Didaktika Dwija Indria
Not a member yet
750 research outputs found
Sort by
Analisis upaya guru kelas i-iii sekolah dasar dalam mengatasi hambatan pengelolaan kelas melalui pendekatan sosio-emosional
The objective of this research is to analyze efforts in overcoming the challenges faced by first to third-grade teachers in managing classrooms using a socio-emotional approach at elementary school during the post-pandemic period. This study uses a qualitative descriptive method with a case study approach. The data obtained in this research consist of primary and secondary data sources. Primary data are collected through interviews, while secondary data are derived from document analysis related to efforts in addressing classroom management challenges based on the socio-emotional approach for lower-grade teachers at elementary school during the post-pandemic period. Data validity was ensured through technique triangulation, while data analysis employed Miles and Huberman’s interactive analysis model. The findings of the study indicate that lower-grade teachers at elementary school have undertaken several efforts to address the challenges of managing classrooms using a socio-emotional approach, including: 1) Conducting thorough preparation and participating in continuous professional development; 2) Implementing gradual adaptation strategies during the transition to new learning methods; 3) Utilizing digital learning media that support socio-emotional aspects; 4) Enhancing communication and classroom management skills; 5) Conducting intensive student observation and improving communication with parents; and 6) Organizing individual or small group counseling sessions to support students’ socio-emotional development. The findings provide new insights into the challenges and strategies of classroom management during the post-pandemic transition, which can serve as a foundation for developing more adaptive classroom management theories and model
Analisis penggunaan model CIRC berbantuan wayang animasi pada pembelajaran menulis cerita peserta didik kelas v sd
This study aims to describe how the use of the CIRC model assisted by animated wayang in learning to write stories and the writing skills of students in writing stories with the CIRC model assisted by animated wayang. The research approach used in this research is a case study which is included in qualitative research. This research uses data sources namely teachers and students of grade V of SD Negeri Glawan along with the learning process and documents. This research uses a sampling technique, namely purposive sampling. The data collection techniques used in this research are observation, interview, and documentation. The data validity test technique used in this research is triangulation technique and time triangulation. The data analysis technique used Miles and Huberman, namely data collection, data reduction, data presentation, and conclusing drawing/verification. The result of this study is, first that the use of the CIRC (Cooperative Integrated Reading and Composition) model assisted by animated wayang in learning to write stories of fifth grade students of Glawan State Elementary School was carried out in accordance with the CIRC model syntax, and the story writing learning process ran smoothly. Second, the story writing skills of fifth-grade students at Glawan Public Elementary School who used the CIRC model assisted by animated wayang in story writing lessons showed that 72% of students were in the excellent category based on an analysis of their work. It was also found that the results of students' work in writing stories in groups
Pengaruh Model Case Based Learning dengan Pendekatan Gamifikasi terhadap Computational Thinking Peserta Didik Kelas IV Sekolah Dasar
Latar Belakang: Computational thinking merupakan keterampilan esensial abad ke-21 yang perlu dikembangkan sejak pendidikan dasar. Namun, hasil observasi awal di Gugus Sriwijaya Kartasura menunjukkan bahwa 61,5% peserta didik kelas IV memiliki kategori computational thinking rendah. Peserta didik cenderung menghindari soal pemecahan masalah dan pembelajaran masih didominasi model direct instruction.Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain quasi-experimental bentuk nonequivalent control group design. Sampel terdiri dari 20 peserta didik kelas eksperimen (SDN Pucangan 04) yang mendapatkan perlakuan model Case Based Learning dengan pendekatan gamifikasi dan 22 peserta didik kelas kontrol (SDN Pucangan 03) dengan model direct instruction. Teknik pengumpulan data menggunakan tes uraian computational thinking pada materi Sumber Daya Alam. Analisis data meliputi uji normalitas, homogenitas, uji keseimbangan, uji hipotesis (independent sample t-test), uji N-Gain, dan uji effect size.Hasil: Hasil uji hipotesis menunjukkan nilai signifikansi 0,01 < 0,05 dan t-hitung 5,954 > t-tabel, sehingga H0 ditolak. Rata-rata N-Gain kelas eksperimen sebesar 0,55 (kategori sedang) dengan distribusi 85% peserta didik pada kategori sedang dan 15% kategori tinggi, sementara kelas kontrol memperoleh rata-rata N-Gain 0,32 (kategori sedang) dengan 64% sedang dan 36% rendah. Uji effect size menunjukkan nilai 3,421 (kelas eksperimen) dan 2,204 (kelas kontrol), keduanya dalam kategori besar. Analisis per indikator menunjukkan keunggulan kelas eksperimen pada decomposition (4,13 > 2,87), pattern recognition (3,47 > 2,07), abstraction (3,59 > 2,40), dan algorithm (3,38 > 2,22).Implikasi: Model Case Based Learning dengan pendekatan gamifikasi terbukti lebih efektif dalam meningkatkan computational thinking peserta didik dibandingkan direct instruction. Guru dapat mengimplementasikan model ini sebagai alternatif inovatif dalam pembelajaran IPA untuk mengembangkan keterampilan berpikir komputasional peserta didik sekolah dasar
Pengaruh Model Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) dan Minat Belajar Terhadap Kemampuan Menulis Narasi
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) dan minat belajar terhadap kemampuan menulis narasi, serta interaksi antara keduanya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen semu dan desain faktorial 2x2. Populasi penelitian adalah seluruh peserta didik kelas IV SD Negeri se-Kecamatan Bonorowo Kabupaten Kebumen Tahun Ajaran 2025/2026 yang berjumlah 373 peserta didik dari 16 sekolah dasar negeri. Sampel penelitian berjumlah 45 peserta didik yang ditentukan menggunakan teknik cluster random sampling, terdiri atas 25 peserta didik sebagai kelompok eksperimen di SD Negeri Patukrejo dan 20 peserta didik sebagai kelompok kontrol di SD Negeri 2 Pujodadi. Kelompok eksperimen diberi perlakuan menggunakan model pembelajaran CIRC, sedangkan kelompok kontrol menggunakan model pembelajaran Ekspositori. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes dan non tes, yaitu tes kemampuan menulis narasi berupa soal esai dan angket minat belajar menggunakan skala Liker. Data yang diperoleh dianalaisi menggunakan Analisis Variansi Dua Jalan (ANAVA dua jalan) dengan sel tak sama pada taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) terdapat pengaruh kemampuan menulis narasi antara peserta didik yang diajar menggunakan model pembelajaran CIRC dan model Ekspositori, dengan F A = 317,03 > F tabel = 4,079; (2) terdapat pengaruh kemampuan menulis narasi antara peserta didik yang memiliki minat belajar tinggi dan minat belajar rendah, dengan F B = 165,67 > F tabel = 4,079; dan (3) terdapat interaksi antara model pembelajaran dan minat belajar terhadap kemampuan menulis narasi, dengan F AB = 10,24 > F tabel = 4,08. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa model pembelajaran CIRC lebih efektif dalam meningkatkan kemampuan menulis narasi peserta didik sekolah dasar
Peningkatan Hasil Belajar IPAS Materi Kegiatan Ekonomi melalui Model Role Playing di Kelas IV Sekolah Dasar
Pembelajaran IPAS materi kegiatan ekonomi di kelas IV SD Negeri 2 Manjung menunjukkan hasil belajar rendah, ditandai ketuntasan 50% dan nilai rata-rata di bawah KKM, dipengaruhi pembelajaran konvensional. Penelitian ini bertujuan meningkatkan hasil belajar melalui Role Playing. Metode: PTK kolaboratif dua siklus dengan tahapan perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi, melibatkan 12 peserta didik. Data dikumpulkan melalui tes dan non-tes dengan triangulasi. Hasil: Role Playing meningkatkan hasil belajar, ketuntasan, nilai rata-rata, dan aktivitas peserta didik. Implikasi: Role Playing efektif untuk pembelajaran IPAS yang lebih aktif dan kontekstual
Penerapan problem based learning dengan pembelajaran berdiferensiasi terhadap kemampuan pemecahan masalah di SD
The problem addressed in this study is the low level of problem-solving ability in the subject of Natural and Social Sciences (IPAS) among fourth-grade students at SD Aisyiyah. This study aims to examine the effect of the Problem-Based Learning (PBL) model integrated with differentiated instruction on students’ IPAS problem-solving abilities. A quasi-experimental method was employed using a non-equivalent control group design. The population of this study consisted of all fourth-grade students at SD Aisyiyah. The sampling technique used was saturated sampling, involving a total of 37 students. Hypothesis testing was conducted using simple linear regression analysis. The results indicated that Fcount > Ftable, demonstrating a significant effect of implementing the Problem-Based Learning model combined with differentiated instruction on students’ problem-solving abilities in IPAS. Therefore, it can be concluded that the integration of Problem-Based Learning and differentiated instruction positively influences the IPAS problem-solving abilities of fourth-grade elementary school students at SD Aisyiyah in the 2025/2026 academic year
Analisis Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Pada Pembelajaran PKN Kelas IV SD
Kemampuan berpikir kritis merupakan keterampilan penting yang perlu dikembangkan sejak sekolah dasar, namun pembelajaran PKn di kelas IV SD Negeri Ngadirejo 04 siswa belum terbiasa mengemukakan pendapat, menganalisis masalah, dan menarik kesimpulan secara mandiri. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kemampuan berpikir kritis siswa kelas IV pada pembelajaran PKN materi gotong royong berdasarkan empat indikator: interpretasi, analisis, inferensi, dan evaluasi. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan subjek 11 siswa kelas IV, data dikumpulkan melalui observasi tiga pertemuan pembelajaran, wawancara mendalam dengan guru kelas dan tiga siswa, serta dokumentasi Modul Ajar dan aktivitas pembelajaran. Analisis data dilakukan secara induktif dengan model Miles dan Huberman melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, disertai triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis siswa secara keseluruhan belum berkembang optimal. Aspek interpretasi dan analisis muncul dalam diskusi dan pengerjaan lembar kerja peserta didik, namun masih terbatas pada jawaban permukaan tanpa alasan yang mendalam dan keterkaitan yang jelas dengan konsep PKn. Aspek inferensi muncul secara parsial dan hanya ketika guru memberi instruksi eksplisit untuk menyimpulkan, sedangkan aspek evaluasi tidak muncul sama sekali selama pembelajaran karena siswa belum terbiasa menilai atau menanggapi argumen dan hasil kerja kelompok lain. Temuan ini mengindikasikan bahwa keterbatasan kemampuan berpikir kritis siswa berkaitan dengan faktor individu
Pengembangan Media Lectora Geomath untuk Meningkatkan Kemampuan Menyelesaikan Soal Cerita Geometri Kelas IV Sekolah Dasar
Pembelajaran matematika di sekolah memainkan peran penting dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan memecahkan masalah siswa, khususnya melalui penyelesaian soal cerita yang berkaitan dengan konteks kehidupan sehari-hari. Namun, siswa sering mengalami kesulitan dalam memahami dan menyelesaikan soal cerita geometri karena keterbatasan media pembelajaran dan pendekatan pembelajaran yang kurang interaktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran Lectora Geomath untuk meningkatkan kemampuan siswa kelas empat sekolah dasar dalam menyelesaikan soal cerita geometri, khususnya pada topik komposisi dan dekomposisi bangun datar menggunakan tangram digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian dan Pengembangan (R&D) yang terdiri dari tahap analisis, desain, pengembangan, dan implementasi terbatas. Media yang dikembangkan mengintegrasikan fitur interaktif, representasi visual, dan masalah kontekstual untuk mendukung siswa dalam memahami konsep geometri dan menyelesaikan soal cerita secara sistematis. Kelayakan media dievaluasi melalui validasi ahli, sedangkan kepraktisannya ditentukan dari kuesioner tanggapan guru dan siswa. Analisis efektivitas awal dilakukan melalui uji coba skala terbatas menggunakan hasil pretest dan posttest siswa. Hasil menunjukkan bahwa media Lectora Geomath yang dikembangkan secara valid dan praktis untuk digunakan dalam pembelajaran matematika. Penerapannya juga menunjukkan peningkatan kemampuan siswa dalam memahami situasi masalah, menentukan strategi solusi yang tepat, dan melakukan perhitungan dalam soal cerita geometri. Desain media interaktif dan visual ini membantu siswa menghubungkan konsep geometri abstrak dengan konteks kehidupan nyata. Oleh karena itu, media pembelajaran Lectora Geomath berpotensi mendukung pembelajaran matematika dan meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa dalam geometri di tingkat sekolah dasar
Penggunaan Pendekatan Computational Thinking Pada Mata Pelajaran Matematika Terhadap Keterampilan Berpikir Kritis Peserta Didik Kelas IV Sekolah Dasar
Rendahnya keterampilan berpikir kritis peserta didik dalam pembelajaran menjadi permasalahan yang perlu diperhatikan, sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penggunaan pendekatan Computational Thinking terhadap keterampilan berpikir peserta didik serta perbedaan keterampilan berpikir kritis peserta didik anatara yang menggunakan pendekatan Computational Thinking dan pendekatan saintifik. Penelitian ini menggunakan quasi experimental design dengan pretest-posttest control group. Sampel penelitian terdiri dari 42 peserta didik kelas IV yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling, dengan 21 anak kelas IVA sebagai kelas eksperimen dan 21 anak kelas IVB sebagai kelas kontrol. Pengumpulan data menggunakan instrumen tes dan non-tes yang telah divalidasi. Analisis regresi linear sederhana menunjukkan bahwa pendekatan Computational Thinking memberikan kontribusi sebesar 52,4% terhadap keterampilan berpikir kritis. Hasil uji independent sample t-test menunjukkan keterampilan berpikir kritis antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Temuan ini mengimplikasikan bahwa pendekatan Computational Thinking dapat digunakan sebagai alternatif pendekatan pembelajaran untuk mengembangkan keterampilan berpikir kritis peserta didik
Pengaruh Model Problem-Based Learning Berbasis Media Mystery Box Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Kelas V
Masalah dalam penelitian ini adalah rendahnya kemampuan berpikir kritis peserta didik kelas V MIN 1 Metro pada mata Pelajaran IPAS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan perbedaan model problem-based learning berbasis media mystery box terhadap kemampuan berpikir kritis peserta didik kelas V. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes dan non tes. Metode penelitian menggunakan Quasi Experimental Design dengan desain penelitian Nonequivalent Control Group Design. Populasi penelitian ini berjumlah 107 peserta didik dan sampel yang digunakan yaitu 54 peserta didik yang terdiri dari kelas V A sebagai kelas eksperimen dan V B sebagai kelas kontrol, sampel ditentukan dengan teknik purposive sampling. Data dianalisis dengan uji regresi linier sederhana dan uji-t. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh dan perbedaan yang signifikan pada penggunaan model problem-based learning berbasis media mystery box terhadap kemampuan berpikir kritis peserta didik kelas V MIN 1 Metro. The problem in this study was the low critical thinking skills of fifth-grade students at MIN 1 Metro in IPAS lessons. This study aims to determine the effect and difference of the mystery box-based problem-based learning model on the critical thinking skills of fifth-grade students. The data collection techniques used were tests and non-tests. The research method used a quasi-experimental design with a nonequivalent control group design. The research population consisted of 107 students, and the sample used was 54 students consisting of class V A as the experimental class and V B as the control class. The sample was determined using purposive sampling. The data were analyzed using simple linear regression and t-tests. The results of this study indicate that there is a significant effect and difference in the use of the mystery box media-based problem-based learning model on the critical thinking skills of fifth-grade students at MIN 1 Metro