SOSIALITAS; Jurnal Ilmiah Pend. Sos Ant
Not a member yet
432 research outputs found
Sort by
HUBUNGAN ANTARA PENYESUAIAN DIRI DAN DUKUNGAN TEMAN SEBAYA DENGAN MOTIVASI BERPRESTASI SISWA KELAS X IPS SMA N 1 KARANGANYAR
HUBUNGAN ANTARA PENYESUAIAN DIRI DAN DUKUNGAN TEMAN SEBAYA DENGAN MOTIVASI BERPRESTASI SISWA KELAS X IPS SMA N 1 KARANGANYAR Uut Agustin1, Siti Rochani1, Zaini Rohmad1Program Studi Pendidikan Sosiologi Antropologi, Universitas Sebelas MaretJl. Ir Sutami 36 A, Surakarta, 57126, IndonesiaSurat elektronik: [email protected] AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara penyesuaian diri dan dukungan teman sebaya dengan motivasi berprestasi siswa kelas X SMA N 1 Karanganyar.Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan korelasi.Objek penelitian adalah seluruh siswa kelas X IPS di SMA N 1 Karanganyar.Teknik pengambilan data menggunakan teknik angket dan dokumentasi.Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik random sampling dengan tipe undian pengembalian.Sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis regresi ganda.Hasil penelitian menunjukkan bahwa, terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara penyesuaian diri dengan motivasi berprestasi yaitu dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 dan koefisien regresi (rx1y) sebesar 0,979.Terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara dukungan teman sebaya dengan motivasi berprestasi yaitu dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 dan koefisien regresi (rx2y) sebesar 0,970. Terdapat hubungan yang positif dan siginifikan antara penyesuaian diri dan dukungan teman sebaya dengan motivasi berprestasi yaitu dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 dan koefisien regresi (ry(1,2)) sebesar 0,981. Kata Kunci : kuantitatif, korelasi, penyesuaian diri, dukungan teman sebaya, motivasi berprestas
HUBUNGAN MINAT EKSTRAKURIKULER DAN PERAN ORANG TUA DENGAN TINGKAT DISIPLIN BELAJAR SISWA KELAS XI SMA NEGERI 2 SUKOHARJO (DILIHAT DARI PERSPEKTIF SISWA)
HUBUNGAN MINAT EKSTRAKURIKULER DAN PERAN ORANG TUA DENGAN TINGKAT DISIPLIN BELAJAR SISWA KELAS XISMA NEGERI 2 SUKOHARJO (DILIHAT DARI PERSPEKTIF SISWA)Femmy Satriani Ekasiwi1, Zaini Rohmad2, Siti Rochani31Mahasiswa FKIP UNS, 2Dosen FKIP UNS, & 3Dosen FKIP UNSE-mail: [email protected] Universitas Sebelas Maret SurakartaABSTRAK : Hubungan Minat Ekstrakurikuler dan Peran Orang Tua dengan Tingkat Disiplin Belajar Siswa Kelas XI SMA Negeri 2 Sukoharjo (di Lihat dari Perspektif Siswa). Skripsi, Surakarta : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta. Penelitian ini bertujuan untuk menguji ada tidaknya (1) hubungan minat ekstrakurikuler dengan tingkat disiplin belajar siswa; (2) hubungan peran orang tua dengan tingkat disiplin belajar siswa; (3) hubungan minat ekstrakurikuler dan peran orang tua dengan tingkat disiplin belajar siswa. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI SMA Negeri 2 Sukoharjo yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler yang berjumlah 179 siswa. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 45 siswa yang diambil dengan teknik random sampling tipe undian dengan pengembalian. Penelitian ini menggunakan studi korelasional. Metode pengumpulan data dilaksanakan dengan teknik angket dan teknik dokumentasi. Hasil dalam penelitian ini adalah terdapat hubungan positif dan signifikan antara minat ekstrakurrikuler dan peran orang tua dengan tingkat disiplin belajar siswa kelas XI SMA Negeri 2 Sukoharjo (dilihat dari perspektif siswa) sebesar 47, 33%. Kata Kunci : Minat Ekstrakurikuler, peran orang tua, disiplin belajar.
PARTISIPASI PEREMPUAN DALAM PEMBANGUNAN PEMERINTAH DESA SOROPATEN DAN DESA KADIREJO, KARANGANOM, KLATEN
PARTISIPASI PEREMPUAN DALAM PEMBANGUNAN PEMERINTAH DESA SOROPATEN DAN DESA KADIREJO, KARANGANOM, KLATENListiana Wuri Mardiyanti, Nurhadi, Sigit PranawaPendidikan Sosiologi Antropologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu PendidikanUniversitas Sebelas Maret, [email protected] Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji partisipasi perempuan dalam pembangunan pemerintah Desa Soropaten dan Desa Kadirejo. penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif analitis. Pengumpulan data menggunakan metode wawancara, observasi dan dokumentasi. Informan dipilih dengan teknik pengambilan purposive sampling. Teknik uji validitas data dengan teknik triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) partisipasi perempuan di Desa Soropaten dan Desa Kadirejo dijabarkan menjadi 8 kategori, yaitu partisipasi perempuan dalam pembangunan di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, politik, seni, budaya dan pariwisata, pertanian serta lingkungan hidup. (2) dalam memaknai pembangunan, setiap program kerja pembangunan yang melibatkan perempuan memunculkan konsekuensi yang berbeda-beda yang kemudian di jelaskan dengan fungsi laten dan fungsi manifes. Fungsi manifes berupa mengembangkan potensi SDA dan SDM terutama perempuan, mempersiapkan perempuan untuk mandiri, mengarahkan perempuan untuk berperan aktif dalam pembangunan. Fungsi latennya berupa kemudahan akses secara struktural, kemudahahan finansial, mekanisme kontrol diri, sarana hiburan dan pengakuan dari masyarkat. Pelibatan perempuan dalam pembangunan bertujuan agar tujuan utama pembangunan desa dapat tercapai sehingga tercipta equal partnership.Kata kunci : partisipasi perempuan, pembangunan, equal partnership, pemerintah desa.
Komparasi Metode Group Investigation (GI) dan Metode Student Team Achievement Division (STAD) serta Pengaruhnya Terhadap Hasil Belajar Sosiologi Siswa Kelas XI SMA Negeri 1 Boyolali “ TAHUN AJARAN 2016/2017
ABSTRAKGalih Adhi Pratama. K8410025. Komparasi Metode Group Investigation (GI) dan Metode Student Team Achievement Division (STAD) serta Pengaruhnya Terhadap Hasil Belajar Sosiologi Siswa Kelas XI SMA Negeri 1 Boyolali. Skripsi, Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Sebelas Maret. Juli 2017.Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar mata pelajaran Sosiologi pada peserta didik kelas XI SMA Negeri 1 Boyolali melalui komparasi metode Group Investigation dan metode Student Team Achievement Division (STAD). Penelitian ini merupakan Penelitian Kuantitatif dengan membandingkan kedua metode tersebut pada dua kelas yang berbeda yakni metode Group Investigation pada kelas XI IPS 1 dengan jumlah siswa sebanyak 30 dan metode Student Team Achievement Division (STAD) pada kelas XI IPS 2 dengan jumlah sebanyak 30 siswa. Sumber data berasal dari guru, dan peserta didik. Teknik pengumpulan data adalah dengan observasi dan tes sebagai teknik utama dan didukung dengan teknik wawancara dan dokumentasi. Validitas data menggunakan triangulasi sumber.Analisis data dilakukan menggunakan teknik analisis deskriptif dengan memperhatikan perbedaan hasil pada dua kelas yang diperbandingkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Metode Group Investigation (GI) dan Metode Student Team Achievement Division (STAD) menunjukkan efektifitas hasil belajar mata pelajaran Sosiologi pada siswa kelas XI IPS SMA Negeri 1 Boyolali. Hal ini ditunjukkan dengan hasil perhitungan dan analisis data diperoleh t=4.52746 dan p=0.000. Hal ini menunjukkan bahwa ada perbedaan nilai rata-rata secara signifikan antara penggunaan metode GI dan metode STAD terhadap hasil belajar Sosiologi siswa kelas XI IPS SMA Negeri 1 Boyolali. Dimana rata-rata kelas GI lebih tinggi dibandingkan kelas STAD yaitu 33/28.Kata Kunci: Hasil belajar, Group Investigation (GI), Student Team Achievement Division (STAD)
HUBUNGAN ANTARA PEMANFAATAN MEDIA PEMBELAJARAN DAN MINAT BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR SOSIOLOGI KELAS XI SMA NEGERI 1 KARTASURA
HUBUNGAN ANTARA PEMANFAATAN MEDIA PEMBELAJARAN DAN MINAT BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR SOSIOLOGI KELAS XI SMA NEGERI 1 KARTASURA Nur Azizah, Slamet Subagya, Zaini RohmadPendidikan Sosiologi Antropologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu PendidikanUniversitas Sebelas Maret Surakarta [email protected] ini bertujuan untuk mengetahui : (1) hubungan antara pemanfaatan media pembelajaran siswa dengan prestasi belajar Sosiologi siswa kelas XI SMA Negeri 1 Kartasura tahun ajaran 2016/2017. (2) hubungan antara minat belajar dengan prestasi belajar Sosiologi siswa kelas XI SMA Negeri 1 Kartasura tahun ajaran 2016/2017. (3) hubungan antara pemanfaatan media pembelajaran dan minat belajar dengan prestasi belajar Sosiologi siswa kelas XI SMA Negeri 1 Kartasura tahun ajaran 2016/2017. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian korelasional. Sampel yang digunakan sejumlah 60 siswa yang diambil dengan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan angket dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis korelasi ganda. Kesimpulan penelitian ini bahwa : (1) Terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara media pembelajaran dengan prestasi belajar Sosiologi siswa kelas XI IPS SMA Negeri 1 Kartasura dengan nilai r Pearson sebesar 0,573 dan angka signifikansi 0,000, (2) Terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara minat belajar dengan prestasi belajar Sosiologi siswa kelas XI IPS SMA Negeri 1 Kartasura dengan nila r Pearson sebesar 0,587 dan angka signifikansi 0,000, (3) Terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara media pembelajaran dan media belajar dengan prestasi belajar Sosiologi siswa kelas XI IPS SMA Negeri 1 Kartasura dengan Fhitung 30,053 dan angka signifikansi 0,000.Kata Kunci : Media Pembelajaran , Minat Belajar , Prestasi Belajar Sosiolog
ANALISIS STRUKTURASI GIDDENS DALAM PROGRAM SEKOLAH SIAGA BENCANA (SSB) DI SMA NEGERI 1 KARANGANOM
ANALISIS STRUKTURASI GIDDENSDALAM PROGRAM SEKOLAH SIAGA BENCANA (SSB)DI SMA NEGERI 1 KARANGANOM Yuanita Dwi Hapsari, Nurhadi, Siany Indria LiestryasariPendidikan Sosiologi Antropologi Fakultas Keguruan dan Ilmu PendidikanUniversitas Sebelas [email protected] penelitian ini untuk mengetahui (1) peran warga sekolah dan lembaga yang terkait sebagai agen dalam pelaksanaan program sekolah siaga bencana yang ada di SMA Negeri 1 Karanganom. (2) hubungan dualitas antar struktur dan agen yang membentuk kesiapsiagaan bencana alam di SMA Negeri 1 Karanganom.Penelitian ini merupakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data berasal observasi, wawancara dan dokumentasi. Informan yang digunakan sebagai sumber data utama yaitu Kepala Sekolah, Guru, Peserta didik, dan BPBD Kabupaten Klaten. Teknik pemilihan informan dilakukan dengan teknik purposive sampling. Teknik uji validitas data yang digunakan berupa trianggulasi sumber. Teknik analisis data yang digunakan terdiri dari tiga tahap yaitu: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesismpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Pelaksanaan program sekolah siaga bencana di SMA 1 Karanganom belum berjalan secara berkelanjutan. Hal ini disebabkan agen-agen yang terlibat dalam pelaksanaan program belum dapat menjalankan perannya secara optimal. Dalam hal ini BPBD telah melakukan serangkaian pelatihan dan pendampingan kepada pihak sekolah. Namun kegiatan tersebut hanya dilakukan sebelum sekolah dikukuhkan menjadi sekolah siaga bencana. Selain itu monitoring dan evaluasi tidak dilakukan secara baik, sehingga muncul kesan dari pihak pemerintah lepas begitu saja. Di sisi lain, respon pihak sekolah belum menganggap penting program tersebut diterapkan secara berkelanjutan, sehingga apa yang sudah diperoleh selama masa pelatihan dan pendampingan tidak dilaksanakan secara continue. (2) Penelitian ini berhasil membuktikan apa yang dikatakan Giddens menganai struktur dan agen yang memiliki hubungan dualitas. Struktur dan agen merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Dalam proses produksi dan reproduksi struktur sosial dibutuhkan peranan yang baik dari agen yang mempunyai andil yang cukup besar. Kaitannya dengan penelitian ini bahwa program sekolah siaga bencana di SMA 1 Karanganom belum berjalan secara berkelanjutan dikarenakan belum optimalnya peran dari agen yang terlibat dalam program tersebut. Peranan yang baik dari masing masing agenlah yang menjadi kunci berhasilnya suatu program. Kata Kunci : sekolah siaga bencana, peran agen, dualitas struktur
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KESEHATAN REPRODUKSI DI SEKOLAH (STUDI KASUS SMK MUHAMMADIYAH 3 GEMOLONG)
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KESEHATAN REPRODUKSI DI SEKOLAH(STUDI KASUS SMK MUHAMMADIYAH 3 GEMOLONG)ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji permasalahan yang menghambat implementasi pendidikan kesehatan reproduksi di sekolah yang terjadi di sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan teori fungsionalisme-struktural untuk menganalisis implementasi pendidikan kesehatan reproduksi yang diterapkan sekolah kepada peserta didik di SMK Muhammadiyah 3 Gemolong. Implementasi kesehatan reproduksi di Sekolah sangat penting untuk di tingkatkan karena memang Implementasi adalah salah satu cara dari suatu kebijakan sekolah menuju tujuan. Berangkat dari pemahaman peserta didik yang kurang tentang pentingnya kesehatan reproduksi kemudian mereka bersaha mencari informasi yang kurang pengawasan dari orang dewasa kemudian mereka tidak hanya mencari tentang kesehatan reproduksi yang positif melainkan pendidikan kesehatan reproduksi yang menyimpang. Oleh sebab itu implementasi pendidikan kesehatan reproduksi sangat diperlukan dalam pengawasan guru kepada peserta didik agar dapat meminimalisir penyimpangan seksual. Kata Kunci : Implementasi, Peserta Didik, Pendidikan, Kesehatan Reproduksi
BENTUK STRATEGI ADAPTASI GAYA MAHARDHIKA SURAKARTA DI TENGAH MASYARAKAT HETERONORMATIVITAS
BENTUK STRATEGI ADAPTASI GAYA MAHARDHIKA SURAKARTA DI TENGAH MASYARAKAT HETERONORMATIVITASPaulin Mega KristinaK8414040ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses coming out dan bentuk strategi adaptasi Anggota Gaya Mahardhika dengan identitas homoseksual di tengah masyarakat heteronormativitas. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan naratif. Teknik pengambilan informan menggunakan purposive sampling dan snowball sampling. Teknik uji validitas data yang digunakan adalah triangulasi waktu dan triangulasi sumber. Anggota Gaya Mahardhika melakukan adaptasi setelah melakukan coming out dengan melalui lima proses berikut, (1) mempertanyakan (13-15 tahun), informan mengalami kebingungan akan ketertarikannnya pada sesama jenis usia; (2) mengeskplorasi, informan mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi; (3) menyadari (15-18 tahun), informan mulai menyadari ketertarikannya pada sesama jenis; (4) mengadopsi (19-21 tahun), informan mulai mengadopsi homoseksualitas tersebut sebagai identitas, orientasi dan perilaku seksualitasnya; (5) Melela/coming out (20-23 tahun), informan memberi tahu identitasnya sebagai homoseksual pada seseorang yang dipercaya untuk pertama kali. Setelah melalui proses coming out, informan melakukan penyesuain diri dengan identitasnya yang baru. Dengan menggunakan teori adaptasi John W. Bennett, penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat tiga bentuk strategi adaptasi Anggota Gaya Mahardhika, yaitu (1) strategi adaptasi perilaku, informan berperilaku sesuai dengan harapan masyarakat dengan cara, (a) manipulasi orientasi seksual; (b) bermanfaat bagi orang lain; (2) Strategi adaptasi siasat, siasat yang dirancang untuk menghadapi resistensi atau penolakan, dengan cara (a) memahami SOGIE, (b) menggunakan internet sebagai ruang perjuangan, (c) membangun resiprokal dalam kelompok LGBT, (d) berprestasi; (3) strategi adaptasi proses, yang dibagi menjadi dua level; individu dan kelompok. Pada tingkat individu, (a) coming in; (b) coming out; sedangkan dalam tingkat kelompok, Gaya Mahardhika melakukan adaptasi agar tetap diterima masyarakat dengan cara (a) kolaborasi komunitas.Kata kunci: homoseksual, adaptasi, coming out, Gaya Mahardhika, LGB
UPAYA PENDISIPLINAN SISWA DALAM MEWUJUDKAN SEKOLAH RAMAH ANAK DI SMPN 3 SURAKARTA.
UPAYA PENDISIPLINAN SISWA DALAM MEWUJUDKAN SEKOLAH RAMAH ANAK DI SMPN 3 SURAKARTA.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk-bentuk pendisiplinan yang dilakukan sekolah dalam mewujudkan sekolah ramah anak di SMPN 3 Surakarta. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif analisis. Teknik pengambilan informan menggunakan teknik purposive sampling, dimana informan inti adalah siswa kelas X, XI dan XII dan guru BK sedangkan informan tambahan lainnya adalah staff tata usaha dan wali kelas. Dalam pengumpulan data, peneliti menggunakan taknik wawancara, observasi serta dokumentasi. Teknik uji validitas yang digunakan adalah triangulasi data serta analisis data berpedoman pada Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bentuk-bentuk pendisiplinan yang dilakukan di SMPN 3 Surakarta adalah (1) pemberian sanksi berupa sanksi poin dan razia;(2) pengawasan oleh sekolah dilakukan melalui pemasangan CCTV, pemusatan pintu keluar dan masuk, penerapan surat ijin dan penyediaan telepon genggam;(3) pengawasan melalui kerjasama dengan orangtua siswa dilakukan melalui grup paguyuban kelas. Pendisiplinan yang dilakukan menunjukkan bahwa kedisiplinan dibentuk melalui penguasaan tubuh siswa. Pendisiplinan tidak dilakukan melalui cara kekerasan tetapi dengan membuat tubuh patuh pada kuasayang berusaha menguasai tubuh siswa dan pengawasan melalui berbagai sistem menunjukkan adanya pelipatgandaan kuasa yang dikenal sebagai sistem panoptikon. Kata kunci: Pendisiplinan, foucault, panoptikon, sekolah ramah anak
BIMBINGAN BELAJAR KOMUNITAS SOLO BELAJAR BAGI WARGA BELAJAR SUMBER TAPEN (KAJIAN FENOMENOLOGI DI RT 02 RW 03 SUMBER TAPEN, BANJARSARI, SURAKARTA)
BIMBINGAN BELAJAR KOMUNITAS SOLO BELAJAR BAGI WARGA BELAJAR SUMBER TAPEN (KAJIAN FENOMENOLOGI DI RT 02 RW 03 SUMBER TAPEN, BANJARSARI, SURAKARTA)ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk kegiatan bimbingan belajar serta mengetahui dampak yang ditimbulkan dari kegiatan bimbingan belajar komunitas Solo Belajar. Penelitian ini dilakukan di Solo Belajar yang bertempat di RT 02 RW 03 Sumber Tapen, Banjarsari, Surakarta. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan kajian fenomenologi. Kajian mengenai tindakan rasionalitas Max Weber digunakan untuk menganalisa pendirian dan penyelenggaraan bimbingan belajar Solo Belajar. Pengumpulan data berasal dari wawancara, observasi dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan teknik pengambilan informan dengan cara purposive sampling berdasarkan peran dan keterlibatan informan. Teknik triangulasi sumber dan triangulasi metode merupakan teknik yang digunakan dalam uji validitas data. Sedangkan untuk teknik analisis data menggunakan analisis interaktif yang terdiri dari reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi.penyajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian adalah sebagai berikut : (1) Solo Belajar merupakan pendidikan nonformal dalam bentuk kegiatan bimbingan belajar secara gratis kepada warga belajar dari jenjang pendidikan Sekolah Dasar di RT 02 RW 03 Sumber Tapen. Bimbingan belajar dilakukan dengan memberikan tambahan pelajaran pada mata pelajaran yang ada di sekolah. (2) Solo Belajar telah membantu warga belajar dalam proses belajarnya sehingga mampu meningkatkan prestasi belajar di sekolah. Biaya bimbingan belajar Solo Belajar yang gratis telah membantu orang tua warga belajar dalam meringankan beban ekonomi keluarga. Kesimpulannya, Penyelenggaraan bimbingan belajar kepada warga belajar merupakan sebuah tindakan rasionalitas yang berorientasi nilai dari pihak Solo Belajar. Kata kunci : Pendidikan Nonformal, Bimbingan Belajar, Tindakan Rasionalitas