Economic disparities between regions in Indonesia remain one of the main challenges in the national development process. The development of the National Capital City (IKN) is seen as an effort to create a new economic growth center outside Java Island to reduce regional economic inequality. This study aims to analyze the impact of investment in IKN development on the national economy using the Indonesian Inter-Regional Input-Output (IRIO) approach, particularly to assess its effects on economic output, household income, and employment absorption. The analysis method used is the 2016 Indonesian Inter-Regional Input-Output (IRIO) model. The findings indicate that increased government investment in IKN development, particularly in the construction sector, has a significant impact on East Kalimantan but also generates output effects in other regions, such as Jakarta, East Java, North Kalimantan, and West Java. Meanwhile, income and labor impacts are also observed in Java Island, Sulawesi Island, Sumatra Island, and partially in Balinusra (Bali-Nusa Tenggara), as well as Maluku and Papua. It is necessary to strengthen economic diversification policies and support for related sectors outside Kalimantan in order to broaden the nationwide spillover effects of the IKN development.Ketimpangan ekonomi antarwilayah di Indonesia menjadi salah satu tantangan utama dalam proses pembangunan nasional. Pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) dipandang sebagai salah satu upaya untuk menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru di luar Pulau Jawa guna mengurangi ketimpangan ekonomi antarwilayah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak investasi dalam pembangunan IKN terhadap perekonomian nasional menggunakan pendekatan Inter Regional Input-Output (IRIO) Indonesia, khususnya untuk melihat dampaknya terhadap output ekonomi, pendapatan rumah tangga, serta penyerapan tenaga kerja. Metode analisis yang digunakan adalah Inter Regional Input-Output (IRIO) Indonesia tahun 2016. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan investasi pemerintah dalam pembangunan IKN, berupa investasi pada sektor konstruksi, tidak hanya berdampak signifikan terhadap wilayah Kalimantan Timur saja, tetapi juga dampak output dirasakan oleh wilayah lainnya seperti provinsi DKI Jakarta, Jawa Timur dan Kalimantan Utara serta Jawa Barat. Sementara itu, dampak pendapatan dan tenaga kerja juga dirasakan berada di Pulau Jawa, Pulau Sulawesi, Pulau Sumatera dan sebagian kecil lainnya di Pulau Bali-Nusra serta Maluku dan Papua. Perlu penguatan kebijakan diversifikasi ekonomi dan dukungan sektor terkait di luar Kalimantan guna memperluas efek spillover pembangunan IKN secara nasional
Is data on this page outdated, violates copyrights or anything else? Report the problem now and we will take corresponding actions after reviewing your request.