Jurnal Pendidikan Sejarah
Not a member yet
    127 research outputs found

    Sejarah dan Dinamika Masyarakat Tionghoa di Saparua

    Get PDF
    Abstract: This study aims to explore the history of the arrival of the Chinese community in Saparua and identify the dynamics of the Chinese community's life in terms of social, economic, political, cultural and governance aspects in Saparua. Thus, it is hoped that this research can enrich the historiography of the relatively few Saparua Chinese in Maluku. The research method used is the historical method which consists of four stages, namely heuristics, criticism, interpretation, and historiography using theories and other relevant social science concepts. From this research, it is known that the Chinese community in Saparua has existed for a long time. This is evidenced by the existence of relics in the form of old Chinese graves, Chinese churches, and Chinese schools in Saparua. The social life of the Chinese community and the local community there still has a very good relationship. This can be seen by the use of the original clan in Saparua and the use of the Malay language of Saparua by the Chinese community. In addition, the Chinese people live their lives side by side with one another regardless of ethnicity and skin color. The Chinese community does not play an important role in politics or their government is more inclined to the economic field. This can be seen from their livelihood as a wholesaler of grocery, building materials and basic necessities. They do this economic activity every day so that the ethnic Chinese in Saparua are referred to by the local community as "Saparua Chinese". Thus the Chinese people in Saparua have considered themselves as Saparua people.Keywords: History, Dynamics, Chinese Society, SaparuaAbstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi sejarah kedatangan masyarakat Tionghoa di Saparua dan mengidentifikasi dinamika kehidupan masyarakat Tionghoa baik dari sisi sosial, ekonomi, politik, budaya dan pemerintahan di Saparua. Dengan demikian diharapkan penelitian ini dapat memperkaya historiografi tentang etnis Tionghoa Saparua di Maluku yang masih relatif sedikit.metode penelitian yang digunakan adalah metode sejarah yang terdiri dari empat tahap, yaitu heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi dengan menggunakan teori dan konsep ilmu sosial lain yang relevan. Dari penelitian ini diketahui bahwa masyarakat Tionghoa yang ada di Saparua telah ada sejak lama. Hal ini dibuktikan dengan adanya peninggalan-peninggalan berupa kuburan tua cina, gereja cina, dan sekolah cina di saparua. Kehidupan sosial masyarakat Tionghoa dengan masyarakat lokal di sana masih memiliki hubungan yang terjalin dengan sangat baik. Hal ini dapat diketahui dengan penggunaan marga asli yang berada di Saparua dan penggunaan bahasa melayu saparua oleh masyarakat Tionghoa. Selain itu, masyarakat Tionghoa menjalani kehidupan mereka dengan saling berdampingan satu dengan yang lain tanpa membedakan etnis dan warna kulit. Masyarakat Tionghoa tidak memainkan peran penting dalam bidang politik atau pemerintahan mereka lebih cenderung pada bidang ekonomi. Hal ini dapat dilihat dari mata pencahrian mereka sebagai seorang pedagang kelontongan, bahan bangunan dan bahan sembako. Kegiatan ini ekonomi ini mereka lakukan setiap hari sehingga etnis Tionghoa di saparua disebut oleh masyarakat lokal dengan sebutan “Cina Saparua”. Dengan demikian masyrakat Tionghoa yang ada di Saparua telah menggangap diri mereka sebagai orang Saparua

    Transformasi Pendidikan Seni di Indonesia Pacsa Kemerdekaan Tahun 1945-1950

    Get PDF
    The development of art education in Indonesia has a long history, including during the early period of Indonesian independence. This research aims to analyze the development of art education during the early years of independence from 1945 to 1950. One of the methods used in this research is qualitative research with a historical approach, which involves five stages: topic selection, heuristics, source criticism, interpretation, and historiography. The results of this research indicate that at the beginning of Indonesian independence in 1945, art education played a significant role in building cultural identity and national recovery. During the colonial era, education in Indonesia was heavily discriminated against, with limited educational opportunities only available to children from privileged backgrounds. In the period from 1945 to 1950, art education became a means to awaken nationalism, strengthen cultural identity, and appreciate traditional art as cultural heritage. During this period, art education not only shaped a generation of creative artists but also explored Indonesia's rich cultural roots and used them as a source of inspiration. In the early years of independence, there were not many formal educational institutions established, but the rapid development of art significantly influenced the formation of art education institutions in Indonesia. Therefore, art organizations and art exhibitions played a crucial role in nurturing the creativity of artists

    Reformisme versus Kolonialisme: Analisis Pengaruh Ideologi Jihad Al-Falimbani dalam Perang Menteng 1819

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak dari Ideologi Jihad Al-Falimbani yang menjadi latar belakang terjadinya perang di Palembang (Perang Menteng). Peneliti sebelumnya menginterpretasikan perang Menteng hanya sebagai gerakan perlawanan terhadap kolonial yang didukung oleh tarekat Sammaniyah tanpa memperhatikan framing kuat yang berhasil memupuk semangat perjuangan yang melahirkan gerakan perlawanan itu. Penelitian ini membuktikan bahwa terdapat unsur penentu terjadinya gerakan perlawanan ini, yaitu pengaruh ideologi serta fatwa jihad Al-Falimbani dalam karya-karyanya yang berbasis sumber otoritatif (Al-Quran dan Hadits) yang terus diajarkan melalui guru-guru besar tarekat Sammaniyah kepada masyarakat Palembang. Dilihat dari jenis penelitiannya, penelitian ini berjenis kualitatif menggunakan metode penelitian Historis yakni heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Setelah meneliti dengan memanfaatkan sumber primer dan sekunder dengan lebih teliti, penulis terus menemukan fakta bahwa terdapat seorang sosok gerakan reformis, Al-Falimbani, dengan Ideologi Jihadnya yang secara masif diajarkan kepada masyarakat Palembang telah menciptakan framing yang kuat sehingga mampu menggerakkan masyarakat Palembang dalam peperangan. Fakta lain yang penulis temukan bahwa terdapat kutipan-kutipan baik dalam bentuk tulisan maupun kepercayaan umat Islam di Palembang menjadi bukti bahwa Ideologi Jihad Al-Falimbani menjadi pedoman dan pemantik peperangan. Jihad melawan "kafir" berhasil membawa masyarakat Palembang dan Sultan Mahmud Badaruddin II pada perlawanan terhadap kolonial Belanda tahun 1819. Kata Kunci: ‘Abd Al-Shamad Al-Falimbani, Ratib Samman, Perang Menteng

    Pemanfaatan Koleksi Museum Negeri Provinsi Sulawesi Tenggara Sebagai sumber Belajar Sejarah Pada Peserta Didik Di SMA Negeri 3 Kendari

    Get PDF
    The method in this research is descriptive qualitative. This research was conducted at SMA Negeri 3 Kendari and the State Museum of Southeast Sulawesi Province located in Kendari city, Southeast Sulawesi province. Data collection techniques consisted of 3 parts, namely observation, interviews and documentation. Data sources were obtained both primary and secondary, so it needs validation. Data validity was done by triangulating sources and triangulating techniques. The data analysis technique used is the Miles & Huberman model which consists of 3 activity streams, namely data reduction, data presentation, and conclusion drawing/verification. The results of this study indicate that: The State Museum of Southeast Sulawesi Province can be used as a history learning resource. This is because the State Museum of Southeast Sulawesi Province has 10 types of collections, namely: collections of geology, biology, ethnography, archaeology, history, numismatics, philology, various ceramics, Fine Arts and Technology. Some of the museum collections can be utilised as learning resources for class X history at SMA Negeri 3 Kendari, Southeast Sulawesi on specialisation history material and compulsory history in the 2013 curriculum. Teachers can utilise museum media as an alternative learning method in learning history through museum collections, namely the tour work method. Keywords: Museum, Learning Resources, Histor

    Meretas Sejarah: Telaah Kritik Taufiq Ismail Terhadap PKI Dalam Puisi “Catatan Tahun 1965"

    Get PDF
    Dengan latar belakang periode Orde Lama di Indonesia, di mana situasi politik dan sosial sangat tegang, puisi tersebut menjadi medium bagi Ismail untuk mengekspresikan sikap kritisnya terhadap PKI dan tindakan represif yang dilakukan oleh kelompok tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kritik Taufiq Ismail terhadap Partai Komunis Indonesia (PKI) dalam puisi "Catatan Tahun 1965" yang terdapat dalam buku "Tirani dan Benteng" yang diterbitkan pada tahun 1993. Metode penelitian yang diterapkan adalah metode sejarah dengan pendekatan sastra, yang meliputi tahapan Heuristik, Kritik Sumber, Interpretasi, dan Historiografi. Penelitian ini berfokus pada analisis kritik sosial dalam konteks sejarah yang lebih luas, dengan harapan menghasilkan pemahaman yang lebih mendalam tentang pandangan politik dan sosial Taufiq Ismail serta implikasinya terhadap kondisi politik pada masa itu. Dengan pergeseran fokus dari penelitian sebelumnya dan penggunaan metode yang berbeda, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang lebih komprehensif dalam pemahaman terhadap karya sastra Taufiq Ismail, khususnya puisi "Catatan Tahun 1965"

    Sistem Pendidikan Hindia Belanda Pada Masa Kebijakan Politik Etis

    Get PDF
    Artikel ilmiah ini bertujuan untuk membahas sistem pendidikan Hindia belanda pada masa Kebijakan Politik Etis. Metode yang digunakan atau diaplikasikan oleh peneliti disini adalah metode historis atau penelitian sejarah, yang terdiri dari 5 tahapan, yakni pemilihan topik, heuristik (pengumpulan sumber), verifikasi/kritik sumber (intern dan ekstern), interpretasi/penafsiran (analisis dan sintesis), dan terakhir adalah historiografi (penulisan sejarah). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sistem pendidikan yang telah disusun dan diterapkan oleh pemerintah kolonial Belanda kala itu sudah tersusun secara rapi dan terstruktur, yang dibuktikan dengan adanya sistem pendidikan dasar, lanjutan, dan sekolah tinggi atau perguruan tinggi. Tentu ini merupakan suatu sistem pendidikan modern yang sebelum-sebelumnya belum pernah diterapkan. Namun, disisi lain dampak positif tersebut, dampak negatif juga tentu ada, yakni tujuan dari adanya kebijakan ini adalah demi keuntungan pihak Belanda sendiri. Namun secara hampir keseluruhan, kebijakan atau sistem ini dapat membawa masyarakat pribumi Hindia Belanda menjadi maju, berkembang, serta berkualitas

    Tragedi 13 Mei 1969 dalam Berbagai Perspektif

    Get PDF
    The purpose of this study is to describe the May 13, 1969 Tragedy according to various existing perspectives. The method used in writing this article uses stages that are usually standard in historical research, such as starting from selecting topics, gathering sources, verifying which contains historical criticism and the validity of sources, then proceeding to the interpretation stage and ending with writing. The results of this study are that the May 13, 1969 Tragedy was an event of racial riots between ethnic Malays and ethnic Chinese in Malaysia, especially in Kuala Lumpur, Selangor. The incident which was the result of the Opposition Party's victory march consisting of the Malaysian People's Movement Party (Parti Gerakan) and the Democratic Action Party (DAP) resulted in riots that paralyzed the country. In understanding this event, there are several perspectives such as originating from the Official Sources of the Malaysian Government, the existence of provocation by the Communist group, the Government's failure to prosper the Malay ethnicity and the dynamics of Sino-Malay social and economic interaction. From several existing perspectives, it cannot be decided that the cause of the May 13, 1969 Tragedy was only due to a single cause but could also be caused by various triggering factors. These factors can be in the form of socio-economic inequality, political rivalry and security threats from communist groups. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan Tragedi 13 Mei 1969 menurut berbagai perspektif yang ada. Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini menggunakan tahapan-tahapan yang lazimnya menjadi standard dalam penelitian sejarah seperti diawali dari pemilihan topik, pengumpulan sumber, verifikasi yang di dalamnya memuat atas kritik sejarah dan keabsahan sumber, kemudian dilanjutkan pada tahap interpretasi dan diakhiri dengan penulisan. Hasil penelitian ini adalah Tragedi 13 Mei 1969 merupakan peristiwa kerusuhan rasial antara etnis Melayu dengan etnis Tionghoa di Malaysia, khususnya di Kuala Lumpur, Selangor.  Peristiwa yang merupakan dampak pawai kemenangan Partai Oposisi yang terdiri dari Parti Gerakan Rakyat Malaysia (Parti Gerakan) dan Democratic Action Party (DAP) mengakibatkan kerusuhan hingga melumpuhkan negara. Di dalam memahami peristiwa ini, terdapat beberapa perspektif seperti berasal dari Sumber Resmi Pemerintah Malaysia, adanya provokasi kelompok Komunis, Kegagalan Pemerintah dalam mensejahterakan etnis Melayu dan dinamika interaksi sosial dan ekonomi Sino-Melayu. Dari beberapa perspektif yang ada, tidak dapat diputuskan bahwa penyebab Tragedi 13 Mei 1969 hanya karena sebab tunggal tetapi dapat disebabkan juga dari berbagai faktor yang memicu. Faktor tersebut dapat berupa ketimpangan sosial-ekonomi, rivalitas politik dan ancaman keamanan dari kelompok komunis

    Sejarah Untuk Mendapatkan Pengakuan Kedaulatan Republik Indonesia

    Get PDF
    Abstract : This article was written to find out the recognition of the sovereignty of the Republic of Indonesia in the war that occurred as a result of the Dutch military aggression II which had the aim of destroying and annihilating the Republic of Indonesia from the results of the Proclamation of Indonesian Independence on August 17, 1945. The climax of this war was carried out through guerrilla warfare. to block the general attack on March 1, 1949. This recognition of the sovereignty of the Republic of Indonesia received support from various countries in Asia with the New Delhi conference organized by India and western countries, namely the United States. With the participation of the United States, Australia gave its support. The world reaction to the Dutch military aggression II was held by a session of the World Security Council (UN). Ir. Soekarno as a figure who has an important role and influence in Indonesia, the United Nations invited him and the Netherlands to carry out KMB negotiations which resulted in the Roem-Royem agreement which was held in Jakarta. Then several negotiations were held between Indonesia and the BFO which took place twice in the KMB. KMB is very historic and plays an important role in obtaining recognition of the sovereignty of the Republic of Indonesia which was declared by the Netherlands on December 27, 1949, that the Netherlands recognized the sovereignty of the Republic of Indonesia de facto and de jure

    Penerapan Isu Kontroversial dalam Pembelajaran Sejarah pada Masa Pembelajaran Jarak Jauh di SMA Kota Bekasi

    Get PDF
    Abstract: This article aims to determine the teacher's understanding of the application of controversial issues in the history of distance learning (PJJ) at SMA Islam Al Azhar 4 Bekasi and SMA Negeri 1 Bekasi. This study uses a qualitative method with a case study approach. Data collection techniques used are: (1) interviews; (2) observations, and 3) field notes, with one key informant, namely the vice-principal for curriculum, core informants for history teachers and supporting informants for Class XII Social Studies students. The results of the research conducted indicate that teachers have mastered important aspects of controversial issues in history that are applied in history learning in accordance with the concepts of Kochhar and Tsabit Azinar Ahmad. However, conceptually the teacher understands the concept of controversial issues in historical material, but in applying / implementing it in the classroom the teacher sometimes experiences obstacles.  Keywords: Controversial Isuess of History, Distance Learning, History Learning Abstract : Artikel ini bertujuan untuk mengetahui pemahaman guru dalam penerapan isu kontroversial pada pembelajaran sejarah masa Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di SMA Islam Al Azhar 4 Bekasi dan SMA Negeri 1 Bekasi.  Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu: (1) wawancara; (2) observasi, dan 3) catatan lapangan, dengan satu informan kunci yaitu wakil wakil kepala sekolah bidang kurikulum, informan inti guru sejarah dan informan pendukung siswa Kelas XII IPS. Hasil dari penelitian yang dilakukan menunjukan bahwa guru telah memiliki penguasaan terhadap aspek penting isu kontroversial dalam sejarah yang diterapkan dalam pembelajaran sejarah sesuai dengan konsep Kochhar dan Tsabit Azinar Ahmad. Meskipun demikian, secara pemahaman konseptual guru memahami konsep isu kontroversial dalam materi sejarah namun dalam mengaplikasikan / penerapan di kelas guru terkadang mengalami kendala

    Pengaruh Penggunaan Media Pembelajaran Adobe Flash CS6 Terhadap Motivasi Belajar Siswa Dalam Mata Pelajaran Sejarah Indonesia di SMAN 98 Jakarta

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui motivasi belajar siswa pada mata pelajaran Sejarah kelas X IPA SMA Negeri 98 Jakarta dengan menggunakan Adobe Flash CS6 dan tidak menggunakan Adobe Flash CS6. (2) Mengetahui pengaruh media pembelajaran Adobe Flash CS6 terhadap motivasi belajar siswa pada mata pelajaran Sejarah di SMA Negeri 98 Jakarta. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen, dengan pengujian hipotesis menggunakan uji t menghasilkan thitung  4,93 > ttabel 1,668 pada taraf signifikan 95% (0,05) maka H0 ditolak dan H1 diterima. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa hasil dari penelitian ini menunjukkan terdapat pengaruh penggunaan media pembelajaran Adobe Flash CS6 terhadap motivasi belajar siswa di SMA Negeri 98 Jakarta. &nbsp

    108

    full texts

    127

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Pendidikan Sejarah
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇