perpustakaan.bppsdmk.kemkes.go.id

    Tesis : Kesiapan Sumber Daya Puskesmas Pada Penilaian Akreditasi Di Kabupaten Bone Bolango Provinsi Gorontalo

    No full text
    Penelitian ini bertujuan mengetahui kesiapan sumber daya Puskesmas berupa tenaga kesehatan, fasilitas kesehatan, anggaran kesehatan, sistem informasi, dan pembekalan obat puskesmas dalam penilaian akreditasi di kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo . Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian dilakukan di empat Puskesmas di Kabupaten Bone Bulango. Informan penelitian adalah kepala puskesmas dan tim pendamping akreditasi. Metode pengumpulan data yang digunakaan, yaitu wawancara dan observasi. Pemeriksaan keabsahan data dilakukan dengan teknik triangulasi sumber data. Data dianalisis secara deskriptif.Hasil penelitian menunjukan bahwa kesiapan tenaga kesehatan di Puskesmasa masih kurang dari segi jumlah tenaga profesi, namun dari segi kualitas berupa penguasaan tupoksi dan pemahaman alur pelayanan, tenaga kesehatannya sudah dapat memenuhi persyaratan penilaian akreditasi, fasilitas diempat puskesmas belum memenuhi persyaratan akreditasi karena masi ada beberapa puskesmas yang mengalami kekurangan fasilitas seperti ruang IDR, kekurangan ruangan untuk kegiatan program promkes, tidak memiliki laboratorium, dapur gizi, aula untuk pertemuan, ruang ASI, dan fasilitas untuk pasien penyandangan cacat. sementara untuk anggran kesehatan, sistem informasi, dan perbelakan obat puskesmas sudah 100% siap untuk penilaian Akrditasi.Kata Kunci : Akreditasi,Puskesmas,Sumber Daya Kesehatan.29,5 x 21 cm; 9 ; 131 hl

    Tesis : Analisis Perilaku Berhenti Merokok Pada Anggota Organisasi Wahdah Islamiyah Kota Palu

    No full text
    Penelitian ini bertujuan mengetahui secara mendalam tentang perilaku berhenti merokok terbentuk dalam organisasi dakwah wahdah islamiyah dikota palu.penelitian ini bersifat kualitatif dengan menggunakan pendekatan historiografi. Informan yang diambil adalah anggota organisasi yang berhenti merokok setelah menjadi anggota prganisasi Wahdah Islamiyah. Data dikumpulkan melalui wawanacara, observasi partisipasif, dan penelusuran dokumen. Data analisis menggunakan thematic analysis yang dilakukan melalui tahapan pengumpulan data, reduksi data/data etik, penyajian data/data emik, dan penarikan kesimpulan/konsep.Hasil penelitian menunjukan bahwa perubahan perilaku merokok anggota organisasi bukan merupakan perubahan perilaku yang direncanakan. Perilaku berhenti merokok anggota organisasi Wahdah Islamiyah terbentuk secara alamiah dipengaruhi oleh pandangan agama, interaksi sosial dalam kelompok, dan komunikasi yang persuasif. Faktor pendukung perubahan perilaku berasal dari diri anggota, keluarga, teman dalam kelompok, budaya organisasi dan interaksi sosial sesama anggota organisasi. Pendekatan agama dapat menjadi alternatif yang efektif untuk perubahan perilaku secara individu dan terutama melalui kelompok-kelompok keagamaan di masyarakat.Kata Kunci : perubahan perilaku, berhenti merokok, Wahdah Islamiyah29,5 x 21 cm; xiv ; 186 hl

    Thesis : Evaluasi Beban Ekonomi Akibat Kejadian Luar Biasa Campak Pada Sektor Rumah Tangga di Provinsi Jawa Barat

    No full text
    Latar Belakang : Campak masih merupakan masalah kesehatan di Indonesia khususnya di Jawa Barat yang merupakan wilayah dengan kasus dan frekuensi KLB Campak yang tinggi. Upaya untuk menanggulangi KLB Campak merupakan beban yang harus ditanggung dan berdampak pada pembiayaan rumah tangga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui beban ekonomi akibat KLB Campak dari perspektif rumah tangga di Provinsi Jawa Barat.Metode : Penelitian deskriptif dengan metode survey. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara kepada 210 rumah tangga. Perhitungan beban ekonomi meliputi biaya langsung dan tidak langsung.Hasil : Beban ekonomi akibat KLB Campak di Provinsi Jawa Timur tahun 2015 yaitu Rp92.302.499 meliputi biaya langsung Rp42.282.500 dan tidak langsung Rp50.019.999. Beban ekonomi tertinggi pada rumah tangga dengan tingkat pendidikan tinggi, pendapatan tinggi dan memiliki hunian yang padat. Sebanyak 39% rumah tangga mengalami katastropik akibat campak.Kesimpulan : Beban ekonomi akibat campak di Jawa Barat berdampak signifikan terhadap perekonomian rumah tangga. Dinas Kesehatan dan puskesmas perlu melakukan upaya pengendalian campak melalui peningkatan cakupan imunisasi dan peningkatan surveilans campak.Kata Kunci : Beban ekonomi, KLB, Campak, Rumah tangga29,5 x 21,7 cm; xiv; 91 hl

    Tesis : Faktor-faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Stunting Pada Anak Usia 12-23 Bulan

    No full text
    Latar Belakang : Peningkatan prevalensi stunting pada balita di Kabupaten Cirbon sebesar 0,2% dan kecamatan susukanlebak dengan prevalensi tertinggi yaitu 25,8% yang dapat dikategorikan sebagai masalah kesehatan masyarakat.Tujuan : Menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting anak usia 12-23 bulan di kecamatan susukcirebon.Metode : Desain penelitian cross sectional, subjek penelitian adalah anak usia 12-23 bulan dikecamatan susukanlebak cirebon yang berjumlah 90 orang. Data yang dikumpulkan berupa, tinggi badan ibu untuk mengetahui perawakan pendek,panjang badan dan usia anak untuk mengetahui status stunting, pengukuran berat badan anak dan dilakukan recall selama 2 hari, data lain yang dikumpulkan berupa, kejadian ISPA, usia pemberian MP-ASI dan kebiasan merokok keluarga. analisis data dengan uji chi square dan regresi logistic, sedangkan fakotr dominan dilihat dengan prevalence odds ration (POR).Hasil : Faktor paling dominan terhadap kejadian stunting pada anak usia 12-23 bulan susukanlebak cirebon adalah perawakan ibu pendek (POR=3,64;CI 1,10-11,98), tingkat kecukupan vitamin C yang kurang dari AKG (POR=3,76;CI:1,24-11,40) dan usia pemberian makanan pendamping ASI < 6 bulan (POR=3,40;CI:1,24-11,40).Simpulan : Perawakan ibu yang pendek, tingkat kecukupan vitamin C yang kurang dari AKG dan usia pemberian makanan pendamping ASI < 6bulan, merupakan fakotr dominan, risiko kejadian stunting pada anak usia 12-23 bulan disusukanlebak cirebon.Kata Kunci : stunting, faktor risiko, anak usia 12-23 bulan29,5 x 21 cm; xxiv ; 65 hl

    Thesis : Valuasi Ekonomi Sanitasi Permukiman Terhadap Kesehatan Masyarakat Di Kota Yogyakarta

    No full text
    Sanitasi adalah usaha kesehatan masyarakat yang menitikberatkan pada pengawasan terhadap berbagai faktor lingkungan yang mempengaruhi derajad kesehatan manusia. Parameter dalam penilaian rumah sehat meliputi: komponen rumah, sarana sanitasi dan perilaku. Penyakit berbasis lingkungan adalah penyakit yang sering muncul bersamaan dengan kondisi fasilitas sanitasi yang kurang memadai. Metode valuasi ekonomi merupakan salah satu cara yang digunakan untuk memberikan nilai kuantitatif terhadap barang dan jasa yang dihasilkan oleh sumber daya alam dan lingkungan. Tujuan dari studi valuasi adalah untuk menentukan besarnya nilai Contingent Valuation Method (CVM). Metode CVM merupakan salah satu metode penilaian ekonomi secara langsung melalui pertanyaan kemauan membayar seseorang atau Willingness to Pay (WTP).Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui kondisi sanitasi permukiman di Kota Yogyakarta, (2) Mengetahui kondisi ekonomi masyarakat di permukiman di Kota Yogyakarta, (3) Mengetahui hubungan kondisi sanitasi permukiman dan ekonomi terhadap kesehatan masyarakat di Kota YogyakartaJenis penelitian ini adalah observasinal dengan desain retrospektif. Sampel adalah 597 kepala keluarga di Kota Yogyakarta yang diambil dengan menggunakan teknik multi-stage random sampling. Data kondisi sanitasi rumah yang terdiri dari komponen rumah, sarana sanitasi, perilaku dan keberadaan vektor, diperoleh dengan menggunakan kuesioner. Sementara, data lingkungan fisik rumah dikumpulkan dengan cara pengukuran, yaitu suhu dan kelembapan menggunakan thermohygrometer, pencahayaan menggunakan lux meter dan kebisingan menggunakan sound level meter. Adapun data valuasi ekonomi yang meliputi kemauan dan kemampuan membayar PDAM, pengelolaan sampah dan pengolahan limbah cair rumah tangga, diperoleh juga dengan menggunakan kuesioner.Hasil penelitian pada penilaian sanitasi rumah, prosentase rumah sehat terbesar 30,49% dan rumah kurang sehat 69,51%. Sementara itu, pada penilaian valuasi ekonomi: (1) WTP untuk PDAM pada kisaran biaya Rp.2.500-Rp.4.000/10 m3 sebanyak 70,19% sedangkan ATP sebesar Rp. 7.585/10m3/bulan. (2) WTP untuk retribusi sampah pada kisaran biaya Rp.2.000- Rp.4.000/bulan sebanyak 59,02% dengan ATP sebesar Rp. 13.594/bulan. (3) WTP untuk pengelolaan limbah cair kisaran biaya Rp.3.000/bulan sebanyak 80,08% dengan ATP sebesar Rp.2.870/bulan .(4) sebanyak 38,19% responden penelitian dengan kondisi rumah yang kurang sehat memiliki penghasilan kurang dari Rp.1.500.000,- per bulan. Adapun kejadian penyakit karena kondisi lingkungan yang kurang baik dalam kurun waktu tiga bulan terakhir dialami oleh 52,00% responden.Kesimpulan : (1) Kondisi sanitasi permukiman di Kota Yogyakarta termasuk kategori rendah. (2) Kondisi ekonomi masyarakat Kota Yogyakarta termasuk kategori rendah. (3) Kondisi sanitasi permukiman dan ekonomi masyarakat Kota Yogyakarta termasuk kategori rendah, sehingga faktor risiko terjadinya penyakit yang berbasis lingkungan masih tinggi.xv+163 hlm; 21x3

    Thesis : Perbedaan Persepsi Antar Kelompok Pelanggan Terhadap Mutu Pelayanan di Balai Laboratorium Kesehatan Yogyakarta

    No full text
    Latar Belakang : Balai Laboratorium Kesehatan Yogyakarta telah terkreditasi Komite Akreditasi Nasional (KAN) ISO/IEC 17025:2005 No. LP. 398. IDN Tahun 2008, KALK Kementerian kesehatan RI No. 5/S/KALK-P/2012, teregistrasi sebagai Laboratorium Lingkungan dari Kementerian Negara Lingkungan Hidup No. 0023/LPJ/Labing-1/LRK/KLH tahun 2010, sebagai Laboratorium Tempat Uji Kompetensi dari BNSP no. 2-TELAPI/V/11/035 tahun 2011, dan ISO 9001: 2008 tahun 2015, terbagi menjadi 4 kelompok pelanggan, yaitu imunologi, patologi klinik, kimia kesehatan, dan mikrobiologi. Terdapat keluhan antar kelompok pelanggan terhadap pelayanan laboratorium baik melalui kotak saran maupun lisan akibat perbedaan persepsi yang diterima antar kelompok pelanggan tersebut.Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk membuat analisis menyangkut perbedaan persepsi antar kelompok pelanggan yang berbeda-beda agar dapat menjadi masukan dalam merumuskan kebijakan upaya menjaga mutu dan perbaikan terus menerus pelayanan Balai Laboratorium Kesehatan Yogyakarta.Metode : Penelitian observasional dengan rancangan cross sectional, sampel penelitian 200 orang secara sistematik random sampling. Penelitian kuantitatif uji beda rata-rata dan dianalisis dengan uji independent t-test untuk mengetahui perbedaan harapan dan persepsi antar kelompok pelanggan tersebut dan uji F (one way anova) untuk mengetahui perbedaan persepsi antar kelompok pelanggan selama periode tertentu yang dikaitkan dengan dimensi servqual di Balai Laboratorium Kesehatan Yogyakarta. Persepsi antar kelompok pelanggan terhadap mutu pelayanan akan sangat baik, jika nilai tertinggi diperoleh kelompok pelanggan tertentu, sehingga diartikan kelompok pelanggan tersebut lebih merasakan dan mendapatkan kualitas pelayanan yang disediakan Balai Laboratorium Kesehatan Yogyakarta sesuai dengan harapan kelompok pelanggan tersebut.Hasil : Korelasi harapan dan persepsi pelanggan terhadap mutu pelayanan di Balai Laboratorium Kesehatan Yogyakarta berhubungan secara signifikan. Persepsi antar kelompok pelanggan terhadap mutu pelayanan di Balai Laboratorium kesehatan Yogyakarta secara keseluruhan sangat baik dengan skor 5,210. Tidak ada perbedaan persepsi antar kelompok pelanggan yang signifikan. Persepsi dimensi servqual bukti fisik pada sarana prasarana memadai memiliki skor terendah, yaitu 5,11. Persepsi dimensi servqual tertinggi diperoleh oleh pelanggan imunologi dengan skor 116,18.Kesimpulan : Kebijakan manajemen mutu pelayanan di Balai Laboratorium Kesehatan Yogyakarta sudah baik. Efektivitas, efisiensi dan sustainabilitas perbaikan mutu pelayanan menjadi tujuan untuk profitabilitas, dan loyalitas pelanggan.Kata kunci : perbedaan, persepsi, harapan, mutu pelayanan, antar kelompok pelanggan29,5 x 21,7 cm; xiii; 100 hl

    Tesis : Dampak Implementasi Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Terhadap Kinerja Keuangan Rumah Sakit Vertikal Kementerian Kesehatan

    No full text
    Implemantasi program jaminan kesehatan nasional (JKN) memberikan kemudahan masyarakat dalam menikmati layanan kesehatan yang disediakan oleh pemerintah dan bertujuan mewujudkan Universal Health Coverage bagi seluruh rakyat indonesia. JKN membawa perubahan sistempembiayaan kesehatan dari fee for service payment (FFS) menjadi prospective payment system (PPS) dengan sistem paket INA CBG's. ketakutan bahwa JKN merugikan rumah sakit tidak berlaku untuk 31 rumah sakit variabel kementerian kesehatan. setelah implementasi JKN terjadi kenaikan pada pendapatan khususnya pendapatn layanan secara rata-rata pada 31 rumah sakit vartikal kmenterian kesehatan. terjadinya penurunan yang dratis juga pada masa penagiahan piutang. likuiditas rumah sakit vartikal kementerian kesehatan sangat tinggi terlbih setelaj JKN diimplementasikan.luiditas tinggi belum tentu baik karena dpat diartikan lemahnya manajemen kas. Kata Kunci : jaminan kesehatan nasional, kinerja keuangan,rumah sakit vertikal29,5 x 21 cm; vii ; 104 hl

    Pelayanan Sektor Publik

    No full text
    Pelayanan sektor publik adalah segala bentuk pelayanan baik dalam bentuk barang maupun jasa yang menjadi tugas dan tanggung jawab negara untuk menyediakannya. SIfatnya yang harus terbuka karena tuntutan transparansi dan akuntabilitas serta karakteristiknya yang tidak diatur oleh pasar, seingkali menjadikan pelayanan sektor publik tidak fleksibel dan tidak kompetitif. Selain itu tujuan pelayanan sektor publik untuk menciptakan keadilan dan kesejahteraan sosial selalu menghadapi berbagai dinamika yang membutuhkanefort lebih dari sekedar tujuan mencari laba. Sehingga untuk mengelolanya membutuhkan sentuhan dan manajemen yang berbeda dengan pelayanan yang diselenggarakan oleh swasta. Buku ini mengulas tentang bagaimana mengelola pelayanan pada sektor publik. Adalah negara yang memiliki hajat terhadap penyelenggaraan pelayanan ini.186 hlm; 16,5x24 c

    Manual 5 Kunci Keamanan Pangan

    No full text
    Buku ini berisi penjelasan mengenai lima kunci kemanan pangan, sehingga dapat juga digunakan oleh fasilitator kemanan pangan sekolah (FKPS) untuk mensosialisasikan Lima Kunci Keamanan Pangan kepada komunitas sekolah.14,8 x 21 cm ; 32 hl
    perpustakaan.bppsdmk.kemkes.go.id
    Repository Dashboard
    Do you manage perpustakaan.bppsdmk.kemkes.go.id? Access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard!