Analisis Strategi Kemandirian Pangan Bidang Perikanan di Kota Bandung

Abstract

The relationship between food and cities is complex because it covers various aspects such as production, distribution, and environmental impacts. Currently, the land area that can be used for the agricultural sector in Bandung City is only 9.6%. Most fishery commodities in Bandung City are imported from outside the region. This research aims to formulate strategies related to food independence efforts in the fisheries sector in Bandung City. This research uses a descriptive method with the tool used to analyze the data SWOT with an analysis of internal and external factors in the city of Bandung. The results obtained in this research are that the city of Bandung is in quadrant 2, which means that diversification is the right thing to implement now. The strategy used is to encourage the improvement of the social and economic status of the fish cultivator profession and also business actors in the fisheries sector in the city of Bandung by providing tax exemptions, subsidies, and technical assistance for fish cultivators who use environmentally friendly systems, providing capital loans and for fish farmers and fishery product processors, giving awards to fish farmers and fisheries business actors and developing adequate environmental protection and waste management programs to reduce water pollution by strengthening cooperation between local governments, law enforcement agencies, research institutions, and environmental organizations in monitoring and enforcing regulations related to waste management and river environmental protection.Hubungan antara pangan dengan perkotaan sangat kompleks karena mencakup berbagai aspek seperti produksi, distribusi, dan dampak lingkungan. Saat ini, luas lahan yang dapat dimanfaatkan untuk sektor pertanian di Kota Bandung hanya sebesar 9,6% sehingga komoditas perikanan di Kota Bandung mayoritas didatangkan dari luar daerah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merumuskan strategi terkait upaya kemandirian pangan bidang perikanan di Kota Bandung. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan analisis SWOT untuk analisis faktor internal dan eksternal yang ada di Kota Bandung. Hasil yang diperoleh pada penelitian ini bahwa Kota Bandung berada pada posisi kuadran 2 yang artinya diversifikasi adalah jalan yang tepat untuk diterapkan pada saat ini. Strategi yang digunakan adalah dengan mendorong peningkatan status sosial dan ekonomi profesi pembudidaya ikan dan juga pelaku usaha di bidang perikanan di Kota Bandung dengan cara memberikan pembebasan pajak, pemberian subsidi, bantuan teknis untuk pembudidaya ikan yang menggunakan sistem ramah lingkungan, memberikan pinjaman modal untuk pembudidaya ikan dan pengolah hasil perikanan. Selain itu, memberikan penghargaan kepada para pembudidaya ikan dan pelaku usaha perikanan serta mengembangkan program-program perlindungan lingkungan dan pengelolaan limbah yang efektif untuk mengurangi pencemaran air dengan cara memperkuat kerjasama kerjasama antara pemerintah daerah, lembaga penegak hukum, lembaga riset, dan organisasi lingkungan dalam melakukan pengawasan dan penegakan peraturan terkait pengelolaan limbah dan perlindungan lingkungan sungai

Similar works

Full text

thumbnail-image

Jurnal Pertanian UMPAR (Universitas Muhammadiyah Parepare)

redirect
Last time updated on 17/09/2024

Having an issue?

Is data on this page outdated, violates copyrights or anything else? Report the problem now and we will take corresponding actions after reviewing your request.

Licence: http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0