Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Nahdlatul Ulama Blitar
Doi
Abstract
Motivation is defined as an impetus that moves and directs a person to do something based on what he wants, which is aimed at the goal he wants. IQ (intelligence quotient) itself is a test result that shows the cognitive abilities possessed by individuals to learn new experiences, reason well and solve problems effectively. The discussion about motivation and IQ is quite interesting for many parties, especially when comparing it with success in life, including success in learning language. The results of theoretical studies and previous studies show that both motivation and IQ have a large influence on language learning. However, motivation has more significant effect than IQ in determining the success of language learners. There are several causative factors, namely every language learning always begins with motivation, while IQ is only a support in smooth language acquisition; and motivation has a close relationship with other factors such as self-confidence, high curiosity, optimism, courage, and so on; and language learners who have high IQs but are not motivated to learn languages will tend to be less enthusiastic and not serious.
Kata Kunci: motivation; IQ; language learning; high; lowMotivasi diartikan sebagai dorongan yang menggerakkan serta mengarahkan seseorang untuk melakukan sesuatu yang berdasarkan apa yang dikehendakinya, yang tertuju kepada tujuan yang diinginkannya. IQ (intelligence quotient) itu sendiri adalah hasil tes yang menunjukan kemampuan kognitif yang dimiliki individu untuk mempelajari pengalaman baru, menalar dengan baik dan menyelesaikan masalah dengan efektif. Pembahasan mengenai motivasi dan IQ cukup menari perhatian bagi banyak pihak, khususnya ketika membandingkannya dengan kesuksesan hidup, termasuk kesuksesan dalam pembelajaran bahasa. Hasil kajian teoretis dan kajian terdahulu menunjukkan baik motivasi maupun IQ memiliki pengaruh yang besar di dalam pembelajaran bahasa. Walaupun demikian, motivasi jauh lebih besar pengaruhnya daripada IQ di dalam menentukan keberhasilan pembelajar bahasa. Beberapa faktor penyebabnya, yaitu setiap pembelajaran bahasa selalu diawali dengan adanya motivasi, sedangkan IQ hanya sebagai penunjang di dalam kalancaran penguasaan bahasa; dan motivasi memiliki hubungan yang erat dengan faktor-faktor lain seperti kepercayaan diri, rasa ingin tahu yang tinggi, optimisme, keberanian, dan sebagainya; serta pembelajar bahasa yang IQnya tinggi, tetapi tidak termotivasi untuk belajar bahasa akan cenderung kurang semangat dan tidak serius.
Kata Kunci: motivasi; IQ; pembelajaran bahasa; tinggi; renda
Is data on this page outdated, violates copyrights or anything else? Report the problem now and we will take corresponding actions after reviewing your request.