133,621 research outputs found

    Analisis Pengaruh Nilai Produksi Perikanan Budidaya Terhadap Produk Domestik Bruto Sektor Perikanan Di Indonesia

    Full text link
    Budidaya dapat menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi di sektor perikanan di Indonesia saat kondisi perikanan laut mengalami overfishing. Hubungan antara nilai yang digunakan produksi perikanan (budidaya laut, budidaya tanggul, tambak, budidaya keramba, jaring apung budidaya dan budidaya padi) dan Domestik Bruto sektor perikanan Produk di Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh secara parsial dan simultan dominan dari nilai produksi perikanan budidaya terhadap Perikanan Produk Domestik sektor perikanan di Indonesia. Penelitian ini dilakukan di Badan Pusat Statistik Jakarta, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya dan Bank Sentral Indonesia Jakarta. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan data sekunder dari tahun 2000-2010 dengan menggunakan analisis regresi linier. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai produksi perikanan budidaya secara bersama-sama mempengaruhi PDB sektor perikanan di Indonesia, nilai produksi perikanan sebagian mempengaruhi Produk Domestik Bruto sektor perikanan di Indonesia. Budidaya Laut memiliki efek paling dominan terhadap Produk Domestik Bruto dari sektor perikanan di Indonesia dan diikuti budidaya kolam dan budidaya tanggul. Adapun kolam budidaya memiliki nilai negatif. kesimpulan dan rekomendasi dari penelitian ini bahwa budidaya laut dapat menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi perikanan di Indonesia, diikuti oleh tambak dan tambak, budidaya padi harus diadakan untuk studi lebih lanjut karena memiliki dampak negatif terhadap Produk Domestik Bruto dari sektor perikanan di Indonesia

    Kesesuaian Lahan Perikanan Tambak Berdasarkan Faktor-Faktor Daya Dukung Fisik di Kabupaten Sidoarjo

    Full text link
    Kabupaten Sidoarjo memiliki potensi sektor ungulan sub sektor perikanan tambak, hasil perikanan tambak yang melimpah berupa udang dan ikan bandeng. Faktor yang mempengaruhi penurunan produksi perikanan tambak adalah alih fungsi lahan, dan penurunan kualitas lingkungan yang diakibatkan luapan lumpur porong. Jurnal ini merupakan bagian dari penelitian yaitu mengidentifikasi tingkat kepentingan faktor-faktor yang mempengaruhi perikanan tambak berdasarkan daya dukung fisik di Kabupaten Sidoarjo dengan menggunakan teknik analisis AHP (Analythical Hierarchy Process) yaitu mengidentifikasi tingkat kepentingan stakeholder serta memberi bobot variabel-variabel yang mempengaruhi perikanan tambak sementara sasaran dua yaitu menganalisis kesesuaian lahan perikanan tambak berdasarkan faktor-faktor daya dukung fisik di Kabupaten Sidoarjo menggunakan teknik analisis overlay GIS dimana untuk mengoverlay peta diperlukan bobot-bobot dari sasaran satu yang menghasilkan sembilan belas variabel. Ouput dari kesesuaian lahan perikanan tambak adalah dua kategori kecamatan yaitu kecamatan yang dipertahankan perikanan tambak, dan kecamatan yang ditingkatkan perikanan tambak,

    KONTRIBUSI SEKTOR PERIKANAN TERHADAP PENDAPATAN DAERAH KABUPATEN BIMA NUSA TENGGARA BARAT

    Get PDF
    Penelitian ini dilaksanakan dengan mengambil data di Badan Pusat Statistik dan Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Bima Nusa Tenggara Barat, pada bulan Oktober 2006. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perkembangan produksi dan nilai produksi subsektor perikanan terhadap Pendapatan Daerah Kabupaten Bima, serta untuk mengetahui apakah subsektor perikanan merupakan sektor utama kegiatan ekonomi sektor pertanian di Kabupaten Bima. Kegunaan dari penelitian ini diharapkan sebagai informasi dan pertimbangan bagi usaha pengembangan sektor perikanan dan pertimbangan dalam pengambilan keputusan dalam pelaksanaan kegiatan pembangunan sektor perikanan. Adapun materi penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Pendapatan Domestik Regional Bruto Kabupaten Bima serta nilai kontribusi subsektor perikanan Terhadap Pendapatan Daerah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yaitu data yang tidak diambil langsung dari lapangan, tetapi merupakan data yang telah diolah sebelumnya oleh instansi. Kontribusi subsektor perikanan terhadap PDRB Kabupaten Bima mengalami peningkatan, begitupun nilai kontribusi yang diberikan subsektor perikanan terhadap sektor pertanian. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu subsektor perikanan bukan merupakan sektor utama didalam kegiatan ekonomi sektor pertanian di Kabupaten Bima, kontribusi subsektor perikanan terhadap PDRB sebanyak 54,47% (2000-2005)

    FAKULTAS KELAUTAN DAN PERIKANAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA

    Get PDF
    ABSTRAKFAKULTAS KELAUTAN DAN PERIKANANUNIVERSITAS SYIAH KUALAOlehJULIANTI JUNAIDINIM : 1104104010009Fakultas Kelautan dan Perikanan Unsyiah adalah bagian perguruan tinggi yang menyelenggarakan pendidikan professional dalam bidang kelautan dan perikanan, yang berada di Universitas Syiah Kuala. terdiri dari beberapa jurusan: Ilmu Kelautan, Budidaya Perairan, dan Pemanfaatan Sumber Daya Perikanan. Fakultas Kelautan dan Perikanan (FKP) Universitas Syiah Kuala berdiri pada tanggal 30 Januari 2014 berdasarkan Surat Keputusan Rektor Universitas Syiah Kuala Nomor 234 tahun 2014, setelah merujuk pada Peraturan Mendikbud Nomor 3 Tahun 2014.Sebagai Fakultas baru, Gedung Fakultas Kelautan dan Perikanan Unsyiah penting untuk dibangun karena selama ini Gedung Fakultas Kelautan dan Perikanan Unsyiah tidak di bangun secara khusus serta belum memenuhi standar kelayakan untuk menampung kegiatan perkuliahan.Konsep yang diterapkan dalam desain Gedung Fakultas Kelautan dan Perikanan Unsyiah adalah Arsitektur Tropis Modern, sebuah konsep desain yang mencoba beradaptasi dengan lingkungan yang tropis tanpa melupakan sisi estetika dengan penerapan gaya-gaya arsitektur modern. Kata kunci: Fakultas Kelautan dan Perikanan Universitas Syiah Kual

    Ketersediaan Sumberdaya dan Produksi Hasil Hutan, Peternakan, dan Perikanan di Kabupaten Kutai Kartanegara

    Full text link
    Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui sumberdaya yang digunakan untuk kegiatan produksi dan tingkat produksi hasil hutan, peternakan, dan perikanan di Kabupaten Kutai Kartanegara. Cakupan penelitian meliputi kegiatan ekonomi di bidang kehutanan, peternakan, dan perikanan. Data yang dikumpulkan diperoleh dari Badan Pusat Statistik Kabupaten Kutai Kartanegara. Metode analisis data secara deskriptif diaplikasikan untuk mengetahui ketersediaan sumberdaya dan produksi hasil hutan, peternakan, dan perikanan. Kabupaten Kutai Kartanegara memiliki kawasan budidaya kehutanan dan kawasan hutan non budidaya kehutanan. Kegiatan produksi kayu olahan menghasilkan plywood, chip woods, dan moulding. Pengembangan USAha peternakan dan perikanan membutuhkan sumberdaya lahan/area budidaya, tenaga kerja, modal, dan skill. Hasil kegiatan peternakan antara lain ternak, daging, dan telur. Produksi perikanan berasal dari perikanan laut, perairan umum, dan perikanan budidaya (tambak, kolam, keramba, dan sawah)

    TUGAS DAN WEWENANG SYAHBANDAR PELABUHAN PERIKANAN MENURUT UNDANG-UNDANG NOMOR 45 TAHUN 2009 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 31 TAHUN 2004 TENTANG PERIKANAN DI KABUPATEN REMBANG

    Get PDF
    Pasal 42 ayat (1) Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2009 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan, menyebutkan bahwa dalam rangka keselamatan operasional kapal perikanan, ditunjuk Syahbandar di pelabuhan perikanan. Dijelaskan lebih lanjut, Syahbandar di pelabuhan perikanan adalah Syahbandar yang ditempatkan secara khusus di pelabuhan perikanan untuk pengurusan administratif dan menjalankan fungsi menjaga keselamatan pelayaran. Terdapat 16 (enam belas) tugas dan wewenang Syahbandar di pelabuhan perikanan, dimana pelaksanaan di tiap pelabuhan perikanan berbeda. Provinsi Jawa Tengah memiliki 9 (sembilan) pelabuhan perikanan, salah satunya berada di daerah Kabupaten Rembang, yaitu Pelabuhan Perikanan Pantai Tasikagung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tugas dan wewenang Syahbandar Pelabuhan Perikanan menurut Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2004 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2009 tentang Perikanan di Kabupaten Rembang, dan untuk mengetahui hambatan yang dihadapi dalam melaksanakan tugas dan wewenangnya, serta upaya mengatasinya. Metode pendekatan masalah yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif. Spesifikasi penelitian yang digunakan adalah penelitian yang bersifat deskriptif analitis. Sumber data dalam penelitian ini menggunakan data sekunder sebagai data utama. Metode pengumpulan data dengan cara studi kepustakaan, penelitian ini juga didukung dengan wawancara yang digunakan untuk menjustifikasi dan mengklarifikasi data sekunder. Metode yang digunakan dalam menganalisis dan mengolah data-data yang terkumpul adalah analisis kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian, Syahbandar di Pelabuhan Perikanan Pantai Tasikagung telah melaksanakan tugas dan wewenangnya secara optimal yang berkaitan dengan pelayanan administrasi dan penerbitan surat persetujuan berlayar bagi kapal perikanan. Terdapat pula beberapa hambatan, yaitu: terkait standar operasional prosedur, sumberdaya untuk melaksanakan tugas dan wewenang, fasilitas yang ada, maupun yang berkenaan dengan nahkoda atau pemilik kapal atau penanggung jawab perusahaan dari kapal perikanan yang datang di Pelabuhan Perikanan Pantai Tasikagung. Hambatan yang ada telah diatasi dengan cara-cara tertentu, seperti: melaksanakan tugas dan wewenangnya berdasarkan ketentuan pada tahun sebelumnya, dan memberikan sosialisasi kepada nahkoda atau pemilik kapal atau penanggung jawab perusahaan dari kapal perikanan yang bersandar dan tiba di Pelabuhan Perikanan Pantai Tasikagung

    Dampak Perda terhadap Aktivitas Usaha: Kajian Sektor Perikanan di Tulungagung dan Belitung Timur

    Full text link
    Pertanyaan Penelitian: Bertolak dari permasalahan di atas, penelitian ini hendak menjawab pertanyaan berikut: 1. Bagaimana gambaran regulasi sektor perikanan terkait pungutan dan perizinan usaha perikanan di Indonesia secara umum, dan khususnya di Belitung Timur dan Tulungagung? 2. Bagaimana peran TPI dalam mendukung aktivitas usaha perikanan tangkap di daerah? Tujuan Penelitian Tujuan dari studi ini adalah: 1. Membuat gambaran regulasi sektor perikanan terkait pungutan dan perizinan usaha perikanan di Indonesia secara umum, dan khususnya di Belitung Timur dan Tulungagung, 2. Memberikan gambaran peran TPI dalam mendukung aktivitas usaha perikanan tangkap di daerah

    Penggunaan Alat dan Perangkat Telekomunikasi dalam Sistem Navigasi dan Komunikasi Aktivitas Perikanan di Pelabuhan Perikanan Bitung

    Get PDF
    Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi dapat dimanifestasikan melalui penggunaan alat dan perangkat telekomunikasi dalam sistem navigasi dan komunikasi aktivitas perikanan. Pemanfaatan ini merupakan upaya peningkatan performansi untuk mendorong peningkatan kesejahteraan pelaku aktivitas perikanan. Penelitian yang menggunakan pendekatan kualitatif eksploratif dan pengumpulan data wawancara mendalam ini bertujuan mengetahui sistem navigasi dan komunikasi aktivitas perikanan di Pelabuhan Perikanan Bitung, khususnya alat dan perangkat telekomunikasi yang digunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa operasionalisasi sistem navigasi dan komunikasi aktivitas perikanan di Pelabuhan Perikanan Bitung masih kurang optimal dimana sistem berjalan secara parsial. Alat atau perangkat yang dimiliki juga tidak memadai sehingga mengakibatkan terjadinya keterbatasan dan perolehan informasi yang saling tumpang tindih. Kondisi ini juga berdampak kurang efisien dan optimalnya penggalian pemanfaatan sumber daya perikanan di lautan Indonesia. Karenanya perlu pengintegrasian sistem navigasi dan komunikasi serta penambahan alat dan perangkat telekomunikasi di Pelabuhan Perikanan Bitung. Pengadaan bantuan alat telekomunikasi seperti HF Tranceiver/HF HT juga perlu dilakukan
    corecore