The Causal Impact of Education on Marriage in Indonesia: Empirical Findings from a Sharp Regression Discontinuity Design Approach: IPB University

Abstract

Angka pernikahan di Indonesia mengalami penurunan pada enam tahun terakhir, di mana persentase penduduk usia muda (16-30 tahun) yang belum menikah juga mengalami kecenderungan terus meningkat. Kondisi tersebut dapat memiliki implikasi positif jika dikontribusikan oleh turunnya angka pernikahan dini, namun juga dapat berdampak negatif terutama pada permasalahan demografis. Dari banyaknya faktor yang dapat memengaruhi keputusan seseorang untuk menikah, fokus penelitian ini untuk menganalisis pengaruh pendidikan terhadap pernikahan. Pendidikan memiliki peran penting dalam membentuk berbagai aspek kehidupan individu termasuk salah satunya dalam keputusan untuk menikah. Data yang digunakan adalah Indonesian Family Life Survey (IFLS) tahun 2007 serta pendekatan sharp Regression Discontinuity Design (RDD) untuk mengestimasi dampak tersebut. Kebijakan perubahan tahun ajaran baru pada tahun 1978 sebagai instrumen yang eksogen digunakan untuk mewakili lama pendidikan dengan tujuan meminimalkan potensi bias pada hasil estimasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama pendidikan yang semakin tinggi memiliki dampak pada peningkatan usia pada pernikahan pertama. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pendidikan dapat berpotensi untuk menjadi alat intervensi yang efektif untuk menunda pernikahan dalam kaitannya mengurangi angka pernikahan dini. Namun demikian, perhatian khusus juga diperlukan pada kemungkinan dampak negatif penundaan pernikahan pada permasalahan demografis jangka panjang.The marriage rate in Indonesia has declined over the past six years, with the percentage of young people (aged 16–30) who remain unmarried showing a consistent upward trend. This trend can have positive implications if it is driven by a decrease in early marriages; however, it may also have negative consequences, particularly in terms of demographic challenges. Among the many factors influencing an individual\u27s decision to marry, this study focuses on analysing the impact of education on marriage. Education plays a critical role in shaping various aspects of an individual\u27s life, including decisions related to marriage. The data used in this study comes from the 2007 Indonesian Family Life Survey (IFLS) and employs a sharp Regression Discontinuity Design (RDD) approach to estimate the impact. The policy change of the new school year in 1978, used as an exogenous variable, serves as a proxy for years of education with the aim of minimizing potential bias in the estimation results. The study\u27s findings show that longer years of education have an impact on increasing the age at first marriage. The results of this study indicate that education has the potential to serve as an effective intervention tool to delay marriage in relation to reducing the rate of early marriages. However, special attention is also needed regarding the potential negative impacts of delaying marriage on long-term demographic issues

Similar works

Full text

thumbnail-image

JURNAL EKONOMI DAN KEBIJAKAN PEMBANGUNAN

redirect
Last time updated on 28/09/2025

This paper was published in JURNAL EKONOMI DAN KEBIJAKAN PEMBANGUNAN.

Having an issue?

Is data on this page outdated, violates copyrights or anything else? Report the problem now and we will take corresponding actions after reviewing your request.