Jurnal Pendidikan (JP) : Riset dan Konseptual (Universitas Nahdlatul Ulama Blitar)
Not a member yet
410 research outputs found
Sort by
Alisis Hubungan Antara Pembelajaran Berbasis Proyek dan Aktivitas Siswa: Perspektif Gender
The objective of this study is to examine how Project-Based Learning (PjBL) and gender differences affect student engagement in learning activities. A quantitative approach was adopted, utilizing a quasi-experimental design characterized by a post-test only control group. The sample consisted of 64 students from the tenth grade at SMAN 1 Lamongan, who were allocated into two groups: one experimental group that implemented PjBL and one control group that adhered to conventional teaching methods. Each group included 17 male and 15 female students. Data were collected through observational methods, and the hypotheses were analyzed using ANOVA. The results demonstrated that 1) PjBL has a significant positive effect on student activeness, 2) gender plays a role in determining the level of student activeness, and 3) female students showed a tendency towards greater activeness compared to male students when involved in the PjBL approach
Manajemen Sumber Daya Manusia dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan Pesantren
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi manajemen sumber daya manusia (SDM) di Pondok Pesantren Darul Yatama Wal Masakin dan pengaruhnya terhadap mutu pendidikan. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi, penelitian ini mengumpulkan data melalui observasi, wawancara semistruktur, dan dokumentasi di lokasi penelitian. Sumber data primer diperoleh dari wawancara dengan Ketua Yayasan dan Kiai, sedangkan data sekunder diperoleh dari dokumen yayasan dan tenaga pendidik. Analisis data dilakukan dengan model interaktif Miles dan Huberman, melalui tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan manajemen SDM berfokus pada optimalisasi kinerja untuk meningkatkan mutu pendidikan. Langkah-langkah yang diambil mencakup analisis kebutuhan SDM, rekrutmen yang terencana, pengembangan kompetensi guru, dan mendorong peran aktif seluruh SDM dalam mencapai tujuan pendidikan. Proses analisis kebutuhan SDM dilakukan dengan mempertimbangkan visi, misi, dan tujuan yayasan, serta analisis SWOT untuk menentukan kebutuhan SDM yang tepat. Rekrutmen dilakukan secara terbuka dengan seleksi ketat untuk memastikan kualitas pengajar, diikuti dengan pelatihan berkelanjutan untuk mengembangkan empat kompetensi utama guru. Kontribusi penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan berharga dalam pengembangan manajemen pendidikan di pesantren, serta menjadi referensi bagi lembaga pendidikan Islam lainnya dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia. Penelitian ini menekankan pentingnya manajemen SDM yang efektif dalam menciptakan lulusan yang kompetitif dan mampu beradaptasi dengan tuntutan zaman
guru
This research is aimed to explore the writing teaching strategies implemented at the seventh-grade students of SMPN 04 Blitar. Using a holistic case study approach, this research focuses on an in-depth understanding of teaching strategies and their impact on students' writing skills development. The data was collected through direct observation, interviews, and documentation. The data was analyzed using interactive data analysis method by involving the analysis of credibility, dependability, conformability, and transferability. These analyses involves triangulation, member check, and researcher’s prolonged attendance. The Findings of this research show that teachers use a combination of direct teaching strategies and collaborative learning using E-Learning. The E-Learning teaching strategy makes students learn actively & interestedly, and work for writing exercises. Meanwhile, the collaborative learning strategy was integrated through group discussions, joint revision sessions, and peer reviews. As a result, there were a significant increase in students' academic scores, progress in mastery of vocabulary and spelling, and improvements in their social skills and writing abilities. This research also highlights the importance of constructive teacher feedback and authentic assignment strategies in increasing students' motivation and writing skills. This research concludes that the implemented teaching strategies positively impact students’ writing skills development. These research formulates model and proposition as the outcomes of the research phenomenon disclosure. The researcher recommends that this model be a reference for other researchers for further studies and for educators to practice in other educational contexts
Penerapan Problem Based Learning Berbantuan LKPD Berbasis Sumber Daya Alam untuk Meningkatkan Berpikir Kritis peserta didik Kelas VIII di SMP Negeri 1 Bangil
This study aims to examine the application of the Problem Based Learning (PBL) method assisted by the Natural Resources-based Learner Worksheet (LKPD) in improving the critical thinking skills of class VIII students at SMP Negeri 1 Bangil. The background of this study is based on the low critical thinking skills of students in conventional learning which is more oriented towards memorization. The PBL method was chosen because it is learner-centered and involves them in solving real problems that are relevant to everyday life, so that it can encourage the development of critical thinking contextually. This study used a quantitative approach with a pretest-posttest design in the experimental group. The sample consisted of students of VIII A and VIII B classes totaling 61 people who were randomly selected. The results showed that there was an increase in the “Very Critical” category, experimental class students increased from 3 students (10%) in the pre-test to 8 students (26.7%) in the post-test. In the “Critical” category, students increased from 4 students (13.3%) in the pre-test to 9 students (30%) in the post-test. Thus, this study is expected to contribute to the development of learning models that focus on critical thinking skills in junior high schools, as well as a reference for educators in improving the quality of relevant and problem-based learning.Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan metode Problem Based Learning (PBL) yang dibantu dengan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis Sumber Daya Alam (SDA) dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis peserta didik kelas VIII di SMP Negeri 1 Bangil. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada rendahnya kemampuan berpikir kritis peserta didik dalam pembelajaran konvensional yang lebih berorientasi pada hafalan. Metode PBL dipilih karena berpusat pada peserta didik dan melibatkan mereka dalam pemecahan masalah nyata yang relevan dengan kehidupan sehari-hari, sehingga dapat mendorong pengembangan berpikir kritis secara kontekstual. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pretest-posttest pada kelompok eksperimen. Sampel terdiri dari peserta didik kelas VIII A dan VIII B yang berjumlah 61 orang yang dipilih secara acak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pada kategori "Sangat Kritis", siswa kelas eksperimen meningkat dari 3 siswa (10%) di pre-test menjadi 8 siswa (26.7%) di post-test. Pada kategori "Kritis", siswa meningkat dari 4 siswa (13.3%) di pre-test menjadi 9 siswa (30%) di post-test. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan model pembelajaran yang berfokus pada keterampilan berpikir kritis di sekolah menengah pertama, serta menjadi referensi bagi para pendidik dalam meningkatkan kualitas pembelajaran yang relevan dan berbasis masalah
Rekayasa Jean Piaget: Teori Perkembangan Kognitif dalam Konsepsi Anak di Usia Sekolah Dasar
Konsepsi atau pembuahan diaktakan tahap pertama dalam proses pertumbuhan dan perkembangan hingga mencapai kematangan atau dewasa. Melalui proses ini, anak mengalami peningkatan ukuran dan kedewasaan semua aspek, baik fisik, emosional, intelektual, maupun psikososial. Perkembangan kognitif merupakan satu fase yang berkaitan dengan pengetahuan, penalaran, atau pemikiran merujuk aspek pengetahuan, memahami, menerapkan, menganalisis, mensintesis serta evaluasi. Riset menetapkan pendekatan kualitatif deskriptif yang mengadopsi teori analitik dan didaktik yang menekannkan pada riset narative literature review. Teknik observatif kepustakaan digunakan sebagai cara untuk memahami dan mengumpulkan data. Hasil penelitian menunjukkan pentingnya menerapkan teori perkembangan kognitif dalam konsepsi anak di pembalajaran SD
Pengembangan LKPD Elektronik (E-LKPD) Berbasis Problem Based Learning Konsep Keanekaragaman Hayati Kelas X
Pendekatan pembelajaran yang dipilih untuk Implementasi Kurikulum Mandiri (IKM) adalah model Cased Based Learning. Siswa dan instruktur dituntut untuk memiliki 6C yaitu (Critical Thinking, Collaboration, Communication, Creativity, Citizenship, Character). Penelitian ini bertujuan untuk memberikan analisis yang komprehensif tentang kesesuaian, kelayakan, pemahaman, dan respon siswa terhadap hasil pengembangan Lembar Kerja Siswa (LKPD) berbasis pendekatan Problem based learning (PBL) pada mata pelajaran Keanekaragaman Hayati. Penelitian ini menggunakan model 4D dan diterapkan hingga tingkat penyebaran terbatas di sekolah dan melalui saluran YouTube. Metode pengumpulan data menggunakan alat yang menilai kesesuaian dan kelayakan. Partisipan dalam penelitian ini terdiri dari 3 orang profesional dan 12 orang siswa SMA Negeri 1 Pelaihari. Hasil uji kesesuaian terhadap konsep LKPD Elektronik Keanekaragaman Hayati menunjukkan tingkat kesesuaian yang tinggi, dengan skor 4,37. Angka ini menunjukkan bahwa konsep tersebut selaras dengan tujuan pembelajaran saat ini. Hasil uji Kelayakan menunjukkan tingkat kelayakan yang tinggi, yang ditunjukkan dengan skor 4,25. Dengan demikian, LKPD Elektronik sangat layak digunakan sebagai sumber belajar bagi siswa. Hasil Keterbacaan yang diperoleh dari 12 siswa menghasilkan hasil yang baik, dengan skor 3,96. Hal ini menunjukkan bahwa LKPD Elektronik sangat mudah dipahami dan diakses oleh siswa. Hasil Uji Respon Siswa menunjukkan skor 4,03, yang mengkategorikan LKPD Elektronik sangat baik dan mencerminkan respon positif dari sisw
Pengembangan Bahan Ajar IPS SMP Berbasis Proyek dan Bermuatan Ketrampilan Abad 21 pada Siswa Kelas VIII
Riset pengembangan bahan ajar IPS SMP, berbasis PjBL, melatih ketrampilan siswa. Aktivitas pembelajaran proyek mengadopsi langkah-langkah pembelajaran proyek dari Laboy Rush yang terdiri dari langkah refleksi (Reflection), riset (Reseach), diskusi penemuan (Discovery), perencanaan proyek (Application), dan komunikasi hasil proyek (Communication). Ketrampilan yang terintegrasi dalam bahan ajar IPS SMP meliputi kecakapan berpikir kreatif, kritis, ketrampilan komunikasi dan kolaborasi terapan Design by Reseach (DBR) dari Reeves. Metode pengumpulan data pada tahap pengembangan melalui wawancara dan kuisioner. Data dianalis secara dskriptif kuantitatif dan kualitatif. Penelitian menghasilkan bahan ajar IPS SMP berbasis proyek dan bermuatan pendidikan berkelanjutan yang layak digunakan siswa didik
Pengembangan Booklet Tipe Stomata Tumbuhan Annonaceae di Lingkungan ULM Banjarmasin sebagai Bahan Ajar Pendamping Anatomi Tumbuhan
Tipe-tipe stomata dapat dikembangkan dalam bentuk booklet dan dapat dijadikan suatu sumber belajar pendamping dalam mata kuliah Anatomi Tumbuhan. Booklet tipe stomata dapat dijadikan sebagai referensi saat praktikum Anatomi Tumbuhan pada materi jaringan epidermis. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tipe stomata tumbuhan Annonaceae yang ada di Lingkungan Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin dan menjabarkan hasil pengembangan Booklet Tipe Stomata Tumbuhan Annonaceae di Lingkungan ULM Banjarmasin. Produk booklet dikembangkan dengan model pengembangan 4-D (Define, Design, Develop, dan Dissemination) oleh Thiagarajan yang dilakukan hingga tahap Dissemination secara terbatas. Hasil pengamatan ditemukan satu tipe stomata dari 4 spesies tumbuhan Annonaceae yaitu Tipe stomata parasitik pada Annona muricata, Annona squamosa, Cananga odorata dan Polyalthia longifolia. Subjek penelitian dan pengembangan booklet yaitu 1 dosen peminatan Anatomi Tumbuhan, 1 dosen Pendidikan Biologi dan 8 mahasiswa yang telah lulus mata kuliah Anatomi Tumbuhan di Pendidikan Biologi FKIP ULM Banjarmasin. Pada hasil evaluasi kesesuaian mendapatkan hasil rata-rata 4,22 (sangat sesuai), pada evaluasi kelayakan diperoleh nilai rata-rata 4,36 (sangat layak). Pada evaluasi keterbacaan mahasiswa didapatkan nilai rata-rata 4,51 (sangat baik). Berdasarkan uji kesesuaian, uji kelayakan, dan uji keterbacaan didapatkan hasil bahwa booklet yang dikembangkan sudah dapat digunakan sebagai bahan referensi saat dilakukan praktikum Anatomi Tumbuhan pada materi jaringan epiderm
Studi Perbandingan Motivasi dan IQ dalam Kesuksesan Pembelajaran Bahasa
Motivation is defined as an impetus that moves and directs a person to do something based on what he wants, which is aimed at the goal he wants. IQ (intelligence quotient) itself is a test result that shows the cognitive abilities possessed by individuals to learn new experiences, reason well and solve problems effectively. The discussion about motivation and IQ is quite interesting for many parties, especially when comparing it with success in life, including success in learning language. The results of theoretical studies and previous studies show that both motivation and IQ have a large influence on language learning. However, motivation has more significant effect than IQ in determining the success of language learners. There are several causative factors, namely every language learning always begins with motivation, while IQ is only a support in smooth language acquisition; and motivation has a close relationship with other factors such as self-confidence, high curiosity, optimism, courage, and so on; and language learners who have high IQs but are not motivated to learn languages will tend to be less enthusiastic and not serious.
Kata Kunci: motivation; IQ; language learning; high; lowMotivasi diartikan sebagai dorongan yang menggerakkan serta mengarahkan seseorang untuk melakukan sesuatu yang berdasarkan apa yang dikehendakinya, yang tertuju kepada tujuan yang diinginkannya. IQ (intelligence quotient) itu sendiri adalah hasil tes yang menunjukan kemampuan kognitif yang dimiliki individu untuk mempelajari pengalaman baru, menalar dengan baik dan menyelesaikan masalah dengan efektif. Pembahasan mengenai motivasi dan IQ cukup menari perhatian bagi banyak pihak, khususnya ketika membandingkannya dengan kesuksesan hidup, termasuk kesuksesan dalam pembelajaran bahasa. Hasil kajian teoretis dan kajian terdahulu menunjukkan baik motivasi maupun IQ memiliki pengaruh yang besar di dalam pembelajaran bahasa. Walaupun demikian, motivasi jauh lebih besar pengaruhnya daripada IQ di dalam menentukan keberhasilan pembelajar bahasa. Beberapa faktor penyebabnya, yaitu setiap pembelajaran bahasa selalu diawali dengan adanya motivasi, sedangkan IQ hanya sebagai penunjang di dalam kalancaran penguasaan bahasa; dan motivasi memiliki hubungan yang erat dengan faktor-faktor lain seperti kepercayaan diri, rasa ingin tahu yang tinggi, optimisme, keberanian, dan sebagainya; serta pembelajar bahasa yang IQnya tinggi, tetapi tidak termotivasi untuk belajar bahasa akan cenderung kurang semangat dan tidak serius.
Kata Kunci: motivasi; IQ; pembelajaran bahasa; tinggi; renda
Keefektifan Model PjBL untuk Mencapai Berpikir Divergen Peserta Didik pada Materi Perubahan Lingkungan
Pembelajaran Abad 21 menuntut peserta didik dan pendidik menguasai Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK). Guru berperan penting dalam pemilihan model pembelajaran. Project Based Learning (PjBL) merupakan model yang menjadikan proyek sebagai pembelajaran. Salah satu hal penting untuk dalam pmebelajaran adalah hasil belajar serta kemampuan berpikir divergen. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan kemampuan divergen dengan menggunakan model pembelajaran proyek jika dibandingkan dengan perlakuan kelas direct instruction pada materi perubahan lingkungan kelas X SMAN 1 Alalak (2) mendeskripsikan respon peserta didik kelas X SMAN 1 Alalak setelah diajarkan menggunakan model pembelajaran proyek pada materi perubahan lingkungan. Penelitian ini menggunakan metode quasi experiment. Sampel penelitian ini kelas X1 (35 orang) sebagai kelas eksperimen dan X2 (35 orang) sebagai kelas kontrol. Data dikumpulkan dari hasil LKPD (berpikir divergen) dan angket respon peserta didik. Teknik analisis LKPD dan respon peserta didik dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan (1) penerapan model PjBL berpengaruh pada kemampuan berpikir divergen peserta didik dalam kategori tinggi dengan rerata nilai 21,04 pada kelas eksperimen sedangkan kelas kontrol kategori sedang dengan rerata 12,19 (2) respon peserta didik terhadap penggunaan model PjBL pada pembelajaran materi perubahan lingkungan dalam kategori setuju (nilai angket 75,78%.