Pendahuluan: Empat dari sepuluh orang dewasa didunia mengalami stres. Stres dapat
terjadi kepada siapapun termasuk perawat IGD. Hal tersebut terjadi karena perawat
IGD harus berurusan dengan pasien, dokter, atasan, perawat lainnya, dan beban kerja
yang tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapat gambaran stres kerja pada
perawat di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Sekarwangi. Metode: Jenis
penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian merupakan perawat
yang bekerja di IGD RSUD Sekarwangi Kabupaten Sukabumi. Sampel penelitian ini
menggunakan total sampling. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah
kuesioner Expanded Nursing Stress Scale (ENSS). Penyajian hasil analisis dalam
penelitian ini adalah distribusi frekuensi dan persentase. Hasil: pada hasil keseluruhan
tingkat stres kerja perawat IGD RSUD Sekarwangi, didapatkan bahwa perawat
mengalami stres kerja ringan (67.6%) dengan tidak adanya stres berat. Melihat 9
indikator stres kerja perawat, ditemukan bahwa stres ringan tertinggi terdapat pada
faktor permasalahan dengan teman kerja (94.1%) dan stres berat terdapat pada
permasalahan dengan atasan (2.9%), permasalahan dengan pasien (2.9%), dan beban
kerja (2.9%). Pembahasan: Hasil penelitian ini ditemukan bahwa stres kerja perawat
didominasi dengan stres kerja ringan. Hal ini sesuai dengan penelitian sebelumnya
yang dilakukan di salah satu Rumah Sakit di Medan, Dimana hasilnya didominasi oleh
perawat yang mengalami stress ringan. Stres kerja perawat harus diperhatikan dan
ditangani karena jika tidak, dapat menimbulkan dampak bagi perawat itu sendiri
bahkan rumah sakit.
Kata kunci: Expanded Nursing Stress Scale, perawat IGD, stres kerj
Is data on this page outdated, violates copyrights or anything else? Report the problem now and we will take corresponding actions after reviewing your request.