membaca, dan (2) karakteristik yang paling efektif melibatkan platform interaktif yang praktis dan media berbasis narasi. Disarankan bagi pendidik untuk mengintegrasikan multimedia yang dirancang dengan baik, dan bagi peneliti selanjutnya untuk mengeksplorasi dampak jangka panjangnya
Literature Review: Hubungan Struktural Self-Efficacy, Self-Regulation, Social Shared Metacognition Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Statistika Kolaboratif Siswa SMP
This study is a literature review that aims to analyze the structural relationship between self-efficacy, self-regulation, and social shared metacognition on students’ collaborative statistical problem-solving abilities at the junior high school level. The review highlights the importance of students’ confidence, self-directed learning management, and shared metacognitive awareness in supporting successful collaborative learning. Self-efficacy strengthens students’ belief and motivation, self-regulation guides independent learning strategies, while social shared metacognition enhances group coordination and reflection. The results indicate that these three variables interact and contribute positively to improving students’ collaborative statistical problem-solving skills. The findings emphasize the need to integrate affective, cognitive, and social aspects in mathematics learning to develop students’ critical and collaborative thinking abilities
Analisis Strategi Guru dalam Meningkatkan Kreativitas Siswa melalui Kegiatan Seni Rupa di Sekolah Dasar
Pembelajaran Seni Budaya dan Prakarya (SBdP) memiliki peran penting dalam menumbuhkan kreativitas, rasa estetika, serta kemampuan ekspresi diri peserta didik di sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi guru dalam meningkatkan kreativitas siswa melalui kegiatan seni rupa di SD 1 Rahtawu, Kabupaten Kudus. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap guru dan siswa kelas IV. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menerapkan strategi pembelajaran berbasis Problem Based Learning (PBL) dan Project Based Learning (PjBL) untuk menciptakan suasana belajar yang aktif, kreatif, dan menyenangkan. Kegiatan seperti membuat kolase dari bahan bekas dan mengukir sabun sederhana menjadi sarana efektif bagi siswa untuk menyalurkan ide serta mengembangkan imajinasi. Siswa menunjukkan antusiasme tinggi, bekerja sama dengan baik, dan percaya diri dalam menampilkan hasil karya. Kesimpulannya, strategi guru yang inovatif dan berpusat pada siswa mampu meningkatkan kreativitas, kerja sama, serta tanggung jawab peserta didik. Solusi yang dapat diterapkan agar pembelajaran seni rupa lebih optimal adalah dengan memberikan ruang kebebasan berkreasi, memanfaatkan bahan sederhana dari lingkungan sekitar, serta memperkuat peran guru sebagai fasilitator yang memberikan motivasi dan apresiasi terhadap setiap karya siswa. Dengan demikian, kegiatan seni rupa dapat menjadi media pembelajaran yang efektif dalam mengembangkan potensi kreatif dan karakter siswa sekolah dasar
Analisis Peran Tren Makeup Korean Look Sebagai Simbol Kecantikan Terhadap Persepsi Mahasiswa PKK
The Korean Look makeup trend has become a popular symbol of beauty in various countries, particularly in Asia, including Indonesia. This study aims to analyze the role of the Korean Look makeup trend as a symbol of modern beauty in the perceptions of PKK students. Korean makeup styles, which emphasize a natural and feminine impression, are now widely adopted as a form of self-expression. The research method used a descriptive quantitative approach with 50 PKK student respondents using a Likert scale questionnaire (1–5) covering five main perceptual aspects. The results showed that students had a positive perception of the Korean Look 5. The most dominant aspect was the influence of social media (78%), while suitability with Indonesian facial characteristics showed mixed responses. In conclusion, the Korean Look has become a symbol of modern beauty influenced by popular culture and social media, but still needs to be adapted to local characteristics
Strategi Pengembangan Kurikulum Merdeka dalam Mewujudkan Profil Pelajar Islami di SDIT Ar Rahman Sukoharjo
This study aims to describe the development strategies of the Merdeka Curriculum in shaping the profile of Islamic learners at SDIT Ar Rahman Sukoharjo. Using a qualitative approach, data were collected through interviews with the principal and Islamic Education (PAI) teachers as the primary sources. The findings reveal that the school develops its curriculum by strengthening flagship programs such as tahfidz, integrating Islamic values into learning activities and daily school life, and implementing continuous character-based assessment. Differentiated strategies are applied to accommodate students’ varying abilities through personalized approaches, additional learning hours, and intensive communication with parents. Teachers play a central role as mentors and role models in cultivating students’ character, discipline, and learning independence. Evaluation is conducted both formatively and summatively, emphasizing academic performance and behavioral aspects. Furthermore, extracurricular activities such as tahfidz and scouting support the reinforcement of students’ Islamic character. The study concludes that the synergy among the principal, teachers, and parents is essential in developing an Islamic value oriented curriculum and fostering the profile of Islamic learners at SDIT Ar Rahman Sukoharjo
Analisis Dampak Kualifikasi Pendidikan Guru di PAUD Lucky Kids Kota Ambon
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak kualifikasi pendidikan guru terhadap kualitas pembelajaran di PAUD Lucky Kids Ambon. Latar belakang penelitian berangkat dari fenomena ketidaksesuaian kualifikasi akademik guru dengan standar nasional PAUD sebagaimana diatur dalam Permendikbud Nomor 137 Tahun 2014. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik wawancara mendalam, observasi kelas, dan analisis dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari guru PAUD, guru non-PAUD, kepala sekolah, serta orang tua siswa. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara guru dengan latar belakang PAUD dan guru non-PAUD, baik dalam perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran, interaksi dengan anak, maupun evaluasi perkembangan anak. Guru PAUD terbukti lebih mampu menyusun perencanaan pembelajaran yang sistematis, menggunakan metode bermain sambil belajar, serta melakukan penilaian formatif yang berkesinambungan. Sebaliknya, guru non-PAUD cenderung kesulitan dalam merancang kegiatan yang relevan, berinteraksi secara efektif dengan anak, dan melakukan evaluasi yang holistik. Perbedaan ini berdampak langsung pada mutu pembelajaran dan pencapaian tujuan kurikulum PAUD. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa kualifikasi pendidikan guru merupakan faktor kunci dalam menentukan kualitas pembelajaran anak usia dini. Oleh karena itu, peningkatan kualifikasi guru melalui pendidikan formal, pelatihan berjenjang, dan sertifikasi profesi menjadi langkah strategis untuk memastikan anak usia dini memperoleh pengalaman belajar yang optimal