Walisongo State Islamic University

Walisongo Institutional Repository
Not a member yet
    26963 research outputs found

    Pengaruh capital intensity, dan corporate social resposibility (CSR) terhadap agresivitas pajak dengan koneksi politik sebagai variabel moderasi : studi kasus pada perusahaan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2021-2023

    Get PDF
    Rasio penerimaan pajak di Indonesia masih terbilang rendah jika dibandingkan dengan negara lain. Rendahnya rasio pajak ini mencerminkan terdapatnya tingkat agresivitas pajak yang meningkat di Indonesia. Hal ini dapat dilihat dari rasio penerimaan pajak pada tahun 2024 yang mengalami menurunan dari tahun sebelumnya. Fenomena agresivitas pajak ini juga terjadi pada perusahaan seperti PT Adaro Energy yang melakukan penghindaran pajak sehingga merugikan negara. Begitu juga dengan yang dilakukan oleh PT Borneo Olah Sarana Sukses melakukan salah satu rangkaian agresif terhadap pajak yaitu penggelapan pajak. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh Capital Intensity dan Corporate Social Responsibility terhadap Agresivitas Pajak, dan apakah koneksi politik mampu memoderasi hubungan capital intensity serta corporate social responsibility terhadap agresivitas pajak. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan teknik pengambilan sampel non-probability sampling menggunakan metode purposive sampling. Dari populasi 69 perusahaan pertambangan, diperoleh 14 perusahaan sebagai sampel penelitian. Analisis yang digunakan adalah regresi data panel dan Moderated Regression Analysis dengan menggunakan software Eviews 12. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Capital Intensity memiliki pengaruh negatif terhadap agresivitas pajak, begitu juga dengan CSR memberikan pengaruh negatif terhadap agresivitas pajak. Selain itu, koneksi politik ditemukan memperlemah hubungan antara Capital Intensity terhadap agresivitas pajak, sedangkan koneksi politik memperkuat hubungan antara CSR dan agresivitas pajak secara signifikan. Temuan ini menggambarkan bahwa faktor modal perusahaan, tanggung jawab sosial, dan hubungan politik dengan pemerintah memainkan peran penting dalam strategi perpajakan perusahaan.   ABSTRACT: The tax revenue ratio in Indonesia is still relatively low compared to other countries. This low tax ratio reflects the increasing level of tax aggressiveness in Indonesia. This can be seen from the tax revenue ratio in 2024 which has decreased from the previous year. This phenomenon of tax aggressiveness also occurs in companies such as PT Adaro Energy which carry out tax evasion to the detriment of the state. Likewise, PT Borneio Olaih Sairainai Sukseis carried out one of a series of aggressive attacks on taxes, namely tax evasion. The aim of this research is to determine the influence of Capital Intensity and Corporate Social Responsibility on Tax Aggressiveness, and whether political connections are able to moderate the relationship between Capital Intensity and Corporate Social Responsibility on Tax Aggressiveness. This research is quantitative research with a non-probability sampling technique using a purposive sampling method. From a population of 69 mining companies, 14 companies were obtained as research samples. The analysis used is panel data regression and Moderated Regression Analysis using Eviews 12 software. The reseairch results show thait Caipitail Intensity hais ai negaitive influence on taix aiggressiveness, ais well ais CSR hais ai negaitive influence on taix aiggressiveness. In aiddition, politicail connections were found to weaiken the relaitionship between Caipitail Intensity aind taix aiggressiveness, while politicail connections significaintly strengthened the relaitionship between CSR aind taix aiggressiveness. These findings illustraite thait corporaite caipitail, sociail responsibility, aind politicail relaitions with the government plaiy ain importaint role in corporaite taix straitegies

    Facilitating students’ speaking proficiency in Ma’had Walisongo performance

    Get PDF
    This study aims to explain the impact of the Ma’had Walisongo Performance program on students’ English-speaking proficiency at Ma’had Al-Jami’ah UIN Walisongo. The program includes various performance-based English activities such as speeches, storytelling, and drama, designed to enhance students’ fluency, confidence, and communicative competence. The research employed a qualitative descriptive method, with data collected through observations, interviews, and documentation. The participants consisted of seven individuals, including three second-semester students, three Ma’had administrators (musyrifah), and one chief of Ma’had (Ma’had leader), selected through purposive sampling in the academic year 2024/2025. An observation checklist adapted from Leong & Ahmadi (2017) was used to assess students’ speaking proficiency based on linguistic, psychological, and environmental aspects. The findings revealed that participation in the Ma’had Walisongo Performance program significantly improved students’ speaking proficiency, particularly in vocabulary enrichment, fluency, and self-confidence. Students reported that the activities helped them overcome anxiety, express themselves creatively, and develop better public speaking skills. The Ma’had administrators and the chief acknowledged the program’s effectiveness in fostering students’ language development while also highlighting logistical and motivational challenges. These results indicate that the Ma’had Walisongo Performance program serves as an effective and engaging platform for improving students’ speaking skills in an EFL environment. Keywords: EFL, English Language Learning, Ma’had Performance, Speaking Proficienc

    Pengaruh brand image, kualitas produk, dan consumer engagement terhadap keputusan pembelian produk Marina hand and body lotion : studi kasus pada perempuan Gen Z di Kabupaten Kendal

    Get PDF
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya persaingan dalam industri skincare di Indonesia, khususnya pada produk hand and body lotion, yang memunculkan tantangan bagi pelaku usaha dalam mempertahankan loyalitas konsumen. Keputusan konsumen dalam melakukan pembelian dipengaruhi oleh sejumlah aspek, seperti citra merek, mutu produk, serta keterlibatan konsumen dalam interaksi dengan merek tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sejauh mana citra merek, kualitas produk, dan keterlibatan konsumen memengaruhi keputusan pembelian Marina Hand and Body Lotion di kalangan perempuan Generasi Z yang berdomisili di Kabupaten Kendal. Pendekatan yang digunakan bersifat kuantitatif dengan metode survei sebagai instrumen utama. Pengumpulan data dilakukan melalui distribusi kuesioner kepada 100 responden yang termasuk dalam segmentasi konsumen Marina dari kelompok Gen Z. Analisis dalam penelitian ini menggunakan metode regresi linier berganda. Temuan yang diperoleh menunjukkan bahwa brand image serta keterlibatan konsumen memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian. Sementara itu, kualitas produk tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan dalam memengaruhi keputusan pembelian konsumen. Temuan ini memberikan implikasi bagi pelaku industri skincare untuk lebih menekankan pada penguatan Brand image dan peningkatan interaksi konsumen sebagai strategi dalam mendorong keputusan pembelian, khususnya pada segmen Gen Z. Kata Kunci: Brand image, Kualitas Produk, Consumer engagement, Keputusan Pembelian, Marina, Gen Z. ABSTRACT This research is motivated by the intense competition in Indonesia's skincare industry, particularly in hand and body lotion products, which presents challenges for businesses in maintaining consumer loyalty. Consumer purchase decisions are influenced by several factors, including Brand image, Product Quality, and Consumer engagement. The aim of this study is to analyze the effect of Brand image, Product Quality, and Consumer engagement on purchase decisions of Marina Hand and Body Lotion among Generation Z women in Kendal Regency. This study adopts a quantitative approach utilizing a survey method. Data were gathered through the distribution of questionnaires to 100 respondents who belong to Generation Z and are users of Marina products. The analytical technique used is multiple linear regression. The method of analysis applied in this study is multiple linear regression. The findings reveal that brand image and consumer engagement significantly and positively impact purchasing decisions, whereas product quality does not exhibit a notable influence. These findings imply that skincare companies should focus more on strengthening Brand image and enhancing consumer interaction as strategies to encourage purchase decisions, especially among the Gen Z segment

    Strategi nelayan tradisional dalam menghadapi perubahan iklim : studi di Kelurahan Mangkang Wetan, Kecamatan Tugu, Kota Semarang

    Get PDF
    Penelitian ini mengkaji strategi adaptasi nelayan tradisional di Kelurahan Mangkang Wetan, Kecamatan Tugu, Kota Semarang dalam menghadapi dampak perubahan iklim meliputi: (1) Permasalahan ekonomi, (2) Permasalahan sosial, (3) Kesulitan lainnya yang dialami nelayan, (4) Tantangan bagi nelayan tradisional. Berdasarkan latar belakang tersebut, saya ingin meneliti mengenai bagaimana perubahan iklim yang menjadi persoalan penting bagi nelayan tradisional di Mangkang Wetan, serta bagaimana mempengaruhi kehidupan sosial dan ekonomi nelayan. Penelitian ini adalah penelitian lapangan yang menggunakan metode penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif. Sumber data yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder. Data primer dalam penelitian ini bersumber langsung dari informan penelitian, yaitu Nelayan tradisional di Mangkang Wetan. Sedangkan data sekunder dalam penelitian ini bersumber dari buku, artikel jurnal, serta dokumen. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi non-partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Penentuan informan dilakukan menggunakan teknik Purposive. Teori yang dipakai adalah teori moral ekonomi James C. Scott, penelitian ini bertujuan memahami secara mendalam fenomena sosial dan strategi adaptasi yang diterapkan masyarakat nelayan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi adaptasi yang dijalankan nelayan meliputi tiga aspek utama: (1) membangun dan memperkuat jaringan sosial dalam komunitas nelayan yang berfungsi sebagai wadah solidaritas, berbagi informasi cuaca, dan bantuan saat krisis; (2) memanfaatkan teknologi, seperti informasi cuaca dari BMKG dan penggunaan grup WhatsApp nelayan, untuk meminimalkan risiko saat melaut; dan (3) melakukan diversifikasi pekerjaan, seperti menjadi buruh bangunan, ikut proyek, menyewakan perahu, dan membudidayakan kerang hijau. (4) Pengambilan keputusan bersama untuk saling membantu, berbagi informasi, dan mencari solusi atas berbagai persoalan seperti cuaca ekstrem, penurunan hasil tangkapan, atau kendala teknis saat melaut. Temuan ini menunjukkan bahwa ketahanan sosial-ekologis masyarakat pesisir dipengaruhi oleh fleksibilitas, solidaritas, dan inovasi lokal dalam menghadapi krisis iklim. ABSTRACT: This research examines the adaptation strategies of traditional fishermen in Mangkang Wetan Village, Tugu Subdistrict, Semarang City in facing the impacts of climate change, including: (1) economic problems, (2) social problems, (3) other difficulties experienced by fishermen, (4) challenges for traditional fishermen. Based on this background, I would like to examine how climate change is an important issue for traditional fishermen in Mangkang Wetan, and how it affects the social and economic lives of fishermen. This research is a field research that uses qualitative research methods using a descriptive approach. The data sources used in this research are primary and secondary data. Primary data in this research comes directly from research informants, namely traditional fishermen in Mangkang Wetan. Meanwhile, secondary data in this research comes from books, journal articles, and documents. Data collection techniques in this study used non-participatory observation, in-depth interviews, and documentation. Purposive technique was used to determine the informants. The theory used is James C. Scott's moral economy theory. Scott, this research aims to deeply understand social phenomena and adaptation strategies applied by fishing communities. The results show that the adaptation strategies implemented by fishermen include three main aspects: (1) building and strengthening social networks within the fishing community that serve as a forum for solidarity, sharing weather information, and assistance in times of crisis; (2) utilizing technology, such as weather information from BMKG and the use of fishermen's WhatsApp groups, to minimize risks when going to sea; and (3) diversifying work, such as becoming construction workers, joining projects, renting boats, and cultivating green mussels. (4) Joint decision-making to help each other, share information, and find solutions to problems such as extreme weather, declining catches, or technical problems at sea. The findings suggest that the social-ecological resilience of coastal communities is influenced by local flexibility, solidarity and innovation in the face of the climate crisis

    The use of Youtube to enchace English speaking skills for universitiy students

    Get PDF
    YouTube improves English speaking skills through authentic, engaging, and flexible content. The platform supports fluency, confidence, and collaboration, and encourages independent and contextual learning beyond traditional classroom methods. This study aims to evaluate the effectiveness of YouTube in improving English speaking skills, identify the most effective types of content, and explore students' perceptions of its use as a learning medium. Using a descriptive qualitative approach, data was collected through semi- structured interviews with ten sixth-semester students to explore their experiences using YouTube. The results indicate that YouTube is effective in improving speaking skills, particularly in terms of pronunciation, vocabulary, fluency, and confidence, through its audio- visual features and shadowing techniques. Students have a positive perception of YouTube due to its flexibility, enjoyable learning environment, and encouragement for self-directed learning driven by both intrinsic and extrinsic motivation. However, they also faced challenges such as limited internet access, distractions from other content, and a lack of direct feedback. Therefore, YouTube needs to be combined with direct interaction to optimize learning outcomes. Overall, YouTube remains an effective and flexible medium for supporting the independent improvement of English speaking skills. Keywords: YouTube, Speaking Skills, EFL Student’s Preseptio

    Modal sosial dalam pengembangan Bendungan Semantok : studi di Desa Sambikerep, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Nganjuk

    Get PDF
    Sambikerep merupakan sebuah desa di Kecamatan Rejoso, Kabupaten Nganjuk, Provinsi Jawa Timur, yang memiliki karakteristik wilayah pedesaan. Kecamatan Rejoso merupakan kecamatan terluas di Nganjuk sekaligus memiliki desa terbanyak yaitu 24 desa. Desa Sambikerep didominasi oleh profesi petani, sehingga untuk menjaga ketahanan pangan, energi, dan air, masalah sosial yang dihadapi masyarakat ketika kekeringan lahan dan gagal panen dilakukan pengembangan bendungan yang ditambahkan jaringan irigasi berguna sebagai saluran air untuk mencegah kekeringan pada musim kemarau di lahan pertanian. Modal sosial memiliki peranan penting dalam proses pengembangan Bendungan Semantok, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Nganjuk. Skripsi ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana bentuk-bentuk modal sosial diciptakan masyarakat dalam pengembangan Bendungan Semantok di Desa Sambikerep, serta bagaimana dampak yang timbul dalam pengembangan Bendungan Semantok, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Nganjuk. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian lapangan dengan metode penelitian kualitatif dan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dalam penelitian ini adalah teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Wawancara dilakukan dengan sejumlah informan baik yang terdampak langsung dan tidak langsung relokasi Bendungan Semantok. Sumber data dalam penelitian ini menggunakan data primer, yaitu informan dipilih berdasarkan pengalaman langsung dalam fenomena yang ada sehingga dapat memberikan data yang valid. Dan data sekunder sebagai data tambahan yang tidak didapatkan langsung dari lapangan, seperti jurnal, buku, skripsi, dokumen, gambar, dan data statistik. Data dalam penelitian ini dianalisis menggunakan teori modal sosial dari Robert David Putnam. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pengembangan Bendungan Semantok di Desa Sambikerep dalam proses pengembangannya mengalami dinamika sosial di masyarakat. Peneliti melihat dinamika sosial berawal dari ketegangan atau pertentangan masyarakat setempat menjadi menyetujui dibangunnya Bendungan Semantok, dinamika sosial tersebut dapat diselesaikan dengan kepercayaan, jaringan, dan norma sosial yang dibangun masyarakat Sambikerep. Melalui kelompok tani, tokoh agama, Kementerian PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat), dan Instansi Perhutani sebagai penyalur interaksi masyarakat dengan pemerintah dalam pengembangan Bendungan Semantok, sehingga masyarakat Sambikerep memiliki bentuk modal sosial menjembatani (Bridging Social Capital) karena hubungan sosial yang menghubungkan antar kelompok di Desa Sambikerep dengan latar belakang berbeda menjadikan dinamika masyarakat dapat menerima dibangunnya Bendungan Semantok. Selain itu, hasil riset peneliti melihat dampak pengembangan Bendungan Semantok di Desa Sambikerep, yaitu ketahanan pangan hasil pertanian dengan meningkatnya Indeks Pertanian (IP) dari 181% menjadi 291% dan hasil panen dari satu tahun sekali menjadi 3 kali setahun, stabilisasi tenaga kerja warga lokal, desa wisata Bendungan Semantok, pengembangan ruang publik, dan lain sebagainya yang menjadi dampak sosial, ekonomi, dan ruang publik dari Bendungan Semantok. ABSTRACT: Sambikerep is a village in Rejoso District, Nganjuk Regency, East Java Province, which has the characteristics of a rural area. Rejoso District is the largest district in Nganjuk and also has the most villages, namely 24 villages. Sambikerep Village is dominated by farmers, so to maintain food, energy, and water security, social problems faced by the community when land drought and crop failure are carried out, dam development is carried out with the addition of irrigation networks useful as water channels to prevent drought during the dry season on agricultural land. Social capital plays an important role in the development process of the Semantok Dam, Rejoso District, Nganjuk Regency. This thesis aims to find out how forms of social capital are created by the community in the development of the Semantok Dam in Sambikerep Village, as well as what impacts arise in the development of the Semantok Dam, Rejoso District, Nganjuk Regency. This study uses field research with qualitative research methods and a descriptive approach. Data collection in this study is observation, interview, and documentation techniques. Interviews were conducted with a number of informants who were directly and indirectly affected by the relocation of the Semantok Dam. The data source in this study uses primary data, namely informants selected based on direct experience in existing phenomena so that they can provide valid data. And secondary data as additional data that is not obtained directly from the field, such as journals, books, theses, documents, images, and statistical data. The data in this study were analyzed using Robert David Putnam's social capital theory. The results of this study indicate that the development of the Semantok Dam in Sambikerep Village in the development process experienced social dynamics in the community. Researchers see that social dynamics began with tension or conflict between local communities to agreeing to the construction of the Semantok Dam, these social dynamics can be resolved with trust, networks, and social norms built by the Sambikerep community. Through farmer groups, religious leaders, the Ministry of PUPR (Public Works and Public Housing), and the Perhutani Agency as a channel for community interaction with the government in the development of the Semantok Dam, so that the Sambikerep community has a form of bridging social capital (Bridging Social Capital) because social relations connecting groups in Sambikerep Village with different backgrounds make the dynamics of the community able to accept the construction of the Semantok Dam. In addition, the results of the researcher's research see the impact of the development of the Semantok Dam in Sambikerep Village, namely agricultural food security with an increase in the Agricultural Index (IP) from 181% to 291% and harvests from once a year to 3 times a year, stabilization of local workers, Semantok Dam tourism village, development of public spaces, and so on which are the social, economic, and public space impacts of the Semantok Dam

    Fenomena penggunaan rokok elektrik di kalangan remaja : kajian dalam film Big Vape: the Rise and Fall of Juul

    Get PDF
    Perilaku merokok elektrik di kalangan remaja disebabkan oleh beberapa faktor di antaranya: pengaruh teman sebaya, lingkungan keluarga, iklan hingga media sosial. Selain itu, hal tersebut terjadi dikarenakan semakin populernya produk rokok elektrik dengan desain menarik dan dinilai lebih aman dari rokok tradisional. Namun kepopuleran tersebut justru mendorong fenomena kecanduan yang parah. Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini membahas mengenai gambaran penggunaan rokok elektrik di kalangan remaja dan dampak penggunaan rokok elektrik terhadap remaja dalam film dokumenter “Big Vape”. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Jenis penelitian ini ialah analisis konten dengan menggunakan film dokumenter sebagai objek penelitiannya. Data diperoleh dari sumber primer dan sekunder. Sumber primer berdasarkan pada data dari film meliputi narasi dan dialog penting dari tokoh remaja yang menngunakan rokok elektrik serta beberapa tokoh tambahan. Teknik pengumpulan data melalui studi pustaka, observasi film, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan mereduksi data, menyajikan data, kemudian menarik kesimpulan. Analisis data pada penelitian ini menggunakan Teori Sirkuit Budaya Stuart Hall. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk penggunaan rokok elektrik meliputi: popularitas produk di kalangan remaja yang dikaitkan dengan desain produk dan varian rasa, representasi visual dan representasi remaja perokok elektrik serta pembentukan identitas sosial. Sementara itu, dampak penggunaan rokok elektrik terhadap remaja dalam film terdiri dari: dampak pemasaran dengan peningkatan rokok elektrik dan penurunan rokok tradisional, dampak kesehatan seperti kecanduan rokok elektrik dan penyakit paru-paru; serta dampak sosial yakni normalisasi perilaku merokok dan penggunaan nikotin hingga aksi demonstrasi dan penetapan regulasi terkait rokok elektrik. ABSTRACT: The behavior of e-cigarettes among adolescents is caused by several factors including: peer influence, family environment, advertising and social media. In addition, this occurs due to the increasing popularity of e-cigarette products with attractive designs and are considered safer than traditional cigarettes. However, this popularity actually encourages the phenomenon of severe addiction. Based on this background, this study discusses the description of e-cigarette use among adolescents and the impact of e-cigarette use on adolescents in the documentary film "Big Vape". This study uses a qualitative research method with a descriptive approach. This type of research is content analysis using documentary films as the object of research. Data were obtained from primary and secondary sources. Primary sources are based on data from films including important narratives and dialogues from teenage characters who use e-cigarettes and several additional characters. Data collection techniques through literature studies, film observations, and documentation. Data analysis is carried out by reducing data, presenting data, then drawing conclusions. Data analysis in this study uses Stuart Hall's Cultural Circuit Theory. The results of the study show that the forms of e-cigarette use include: product popularity among adolescents which is associated with product design and flavor variants, visual representation and representation of adolescent e-cigarette smokers and the formation of social identity. Meanwhile, the impact of e-cigarette use on teenagers in the film consists of: marketing impacts with an increase in e-cigarettes and a decrease in traditional cigarettes, health impacts such as e-cigarette addiction and lung disease; and social impacts, namely the normalization of smoking behavior and nicotine use to demonstrations and the establishment of regulations related to e-cigarettes

    Efektivitas program Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah : studi di Perumahan Rajeg Gardenia, Kabupaten Tangerang

    Get PDF
    Laju pertumbuhan penduduk di Kabupaten Tangerang semakin meningkat setiap tahunnya sehingga kebutuhan masyarakat terhadap pemenuhan tempat tinggal yang layak turut meningkat. Program KPR subsidi merupakan salah satu upaya pemerintah dalam mengatasi kebutuhan masyarakat terhadap tempat tinggal yang layak, khususnya bagi masyarakat dengan keterbatasan ekonomi. Penelitian yang dilakukan di Perumahan Rajeg Gardenia, Kabupaten Tangerang ini bertujuan untuk mengukur tingkat efektivitas program Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Metode yang digunakan adalah kuantitatif non-eksperimen atau survei berupa kuesioner google formulir dengan satu variabel, yaitu efektivitas. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 1.451 pemilik rumah subsidi di Perumahan Rajeg Gardenia, dengan sampel 98 orang responden yang ditentukan menggunakan rumus Slovin dengan taraf kesalahan sebesar 10%. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah proportional stratified random sampling berdasarkan pembagian tujuh blok di perumahan tersebut. Data diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada responden yang merupakan penerima manfaat program KPR subsidi. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji t satu sampel (one sample t-test). Teori yang digunakan untuk penelitian ini adalah Teori pilihan rasional James S. Coleman, dengan lima indikator, yakni indikator rasionalitas pengambilan keputusan; indikator maksimalisasi keuntungan; indikator efisiensi penggunaan sumber daya; indikator pencapaian tujuan; dan indikator kemampuan beradaptasi. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas program KPR subsidi dengan studi di Perumahan Rajeg Gardenia, Kabupaten Tangerang sudah efektif. Hasil perhitungannya menyatakan bahwa t hitung lebih besar dari t tabel = (10,113 > 1,66071) maka Ha diterima dan H0 ditolak dan dalam perhitungannya mencapai angka 74%, yang mana termasuk dalam skala kategori efektif. Teori pilihan rasional menjelaskan bagaimana aktor memanfaatkan sumber daya secara efisien dalam pengambilan keputusan yang dinilai paling menguntungkan dan adaptif dalam mencapai tujuan kepemilikan tempat tinggal yang layak melalui program KPR subsidi. ABSTRACT: The population growth rate in Tangerang Regency continues to increase annually, thereby escalating the community's demand for adequate housing. The subsidized mortgage program (KPR subsidi) is one of the government’s efforts to address the housing needs, particularly for economically disadvantaged groups. This study aims to measure the effectiveness of the subsidized mortgage program for low-income communities in Rajeg Gardenia Housing, Tangerang Regency. The research employed a quantitative non-experimental method using a survey distributed via Google Forms, focusing on a single variable: effectiveness. The population consisted of 1,451 subsidized house owners in Rajeg Gardenia, with a sample of 98 respondents determined using Slovin’s formula at a 10% margin of error. Sampling was conducted using proportional stratified random sampling based on the division of seven blocks within the housing complex. Data were collected through questionnaires administered to beneficiaries of the subsidized mortgage program. Data analysis was performed using a one-sample t-test. This study is grounded in James S. Coleman’s Rational Choice Theory, which includes five indicators: decision-making rationality, profit maximization, efficient resource utilization, goal attainment, and adaptability. The results indicate that the subsidized mortgage program in Rajeg Gardenia is effective. The calculated t-value (10.113) exceeds the critical t-value (1.66071), leading to the acceptance of the alternative hypothesis (Ha) and rejection of the null hypothesis (H0). The effectiveness score reached 74%, categorizing the program as effective. According to Rational Choice Theory, actors utilize resources efficiently in decision-making processes that are considered most beneficial and adaptive to achieve the goal of owning adequate housing through the subsidized mortgage program

    Peran Komunitas Sekolah Bingkai Jalanan dalam memberikan pendidikan alternatif bagi anak marginal di Jakarta

    Get PDF
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tantangan akses pendidikan formal bagi anak-anak marginal di kawasan Senen, Jakarta Pusat. Komunitas Sekolah Bingkai Jalanan hadir sebagai alternatif pendidikan yang memberikan ruang belajar yang kontekstual dan responsif terhadap kebutuhan anak-anak tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran komunitas Sekolah Bingkai Jalanan dalam merancang dan melaksanakan program pendidikan alternatif serta menganalisis dampak pendidikan tersebut dalam memberdayakan anak-anak marginal agar mampu keluar dari keterpurukan sosial. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh langsung dari informan yang terdiri dari pendiri, pengajar, relawan, dan anak-anak komunitas Sekolah Bingkai Jalanan. Data sekunder bersumber dari buku, artikel jurnal, dokumen, dan arsip komunitas. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Penentuan informan dilakukan dengan teknik purposive sampling untuk mendapatkan informan yang relevan dengan tujuan penelitian. Analisis data dilakukan secara deskriptif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Dalam analisis, digunakan perspektif pendidikan pembebasan Paulo Freire untuk memahami bagaimana pendidikan alternatif di komunitas ini berperan sebagai alat pemberdayaan dan pembebasan sosial bagi anak-anak marginal. Hasil temuan menunjukan. (1) Desain program pendidikan alternatif di Sekolah Bingkai Jalanan disusun secara partisipatif dan kontekstual, mencakup berbagai macam kelas yang dirancang untuk mengembangkan keterampilan dasar serta potensi diri anak. (2) Implementasi program bersifat fleksibel dan inklusif dengan pendekatan dialogis, menyenangkan, dan disesuaikan dengan minat serta kapasitas anak. (3) Komunitas berperan sebagai fasilitator, pendamping, dan agen perubahan sosial yang merancang kurikulum berbasis pengalaman hidup anak-anak, membangun ruang aman, serta mendorong tumbuhnya kesadaran kritis. (4) Dampak sosial yang terlihat meliputi peningkatan rasa percaya diri, kemampuan komunikasi, serta keberanian anak dalam mengekspresikan pendapat. (5) Selain itu, muncul solidaritas sosial di antara anak-anak serta kesadaran kolektif terhadap pentingnya pendidikan sebagai jalan menuju kehidupan yang lebih bermakna. Dengan demikian, Sekolah Bingkai Jalanan tidak hanya menyediakan ruang belajar tetapi juga menjadi ruang pemberdayaan yang mendorong anak-anak marginal untuk tumbuh secara mandiri, kritis, dan berdaya dalam menghadapi tantangan sosial di sekitarnya. ABSTRACT: This research is motivated by the challenges of access to formal education for marginalized children in the Senen area, Central Jakarta. The Sekolah Bingkai Jalanan community is present as an alternative education that provides a contextual and responsive learning space to the needs of these children. This study aims to describe the role of the Sekolah Bingkai Jalanan community in designing and implementing alternative education programs and analyzing the impact of this education in empowering marginalized children to be able to escape social adversity. This type of research is field research with a descriptive qualitative approach. The data sources in this study consist of primary data and secondary data. Primary data were obtained directly from informants consisting of founders, teachers, volunteers, and children of the Sekolah Bingkai Jalanan community. Secondary data comes from books, journal articles, documents, and community archives. Data collection techniques use observation, in-depth interviews, and documentation. Determination of informants is carried out using purposive sampling techniques to obtain informants who are relevant to the research objectives. Data analysis is carried out descriptively through the stages of data reduction, data presentation, and drawing conclusions. In the analysis, Paulo Freire's perspective of liberation education is used to understand how alternative education in this community plays a role as a tool for empowerment and social liberation for marginalized children. The findings show. (1) The design of the alternative education program at the Street Frame School is designed in a participatory and contextual manner, covering a variety of classes designed to develop basic skills and children's potential. (2) The implementation of the program is flexible and inclusive with a dialogic, fun approach, and is tailored to the interests and capacities of the children. (3) The community acts as a facilitator, companion, and agent of social change that designs a curriculum based on children's life experiences, builds a safe space, and encourages the growth of critical awareness. (4) The visible social impacts include increased self-confidence, communication skills, and children's courage in expressing opinions. (5) In addition, social solidarity emerges among children as well as a collective awareness of the importance of education as a path to a more meaningful life. Thus, the Street Frame School not only provides a learning space but also becomes a space of empowerment that encourages marginalized children to grow independently, critically, and empowered in facing the social challenges around them

    Peningkatan kemandirian masyarakat dalam mengelola UMKM melalui program PENA : studi di Desa Lebak, Kecamatan Grobogan, Kabupaten Grobogan

    Get PDF
    Kemandirian masyarakat merupakan kunci utama dalam memutus rantai kemiskinan, terutama di wilayah dengan keterbatasan infrastruktur dan ekonomi seperti Desa Lebak, Kecamatan Grobogan. Desa ini mengalami tantangan serius dalam aspek ekonomi, dengan jumlah warga miskin mencapai dari 6.419 jiwa. Kondisi ini mendorong pemerintah melalui Kementerian Sosial mencanangkan Program Pahlawan Ekonomi Nusantara (PENA) sebagai solusi peningkatan kemandirian berbasis UMKM. Program ini memberikan bantuan modal usaha kepada keluarga penerima manfaat (KPM) dengan tujuan membantu meningkatkan pendapatan penerima manfat dan mendorong mereka keluar dari ketergantungan terhadap bantuan sosial. Penelitian ini bertujuam untuk mengkaji bagaimana pelaksanaan program PENA di Desa Lebak, Kecamatan Grobogan, Kabupaten Grobogan. Dan bagaimana dampak wujud peningkatan program PENA dalam mewujudkan kemandirian masyarakat dalam mengelola UMKM di Desa Lebak Kecamatan Grobogan Kabupaten Grobogan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-naratif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara mendalam dengan penerima bantuan PENA dan pendamping program, serta dokumentasi pendukung. Penelitian ini menerapkan teori pengembangan masyarakat dari Jim Ife sebagai pisau analisis utama, yang menekankan prinsip-prinsip seperti partisipasi, keberlanjutan, hak asasi manusia, dan kemandirian. Teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang mencakup reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Informan dipilih secara purposive, dengan kriteria utama sebagai penerima bantuan PENA Reguler 2023. Fokus penelitian tertuju pada empat KPM dengan jenis usaha berbeda, seperti peternakan ayam, bebek, jualan makanan-minuman, dan kerajinan mebel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program PENA memberikan dampak positif terhadap peningkatan pendapatan ekonomi dan mentalitas kemandirian masyarakat Desa Lebak. Keempat KPM menunjukkan perubahan sikap yang positif dalam mengelola usaha, mulai dari perencanaan, pengelolaan keuangan, hingga inovasi produk. Kemandirian ekonomi mulai terbentuk seiring keberhasilan dalam memutar modal dan menghasilkan keuntungan. Selain itu, adanya pendamping sosial turut mendorong motivasi serta pengetahuan KPM dalam menjalankan usahanya. Tantangan utama yang dihadapi adalah rendahnya tingkat pendidikan dan terbatasnya akses pasar. Namun secara umum, program ini efektif sebagai upaya transformatif dalam menumbuhkan kemandirian masyarakat melalui pendekatan berbasis potensi lokal. Penelitian ini merekomendasikan agar pendampingan dan pelatihan terus dilakukan untuk memperkuat keberlanjutan usaha dan memperluas dampaknya ke masyarakat luas. ABSTRACT: Community independence is the key to breaking the cycle of poverty, especially in areas with limited infrastructure and economy like Lebak Village, Grobogan District.This village faces serious challenges in the economic aspect, with the number of poor residents reaching than 6.419 people.This condition prompted the government, through the Ministry of Social Affairs, to launch the Nusantara Economic Heroes Program (PENA) as a solution to enhance independence based on MSMEs.This program provides business capital assistance to beneficiary families (KPM) with the aim of helping to increase the income of the beneficiaries and encouraging them to move away from dependence on social assistance. This research aims to examine the implementation of the PENA program in Lebak Village, Grobogan District, Grobogan Regency. And how the impact of the PENA program's implementation has manifested in achieving community independence in managing MSMEs in Lebak Village, Grobogan District, Grobogan Regency. This research uses a qualitative method with a descriptive-narrative approach.Data collection techniques were carried out through field observations, in-depth interviews with PENA aid recipients and program facilitators, as well as supporting documentation.This research applies Jim Ife's community development theory as the main analytical tool, emphasizing principles such as participation, sustainability, human rights, and independence.The data analysis technique uses the Miles and Huberman model, which includes data reduction, data presentation, and conclusion drawing.Informants were selected purposively, with the main criterion being recipients of the PENA Regular 2023 assistance.The focus of the research is on four KPM with different types of businesses, such as chicken farming, duck farming, food and beverage sales, and furniture crafts. The research results show that the PENA program has a positive impact on increasing economic income and the mentality of independence among the people of Lebak Village.The four KPM showed a positive change in attitude towards managing their businesses, from planning and financial management to product innovation.Economic independence is beginning to take shape along with the success in managing capital and generating profits.In addition, the presence of social companions also encourages the motivation and knowledge of KPM in running their business.The main challenges faced are the low level of education and limited market access.However, in general, this program is effective as a transformative effort in fostering community independence through a locally-based potential approach.This research recommends that mentoring and training continue to strengthen the sustainability of the business and expand its impact on the wider community

    26,952

    full texts

    26,964

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Walisongo Institutional Repository is based in Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇