Kajian Etnoekonomi Tumbuhan Masyarakat Dayak Bakumpai di Kabupaten Barito Kuala Kalimantan Selatan

Abstract

Etnobotani merupakan ilmu yang mengkaji interaksi antara manusia dan tumbuhan di sekitarnya. Etnobotani bermanfaat bagi masyarakat khususnya daerah yang memiliki potensi lokal beragam. Fokus penelitian yakni pada kajian etnoekonomi masyarakat Dayak Bakumpai Kabupaten Barito Kuala yang dimana masyarakat masih memanfaatkan tumbuhan potensi lokal sebagai mata pencaharian atau untuk memenuhi kehidupan sehari-hari. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan etnoekonomi tumbuhan masyarakat Dayak Bakumpai Kabupaten Barito Kuala. Metode yang digunakan yakni deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan snowball sampling. Subjek penelitian yakni tokoh adat, tokoh masyarakat, dan sesepuh desa. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 20 spesies tumbuhan yang digunakan sebagai penunjang ekonomi warga Dayak Bakumpai dan hampir seluruh bagian tumbuhan dapat dimanfaatkan nilai ekonominya dengan hasil 3 spesies sebagai pewarna alami pembuatan makanan, 2 spesies untuk bahan “menginang” yang diperjualbelikan di pasaran, 2 spesies sebagai hiasan pekarangan bunga dan diperjualbelikan,  5 spesies untuk bumbu masakan yang dikonsumsi rumahan atau diperjualbelikan, 3 spesies sebagai perabot rumahan, tali/bakul, dan kayu bakar. 1 spesies untuk perawatan wajah “pupur sadingen”, 3 spesies untuk bahan makanan secara langsung yang diperjualbelikan, dan 1 spesies sebagai pewangi/parfu

Similar works

Full text

thumbnail-image

e-Jurnal Ilmiah Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Islam Malang (UNISMA)

redirect
Last time updated on 10/02/2024

Having an issue?

Is data on this page outdated, violates copyrights or anything else? Report the problem now and we will take corresponding actions after reviewing your request.

Licence: http://creativecommons.org/licenses/by/4.0