Religious Fundamentalism: Constructs and Measurement for Indonesian Muslims

Abstract

Fundamentalisme agama merupakan sikap dan perilaku beragama yang didasari dengan pola berpikir yang intratekstual yang menekankan pada proses membaca dan memahami teks suci secara tekstual. Pola berpikir prinsip ini tidak merujuk pada makna tetapi pada proses, dimana teks itu sendiri yang menentukan bagaimana seharusnya dibaca dan dipahami. Dengan demikian tidak terdapat ruang dialog, pilihannya hanya mengikuti kebenaran teks atau tidak, sehingga memunculkan ketertutupan terhadap kemungkinan sumber lain dalam mengkonstruk kebenaran. Berbagai penelitian sudah mencoba mengukur fundamentalisme agama di Indonesia dengan variasi konstruk dan instrument yang berbeda-beda, akan tetapi yang menekankan pada aspek gaya berpikir intratekstual ini belum ditemukan, sehingga menimbulkan pertanyaan besar bagaimana konstruk pengukuran yang baik dalam mengukur fundamentalisme agama berdasarkan pada gaya berpikir intratekstual. Dengan metode confirmatory factor analysis (CFA) dan rasch model analysis disertai dengan 323 responden, penelitian ini mencoba menjawab pertanyaan tersebut. Hasilnya menunjukan bahwa, dalam pengujian CFA, konstruk fundamentalisme agama yang terdiri dari 6 dimensi (devine, inerrant, authoritative, self-interpretive, privileged, and unchanging) dan terurai pada 12 item teruji dalam model yang fit disertai dengan 9 item valid dan 3 item tidak valid. Sementara hasil analisis rasch model menunjukan bahwa semua item fit dalam rasch model dan mampu untuk mengukur fundamentalisme agama berbasis pada paradigm intratekstual, serta terdapat item yang memiliki tingkat kesukaran yang tinggi dikarenakan item tersebut membuat responden merasakan keraguan dalam menjawab pernyataan yang dihadirkan oleh item. Berdasarkan hasil tersebut, penelitian ini diharapkan mampu menawarkan konstruk instrumen yang mampu mengukur fundamentalisme agama dengan paradigma intratekstual yang sesuai dengan masyarakat muslim Indonesia.Religious fundamentalism constitutes an attitudinal and behavioral approach to religious adherence underpinned by an intratextual cognitive framework, which prioritizes the literal interpretation and comprehension of sacred texts. This principle-oriented cognitive paradigm is not contingent upon meaning but rather on process, where in the text itself dictates the methodology of its own reading and interpretation. Consequently, this approach negates dialogical engagement, reducing the dichotomy to either adherence to textual truth or its rejection, thereby fostering epistemic closure to alternative sources of truth construction. While prior studies have sought to quantify religious fundamentalism in Indonesia through diverse constructs and instruments, none have explicitly centered on the intratextual cognitive dimension, raising critical questions regarding the development of a robust measurement framework grounded in this paradigm. Employing confirmatory factor analysis (CFA) and Rasch model analysis with a sample of 323 respondents, this study addresses this gap. The CFA results demonstrated that the proposed construct of religious fundamentalism, comprising six dimensions (divine, inerrant, authoritative, self-interpretive, privileged, and unchanging) and operationalized through 12 items, yielded a model with satisfactory fit indices, wherein 9 items exhibited validity and 3 were invalid. Concurrently, Rasch model analysis confirms that all items conform to the model’s expectations, effectively measuring intratextual paradigm-based fundamentalism. Notably, certain items exhibited high difficulty indices, attributable to respondent ambivalence when engaging with contentious statements. These findings present a validated instrument for evaluating religious fundamentalism through an intratextual approach, specifically adapted to the socioreligious framework of Indonesian Muslim communities. Consequently, this tool is capable of capturing the manifestations of religious fundamentalism in Indonesia with an empirical foundation, thereby enabling a more precise understanding and analysis of religious dynamics within Indonesian societ

Similar works

Full text

thumbnail-image

e-Journal Universitas Islam Negeri Raden Fatah (UIN Raden Fatah Palembang)

redirect
Last time updated on 02/10/2025

Having an issue?

Is data on this page outdated, violates copyrights or anything else? Report the problem now and we will take corresponding actions after reviewing your request.