Walisongo State Islamic University

Walisongo Institutional Repository
Not a member yet
    27716 research outputs found

    Analyzing the students' development management to enforce the discipline at private Islamic junior high school Pati regency, Indonesia

    Get PDF
    This study analyzes student development management in enforcing discipline at MTs Swasta Dukuhseti, Pati Regency. Using a qualitative single-case study design, data were collected through interviews, observations, and document analysis involving 15 informants. The findings show that student management is implemented through participatory planning, tiered implementation involving teachers and dormitory supervisors, and monthly evaluations. Discipline enforcement is based on three pillars: integration of Sharia-based religious values, a transparent reward-and-punishment Point System, and active support from the school committee and foundation. Student classroom compliance reached 93%, while overall violations decreased from 10% to 7%. Challenges include limited human resources, heavy teacher workloads, and diverse student backgrounds. The study highlights that effective discipline in private madrasahs should move from formal external compliance toward internalized religious self-awareness, supported by visionary leadership, exemplary behavior, and strong collaboration between schools, foundations, and parents. ABSTRAK: Penelitian ini menganalisis manajemen pembinaan kesiswaan dalam penegakan disiplin di MTs Swasta Dukuhseti, Kabupaten Pati. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus tunggal dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen terhadap 15 informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembinaan kesiswaan dilaksanakan melalui perencanaan partisipatif, pelaksanaan berjenjang yang melibatkan guru dan pembina asrama, serta evaluasi bulanan. Penegakan disiplin berpusat pada tiga pilar, yaitu integrasi nilai religius berbasis syariah, sistem penghargaan dan sanksi melalui Point System yang transparan, serta dukungan aktif dari komite sekolah dan yayasan. Tingkat kepatuhan siswa mencapai 93%, sementara pelanggaran menurun dari 10% menjadi 7%. Tantangan yang dihadapi meliputi keterbatasan sumber daya manusia, tingginya beban kerja guru, dan keberagaman latar belakang siswa. Penelitian ini menegaskan bahwa disiplin yang efektif di madrasah swasta perlu diarahkan dari kepatuhan formal menuju kesadaran religius internal melalui kepemimpinan visioner, keteladanan, dan sinergi antara madrasah, yayasan, dan orang tua

    Hubungan tingkat pendidikan ibu dan status gizi dengan perkembangan kognitif anak usia 4-6 tahun di TK IT Permata Ceria Bandungan Kecamatan Jatinom Kabupaten Klaten

    Get PDF
    Latar belakang: Perkembangan kognitif anak usia prasekolah dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk tingkat pendidikan ibu dan status gizi anak. Ibu dengan tingkat pendidikan yang lebih tinggi memiliki akses lebih baik terhadap informasi gizi dan stimulasi perkembangan anak. Status gizi yang optimal mendukung fungsi kognitif yang lebih baik pada anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan tingkat pendidikan ibu dan status gizi dengan perkembangan kognitif anak usia 4-6 tahun di TK IT Permata Ceria Bandungan, Kecamatan Jatinom, Kabupaten Klaten. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian cross-sectional. Jumlah responden sebanyak 60 anak yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data tingkat pendidikan ibu dikumpulkan melalui kuesioner, status gizi anak diukur menggunakan indeks antropometri (IMT/U), perkembangan kognitif anak dinilai menggunakan kuesioner berbasis skala likert. Analisis bivariat dilakukan menggunakan uji Gamma. Hasil: Penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara tingkat pendidikan ibu dan status gizi dengan perkembangan kognitif anak usia 4-6 tahun (p < 0,05). Analisis multivariat menunjukkan variabel tingkat pendidikan ibu menjadi variabel yang paling memengaruhi perkembangan kognitif. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat pendidikan ibu dan status gizi dengan perkembangan kognitif anak usia 4-6 tahun. ABSTRACT: Background: The cognitive development of preschool children is influenced by various factors, including the mother's education level and the child's nutritional status. Mothers with higher education levels have better access to nutritional information and child development stimulation. Optimal nutritional status supports better cognitive function in children. This study aimed to analyze the relationship between mother's education level and nutritional status with cognitive development of children aged 4-6 years at TK IT Permata Ceria Bandungan, Jatinom District, Klaten Regency. Methods: This study is a cross-sectional study. The number of respondents was 60 children who were selected using total sampling technique. Data on mother's education level was collected through questionnaires, children's nutritional status was measured using anthropometric index (IMT/U), children's cognitive development was assessed using a Likert scale-based questionnaire. Bivariate analysis was performed using the Gamma test. Results: The study showed that there was a relationship between mother's education level and nutritional status with cognitive development of children aged 4-6 years (p < 0.05). Multivariate analysis showed that maternal education level was the variable that most influenced cognitive development. Conclusion: There is a significant relationship between mother's education level and nutritional status with cognitive development of children aged 4-6 years

    Optimalisasi digital marketing dalam meningkatkan minat PPDB di MI Baitul Huda Klampisan Semarang

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi dan implementasi digital marketing dalam meningkatkan minat Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di MI Baitul Huda Klampisan Semarang serta mengkaji persepsi orang tua terhadap praktik promosi digital lembaga. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi terhadap kepala sekolah, ketua panitia PPDB, guru, serta calon wali murid pada periode 9–21 Februari 2026. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan triangulasi sumber dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa digital marketing dilaksanakan melalui Instagram, WhatsApp, YouTube, dan TikTok dengan strategi unggahan terjadwal serta kolaborasi tim humas dan guru. Praktik ini berkontribusi pada peningkatan visibilitas dan penguatan citra madrasah. Namun, keputusan orang tua lebih dipengaruhi faktor kedekatan lokasi dan rekomendasi sosial, sementara media digital berfungsi sebagai penguat kepercayaan. Hambatan utama meliputi keterbatasan sumber daya manusia dan belum adanya evaluasi berbasis data analitik. Temuan ini menegaskan bahwa digital marketing pada jenjang madrasah dasar berperan sebagai media legitimasi dan penguatan citra, sehingga perlu penguatan kapasitas SDM dan evaluasi berbasis data untuk meningkatkan efektivitas promosi

    Hubungan asupan energi, protein, serta Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dengan status gizi siswa kelas 4-6 MI Salafiyah Gapuro Batang

    Get PDF
    Anak usia sekolah sedang mengalami masa perkembangan dan pertumbuhan fisik. Dengan mengatur pola makan sehat serta mengonsumsi makanan bergizi sesuai dengan usia anak, maka dapat menunjang tumbuh kembang anak agar tetap sehat. Status gizi anak perlu diperhatikan dan lebih diprioritaskan untuk mempersiapkan pertumbuhan dan perkembangan anak di masa mendatang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara asupan energi, protein, dan perilaku hidup bersih dengan status gizi siswa kelas 4-6 MI Salafiyah Gapuro Batang. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik studi cross sectional yang dilakukan di MI Salafiyah Gapuro Batang dengan jumlah 69 orang. Simple random sampling digunakan dalam pengambilan sampel. Data asupan energi dan protein diperoleh dari form SQ-FFQ digunakan untuk melihat kebiasaan konsumsi jenis makanan 3 bulan terakhir. Data PHBS diperoleh dari kuesioner PHBS dengan 18 pertanyaan. Analisis bivariat menggunakan uji korelasi Gamma. Hasil penelitian didapat bahwa mayoritas siswa memiliki asupan energi cukup (53,6%), asupan protein cukup (55,1%), perilaku hidup bersih dan sehat baik (46,4%) dan status gizi dengan gizi baik (65,2%). Hasil uji bivariat menunjukan bahwa terdapat hubungan antara asupan energi ( p = 0,000) dan asupan protein (p = 0,000) dengan status gizi. Tidak terdapat hubungan antara perilaku hidup bersih dan sehat (p = 0,822) dengan status gizi. Kesimpulannya terdapat hubungan antara asupan energi dan protein dengan status gizi siswa dan tidak terdapat hubungan antara perilaku hidup bersih dan sehat dengan status gizi siswa kelas 4-6 MI Salafiyah Gapuro Batang. ABSTRACT: School-age children are going through a period of physical development and growth. Organizing a healthy diet and consuming nutritious foods according to the child's age, can support the growth and development of children to stay healthy. Children's nutritional status needs to be considered and prioritized to prepare for children's growth and development in the future. This study aims to analyze the relationship between energy intake, protein, and clean living behavior with the nutritional status of students in grades 4-6 MI Salafiyah Gapuro Batang. This study is an analytical observational research cross-sectional study conducted at MI Salafiyah Gapuro Batang with a total of 69 people. Simple random sampling was used in sampling. Energy and protein intake data obtained from the SQ-FFQ form was used to see the consumption habits of food types in the last 3 months. PHBS data were obtained from the PHBS questionnaire with 18 questions bivariate analysis using the Gamma correlation test. The results showed that the majority of students had sufficient energy intake (53.6%), sufficient protein intake (55.1%), good hygiene behavior (46.4%), and nutritional status with good nutrition (65.2%). The bivariate test results show that there is a relationship between energy intake (p = 0.000) and protein intake (p = 0.000) with nutritional status. There is no relationship between clean and healthy living behavior (p = 0.822) with nutritional status. In conclusion, there is a relationship between energy and protein intake with the nutritional status of students and there is no relationship between clean and healthy living behavior with the nutritional status of students in grades 4-6 MI Salafiyah Gapuro Batang

    Integrating pesantren cultural values into madrasah organizational development : a human service perspective from Indonesia

    Get PDF
    This study examines how pesantren cultural values are integrated into madrasah organizational development and how this integration shapes human service quality in Islamic education. Rather than assuming these values as inherently beneficial, the study critically explores both their enabling and constraining roles within contemporary organizational settings. The research positions madrasah as a faith-based human service system that seeks to balance moral formation, institutional accountability, and community well-being amid increasing bureaucratic demands. A qualitative case study was conducted at MA NU Banat Kudus, Indonesia, employing in-depth interviews, participant observation, and document analysis. Thematic analysis was applied through an iterative coding process to trace how values were articulated by participants and enacted in concrete organizational practices. Findings indicate that core pesantren values ikhlas (sincerity), ukhuwah (solidarity), ta’dzim (respect), and istiqamah (discipline) are embedded in leadership practices, collegial collaboration, and pedagogical interactions. These values contribute to organizational commitment, teamwork, and moral responsibility, while also generating tensions related to hierarchy, participation, and professional expectations. Their integration supports institutional cohesion and service delivery, yet requires continuous negotiation to avoid rigidity and excessive moral pressure. The study demonstrates that pesantren ethics function as a culturally grounded ethical framework that both enables and shapes leadership integrity, social accountability, and human service effectiveness in faith-based educational institutions. The findings extend human service theory by illustrating how local spiritual values operate as context-dependent organizational resources, informing but not replacing modern principles of sustainable and participatory organizational development in Asian educational contexts

    Studi fenomenologis schadenfreude pada atlet taekwondo unit kegiatan mahasiswa UIN Walisongo Semarang

    Get PDF
    Schadenfreude, yaitu perasaan senang atas kegagalan orang lain, kerap muncul dalam situasi persaingan, namun sering disembunyikan karena bertentangan dengan norma sosial. Penelitian ini bertujuan untuk memahami pengalaman emosional schadenfreude yang dialami oleh atlet Taekwondo Unit Kegiatan Mahasiswa UIN Walisongo Semarang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis fenomenologis deskriptif, dengan triangulasi sumber data dan peer checking sebagai uji krebilitas. Penelitian ini melibatkan empat subjek dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Taekwondo UIN Walisongo Semarang. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dan observasi partisipatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa schadenfreude dialami oleh atlet dalam bentuk dan intensitas yang berbeda. Subjek II dan III memperlihatkan bentuk schadenfreude yang eksplisit, disertai pembenaran moral berupa konsep “karma”. Subjek I menampilkan schadenfreude dalam bentuk strategis dan tersirat, sementara Subjek IV tidak menunjukkan indikasi schadenfreude dan lebih fokus pada refleksi diri. Temuan ini menegaskan bahwa schadenfreude tidak sekadar emosi negatif, tetapi juga sebagai respons psikologis yang kompleks dalam konteks tekanan kompetitif, nilai-nilai moral, dan struktur sosial kelompok

    Makna tradisi Wiwitan di Desa Kedungringin Kabupaten Semarang dan relevansinya dengan revitalisasi dakwah kultural

    Get PDF
    Tradisi Wiwitan ini merupakan bentuk ekspresi budaya lokal yang sarat akan nilai-nilai spiritual, sosial, dan religius yang telah berlangsung secara turun-temurun di Desa Kedungringin, Kabupaten Semarang. Perubahan sosial dan pengaruh modernisasi menyebabkan penurunan partisipasi masyarakat, khususnya generasi muda, dalam melestarikan tradisi ini. Kurangnya partisipasi masyarakat menyebabkan terancamnya keberlangsungan warisan budaya lokal. Kondisi tersebut mendorong perlunya pengkajian makna Tradisi Wiwitan dan relevansinya dengan upaya revitalisasi dakwah kultural. Penelitian ini bertujuan untuk memahami makna Tradisi Wiwitan di Desa Kedungringin serta mengkaji kaitannya dengan usaha menghidupkan kembali dakwah melalui pendekatan budaya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini terdiri dari tokoh masyarakat atau kepala desa, tokoh agama, warga yang masih mengikuti tradisi maupun yang sudah tidak mengikuti, serta generasi muda. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di Desa Kedungringin, ditemukan bahwa: 1) Tradisi Wiwitan di Desa Kedungringin mengandung lima aspek makna, yaitu sosial, budaya, historis, identitas, dan fungsional. a) Makna aspek sosial, Wiwitan mempererat kebersamaan warga melalui ritual kolektif. b) Makna aspek budaya, tradisi ini menjadi simbol warisan leluhur yang mengandung nilai-nilai luhur dan terus diwariskan. c) Makna aspek historis, Wiwitan mencerminkan keberlanjutan praktik masyarakat agraris dari generasi ke generasi. d) Makna aspek identitas, Wiwitan memperkuat jati diri masyarakat lokal di tengah arus modernisasi. e) Makna aspek fungsional, tradisi ini menjadi ekspresi rasa syukur sekaligus menjaga harmoni antara manusia, alam, dan nilai spiritual yang hidup dalam masyarakat. 2) Makna-makna dalam Tradisi Wiwitan menunjukkan keterkaitan yang kuat dengan upaya memperkuat dakwah kultural di tengah masyarakat. Penelitian ini menemukan bahwa nilai-nilai seperti rasa syukur bersama, kebersamaan sosial, semangat kerja, kedisiplinan, dan kecintaan terhadap budaya lokal masih hidup dalam tradisi tersebut. Nilai-nilai itu kemudian menjadi bahan utama dalam penyampaian dakwah, bukan bentuk tradisinya yang digunakan sebagai media. Dakwah disampaikan melalui cara-cara yang sesuai dengan kehidupan masyarakat pedesaan, seperti melalui dialog, edukasi, dan pendekatan yang melibatkan masyarakat secara langsung. Revitalisasi dakwah kultural lebih menekankan pada penguatan makna dan kesadaran keagamaan masyarakat, tanpa harus mengubah bentuk luar tradisi yang sudah ada

    Manajemen program boarding school di SD IT Sultan Agung 05 Jepara

    Get PDF
    Program boarding school merupakan salah satu program pendidikan yang memberikan fasilitas berupa tempat tinggal bagi siswa selama masa pendidikan, di mana siswa tidak hanya menerika pelajaran akademik, tetapi juga pembinaan karakter, agama, dan moral. SD IT Sultan Agung 05 Jepara menerapkan program boarding school bagi siswa kelas 4-6 SD.. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1. Bagaimana perencanaan program boarding school di SD IT Sultan Agung 05 Jepara 2. Bagaimana pelaksanaan program boarding school di SD IT Sultan Agung 05 Jepara 3. Bagaimana evaluasi program boarding school di SD IT Sultan Agung 05 Jepara. Peneliti menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data yang dipilih peneliti adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Subjek penelitian meliputi kepala sekolah, pengasuh boarding, dan siswa yang tinggal di boarding. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1. Perencanaan program boarding school di SD IT Sultan Agung 05 Jepara mencakup menentukan tujuan, penanggungjawab program, materi program dan alokasi waktu pelaksanaan program boarding school. 2. Pelaksanaan program boarding school di SD IT Sultan Agung 05 Jepara yaitu mencakup pelaksanaan program kegiatan-kegiatan boarding school yang sudah direncanakan. 3. Evaluasi program boarding school yaitu sekolah melakukan evaluasi di akhir semester dan melaksanakan rapat rutin. Berdasarkan hasil penelitian, dalam manajemen program boarding school (perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi) alangkah baiknya jika sekolah perlu menginvestasikan waktu dan sumber daya untuk mengembangkan keterampilan pengurus boarding school, sehingga dapat menjalankan tugas dengan lebih baik

    Peran tari sufi sebagai jalan untuk meraih pengalaman spiritual : studi terhadap penari di Rumah Cinta Semarang

    Get PDF
    Budaya materialisme yang semakin kuat di era yang modern ini menjadikan orang selalu mengukur kebahagiaan berdasarkan apa yang dimiliki oleh orang lain dalam pencapaian di duniawi. Ketika orang telah gagal dalam pencapaiannya terhadap status sosial dan kekayaan seperti milik orang lain, Ia akan merasa banyak tekanan psikologis yang membuat orang menjadi stress dan cemas akan masa depannya. Maka setelahnya orang secara individu akan beralih kepada praktik-praktik spiritual guna untuk menemukan kebahagiaan yang sebenarnya. Praktik spiritual seperti yoga, meditasi, dan tari sufi dapat dijadikan sebagai solusi untuk mengurangi tekanan psikologis dan meningkatkan keseimbangan emosional seseorang. Tari sufi sebagai salah satu praktik spiritual memberikan cara untuk menemukan ketenangan batin di tengah-tengah kekacauan di duniawi. Tari sufi adalah sebuah tarian spiritual yang terinspirasi dari tokoh filsuf dan penyair dari negara Persia yaitu Syekh Maulana Jalaluddin Ar-Rumi. Tari sufi merupakan salah satu bentuk ekspresi cinta dari seorang Hamba kepada Tuhannya. Tidak hanya memiliki nilai estetika dalam seni, namun juga dimaknai sebagai salah satu jalan untuk mencapai pada pengalaman spiritual yang mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan bagaimana praktik tari sufi yang ada di Rumah Cinta Semarang dan menggali pengalaman spiritual dari para penari sufi yang ada di Rumah Cinta Semarang. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian field reseach (Penelitian lapangan). Tekhnik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah meliputi wawancara dengan para penari, observasi, dan dokumentasi tari sufi yang ada di Rumah Cinta Semarang. adapun tekhnik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Teori yang dipakai sebagai landasannya adalah dari salah satu Kitab karya Abdul Qasim Abdul Karim Hawazin, yaitu kitab Risalah Qusyairiyah, tentang tahapan spiritual yaitu tawajud, wijdu, dan wujud. Hasil dan kesimpulan dari penelitian ini menunjukan bahwa praktik tari sufi di Rumah Cinta Semarang bukan hanya sekedar aktifitas seni, namun juga sebagai sarana untuk mencapai pengalaman spiritual. Dengan melalui gerakan berputar kekiri dan penghayatan makna dan simbolis dalam praktik tari sufi, penari mengungkapkan bahwa telah sampai pada kondisi transformasi diri dan transenden, di mana penari merasakan kesembuhan fisik dan mental, kedamaian jiwa, dekat dengan Tuhan, memiliki keterhubungan dengan alam, serta peningkatan kesadaran spiritual. Pengaruh dari lingkungan komunitas di Rumah Cinta Semarang, suasana latihan, dan pemahaman filosofis dapat menjadi dorongan untuk berhasilnya proses tari sufi

    27,703

    full texts

    27,717

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Walisongo Institutional Repository is based in Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇