Morfotipologi Butir Pati dari Tumbuhan Pangan Papua dan Aplikasinya untuk Arkeobotani: Morfologi butir pati dari tumbuhan pangan lokal Papua sebagai Referensi Studi Arkeobotani pada konteks Arkeologi
Starch grains in archaeological sites are essential to reveal the use of plants and human subsistence. This paper aims to provide reference to starch grain from local food plants originating from Papua Island. We use two methods for extracting samples: starch grains from raw and processed plant samples. We examine the starch grains using a 400x magnification polarisation microscope and ICSN 2011 to identify them. The morphological and morphotypological characteristics of starch grain from each plant are determined by applying univariate and multivariate statistical analysis. The results showed changes in the structure of the starch grain from the processed plant samples. The starch grains from the raw plant samples had different morphological and morphotypical characteristics. Variations in the shape and morphometry of starch grains are associated with typical starch from certain plants. This study provides a practical reference for identifying starch grains from archaeological sites, such as the Atiat and Karas sites.Temuan butir pati dalam situs arkeologi menjadi indikasi penting untuk memahami bagaimana pemanfaaatan tumbuhan dan teknologi subsistensi manusia pada masa lalu. Namun sayang, tidak semuan temuan butir pati dapat dianalisis dengan jelas karena minimnya referensi. Tulisan ini bertujuan untuk menyajikan referensi butir pati dari tanaman pangan lokasl yang berasal dari Pulau papua, khususnya dari wilayah Sentani dan Wamena. Pengumpulan tanaman dilakukan secara langsung pada masyarakat adat serta pengumpulan di pasar tradisional. Ekstraksi sampel dilakukan dengan dua metode yaitu butir pati mentah dan butir pati yang telah diolah. Identifikasi butif pati menggunakan mikrokup polarisasi pembesaran 400x. Identifikasi bentuk butif pati bentuk menggunakan acuan ICSN 2011. Analisis statistik dengan univariat dan multivariat digunakan untuk mengetahui kecenderungan morfologi dan morfotipologi dari masing-masing butir pati tanaman. Hasil penelitian menunjukkan adanya perubahan struktur pada butir pati yang telah diolah, sementara untuk bentuk butir pati mentah terdapat beberapa kemiripan morfometri dan morfotipologi. temuan ini dapat digunakan sebagai referensi identifikasi temuan strach dari situs arkeologi terutama di Papua, terutama dari situs Atiat dan Karas dan berpotensi untuk situs lainnya.
 
Is data on this page outdated, violates copyrights or anything else? Report the problem now and we will take corresponding actions after reviewing your request.