SOSIALITAS; Jurnal Ilmiah Pend. Sos Ant
Not a member yet
432 research outputs found
Sort by
RASIONALITAS ORANG TUA DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN JURUSAN KULIAH ANAK MELALUI ANALISIS TEORI PILIHAN RASIONAL JAMES S. COLEMAN (UNIVERSITAS SEBELAS MARET)
RASIONALITAS ORANG TUA DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN JURUSAN KULIAH ANAK MELALUI ANALISIS TEORI PILIHAN RASIONAL JAMES S. COLEMAN (UNIVERSITAS SEBELAS MARET) Ismi LatifahPendidikan Sosiologi Antropologi FKIP Universitas Sebelas Maret NurhadiPendidikan Sosiologi Antropologi FKIP Universitas Sebelas Maret Siany Indria LiestyasariPendidikan Sosiologi Antropologi FKIP Universitas Sebelas Maret ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk memahami dan menjelaskan rasionalitas orang tua dalam pengambilan keputusan jurusan kuliah anak. Minat dan bakat dianggap sebagai aspek penting yang perlu diperhatikan dalam keputusan melanjutkan pendidikan, pada kenyataan nya keputusan orang tua lebih berpengaruh besar dalam pendidikan anak. Dalam konsep pengambilan keputusan terbagi menjadi rasional dan emosional, rasional yaitu mempertimbangkan semua alternatif dengan segala akibat dari pilihan yang diambilnya, menyusun segala akibat dan memperhatikan skala pilihan yang pasti dan memilih alternatif yang memberikan hasil maksimal. Maka untuk melihat pengambilan keputusan mengenai jurusan kuliah anak, akan dilihat rasionalitas orang tua dalam pengambilan keputusan tersebut. Informan dalam penelitian ini adalah empat pasang orang tua, memiliki anak yang berkuliah di Universitas Sebelas Maret (UNS) terdiri dari jurusan: Kedokteran, Ilmu Hukum, Ilmu komunikasi, Desain Gravis (FSRD). Informan dipilih dengan teknik pengambilan informan purposive sampling. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan interaktif. Pengumpulan data dilaksanakan dengan wawancara dan observasi langsung. Triangulasi data menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi metode. Data dianalisis dengan teori pilihan rasional James Coleman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasionalitas orang tua dalam pengambilan keputusan jurusan kuliah anak, yaitu (1) pilihan melanjutkan ke perguruan tinggi alasan yang dikemukakan orang tua ialah: (a) Langkah Melanjutkan Tujuan yang Telah Ditetapkan, (b) Kualifikasi dalam Menghadapi Persaingan Dunia Kerja, (c) Memperluas Relasi; Sedangkan (2) rasionalitas dalam pemilihan jurusan didasari adanya, (a) Pemilihan Jurusan Didasarkan Pada Rasionalitas Orang Tua, (b) Faktor Keluarga yang Bekerja dibidang yang sama, (c) Peluang Pekerjaan di Masa Depan, (c) Investasi Jangka Panjang, (d) Status Sosial; (3) pilihan rasional didasarkan adanya, (a) memaksimalkan kepentingan agar diperoleh keuntungan dan kepuasan melalui tujuan (preferensi) (optimisasi), (b) aktor dan sumberdaya, (c) norma, (d) Perilaku kolektif.Kata kunci : rasionalitas, tindakan sosial, pengambilan keputusan, peran orang tu
FENOMENA KONSTRUKSI BUDAYA HYPEBEAST (STREETWEAR) DI KALANGAN MAHASISWA UNIVERSITAS SEBELAS MARET (Penelitian Fenomenologi Gaya Hidup Mahasiswa Universitas Sebelas Maret)
ABSTRAK
Yusuf Setyonugroho. K8415065. FENOMENA KONSTRUKSI BUDAYA HYPEBEAST (STREETWEAR) DI KALANGAN MAHASISWA UNIVERSITAS SEBELAS MARET (PENELITIAN FENOMENOLOGI GAYA HIDUP MAHASISWA UNIVERSITAS SEBELAS MARET). Skripsi, Surakarta : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta, Juni 2019
Penelitian ini mengkaji tentang fenomena mengenai gaya hidup mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS), terkait dalam melakukan konsumsi terhadap brand hypebeast streetwear guna melakukan konstruksi dari nilai dan simbol di baliknya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yakni fenomenologi dengan pengumpulan data dengan wawancara mendalam terhadap responden yang merupakan mahasiswa dari berbagai fakultas yang ada di Universitas Sebelas Maret dan mengkonsumsi dari streetwear itu sendiri dan juga disertai dengan observasi lapangan di area Universitas Sebelas Maret. Hasil penelitian ini adalah, dalam mahasiswa melakukan konsumsi terhadap produk streetwear dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya adalah adanya media yang menyebarkan dan mengenalkan dari kultur streetwear, acuan terhadap tokoh idola, dan juga keinginan yang timbul dari dalam diri sendiri untuk melakukan branding atas dirinya sebagai alat komunikasi sekaligus menunjukkan eksistensinya terhadap orang lain. Dari pengenalan kultur streetwear yang dibantu oleh brand ambassador kemudian menjadikan streetwear dianggap bagi mahasiswa yang melakukan konsumsi terhadapnya memiliki kedudukan yang tinggi secara hirarki. Dalam mengkaji fenomena konstruksi budaya hypebeast streetwear oleh mahasiswa, penulis menggunakan teori Konsumsi Simbol dari Jean Baudrillard. Dari pemikiran Baudrillard menjelaskan bahwa masyarakat konsumsi yang berada pada era modern ini sudah mengalami peleburan antara dunia yang bersifat nyata dan dunia yang bersifat simbol. Manusia dikuasai oleh sistem tanda sehingga akan menyebabkan konsumsi manusia atas barang tidak menekankan kepada fungsi suatu barang tetapi menekankan kepada simbol dan kode yang terdapat barang tersebut. Masyarakat konsumsi berorientasi kepada kemewahan dan barang-barang yang mengandung simbol-simbol tertentu. Sama seperti yang dilakukan oleh mahasiswa Universitas Sebelas Maret, mereka mengkonsumsi streetwear karena menekankan kemewahan di baliknya, sehingga bagi mereka konsumsi streetwear merupakan modal untuk dapat bersaing di lingkungannya.
Kata Kunci : Hypebeast, Konstruksi Budaya, Kemewahan, Konsumsi Simbol, Mahasiswa, Streetwea
ANALISIS MEMBANGUN PEMBENTUKAN KEPERCAYAAN PEDAGANG DI PASAR TRADISIONAL GEDE HARDJONAGORO KECAMATAN JEBRES KOTA SURAKARTA
ANALISIS MEMBANGUN PEMBENTUKAN KEPERCAYAAN PEDAGANG DI PASAR TRADISIONAL GEDE HARDJONAGORO KECAMATAN JEBRES KOTA SURAKARTAEndarwati, Nurhadi, Sigit PranawaPendidikan Sosiologi Antropologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas [email protected] Penelitian ini merupakan penelitian metode kualitatif dengan pendekatan penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data berasal dari wawancara dan dokumentasi.. Pemilihan informan dilakukan dengan teknik purposive sampling. Teknik uji validitas data yang digunakan terdiri berupa triangulasi sumber. Teknik analisis data yang digunakan terdiri dari 4 tahap yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulam. Hasil penelitian dengan menggunakan teori Francis Fukutama menunjukan bahwa (1) dalam membentuk kepercayaan antara pedagang pasar Etnis Tionghoa dan Suku Jawa dengan melakukan berbagai kegiatan yang dapat memupuk kepercayaan, kepercayaan terbentuk dengan adanya nilai-nilai yang tercipta (2)membangun sebuah kepercayaan pada pedagang multikulturalisme Kunci :kepercayaan, pedagang, pasar Gede Hardjonagor
RITUAL UNGGAHAN PADA KOMUNITAS ADAT BONOKELING ( Studi kasus pada Komunitas Adat Bonokeling di Kabupaten Banyumas menggunakan teori Liminalitas Victor Turner)
RITUAL UNGGAHAN PADA KOMUNITAS ADAT BONOKELING( Studi kasus pada Komunitas Adat Bonokeling di Kabupaten Banyumas menggunakan teori Liminalitas Victor Turner) Firdha AnnisaPendidikan Sosiologi Antropologi Universitas Sebelas Maret Surakarta Dr. rer. nat. Nurhadi S.Ant., M.HumPendidikan Sosiologi Antropologi Universitas Sebelas Maret Surakarta Siany Indria Liestyasari S.Ant., M.HumPendidikan Sosiologi Antropologi Universitas Sebelas Maret Surakarta ABSTRAK Tujuan penelitian ini untuk mengetahui (1) tahap-tahap ritual Unggahan pada Komunitas Adat Bonokeling. (2) terjadinya liminalitas dalam ritual Unggahan pada Komunitas Bonokeling. Penelitian ini merupakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data berasal dari observasi, wawancara dan dokumentasi. Informan yang digunakan sebagai sumber data utama yaitu Kepala desa Pekuncen, Ketua Kelompok Masyarakat Komunitas adat Bonokeling, Bedogol, pengikut komunitas adat Bonokeling. Teknik pemilihan informan dilakukan dengan teknik purposive sampling. Teknik uji validitas yang digunakan berupa triangulasi sumber. Teknik analisis data terdiri dari tiga tahap yaitu : reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Ritual Unggahan merupakan bentuk ibadah dari masyarakat pengikut komunitas adat Bonokeling. Ritual unggahan ini dilaksanakan untuk mengingat dan mendoakan para leluhur, nenek moyang, dan yang terpenting adalah orangtua. Ritual ini bertujuan untuk mendapatkan keselamatan bagi keluarga, keturunan, dan juga menjaga keharmonisan dengan leluhur. (2) Proses Liminalitas Masyarakat komunitas adat Bonokeling ini merupakan suatu kelompok masyarakat yang mengakui bahwa mereka beragama Islam, akan tetapi dalam praktek ibadah mereka berbeda dengan umat Islam pada umumnya. Mereka memiliki keyakinan sendiri dalam aspek beribadah untuk menyembah Tuhan Yang Maha Esa. (3) Ritual Unggahan yang dilaksanakan oleh masyarakat komunitas adat Bonokeling memiliki tujuan yang baik, sehingga mempunyai pengaruh yang baik pula. Pengaruh positif yang didapatkan oleh masyarakat Desa Pekuncen khususnya komunitas adat Bonokeling baik untuk kehidupan sosial, kerukunan, dan kehidupan religi mereka.Kata kunci: Komunitas adat, liminalitas, ritual Unggahan.
HUBUNGAN ANTARA PROKRASTINASI AKADEMIK DAN KONFORMITAS TEMAN SEBAYA DENGAN PERILAKU MENYONTEK SISWA PADA MATA PELAJARAN SOSIOLOGI KELAS XI IPS SMA NEGERI KARTASURA SUKOHARJO
HUBUNGAN ANTARA PROKRASTINASI AKADEMIK DAN KONFORMITAS TEMAN SEBAYA DENGAN PERILAKU MENYONTEK SISWA PADA MATA PELAJARAN SOSIOLOGI KELAS XI IPS SMA NEGERI KARTASURA SUKOHARJO Danang Aditya NugrohoPendidikan Sosiologi Antropologi Universitas Sebelas Maret SurakartaEmail : [email protected] Dr. Zaini Rohmad, M.Pd, Dra. Siti Rochani Ch. M. PdDosen Pembimbing Pendidikan Sosiologi AntropologiUniversitas Sebelas Maret Surakarta ABSTRAK : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara prokrastinasi akademik dengan perilaku menyontek siswa pada mata pelajaran sosiologi kelas XI IPS SMA Negeri 1 Kartasura Sukoharjo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan mengunakan pendekatan Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik random sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan angket dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah korelasi product moment Karl Pearson dan analisis korelasi ganda. Hasil penelitian adalah sebagai berikut ini: (1) Terdapat hubungan positif yang signifikan antara prokrastinasi akademik dengan perilaku menyontek siswa kelas XI IPS pada mata pelajaran sosiologi SMA Negeri 1 Kartasura dengan nilai r Pearson sebesar 0,500 dengan angka signifikansi 0,000. (2) Terdapat hubungan positif yang signifikan antara konformitas teman sebaya dengan perilaku menyontek siswa kelas XI IPS pada mata pelajaran sosiologi SMA Negeri 1 Kartasura dengan nilai r Pearson sebesar 0,443 dengan angka signifikansi 0,002. (3) Terdapat hubungan positif yang signifikan antara prokrastinasi akademik dan konformitas teman sebaya dengan perilaku menyontek siswa kelas XI IPS pada mata pelajaran sosiologi SMA Negeri 1 Kartasura dengan hasil Fhitung 8,950 dengan signifikansi 0,001 dan koefisien korelasi sebesar 0,547. Dapat disimpulkan bahwa prokrastinasi akademik dan konformitas teman sebaya secara bersama-sama memiliki hubungan yang positif dan signifikan dengan perilaku menyontek siswa pada mata pelajaran sosiologi kelas XI IPS SMA Negeri 1 Kartasura.Kata Kunci : prokrastinasi akademik, konformitas teman sebaya, perilaku menyontek
PROSES KONSTRUKSI SOSIAL MAHASISWA PENGGEMAR K-POP (STUDI PADA MAHASISWA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET)
PROSES KONSTRUKSI SOSIAL MAHASISWA PENGGEMAR K-POP (STUDI PADA MAHASISWA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET)
Nena Puji Astuti, Sigit Pranawa, Siany Indria Liestyasari Pendidikan Sosiologi Antropologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret
[email protected]
ABSTRAK
Korean Pop Music atau K-Pop merupakan salah satu produk budaya Korea Selatan yang digunakan dalam menyebarkan budaya Korea Selatan kepada masyarakat internasional. Di Indonesia, kepopuleran K-Pop cukup tinggi dalam berbagai kalangan, salah satunya di kalangan mahasiswa FKIP UNS. Setiap mahasiswa penggemar K-Pop memiliki beberapa proses yang berbeda dalam menikmati K-Pop. Sehingga, peneliti melakukan penelitian yang bertujuan untuk mengkaji proses konstruksi sosial mahasiswa penggemar K-Pop di FKIP UNS dalam mengkonsumsi budaya Korea. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik pengambilan data informan yang digunakan adalah teknik purposive sampling. Sumber data yang digunakan adalah data primer (melalui wawancara) dan data sekunder (melalui dokumentasi). Hasil penelitian ini adalah mahasiswa penggemar K-Pop mengalami tiga tahap proses konstruksi sosial, yaitu eksternalisasi, obyektivasi, dan internalisasi. Pertama, eksternalisasi terjadi melalui persebaran K-Pop dan dukungan pemerintah dalam promosi budaya Korea Selatan melalui musik. Kedua, obyektivasi terjadi ketika penggemar secara terus-menerus menikmati K- Pop, berinteraksi dengan sesama teman penggemar K-Pop, dan mengakses informasi di internet tentang K-Pop dan budaya Korea Selatan. Ketiga, penggemar menginternalisasikan budaya Korea Selatan yang sudah mereka ketahui ke dalam kehidupan sehari-hari. Namun, penggemar lebih menginternalisasikan makna karya musik dan kehidupan idolanya daripada budaya Korea Selatan.
Kata Kunci: budaya Korea Selatan, K-Pop, penggemar K-Pop, proses konstruksi sosial
BENTUK-BENTUK PENDIDIKAN MULTIKULTURAL DI SMA N 2 KARANGANYAR DAN SMA MUHAMMADIYAH 1 SURAKARTA
BENTUK-BENTUK PENDIDIKAN MULTIKULTURAL DI SMA N 2KARANGANYAR DAN SMA MUHAMMADIYAH 1 SURAKARTAAwal SaputraK8413012Pendidikan Sosiologi Antropologi FKIP Universitas Sebelas MaretNurhadiPendidikan Sosiologi Antropologi FKIP Universitas Sebelas Maret Siany Indria LiestyasariPendidikan Sosiologi Antropologi FKIP Universitas Sebelas Maret ABSTRAK Tujuan dari dilaksanakannya penelitian ini adalah untuk melihat bentuk- bentuk pendidikan multikultural yang digunakan oleh kedua sekolah, yaitu SMA N2 Karanganyar dan SMA Muhammadiyah 1 Surakarta, mengingat begitu pentingnya pendidikan multikultural dilaksanakan. Penelitian ini menggunakan teori pendidikan multikultural oleh M. Ainul Yaqin dalam analisisnya. Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian Kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif, peneliti menganalisis bentuk-bentuk pendidikan multikultural yang ada di SMA N 2Karanganyar dan SMA Muhammadiyah 1 Surakarta. Selain itu penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus, dengan mengamati kasus pendidikan multikultural yang ada di SMA N 2 Karanganyar dan SMA Muhammadiyah 1Surakarta. Data yang di peroleh dari penelitian ini berupa hasil wawancara, dokumen berupa buku sumber belajar, serta silabus yang digunakan dalam sekolah tersebut. Pengujian data dilaksanakan dengan triangulasi sumber.Hasil penelitian menunjukkan SMA N 2 Karanganyar dan SMA Muhammadiyah 1 Surakarta telah melakukan pendidikan multikultural. Pendidikan tersebut dilakukan oleh pihak guru dan sekolah oleh kedua sekolah tersebut. Pendidikan yang dilakukan oleh guru berupa nasihat, memberi contoh, serta melakukan perilaku-perilaku yang sesuai dengan pendidikan multikultural. Sedangkan sekolah melakukan pendidikan multikultural dengan mengadakan kegiatan kebudayaan, serta keagamaan, menanamkan perilaku multikultural pada siswa. Kata Kunci :Pendidikan, Multikultural, sekolah, guru
HUBUNGAN ANTARA KURANGNYA PERHATIAN KELUARGA DAN BERMAIN GAME ONLINE DENGAN TINGKAT KEDISIPLINAN BELAJAR SISWA KELAS XI SMA N 1 PURBALINGGA
HUBUNGAN ANTARA KURANGNYA PERHATIAN KELUARGA DAN BERMAIN GAME ONLINE DENGAN TINGKAT KEDISIPLINAN BELAJAR SISWA KELAS XI SMA N 1 PURBALINGGA Gilang Catur Pamungkas1, Siti Rochani1, Zaini Rohmad1Progam Studi Pendidikan Sosiologi Antropologi, Universitas Sebelas MaretJl. Ir Sutami 36 A, Surakarta, 57126, IndonesiaSurat elektronik : [email protected] ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kurangnya perhatian keluarga dan bermain game online dengan tingkat kedisiplinan belajar siswa kelas XI SMA N 1 Purbalingga. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan korelasi. Pengambilan data menggunakan teknik angket dan dokumentasi. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dan cluster sampling. Sedangkan teknik analisis data menggunakan analisis regresi ganda. Hasil penelitian menunjukan, terdapat hubungan negatif dan signifikan antara kurangnya perhatian keluarga dengan tingkat kedisiplinan belajar, dibuktikan dengan nilai signifikansi 0,000 dan koefisien regresi (rx1y) sebesar 0,972. Terdapat hubungan negatif dan signifikan antara bermain game online dengan tingkat kedisiplinan belajar, dibuktikan dengan nilai signifikansi 0,000 dan koefisien regresi (rx2y) sebesar 0,892. Terdapat hubungan negatif dan signifikan antara kurangnya perhatian keluarga dan bermain game online dengan tingkat kedisiplinan belajar, dibuktikan dengan nilai signifikansi 0,000 dan koefisien regresi (ry1,2) sebesar 0,983. Kata Kunci : kuantitatif, perhatian keluarga, game online, kedisiplinan belajar
Fenomena Berkurangnya Tenaga Kerja Petani Muda, Studi di Desa Pugeran, Karangdowo, Klaten
Fenomena Berkurangnya Tenaga Kerja Petani Muda, Studi di Desa Pugeran, Karangdowo, Klaten
(Penelitian Fenomenologi Berkurangnya Tenaga Kerja Petani Desa Karangdowo )
Fathan Syuhada Kuniawan, Sigit Pranawa2, Yuhastina Naina Sinaro3
Program Studi Sosiologi Antropologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta
Abstrak
Penelitian ini mengkaji tentang fenomena mengenai berkurangnya tenaga kerja petani muda diDesa Pugeran, Kecamatan Karangdowo, Kabupaten Klaten, terkait ketidak mauan pemuda untuk bekerja disektor pertanian. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yakni fenomenologi dengan pengumpulan data dan wawancara mendalam terhadap responden yang merupakan pemuda, petani, tokoh masyarakat, dan perangkat desa, disertai dengan observasi lapangan diDesa Pugeran, Kecamatan Karangdowo, Kabupaten Klaten. Hasil dari penelitian ini adalah penghasilan disektor pertanian tidak pasti tergantung pada alam maupun hama, semakin banyak hama semakin banyak juga pengeluaran, sehingga hasilnya juga masih belum jelas, selain itu harga jual beras maupun gabah juga tidak stabil, apalagi pas panen raya. Kemudian teknologi disektor pertanian juga sudah maju dengan menggunakan mesin sehingga memerlukan tenaga manusia yang lebih sedikit. Pemuda diberi kebebasan dalam memilih pekerjaan dikarenakan selain hasil yang tidak pasti, teknologi juga menjadi faktor yang menyebabkan pemuda enggan untuk bekerja disektor pertanian karena dengan adanya teknologi mesin pemuda tinggal menuyuruh atau istilahnya memburuhkan kepada tenaga buruh untuk tanam, pemberantasan hama dan gulma maupun panen yang sekarang sudah menggunakan mesin.
Kata kunci: Pemuda, Penghasilan, Tenaga kerja, Petani, Petani Muda
HUBUNGAN KONTROL DIRI DAN PERAN ORANG TUA DENGAN INTENSITAS BERMAIN GAME ONLINE PADA SISWA KELAS XI SMA BATIK 2 SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2017/2018
HUBUNGAN KONTROL DIRI DAN PERAN ORANG TUA DENGAN INTENSITAS BERMAIN GAME ONLINE PADA SISWA KELAS XI SMA BATIK 2 SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2017/2018Feri Handayani Silvianingum, Siti Rochani, Zaini RochmadPendidikan Sosiologi Antropologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu PendidikanUniversitas Sebelas Maret([email protected])ABSTRAKFeri Handayani Silvianingrum, NIM K8414021 HUBUNGAN KONTROL DIRI DAN PERAN ORANG TUA DENGAN INTENSITAS BERMAIN GAME ONLINE PADA SISWA KELAS XI SMA BATIK 2SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2017/2018. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kontrol diri dan peran orang tua dengan intensitas bermain game online pada siswa kelas XI SMA Batik 2 SurakartaPenelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan jenis peneltian korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI SMA Batik 2 Surakarta sebanyak 284 siswa. Penentuan sampel menggunakan teknik random sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah 75 siswa. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah metode angket. Hasil uji reabilitas menggunakan Alpha Cronbach yakni sebesar 0,748 untuk variabel kontrol diri,0,746 untuk variabel peran orang tua, 0,748 untuk variabel intensitas bermain game online. Uji hipotesis terdiri dari uji korelasi ganda dan korelasi sederhanadengan mneggunakan teknik analisis regresi.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan negatif dan signifikan antara kontrol diri dengan intensitas bermain game online siswa kelas XI SMA Batik 2 Surakarta. Besarnya hubungan dilihat dari nilai harga korelasi sebesar -0,460 dengan signifikansi p=0,000<0,05, maka Ha di terima. Terdapat hubungan negatif dan signifikan antara peran orang tua dengan intensitas bermain game online siswa kelas XI SMA Batik 2 Surakarta dengan hasil korelasi sebesar-0, 682 dengan signifikansi p=0,000<0,05, maka Ha diterima. Terdapat hubungan yang signfikan antara kontrol diri dan peran orang tua secara bersama-sama dengan intensitas bermain game online yang ditunjukkan dengan nilai Ftabel sebesar 67,139 dengan taraf signifikan p=0,000 (p<0,05).Kata kunci : kontrol diri, peran orang tua, intensitas bermain game online