Keterbasahan Kayu Jati Cepat Tumbuh Termodifikasi Kimia dan Panas: Wettability of Chemically and Thermally Modified of Fast-Growing Teak Wood

Abstract

Fast-growing species are chemically and thermally modified to improve quality. These changes affect wood’s chemical composition and surface characteristics. This study aims to analyze the durability of fast-growing teak wood that has been chemically and thermally modified. Chemical modification was carried out by impregnation using citric acid and polyethylene glycol (PEG) 400, while heat modification carried out at 150 °C. The wettability of wood was tested by measuring the contact angle with six types of liquid, aquades, toluene, glycerin, methanol, alkyd, and acrylic paint. The results showed that chemical modification treatment significantly improved the wettability of wood compared to control and heat treatment. Wood treated with citric acid and PEG 400 exhibits a lower contact angle, indicating increased liquid absorbency. Conversely, heat treatment increased the contact angle value making the wood more hydrophobic. Alkyd showed better wettability than acrylic paints, possibly due to their lower viscosity values. This suggests that chemical modification more effectively improves wood coating adhesion.Saat ini kayu fast growing species banyak dilakukan modifikasi secara kimia maupun panas untuk meningkatkan mutu kayu tersebut. Perlakuan modifikasi kimia maupun panas dapat mempengaruhi perubahan komposisi kimia terutama perubahan karakteristik permukaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterbasahan kayu jati cepat tumbuh yang telah dimodifikasi secara kimia dan panas. Modifikasi kimia dilakukan dengan impregnasi menggunakan asam sitrat dan polyethylene glycol (PEG) 400, sedangkan modifikasi panas dilakukan pada suhu 150 °C. Keterbasahan kayu diuji dengan mengukur sudut kontak dengan enam jenis cairan, yaitu akuades, toluena, gliserin, metanol, cat alkid, cat akrilik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan modifikasi kimia meningkatkan keterbasahan kayu secara signifikan dibandingkan kayu kontrol dan heat treatment. Kayu yang dimodifikasi dengan asam sitrat dan PEG 400 memiliki sudut kontak lebih rendah yang menunjukkan peningkatan daya serap terhadap cairan. Sebaliknya, heat treatment meningkatkan nilai sudut kontak sehingga kayu menjadi lebih hidrofobik. Cat alkid menunjukkan keterbasahan yang lebih baik dibandingkan cat akrilik, kemungkinan akibat nilai viskositasnya lebih rendah. Hal ini menunjukkan bahwa modifikasi kimia lebih efektif dalam meningkatkan keterbasahan kayu jati cepat tumbuh dan dapat meningkatkan kualitas daya rekat bahan pelapis kayu

Similar works

Full text

thumbnail-image

PERENNIAL

redirect
Last time updated on 30/07/2025

This paper was published in PERENNIAL.

Having an issue?

Is data on this page outdated, violates copyrights or anything else? Report the problem now and we will take corresponding actions after reviewing your request.