SKRIPSI Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM

    Evaluasi diri menggunakan Analisis SWOT di Klub PERPANI “Hardha Dhedhali” Pengcab Kota Batu

    No full text
    ABSTRAK       Asmara. Pembayun Pandam.2012. Evaluasi diri menggunakan Analisis SWOT di Klub PERPANI “Hardha Dhedhali” Pengcab Kota Batu. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Asim, M.Pd,                (II) Drs. Oni Bagus Januarto, M.Kes. Kata Kunci : Evaluasi Diri, Klub PERPANI, Analisis SWOT Dalam membentuk suatu atlet yang berkompeten tinggi, sebuah klub tidak hanya harus memiliki tujuan dan program-program latihan yang sistematis untuk atletnya, namun juga harus diimbangi dengan sistem organisasai dan manajemen yang baik pula. Untuk mewujudkan tujuan-tujuan dari pembinaan atlet yang berkualitas seperti yang terpapar di atas, dibutuhkan sebuah wadah atau suatu organisasi untuk melaksanakan program-program latihan yang sistematis dan efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana keadaan klub PERPANI “Hardha Dhedhali” Pengcab Kota Batu berdasarkan analisis SWOT (Kekuatan/Kelebihan, Kelemahan/Kekurangan, Ancaman dan Peluang). Jenis penelitian ini adalah survei dengan pendekatan diskriprif kuantitatif dengan analisis data SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, dan Threats). Teknik pengumpulan data menggunakan angket terbuka dan angket tertutup, serta dokumentasi. Faktor-faktor pendukung Strengths (Kekuatan) Klub PERPANI “Hardha Dhedhali” Pengcab Kota adalah (a) visi, misi dan tujuan yang dimiliki klub memiliki kejelasan dan kerealistisan visi, misi, dan tujuan, (b) tersetrukturnya tata kelola, (c) tata kelola memenuhi tiga aspek dari lima aspek penting dari organisasi yaitu sistematis, tersetruktur, transparan, bertanggung jawab dan adil, (d) kepemimpinan yang dimiliki, berdasarkan responden seluruh anggota klub tergolong demokratis dan transparan, (e) pelatih yang berkompeten dan berkualitas dalam bidangnnya khususnya dalam cabang olahraga panahan, (f) cukup menghasilkan atlet yang berprestasi, (g) program-program latihan yang bervariatif, (h) kesesuaian strategi latihan yang dipimpin oleh pelatih, i) kemampuan atlet memahami materi yang diberikan oleh pelatih tergolong mampu memahami dan menjalankan materi, dan j) kerjasama yang terjadi diantara seluruh anggota klub. Kemudian faktor-faktor penyebab Weaknesses (Kelemahan),  Klub PERPANI “Hardha Dhedhali” Pengcab Kota adalah (a) kurangnya terealisasinya visi, misi dan tujuan klub, (b) kefektifan proses pencapaian visi, misi dan tujuan awal klub klub perpani “hardha dhedhali” pengcab kota batu ini, (c) terdapat peran ganda dalam susunan tugas kerja tata kelola, (d) gaya kepemimpinan yang demokratis memiliki kelemahan yaitu dalam mencapaian mufakat dalam setiap musyawarah, pengambilan keputusan tidak dapat diambil secara cepat, (e) masih tergong cukupnya bakat atlet yang dimiliki, (f) pemenuhan target perekrutan atlet yang tergolong cukup memenuhi, (g) tidak adanya kurikulum yang secara langsung menjadi landasan proses latihan klub berdampak kurang terarahnya tujuan latihan, (h) kurang memadainya sarana dan prasarana latihan. hal ini dikarenakan sarana dan prasarana untuk cabang olahraga panahan membutuhkan pendanaan yang besar, dan (i) kurang baiknya kerjasama yang terjadi antara klub dengan pihak luar yang bersangkutan. Selanjutnya dalah faktor-faktor pendukung adanya Opportunities (Peluang) bagi Klub PERPANI “Hardha Dhedhali” Pengcab Kota Batu adalah (a) dengan adanya kejelasan visi, misi maupun tujuan klub, memberikan pemahaman terhadap seluruh anggota klub dan memberikan peluang pencapaian oleh setiap anggota klub dikarenakan visi, misi dan tujuan klub realistis, (b) dukungan yang diberikan oleh tata kelola klub akan mempermudah klub dalam pencapaian visi, misi dan tujuan klub, (c) meskipun belum terlaksana, regenerasi kepengurusan yang akan diadakan setiap masa jabatan, akan menjadi peluang munculnya ide-ide atau kebijakan-kebijakan baru, (d) kepemimpinan demokratis dan transparan akan menghasilkan kesepakaran dan keputusan yang tepat karena dilakukan secara musyawarah antar seluruh anggota klub, (e) latar belakang pendidikan yang dimiliki oleh pelatih hanya tergolong cukup mendukung, (f) program-program latihan yang bervariatif dapat sedikit menghindari permasalahan sarana dan prasarana, (g) cukup efektifnya pelaksanaan program-program latihan, (h) kesesuaian program-program latihan dengan minimnya sarana dan prasarana panahan yang dimiliki menimbulkan peluang bagi atlet untuk mengembangkan bakatnya,( i) kerjasama yang terjadi diantara seluruh anggota klub, dan (j) kerjasama dengan masyarakat sekitar akan membantu klub dalam mengembangkan klub dalam hal jumlah atlet dan lebih tersetruktrurnya kepengurusan. Dan yang terakhir adalah faktor-faktor penyebab Threats (Ancaman) Klub PERPANI “Hardha Dhedhali” Pengcab Kota Batu adalah (a) kurangnya memadainya sarana dan prasarana klub, (b) proses kerjasama dengan pihak luar kurang baik dalam segi pendanaan, mengancam kurang efektifnya pencapaian visi, misi dan tujuan klub, (c) adanya beberapa tugas ganda yang dikerjakan oleh satu orang akan menghambat kinerjanya, (d) ancaman yang akan dihadapi oleh klub perpani “hardha dhedhali” pengcab kota batu yang memiliki sistem kepemimpinan demokratis adalah jika terjadi suatu keadaan yang membutuhkan pengambilan keputusan yang cepat, (e) kurang ketatnya proses perekrutan atlet, (f) dengan tidak adanya kurikulum tertulis dan secara langsung mengatur jalannya pelaksanaan latihan, akan mempersulit pelatih untuk menyampaikan setiap materi latihan, (g) kurang memadainya sarana dan prasarana latihan akan menjadi ancaman bagi atlet dan klub dalam menghasilkan atlet yang berkualitas dan berkompeten dan pencapaian visi, misi dan tujuan bagi klub, dan (h) kurang baiknya kerjasama yang terjadi antara klub dengan pihak luar yang bersangkutan akan berakibat kurang maksimalnya pemenuhan kebutuhan klub dalam hal pendanaan klub dan pemenuhan sarana dan prasarana klub yang masih tergolong kurang menunjang. Dari hasil persentase perhitungan frekuensi jawaban seluruh responden terbanyak di setiap butir pertanyaan yang diberikan, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa Klub PERPANI “Hardha Dhedhali” Pengcab Kota Batu memiliki organisasi yang Cukup Baik dengan persentase perhitungan 60,99%

    Pengembangan Model Permainan dalam Pembelajaran Lempar Cakram pada Kelas XI SMK Negeri 2 Singosari Kabupaten Malang

    No full text
    ABSTRAK   Yusita, Chintalia. 2013. Pengembangan Model Permainan dalam Pembelajaran Lempar Cakram pada Kelas XI SMK Negeri 2 Singosari Kabupaten Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Mardianto, M.Kes, (II) Drs. Mulyani Surendra, M.S.   Kata Kunci: model permainan pembelajaram, lempar cakram Setiap siswa harus dapat mempraktikkan pembelajaran lempar cakram, karena materi tersebut masuk dalam kurikulum inti Penjasorkes. Hasil observasi awal yang dilakukan tanggal 18 Oktober 2012 bahwa 2 guru pengajar Penjasorkes menyatakan 75% siswa kurang menyukai lempar cakram, melainkan siswa banyak memilih permainan bola besar pada umumnya. Sementara itu 25 siswa merasa bahwa lempar cakram tidak menarik dengan alasan pembelajarannya monoton, bosan, dan kurangnya variasi dalam pembelajaran karena siswa hanya bisa menangkap materi dari demonstrasi guru tanpa mempunyai buku pegangan. Oleh sebab itu, untuk mengatasinya perlu adanya variasi model permainan pembelajaran lempar cakram, dan adanya pedoman pembelajaran yang bervariasi berbentuk buku ajar.  Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk yang berupa buku ajar yang berisi model permainan pembelajaran lempar cakram, di antaranya permainan, mengganti alat peraga dan melatih lemparan yang mempermudah siswa belajar sebelum mencoba teknik dasar dengan menggunakan cakram yang sesungguhnya. Adanya variasi pembelajaran dengan model permainan diharapkan tujuan pembelajaran bisa tercapai sebagaimana sesuai dengan kurikulum yang ada. Metode yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (research and development). Langkah-langkah yang dilakukan peneliti di antaranya melakukan analisis produk, mengembangkan produk awal, validasi ahli, uji coba lapangan dan revisi produk. Teknik analisis yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif kualitatif. Spesifikasi buku ajar di antaranya bagian awal (cover yang berjudul permainan pembelajaran lempar cakram kelas XI, kata pengantar, daftar isi, tabel SK dan KD,  pendahuluan), ukuran huruf 12, spasi paragraf 1,5, dan ukuran kertas A5. Spesifikasi tersebut sudah sesuai dengan spesifikasi awal. Produk awal telah dijustifikasi oleh empat justifikator di antaranya ahli atletik, ahli permainan, ahli penjasorkes, dan ahli media. Hasil dari keempat justifikator dapat disimpulkan bahwa secara keseluruhan diperoleh hasil yang layak untuk diuji cobakan. Sedangkan, hasil dari uji kelompok dapat disimpulkan bahwa diperoleh hasil yang layak untuk digunakan  karena sudah sesuai dengan karakteristik dan minat siswa SMK negeri 2 Singosari Kabupaten Malang. Saran yang dapat diberikan di antaranya bahwa produk buku ajar model permainan lempar cakram untuk siswa SMK negeri 2 Singosari Kabupaten Malang layak digunakan. Bagi peneliti lain sebaiknya dilanjutkan pada penelitian uji efektivitas untuk pembelajaran lempar cakram

    Pengembangan Prototype Peluru dengan Menggunakan Peluru Kayu untuk Pembelajaran Tolak Peluru pada Siswa SMP Negeri 1 Bluto Kabupaten Sumenep

    No full text
    ABSTRAK   Sujibno, Ribut. 2011. Pengembangan  Prototype  Peluru dengan Menggunakan Peluru Kayu untuk Pembelajaran Tolak Peluru pada Siswa SMP Negeri 1 Bluto Kabupaten Sumenep. Skripsi, Jurusan Pendidikan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. H. Mahmud Yunus, M.Kes, (2) Drs. Mulyani Surendra, M.S.   Kata Kunci: prototype, peluru kayu, pembelajaran, tolak peluru.   Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan merupakan bagian integral dari sistem pendidikan. Melalui pendidikan dapat memberikan kesempatan kepada siswa untuk terlibat langsung dalam berbagai pengalaman belajar melalui aktivitas jasmani, olahraga dan kesehatan yang terpilih akan dilakukan secara sitematis. Ruang lingkup Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan, salah satunya adalah permainan dan olahraga.  Berdasarkan observasi dan wawancara pada tanggal 19 Februari 2011 terhadap guru pendidikan jasmani SMP Negeri 1 Bluto Kabupaten Sumenep diperoleh data sebagai berikut: dalam pembelajaran atletik nomor lempar, khususnya tolak peluru tidak selalu diberikan kepada siswa dikarenakan terdapat permasalahan yang berkaitan dengan jumlah alat yang tidak mendukung dan berat peluru yang berukuran standar. Dari segi kuantitas alat, SMP Negeri 1 Bluto Kabupaten Sumenep hanya memiliki 2 buah peluru yang terbuat dari besi keras dengan berat 4 kg (standar putri) dan 7,26 kg (standar putra), oleh karena jumlah dan berat yang standar tersebut dan alat tidak efektif untuk usia SMP, maka pembelajaran tolak peluru tidak dapat dilaksanakan.   Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan prototype  peluru kayu untuk pembelajaran tolak peluru pada siswa SMP Negeri 1 Bluto Kabupaten Sumenep. Penelitian yang dilaksanakan di SMP Negeri 1 Bluto Kabupaten Sumenep ini menggunakan model pengembangan Research and Development (R & D) dari Borg and Gall  yang dimodifikasi menjadi model yang lebih sederhana yaitu: (1) Riset dan pengumpulan data informasi berupa wawancara dan observasi lapangan. (2)Mengembangkan produk awal. (3) Evaluasi dari para ahli dengan kualifikasi yaitu, satu ahli tolak peluru, satu ahli pembelajaran Pendidikan Jasmani. (4) Revisi produk awal (revisi berdasarkan dari hasil evaluasi para ahli), (5) Uji coba (kelompok kecil)  yang dilakukan dengan melibatkan 8 subjek, (6) Uji lapangan (kelompok besar) dengan menggunakan 40 subjek, pengumpulan data menggunakan teknik kuesioner kemudian dianalisis, (7) Revisi produk akhir berdasarkan hasil uji lapangan (kelompok besar). Analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif. Hasil analisis data dari ahli pembelajaran dan ahli atletik diperoleh persentase 82,5% dan 75%. Hasil persentase tersebut menyatakan bahwa produk ini dapat diuji cobakan untuk pembelajaran tolak peluru menggunakan peluru kayu. Hasil persentase  pada saat uji coba kelompok kecil adalah100%, dan hasil persentase pada tahap uji coba kelompok besar adalah 100% sehingga  prototype  peluru dengan menggunakan peluru kayu untuk pembelajaran tolak peluru pada siswa SMP Negeri 1 Bluto Kabupaten Sumenep dapat digunakan. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, maka saran yang dapat diberikan di antaranya: dalam penyebarluasan produk pengembangan ke sasaran yang lebih luas, peneliti memberi saran yaitu bahwa sebelum disebarluaskan sebaiknya produk ini dievaluasi kembali dan disesuaikan dengan kondisi sasaran yang ingin dituju. Selain itu, untuk subjek penelitian sebaiknya dilakukan pada subjek yang lebih luas, baik siswa maupun sekolah yang digunakan sebagai kelompok uji coba khususnya bagi kalangan pemangku mata pelajaran pendidikan jasmani.

    Pengembangan Model-Model Latihan Pukulan Chop Tenis Meja di PTM Bonanza Kabupaten Blitar

    No full text
    ABSTRAK   Windi, Lestari Ike. 2013. Pengembangan Model-Model Latihan Pukulan Chop Tenis Meja Di PTM Bonanza Kabupaten. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Mu’arifin, M.Pd. (II) Dra. Sri Purnami, M.Pd,   Kata Kunci: pengembangan, model-model latihan, chop, tenis meja Pukulan chop merupakan salah satu teknik dasar dalam tenis meja. Di PTM Bonanza Kabupaten Blitar diberikan materi tentang pukulan chop. Berdasarkan observasi terhadap 1 orang pelatih dan 16 atlet PTM Bonanza Kabupaten Blitar, model-model latihan pukulan chop hanya diberikan dimenit-menit terakhir latihan dan sangat kurang bervariasi. Maka dari itu perlu adanya model-model latihan pukulan chop tenis meja sehingga dapat membantu atlet latihan pukulan chop secara maksimal dan variatif. Maka disusunlah rancangan produk pengembangan model-model latihan pukulan chop tenis meja. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk membuat model-model latihan pukulan chop tenis meja di PTM Bonanza Kabupaten Blitar agar lebih bervariasi. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan model pengembangan dari Borg and Gall (1983:775), langkah-langkah tersebut adalah: (1) melakukan Analisis produk yang akan dikembangkan (2) mengembangkan produk awal (3) validasi ahli (4) uji coba kelompok kecil (5) revisi produk (6) uji coba kelompok besar (7) revisi produk berdasarkan uji coba lapangan. Instrument yang digunakan adalah berupa angket berisi tentang rancangan produk yang telah dibuat. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis kualitatif dan kuantitatif berupa presentase. Model latihan ini dikembangkan melalui saran dan evaluasi para ahli, yaitu 1 ahli isi produk dan 1 ahli kepelatihan. Hasil penelitian yang diperoleh bahwa model-model latihan pukulan chop tenis meja di PTM Bonanza Kabupaten Blitar layak dan bisa digunakan oleh atlet serta pelatih di PTM Bonanza Kabupaten Blitar. Ahli isi serta ahli kepelatihan menyatakan produk pengembangan ini layak dan menarik untuk diberikan ke atlet serta ke pelatih PTM Bonanza Kabupaten Blitar. Dari hasil uji coba kelompok kecil adalah 100% menyatakan bahwa produk mudah dipahami, produk sangat menarik dan atlet sangat membutuhkan model-model latihan pukulan chop tenis meja dan hasil uji coba kelompok besar adalah 100% menyatakan bahwa produk sangat jelas, mudah dipahami, sangat menarik, sangat bermanfaat dan atlet sangat membutuhkan model-model latihan pukulan chop tenis meja. Dari hasil tersebut diharapkan pengembangan model-model latihan pukulan chop tenis meja ini bisa menjadi salah satu alternatife pelatihan tenis meja agar proses latihan lebih menarik dan variasi, sehingga proses latihan dapat berjalan dengan lancar.   ABSTRACT   Windi, Lestari Ike. 2013. developing practice models for chop swing in table tennis at PTM Bonanza Blitar Regency. thesis, physical and health education department, faculty of sport science, state university of malang. Advisors: (I) Drs. Mu’arifin, M.Pd. (II) Dra. Sri Purnami, M.Pd,   Keywords: developing, practice models , chop, table tennis chop swing is one of basic technique in table tennis. At PTM Bonanza Blitar regency, there is a practice about chop swing. Based on observation on a coach and 16 athletes at PTM Bonanza Blitar regency, the practice models for chop is lack in variance and only given in the last minutes of rehearsal . Therefore, there is need in another practice models for chop swing, so that it can help the athletes to practice the chop maximally and variational. Then the writer designed a developing product to practice models for table tennis chop swing . This study was aimed to develop practice models for chop swing in table tennis at PTM Bonanza Blitar regency so that it has many variance. In this study , writer used developing models of Borg and Gall (1983:775), the steps are: (1) conducting developed product analysis  (2) developing the early product (3) expert validation (4) small group tryout (5) product revision (6) big group tryout (7) product revision based on field tryout . The instrument in this study was questionnaire containing design of product. The data collection technique was qualitative and quantitative analysis in form of percentage . This practice model was developed through experts advices and evaluations, i.e. one expert on product content and one expert on coaching . The result of this study was feasible practice models for table tennis chip swing at PTM Bonanza Blitar regency and can be used by athletes and coach at PTM Bonanza Blitar regency. The experts on content and coaching have stated that this developed product in feasible and interesting to be given for athletes and coach at PTM Bonanza Blitar regency. From the small group tryout, it resulted in 100% stating that the product is easy to understand, very interesting, and needed by athletes for table tennis chop swing practice and from big group tryout, it resulted in 100% stating that the product was easy to understand, very interesting , very useful, and needed by athletes practicing table tennis chop swing . From theses results, it is hope that this development of practice model for chop in table tennis can be used as alternative coaching so that the practice process can be more interesting and varied as well as runs smoothly

    Evaluasi Pelaksanaan Program Kerja Persatuan Tinju Amatir Indonesia (PERTINA) Kota Malang Tahun 2012

    No full text
    ABSTRAK Abrianto, Yudha. 2013. EvaluasipelaksanaanProgram KerjaPersatuanTinjuAmatir Indonesia (PERTINA) Kota Malang tahun 2012. Skrips,JurusanPendidikanJasmanidanKesehatan, FakultasIlmuKeolahragaan, UniversitasNegeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. EkoHariyanto,M.Pd, (II) Drs. LokanantaTeguhHariWiguno, M.Kes. Kata Kunci: evaluasi, program kerja, PERTINA. Evaluasiadalahkegiatanuntukmengumpulkaninformasitentangbekerjanyasesuatu, yang selanjutnyainformasitersebutdigunakanuntukmenentukanalternatif yang tepatdalammengambilkeputusan.Penelitianevaluasipelaksanaan program kerjaPersatuanTinjuAmatir Indonesia (PERTINA) Kota Malang, PERTINA merupakanindukorganisasiolahraga yang bertugasuntukmembinaatlet-atlettinjuamatir.PERTINAtermasukindukorganisasi yang beradadibawahnaungan KONI. Sebelumnyabelumpernahadaevaluasi program kerjasetiapcabor yang diadakan KONI Kota Malang Khususnya PERTINA yang merupakancabangunggulan di Kota Malang.Penelitihaninibertujuanuntukmengevaluasipelaksanaan program kerja PERTINA Kota Malang denganmetode CIPP (Context, Input, Process, Product) danakanmenghasilkankeputusanuntukmelanjutkan program, merevisi, menyebarluaskanataumenghentikan program kerjaPERTINA Kota Malangsertamenghasilkanrekomendasidaripeneliti.Penelitianevaluasipelaksanaan program kerjaPERTINA Kota Malang inimenggunakanpengumpulan data melaluiwawancaradanobservasisertateknikanalisisstatistikdeskriptifdenganpersentasedandianalisidenganmetode CIPP yang hasilnyasebagaiberikut: context60% yang berarticukupbaik, input86,7% yang berartibaiksekali, process 84,2% yang berartibaiksekali,product 78,6% yang berartibaik. Dari keseluruhan CIPP (context, input, process dan, product) adalah82,8% yang berartibaiksekali.Berdasarkanhasilpenelitian yang dijabarkandiataspenelitimerekonmendasikan Program kerja PERTINA Kota Malang dapatdilanjutkandenganbeberapaaspek yang harusdibenahisehinggapadatahun-tahunberikutnyapelaksanaan program kerjadapatberikutnyadapatberjalanlebihbaiklagi. Di setiapvariabelterdapataspek-aspek yang harusdibenahidiantarannyapadavariabelContextadalah (1) perluadanyaimplementasidansosialisasidalampelaksanaan program kerjasebagaimanamestinya; variable Input (1)perluadanyakriteria-kriteriakhususdalamperekrutanatlet, pelatihdanpengurussehinggasumberdayamanusia yang berada di PERTINA Kota Malang mampumencapaihasil yang memuaskan (2)diharapkan PERTINA Kota Malang dalamperekrutanpelatih, merekrutpelatih yang memilikilisensikepelatihansehingga proses latihanberjalansebagaimanamestinya, Processadalah (1) atletharusmelaksanakanlatihansesuai program latihan yang disusunolehpelatih (2) pelatihharusmembuat program latihansesuaidengankeadaanatlet, (3)pengurus PERTINA Kota Malan harusmengevaluasisetiap program yang sudahdilaksanakansehinggadapatdiketahui program tersebutterlaksanadenganbaikatautidak;variabelProductadalah (1) diharapkansetiapatletdapatikutsertadalamsetiap even-even yang samasehinggapengalamanbertandingsetiapatletmenjadilebihbanyakih member  danmerata. (2)lebihmemberikesempatanbertandingkepadaatlet-atlet yang masihmudasehinggaatlet-atlettersebutmemiliki jam terbang yang banyak.

    Pengembangan Pembelajaran Senam Aerobik Menggunakan Bola Melalui Video Untuk Mahasiswa Pendidikan Jasmani Dan Kesehatan Fakultas Ilmu Keolaragaan Universitas Negeri Malang

    No full text
    ABSTRAK   Kumala, Sari Desy. 2013.Pengembangan Pembelajaran Senam Aerobik Menggunakan Bola Melalui Video Untuk Mahasiswa Pendidikan Jasmani Dan Kesehatan Fakultas Ilmu Keolaragaan Universitas Negeri Malang.Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs.Oni Bagus Januarto, M. Kes. (II) Dra. Sulistyorini, M.Pd,   Kata Kunci: pengembangan, pembelajaran, kurikulum, senam, senamaerobik menggunakan bola, media, video (audio visual) Berdasarkan observasi yang dilakukan di Fakultas Ilmu Keolahragaan pada kegiatan perkuliahan Kepelatihan Kebugaran Jasmanikhususnya pembelajaran senam aerobik, kegiatan pembelajaran senam aerobik yang diajarkan di Fakultas Ilmu Keolahragaan sudah bervariasi, tetapi jarang sekali adanya pembelajaran senam aerobik menggunakan alat. Penggunaan media pembelajaran pendidikan jasmani berupa tape recorder, VCD player akan sangat bermanfaat pada pembelajaran senam aerobik. Berdasarkan data analisis kebutuhan tentang kesetujuan akan adanya  senam aerobik menggunakan alat, dari 30 mahasiswa diperoleh hasil 25mahasiswa  menjawab perlu dan 5mahasiswa menjawab tidak perlu. Pertanyaan tentang alat apa yang tepat untuk digunakan memperoleh hasil, 26 mahasiswa menjawab bola, 1 mahasiswa menjawab bangku dan 3 mahasiswa menjawab tongkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan pembelajaran senam aerobik menggunakan bola melalui video untuk mahasiswa Pendidikan Jasmani dan Kesehatan Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan model pengembangan dari Borg and Gall (1983:775), langkah-langkah tersebut adalah: (1) melakukan Analisis produk yang akan dikembangkan (2) mengembangkan produk awal (3) validasi ahli (4) uji coba kelompok kecil (5) revisi produk (6) uji coba kelompok besar (7) revisi produk berdasarkan uji coba lapangan. Dari data hasil validasi senam aerobik diperoleh 83,57% maka produk pengembangan ini dapat dinyatakan layak untuk digunakan. Dari hasil uji coba (kelompok kecil) dengan menggunakan 8 mahasiswa diperoleh persentase 83,54% dan pada uji lapangan (kelompok besar) dengan menggunakan 40 mahasiswa diperoleh persentase sebesar 81,83% sehingga produk pengembangan pembelajaran senam aerobik ini dapat dinyatakan layak dan dapat digunakan. Berdasarkan hasil dari penelitian dapat disimpulkan bahwa penelitian pengembanagn ini sangat cocok diajarkan kepada mahasiswa, karena dengan model pembelajaran yang baru dan bervariasi mahasiswa merasa lebih tertantang dan  tertarik  untuk mempraktikan senam aerobik. Dalam suatu penelitian pengembangan tentunya ada kekurangan dari produk yang dihasilkan, maka dari itu saran bagi pengembangan ini adalah perlu adanya variasi yang lebih banyak pada bagian latihan inti dan latihan pembentukan

    Pengembangan Pembelajaran Judo Menggunakan VCD untuk Mahasiswa Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang

    No full text
    ABSTRAK   Adh’ha, Rizal. 2012. Pengembangan Pembelajaran Judo Menggunakan VCD untuk Mahasiswa Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang. Skripsi. Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Heru Widijoto, M.S, (II) Drs. Mulyani Surendra, M.S.   Kata kunci: penelitian pengembangan, pembelajaran, judo, media VCD. Berdasarkan penelitian awal yang sudah dilakukan peneliti di Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang terhadap Dosen Pembina Matakuliah Teori dan Praktik dan mahasiswa peserta Mata Kuliah Teori dan Praktik Judo diperoleh informasi bahwa: (1) Dosen Pembina Mata Kuliah Teori dan Praktik Judo belum pernah menggunakan media VCD. (2) Dosen Pembina Mata Kuliah Teori dan Praktik Judo setuju apabila dikembangkan pembelajaran judo menggunakan VCD untuk mahasiswa. sedangkan mahasiswa peserta mata kuliah Teori dan Praktik judo menyatakan: (1) Mahasiswa belum pernah mendapatkan media pembelajaran berupa VCD, (2) mahasiswa setuju apabila dikembangkan media pembelajaran judo menggunakan VCD untuk mahasiswa. Peneliti menggunakan model Pengembangan Borg dan Gall yang dimodifikasi menjadi model yang lebih sederhana yaitu: (1) Melakukan penelitian awal dan pengumpulan data informasi dengan wawancara dengan Dosen Matakuliah judo dan instrumen analisis kebutuhan kepada mahasiswa. (2) melakukan perencanaan dengan menentukan kompetensi yang akan diberikan pada perkuliahan. (3) Mengembangkan produk awal berupa VCD yang telah dievaluasi para ahli. (4) Melakukan uji coba kelompok kecil. (5) Melakukan revisi terhadap produk sesuai dengan saran-saran uji coba kelompok kecil. (6)Melakukan uji coba kelompok besar. (7) Melakukan revisi produk berdasarkan saran-sarandari hasil uji coba kelompok besar. Penelitian pembelajaran judo menggunakan VCD ini melalui beberapa proses penelitian, yakni produk awal yang pertama dievaluasi oleh para ahli berdasarkan saran-saran antara lain: (1) Musik perlu diganti dengan musik Instrumental; (2) hasil evaluasi ahli pembelajaran adalah sistematika pembelajaran perlu ditambah; (3) hasil evaluasi ahli judo adalah perlu menambahkan latihan langkah kaki. Setelah mendapatkan saran dari para ahli produk yang berupa VCD diperbaiki, selanjutnya dilakukan uji coba kelompok kecil dengan menggunakan 6 mahasiswa, dari uji coba kelompok kecil diperoleh persentase 87,66% yang tergolong kategori valid, dan selanjutnya uji kelompok besar dengan menggunakan 30 mahasiswa diperoleh persentase 83,10% tergolong kategori valid sehingga pembelajaran judo menggunakan VCD ini dapat digunakan

    MENINGKATKAN EFEKTIFITAS PEMBELAJARAN TOLAK PELURU DENGAN METODE BERMAIN PADA SISWA KELAS V DI SDN WARUNGDOWO I KECAMATAN POHJENTREK KABUPATEN PASURUAN

    No full text
    ABSTRAK   Martiningtyas, Oktarina. 2013. Meningkatkan Efektifitas Pembelajaran TolakPeluru Dengan Metode Bermain Pada Siswa Kelas V di SDNWarungdowo I Kecamatan Pohjentrek Kabupaten Pasuruan. Skripsi,Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan,Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Oni Bagus Januarto,M.Kes, (II) Dr. Mu’arifin, M.Pd.   Kata Kunci: Meningkatkan Efektivitas (Media BolaTenis), PembelajaranTolak Peluru Tolak peluru merupakan salah satu cabang atletik di nomor lempar.Melalui pembelajaran tolak peluru dengan metode bermain, diharapkan siswalebih aktif dan senang saat pembelajaran berlangsung. Berdasarkan hasil observasiawal, masih banyak siswa yang kurang senang dan bosan saat prosespembelajaran berlangsung. Hal ini dikarenakan guru pendidikan jasmani kurangkreatif dalam pembelajaran, sedangkan siswa menginginkan model pembelajaranyang lebih bervariasi. Oleh karena itu, peneliti menggunakan metode bermainuntuk meningkatkan efektifitas pembelajaran tolak peluru di SDN Warungdowo. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan efektifitaspembelajaran tolak peluru dengan menggunakan metode bermain. Dengan metodebermain, diharapkan siswa bisa lebih aktif dan senang saat proses pembelajarantolak peluru berlangsung. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalahRPP, lembar observasi, dokumentasi dan catatan lapangan. Rancangan penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas(PTK). Melalui PTK ini akan dilaksanakan pembelajaran tolak peluru denganmetode bermain, dikarenakan banyak siswa yang kurang senang, kurangmemperhatikan dan bermalas-malasan pada saat proses pembelajaranberlangsung. Dalam penelitian ini peneliti berkolaborasi dengan guru penjaskes diSDN Warungdowo I dalam merencanakan tindakan pembelajaran yangberlangsung selama 2 siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektifitas pembelajaran tolak pelurudengan metode bermain pada siswa kelas V di SDN Warungdowo I KecamatanPohjentrek Kabupaten Pasuruan mengalami peningkatan. Hasil penelitian daritindakan yang diberikan menunjukkan: (1) siklus 1, persentase ketuntasan 58,62%dan persentase ketidaktuntasan 41,38%, berarti masih ada 12 siswa yang belumtuntas, sehingga harus dilakukan tindakan berikutnya pada siklus 2. (2) siklus 2,persentase ketuntasan sudah mencapai 100% yang berarti semua siswa yangberjumlah 29 anak sudah dikatakan tuntas. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran tolakpeluru dengan metode bermain dapat meningkatkan efektifitas pembelajaran tolakpeluru pada siswa kelas V di SDN Warungdowo I Kecamatan PohjentrekKabupaten Pasuruan. Hal ini bisa dilihat dari aktivitas siswa dan guru selamaproses pembelajaran berlangsung, dari siklus 1 hingga siklus 2, serta penilaianyang dilakukan setelah diberikan tindakan

    Penerapan Part-whole Methods untuk Memperbaiki Pembelajaran Guling ke Depan Siswa Kelas VII-B MTs Surya Buana Malang.

    No full text
    ABSTRAK Widiyanto, Wahyu Eko. 2011. Penerapan Part-whole Methods untuk Memperbaiki Pembelajaran Guling ke Depan Siswa Kelas VII-B MTs Surya Buana Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Heru Widijoto, M.S, (II) I Nengah Sudjana, S.Pd., M.Pd.   Kata kunci: perbaikan pembelajaran, guling ke depan, part-whole methods   Berdasarkan KTSP, kompetensi dasar yang disajikan pada pembelajaran pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan di MTs Surya Buana Malang, pada kelas VII semester gasal tahun ajaran 2010/2011, meliputi: (1) start jongkok, (2) lari jarak pendek 100 m, (3) passing bawah bola voli, (4) passing atas bola voli, (5) PPPK, (6) senam lantai guling ke depan, (7) passing bola basket, (8) lay up bola basket, dan (9) renang gaya bebas. Diantara pembelajaran kompetensi dasar yang diajarkan, pada pembelajaran senam lantai kompetensi dasar guling ke depan pada tanggal 5 dan 12 oktober kelas VII-B. Berdasarkan hasil observasi dari teman sejawat diperoleh data: (1) guru memberikan contoh gerakan guling ke depan secara keseluruhan/global, (2) 3 siswa yang tidak berani/takut melakukan guling ke depan, (3) saat meletakkan anggota badan setelah menumpukan telapak kaki dan tangan, 8 siswa menggunakan ubun-ubun, 2 siswa menggunakan dahi, (4) saat berguling, 14 siswa menekuk siku tidak bersama-sama, sehingga arah berguling miring kesamping, dan (5) setelah gerakan berguling 13 siswa tidak dapat berdiri dan 6 siswa bisa berdiri tetapi tidak stabil. Dari hasil tersebut dapat diidentifikasi permasalahan sebagai berikut: pemberian contoh dilakukan guru dilakukan secara global sehingga penguasaan teknik siswa tidak baik dan siswa tidak berani melakukan guling ke depan karena takut lehernya sakit. Dari identifikasi permasalahan dilakukan perbaikan. Perbaikan dilakukan melalui Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model penelitian dari Kemmis and Mc.Taggart yang setiap siklus terdiri dari: (1) perencanaan, (2) tindakan, (3) observasi, dan (4) refleksi. Secara kolaborasi rencana perbaikan dilakukan dengan menerapkan part-whole methods. Part-whole Methods merupakan metode yang dikembangkan pendekatan Motor Learning. Part-whole adalah pembelajaran dari bagian-bagian teknik hingga teknik secara keseluruhan dan metode ini sesuai untuk pembelajaran teknik dasar (Widijoto, 2010:11). Tujuan penelitian ini adalah memperbaiki pembelajaran senam lantai kompetensi dasar guling ke depan dengan menerapkan part-whole methods yang diharapkan dapat menyenangkan siswa kelas VII-B MTs Surya Buana Malang.             Pelaksanaan pembelajaran senam lantai kompetensi dasar guling ke depan dengan menerapkan part-whole methods menggunkakan dua siklus, satu siklus dilaksankan tiga kali pertemuan. Pembagian gerakan bagian-bagian (part) terkait dengan indikator guling ke depan. Temuan penelitian meliputi: 1) sikap permulaan tidur telentang, dilanjutkan dengan bangun dengan mengayunkan kedua lengan dan posisi duduk selunjur kaki rapat badan tegak (part 6a), 2) sikap permulaan tidur telentang, kemudian kedua kaki diangkat dan dijulurkan pada lantai di atas kepala, dilanjutkan dengan bangun dengan mengayunkan kedua lengan dan kedua kaki dari atas hingga posisi duduk selunjur kaki rapat badan tegak (part 7a), 3) sikap permulaan tidur telentang, kemudian kedua kaki diangkat dan dijulurkan pada lantai di atas kepala, dilanjutkan dengan bangun dengan mengayunkan kedua lengan dan kedua kaki dari atas hingga posisi jongkok (part 8a), 4) sikap permulaan tidur telentang, kemudian angkat kedua kaki dijulurkan pada lantai di atas kepala, dilanjutkan dengan bangun dengan mengayunkan kedua lengan dan kedua kaki dari atas hingga dengan posisi jongkok (part 8a) dan dilanjutkan hingga berdiri tegak (part 9), 5) sikap permulaan berdiri tegak dilanjutkan dengan posisi jongkok langsung tidur, kemudian angkat kedua kaki dijulurkan pada lantai di atas kepala, dilanjutkan dengan bangun dengan mengayunkan kedua lengan dan kedua kaki dari atas hingga dengan posisi jongkok dan dilanjutkan hingga berdiri tegak (part 10), 6) sikap awal guling ke depan (part 1), 7) menumpukan kedua telapak tangan dan kaki (part 2), 8) gerakan mengangkat tumit (part 3), 9) menekuk kedua siku (part 4), dan 10) menundukkan kepala (part 5)

    Pengembangan Panduan Latihan Beban Bagian Punggung dengan Media Audio Visual untuk Member di Sanggar Kebugaran Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang

    No full text
    ABSTRAK   Aditama, Fauzan. 2012. Pengembangan Panduan Latihan Beban Bagian Punggung dengan Media Audio Visual untuk Member di Sanggar Kebugaran Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang. Skripsi. Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Mulyani Surendra, M.S, (2) Dra. Sulistyorini, M.Pd.   Kata kunci: pengembangan, panduan, latihan beban bagian punggung, Sanggar Kebugaran Ilmu Keolahragaan UM.   Panduan tentang latihan beban bagian punggung dapat disampaikan melalui gambar, buku, audio visual, kaset, dan sebagainya. Berdasarkan hasil analisis kebutuhan, member di SKIK UM memerlukan latihan beban bagian punggung, sedangkan media yang paling tepat untuk menyampaikan latihan beban bagian punggung adalah media audio visual. Panduan dengan media audio visual ini dirancang secara sistematis agar menjadi menarik dengan berpedoman pada prinsip-prinsip latihan beban yang telah ada sebelumnya sehingga member di Sanggar Kebugaran Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang dapat menerima informasi, pengetahuan dan menguasai gerakan latihan beban bagian punggung dengan lebih mudah dan tepat. Peneliti menggunakan prosedur pengembangan Borg dan Gall yang dimodifikasi menjadi model yang lebih sederhana yaitu: (1) melakukan penelitian dan pengumpulan data informasi dengan memberikan instrumen analisis kebutuhan kepada member dan instruktur di SKIK UM; (2) pembuatan rancangan produk awal panduan latihan beban bagian punggung dengan media audio visual; (3) evaluasi para ahli dengan kualifikasi yaitu, 1 orang ahli media, 1 orang ahli kebugaran jasmani dan 1 ahli latihan beban; (4) revisi produk pertama; (5) uji coba kelompok kecil; (6) revisi produk kedua; (7) uji coba lapangan (kelompok besar) dengan mengujicobakan hasil revisi produk kedua; (8) revisi produk akhir (apabila ada masukan atau saran dari dan uji coba lapangan); (9) hasil akhir produk pengembangan. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif. Berdasarkan hasil tinjauan para ahli, terdapat beberapa revisi terhadap rancangan produk yang telah dikembangkan, yaitu: (1) Hasil evaluasi ahli media adalah perlu mengatur beberapa bagian transisi teks dalam panduan yang terasa terlalu lama durasinya; (2) Hasil evaluasi ahli kebugaran adalah mengganti contoh manfaat latihan punggung untuk olahraga lain yang sesuai; (3) Penguatan pada gambar otot yang ditampilkan; (4) Hasil evaluasi ahli latihan beban adalah menghapus istilah asing yang tidak sesuai dengan artinya; (5) memberikan penguatan pada perkenaan otot karena lingkaran pada perkenaan otot terlalu besar. Hasil persentase uji coba kelompok kecil adalah 92,71% dan hasil persentase uji coba kelompok besar adalah 91,31%. Hasil persentase tersebut menyatakan bahwa produk ini dapat digunakan untuk member di SKIK UM. Karena penelitian ini hanya terbatas pengembangan produk, diharapkan ada penelitian selanjutnya yang menguji tingkat efektivitas produk yang telah dikembangkan ini.  ABSTRACT Aditama, Fauzan. 2012. The Development for Burden Training Guidance of backward parts by Audio Visual Media for Members in Fitness Centre of Sport Science, State University of Malang. Scriptie. Department of Physical and Health Education, Faculty of Sport Science, State University of Malang. Guide lecturers: (I) Drs. Mulyani Surendra, M.S, (2) Dra Sulistyorini, M.Pd.   Key words : development, guidance, back burden training, Fitness Centre of Sport Science  UM.   A guidance of burden training for backward parts can be delivered by pictures, books, audio visual, cassettes, and so on. Based on the results of need analysis, members of SKIK UM need burden training for backward parts, meanwhile the most suitable media to deliver burden training of backward parts  is audio visual media. The guidance by audio visual media is designed systematically in order to be attractive in accordance to the principles of burden training available previously so that the members in Fitness Centre of Sport Science of State University of Malang can receive information, knowledge and acquiring the burden training motions of backwards more easily and accurately. The researcher used the modified Borg and Gall development procedures to be simpler model namely : (1) to hold any researches and data gathering for information by giving analysis instrument of needs to members and instructors in SKIK UM; (2) to make design of initial products of backward parts burden training guidance by audio visual media; (3) to evaluate the experts with qualifications namely, 1 media expert, 1 expert of physical fitness and 1 burden expert; (4) to make any revision for first products; (5) trial for small groups; (6) to make any revisions for second products; (7) field trials (large groups) by trying out the revision outcomes of second products; (8) to make any revisions the final products (if there are any input or suggestions from and field trials); (9) final outcomes Based on the review outcomes with the experts, there are some revisions to the product designs have been developed, namely : (1) the evaluation outcomes for media experts is it is needed to regulate several textual transition parts in guidance seem too long duration; (2) the evaluation outcomes of fitness experts is to change the beneficial  examples for backward parts training for other sports suitable; (3) empowering for muscle pictures exposed; (4) the evaluation outcomes of burden training experts is to erase the foreign terminologies not suitable to it’s meaning; (5) to give any empowering for muscular points since the circulars in muscular points are too big. The presentation result for small group trial is 92.71% and the presentation results for large group trial is 91.31%. The presentation results stated that the products can be used for members in SKIK UM. Since the research is limited for product development, it is hoped there will be subsequent researches which testing effectiveness of products have been developed.    
    SKRIPSI Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM
    Do you manage SKRIPSI Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM? Access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Dashboard!