Adolescent depression is a major public health issue, yet there is limited study on depressive symptoms among Indonesian adolescents. Identifying distinct subgroups within this population could help inform targeted prevention and intervention efforts. This study analyzed data from the Indonesia Family Life Survey 5 (IFLS-5) utilizing Latent Profile Analysis (LPA) to identify depressive symptom subgroups. Chi-Square Tests were utilized for univariate analysis, and Logistic Regression Analysis examined associated factors. Among 2,267 adolescents, two symptom profiles emerged: (1) “Low-Level” Depressive Symptoms Profile (73.31%); and (2) “High-Level” Depressive Symptoms Profile (26.69%). Sex or gender was the only significant factor in the univariate analysis, with Logistic Regression Analysis revealing that female adolescents were more likely to exhibit high levels of depressive symptoms. These findings suggest that female adolescents are at greater risk for more severe depressive symptoms, highlighting the need for targeted prevention and intervention strategies.Depresi pada remaja merupakan masalah kesehatan masyarakat yang signifikan, tetapi studi mengenai gejala depresi di kalangan remaja Indonesia masih terbatas. Identifikasi sub-kelompok yang berbeda dalam populasi ini dapat memberikan informasi penting bagi upaya pencegahan dan intervensi yang lebih terarah. Studi ini menganalisis data dari Indonesia Family Life Survey 5 (IFLS-5) dengan menggunakan Latent Profile Analysis (LPA) untuk mengidentifikasi sub-kelompok gejala depresi. Analisis univariat dilakukan menggunakan Chi-Square Tests, sementara Logistic Regression Analysis digunakan untuk mengidentifikasi faktor terkait. Dari 2.267 remaja yang dianalisis, ditemukan dua profil gejala depresi, yaitu: (1) Profil Gejala Depresi “Tingkat Rendah” (73,31%); dan (2) Profil Gejala Depresi “Tingkat Tinggi” (26,69%). Jenis kelamin atau gender merupakan satu-satunya faktor yang signifikan dalam analisis univariat, yang kemudian diperkuat dengan hasil Logistic Regression Analysis menunjukkan bahwa remaja perempuan memiliki kemungkinan lebih besar untuk mengalami gejala depresi tingkat tinggi. Temuan ini mengindikasikan bahwa remaja perempuan memiliki risiko lebih tinggi mengalami gejala depresi yang lebih parah, sehingga diperlukan strategi pencegahan dan intervensi yang lebih spesifik dan terfokus
Is data on this page outdated, violates copyrights or anything else? Report the problem now and we will take corresponding actions after reviewing your request.