Berdasarkan studi pendahuluan keakuratan kode neoplasma di RSI Sultan Agung Semarang belum mencapai 100%. Perekam Medis dan Informasi Kesehatan adalah seseorang yang memiliki kompetensi keterampilan klasifikasi klinis, kodefikasi penyakit dan masalah kesehatan lainnya, serta prosedur klinis. Semua perekam medis di instalasi rekam medis wajib memiliki pengetahuan dalam penentuan kode klinis . tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis tingkat pengetahuan Perekam Medis dan Informasi Kesehatan terkait kode neoplasma di RSI Sultan Agung Semarang. Jenis penelitian adalah deskriptif kuantitatif. Metode penelitian ini survei cross sectional.Sampel sebanyak 27 perekam medis dan informasi kesehatan yang memiliki pendidikan Diploma III di instalasi rekam medis RSI Sultan Agung Semarang. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner. Kuesioner penelitian terdiri dari 30 pernyataan terkait kode neoplasma. Hasil penelitian pertama yaitu karakteristik responden terdiri dari usia dewasa awal, berpendidikan diploma III RMIK, masa kerja 6-10 tahun dan tidak pernah mengikuti pelatihan koding klinis. Bagian kedua yaitu tingkat pengetahuan responden yaitu baik 1 responden (3,7%), cukup 24 responden (88.9%) dan kurang 2 responden (7.4%). Kemudian bagian ketiga tingkat pengetahuan berdasarkan karakteristik responden yaitu usia dewasa awal memiliki tingkat pengetahuan cukup, masa kerja 6-10 tahun dan tingkat pengetahuan cukup, dan tidak pernah mengikuti pelatihan koding namun memiliki tingkat pengetahuan yang cukup
Is data on this page outdated, violates copyrights or anything else? Report the problem now and we will take corresponding actions after reviewing your request.