SOSIALITAS; Jurnal Ilmiah Pend. Sos Ant
Not a member yet
    432 research outputs found

    ANALISIS TEORI INTERAKSIONISME SIMBOLIK PADA PENGAPLIKASIAN KONSEP MASKULINITAS MAHASISWA UNIVERSITAS SEBELAS MARET

    Get PDF
    ANALISIS TEORI INTERAKSIONISME SIMBOLIK PADA PENGAPLIKASIAN KONSEP MASKULINITAS MAHASISWA UNIVERSITAS SEBELAS MARET Imelda Nur Sayekti, Pendidikan Sosiologi Antropologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sebelas Maret [email protected]  ini  bertujuan  untuk  mengetahui  (1)  pandangan mahasiswa mengenai maskulinitas Universitas Sebelas Maret; (2) pengaplikasian konsep maskulinitas dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan Universitas Sebelas Maret.Penelitian    ini    menggunakan     metode    fenomenologi  untukmenghasilkan  dan  mengolah  data  penelitian  yang  sifatnya  deskriptif,  seperti transkrip  wawancara  dan observasi.  Populasi dalam penelitian  ini adalah  semua mahasiswa laki-laki yang berada di lingkungan Universitas Sebelas. Informan yang terpilih adalah beberapa mahasiswa yang telah dipilih dari beberapa fakultas yang berbeda untuk memperkaya jawaban-jawaban dari penelitian. Pengumpulan data dilaksanakan dengan teknik  wawancara dan observasi tentang kehidupan  mahasiswa Universitas Sebelas Maret selama berada di lingkungan kampus dalam memahami dan mengaplikasikan konsep maskulinitas yang ada dalam dirinya..  Teknik  analisis  data  dilakukan  dengan  cara  pengumpulan  data, reduksi data (data reduction), sajian data (data display) dan penarikan kesimpulan atau verifikasi data (conclution drawing).Hasil  penelitian  adalah  sebagai  berikut  ini.  Pertama,   pandangan ,  pandangan maskulinitas yang ada di lingkungan Universitas Sebelas Maret sangatlah beragam dapat dilihat dari keberagaman pengaplikasian maskulin dalam kehidupan sehari-hari.  Dapat dilihat dari perilaku yang ditunjukan saat berada di kampus, mahasiwa berusaha menunjukan konsep maskulin yang ada yang terbentuk dari hasil belajar saat berada di lingkungan kampus Universitas Sebelas Maret. Kedua, pengaplikasian konsep maskulin dalal kehidupan sehari-hari ini memiliki perbedaan saat berada di lingkungan Universitas Sebelas Maret dan saat berada di luar lingkungan kampus. Saat berada di kampus mahasiswa mnerapkan konsep maskulin yang mereka percayai masih melihat dengan nilai dan norma yang berlaku di lingkungan kampus. Tidak serta merta mengaplikasikan yang ada dalam diri mereka. Hal ini juga dipengaruhi oleh lingkungan fakultas tempat mereka belajar. Setiap fakultas memiliki karakteristik tersendiri dan cara tersendiri dalam mengaplikasikan maskulinitas tersebut. Kata Kunci :maskulinitas, mahasiswa, simbo

    HUBUNGAN ANTARA MINAT BACA DAN MOTIVASI BELAJAR IPS DENGAN PARTISIPASI SISWA DALAM GERAKAN LITERASI SEKOLAH SMP NEGERI 6 PURWOREJO

    Get PDF
    HUBUNGAN ANTARA MINAT BACA DAN MOTIVASI BELAJAR IPS DENGAN PARTISIPASI SISWA DALAM GERAKAN LITERASI SEKOLAH SMP NEGERI 6 PURWOREJO Septi Rahayu1; Nurhadi2; Okta Hadi Nurcahyono3 Pendidikan Sosiologi-Antropologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sebelas Maret Jl. Ir Sutami 36A, Surakarta 57126, Telp (0271) 646994 Email: [email protected] 1Mahasiswa, 2,3Dosen Pendidikan Sosiologi-Antropologi FKIP UNS ABSTRAK Septi Rahayu, NIM K8414045 HUBUNGAN ANTARA MINAT BACA DAN MOTIVASI BELAJAR IPS DENGAN PARTISIPASI SISWA DALAM GERAKAN LITERASI SEKOLAH SMP NEGERI 6 PURWOREJO. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan antara Minat Baca dan Motivasi Belajar IPS dengan Partisipasi Siswa dalam Gerakan Literasi Sekolah SMP Negeri 6 Purworejo. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan analisis kuantitatif Korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII dan VIII SMP Negeri 6 Purworejo. Teknik Pengambilan sampel dengan cara ordinal. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 96 siswa. Pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik angket. Uji reliabilitas Cronbach’s Alpha menunjukkan nilai sebesar 0,957 pada variabel Minat Baca (X1). Kemudian pada variabel Motivasi belajar IPS (X2) sebesar 0,961. Setelah itu pada variabel Partisipasi siswa (Y) sebesar 0,749. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis korelasi dan analisis regresi berganda. Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan (1) terdapat hubungan positif yang signifikan antara Minat Baca dengan Partisipasi siswa dalam Gerakan Literasi Sekolah SMP Negeri 6 Purworejo. Besarnya hubungan sebesar 0.260** dengan niai signifikansi p= 0.00

    ANALISIS TEORI STRUKTURASI ANTHONY GIDDENS DALAM UPAYA PENINGKATAN PARTISIPASI PEMUDA DALAM PROGRAM KARANG TARUNA

    Get PDF
    ANALISIS TEORI STRUKTURASI ANTHONY GIDDENS  DALAM UPAYA PENINGKATAN PARTISIPASI PEMUDA DALAM PROGRAM KARANG TARUNA(Studi Kasus Pada Karang Taruna Garuda Desa Segaran , Delanggu , Klaten)Nurriza Dwi PrastikaK8414038Pendidikan Sosiologi Antropologi FKIP Universitas Sebelas MaretSiany Indria LiestyasariPendidikan Sosiologi Antropologi FKIP Universitas Sebelas MaretNurhadiPendidikan Sosiologi Antropologi FKIP Universitas Sebelas MaretABSTRAK            Penelitian ini bertujuan untuk memahami dan menjelaskan upaya yang dilakukan untuk meningkatkan partisipasi pemuda dalam program-program Karang Taruna di Desa Segaran, Delanggu, Klaten. Desa Segaran dijadikan tempat penelitian karena memiliki keunikan yang jarang ditemukan di Desa lain  khususnya di Kabupaten Klaten, yaitu terdapat Karang Taruna tingkat Desa (Karang Taruna Garuda) yang merupakan organisasi dibawah Pemerintah Desa Segaran. Karang Taruna Garuda sebagai organisasi yang mempunyai kekuasaan dapat mempengaruhi pemuda yang lain untuk aktif dalam program-program yang dilaksanakan oleh Karang Taruna.Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengambilan informan menggunakan teknik purposive sampling. Dalam mengumpulan data peneliti menggunakan teknik observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Teknik uji validitas data yang digunakan adalah triangulasi serta teknik analisis data yang digunakan berpedoman pada Miles dan Huberman.  Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa (1) Dalam upaya peningkatan partisipasi pemuda dalam program-program Karang Taruna dibutuhkan peran aktor yang dapat melakukan upaya tersebut. Kepala Desa memiliki peran yang paling besar dalam berjalannya program-program dalam pembangunan Desa maka membentuk Karang Taruna Garuda yang dijadikan fasilitator antara masyarakat dengan pemerintahan, serta Karang Taruna Garuda selain membuat program-program unggulan untuk menarik minat partisipasi pemuda, Karang Taruna Garuda juga bertugas melakukan sosialisasi yang pengarahan tentang pentingnya peran pemuda dalam pembangunan desa, dan pentingnya partisipasi pemuda dalam mengikuti program-program Karang Taruna. Setelah diadakan program-program dan sosialisasi tersebut masih diadakan evaluasi dan perbaikan dari waktu ke waktu serta monitoring tentang keberlangsungan program dan kemajuan yang dirasakan. (2) Proses upaya peningkatan partisipasi pemuda dalam program Karang Taruna merupakan proses Strukturasi. Artinya terjadi proses produksi dan reproduksi antara upaya yang diterapkan oleh aktor dan pemuda yang menerapkan sehingga terbentuk sebuah struktur, kemudian penerapan tersebut terjadi secara terus menerus dan trus berproses dari waktu ke waktu.Kata Kunci: Partisipasi, Strukturasi, Pemuda

    . PENYESUAIAN DIRI SISWA MUTASI DI SMA MUHAMMADIYAH 6 SURAKARTA.

    Get PDF
    ABSTRAK Siti Aminah Subandho. K8414048. PENYESUAIAN DIRI SISWA MUTASI DI SMA MUHAMMADIYAH 6 SURAKARTA. Skripsi, Surakarta : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta, Juli 2019. Perpindahan siswa merupakan hak bagi setiap siswa, namun perpindahan tersebut dapat menimbulkan kekacauan dan juga tekanan bagi siswa saat berada di sekolah yang baru. Hal tersebut karena siswa menghadapi lingkungan yang berbeda dari sekolah asal ke sekolah yang baru. Maka penyesuaian diri terhadap lingkungan yang baru menjadi penting karena kegagalan dalam menyesuaikan diri dapat menyebabkan siswa mutasi mengalami permasalahan sehingga mengganggu proses belajar di lingkungan yang baru. Penelitian ini untuk mengetahui (1) faktor-faktor yang menyebabkan siswa pindah sekolah; (2) untuk mengetahui perilaku siswa mutasi di lingkungan SMA Muhammadiyah 6 Surakarta agar diterima dilingkungan yang baru; (3) untuk mengetahui perilaku siswa mutasi di lingkungan luar SMA Muhammadiyah 6 Surakarta setelah pindah sekolah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi karena ingin mengetahui . Adapun sumber data yang digunakan adalah data primer dari hasil wawancara terhadap siswa mutasi. Landasan teori yang digunakan adalah teori dramaturgi Erving Goffman yang melihat interaksi manusia seperti dalam sebuah pertunjukkan yaitu ada front stage atau panggung depan yang dilihat oleh banyak penonton dan back stage atau panggung belakang. Hasil penelitian ini adalah faktor penyebab siswa mutasi yaitu adanya faktor individu, penilaian negatif terhadap sekolah asal dan penilaian positif terhadap sekolah yang baru; faktor pendorong, pelanggaran tata tertib sekolah dan ketidakmampuan mengikuti pelajaran sekolah; faktor penarik, longgarnya sistem penerimaan siswa mutasi dan kontrol tata tertib rendah, rintangan di daerah asal dan tujuan. Penyesuaian diri di panggung depan (front stage) di area sekolah yaitu bersikap diam, mencari teman; mengambil peran; menciptakan suasana kelas. Sedangkan penyesuaian diri di panggung belakang (back stage) yaitu luar sekolah dengan cara menggunakan lembaga lain; membangun relasi dengan teman lama; bekerjasama dengan pihak lain untuk mobilitas. Kata Kunci : Dramaturgi, Faktor Kepindahan Siswa, Penyesuaian Diri, Sekolah, Siswa Mutas

    DAMPAK PANTAI WISATA KARANGJAHE PADA PENINGKATAN SOSIAL EKONOMI (Studi tentang Desa Wisata Kelurahan Punjulharjo, Kabupaten Rembang)

    Get PDF
    DAMPAK PANTAI WISATA KARANGJAHE PADA PENINGKATAN SOSIAL EKONOMI(Studi tentang Desa Wisata Kelurahan Punjulharjo, Kabupaten Rembang)Fadila Tinawati, Sigit Pranawa, Siany Indria Liestyasari Pendidikan Sosiologi Antropologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas [email protected]  Pantai  Karangjahe  merupakan  salah  satu  destinasi  pariwisata bahari yang ada di Kelurahan Punjulharjo, Kabupaten Rembang dengan predikat paling sering dikunjungi oleh para wisatawan. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji  dampak pantai  wisata Karangjahe pada peningkatan  sosial  ekonomi masyarakat  setempat.  Metode  yang  digunakan  dalam  penelitian  ini  adalah kualitatif dengan strategi penelitian bersifat studi kasus. Teknik pengambilan data informan dilakukan secara purposive sampling. Sumber data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Validitas data menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan model analisis interaktif yang terdiri dari reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil temuan penelitian ini bahwa Wisata Pantai Karangjahe memberikan perubahan pada kondisi kehidupan masyarakat setempat baik  berupa  perubahan  dalam  aspek  sosial  maupun  pada  aspek  ekonomi. Perubahan   yang   terjadi   pada   aspek   ekonomi   yaitu   berupa   meningkatnya pendapatan harian masyarakat. Mayoritas masyarakat setempat berpartisipasi dengan cara berjualan di Karangjahe, menyewakan jasa wahana permainan dan sebagian  lagi  menjadi  staff,  pengelola  dan  petugas  parkir.  Sedangkan  Wisata Pantai Karangjahe ini juga berdampak positif berupa meningkatnya tingkat pendidikan, terbukanya peluang usaha, dan mengurangi angka pengangguran yang mendorong  meningkatkan  status  sosial  masyarakat  setempat.  Selain  dampak positif yang didapat, Wisata Pantai Karangjahe juga memberikan dampak negatif berupa lunturnya identitas berbudaya bagi masyarakat setempat. Kata kunci: Perubahan Sosial, Pariwisata, Dampa

    Hubungan Antara Intensitas Komunikasi Keluarga Dan Minat Belajar Dengan Pemilihan Program Studi Di Perguruan Tinggi Siswa Kelas XII SMA Batik 2 Surakarta.

    No full text
    ABSTRAKYeni Istikomah. K8414058. Hubungan Antara Intensitas Komunikasi Keluarga Dan Minat Belajar Dengan Pemilihan Program Studi Di Perguruan Tinggi Siswa Kelas XII SMA Batik 2 Surakarta. Skripsi, Surakarta : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret.Penelitian ini bertujuan untuk menguji ada tidaknya hubungan antara (1) Untuk mengetahui hubungan antara intensitas komunikasi keluarga dengan pemilihan program studi di perguruan tinggi siswa SMA Batik 2 Surakarta; (2) Untuk mengetahui hubungan antara minat belajar dengan pemilihan program studi di perguruan tinggi siswa SMA Batik 2 Surakarta; dan (3) Untuk mengetahui hubungan antara intensitas komunikasi keluarga dan minat belajar dengan pemilihan program studi di perguruan tinggi siswa SMA Batik 2 Surakarta.Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XII di SMA Batik 2 Surakarta. Sampel yang terpilih adalah kelas XII IPS 4 dan XII IPS 2 dengan teknik pengambiilan sampel cluster random sampling. Penelitian ini menggunakan metode teknik angket sebagai data primer serta dokumentasi dan wawancara sebagai data sekunder untuk mendukung penelitian. Analisis data menggunakan uji korelasi dan uji analisis regresi berganda dengan taraf signifikansi 0,05.Hasil penelitian adalah sebagai berikut ini. Pertama, ada hubungan positif dan signifikan antara variabel intensitas komunikasi keluarga (X1) dengan pemilihan program studi (X2) di perguruan tinggi pada siswa kelas XII SMA Batik 2 Surakarta, hasil uji analisis korelasi, dimana nilai r Pearson sebesar 0,271 dengan signifikansi 0,018. Kemudian, berdasarkan hasil uji analisis regresi berganda, diperoleh persamaan regresi : Y=17,682+0,077X1.  Kedua, minat belajar dengan pemilihan program studi di perguruan tinggi pada siswa kelas XII SMA Batik 2 Surakarta memiliki hubungan yang positif dan signifikan, dengan hasil uji analisis korelasi yang diperoleh r Pearson sebesar 0,527 dengan signifikansi 0,000. Kemudian, hasil uji analisis relasi berganda diperoleh persamaan regresi : Y=17,682+0,377X2. Ketiga, Berdasarkan hasil uji analisis korelasi diperoleh F sebesar 11,620 dan nilai signifikansi 0,00 maka, hubungan intensitas komunikasi keluarga dan minat belajar dengan pemilihan program studi pada siswa SMA Batik 2 Surakarta memiliki hubungan yang positif dan signifikan. Kemudian, hasil uji analisis regresi berganda diperoleh persamaan regresi : Y=17,682+0,077X1+0,377X2. Kata kunci : Intensitas komunikasi keluarga, minat belajar, pemilihan program  

    HUBUNGAN ANTARA INTENSITAS PENGGUNAAN SMARTPHONE DAN KEJENUHAN DENGAN MALAS BELAJAR SISWA KELAS XI SMA N 2 SUKOHARJO TAHUN PELAJARAN 2018/2019

    Get PDF
    HUBUNGAN ANTARA INTENSITAS PENGGUNAAN SMARTPHONE DAN KEJENUHAN DENGAN MALAS BELAJAR SISWA KELAS XI SMA N 2 SUKOHARJO TAHUN PELAJARAN 2018/2019 Nisa Lastari, Siti Rochani, Zaini RohmadFakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sebelas Maret SurakartaE-mail: [email protected] ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) Hubungan antara intensitas penggunaan smartphone dengan malas belajar siswa kelas XI SMA N 2 Sukoharjo. (2) Hubungan antara kejenuhan dengan malas belajar siswa kelas XI SMA N 2 Sukoharjo. (3) Hubungan antara intensitas penggunaan smartphone dan kejenuhan dengan malas belajar siswa kelas XI SMA N 2 Sukoharjo. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI SMA N 2 Sukoharjo. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik angket dan wawancara sebagai pendukung. Analisis data menggunakan uji analisis korelasi dan korelasi berganda. Hasil penelitian adalah sebagai berikut. Pertama, terdapat hubungan yang positif dan sangat signifikan antara intensitas penggunaan smartphone dengan malas belajar siswa kelas XI SMA N 2 Sukoharjo dengan hasil perhitungan nilai r sebesar 0,412 dengan signifikansi 0,001. Kedua, terdapat hubungan yang positif dan sangat signifikan antara kejenuhan dengan malas belajar siswa kelas XI SMA N 2 Sukoharjo dengan hasil perhitungan nilai r sebesar 0,455 dengan signifikansi 0,000. Ketiga,  terdapat hubungan yang positif dan sangat signifikan antara intensitas penggunaan smartphone dan kejenuhan dengan malas belajar siswa kelas XI SMA N 2 Sukoharjo dengan hasil perhitungan nilai F sebesar 12,451 dengan signifikansi 0,000.Kata Kunci : intensitas penggunaan smartphone, kejenuhan, malas belajar.

    INTERNALISASI NILAI PENDIDIKAN MULTIKULTURAL SEBAGAI PEMBENTUK SIKAP TOLERANSI SISWA (STUDI KASUS DI SMA N 1 SUKOHARJO)

    Get PDF
    INTERNALISASI NILAI PENDIDIKAN MULTIKULTURAL SEBAGAI PEMBENTUK SIKAP TOLERANSI SISWA (STUDI KASUS DI SMA N 1 SUKOHARJO) Hamdani Subroto, Sigit Pranawa, Abdul Rahman Pendidikan Sosiologi Antropologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta Email : [email protected] ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana internalisasi nilai pendidikan multikultural sebagai pembentuk sikap toleransi dan mengapa internalisasi nilai pendidikan multikultural dilakukan sebagai pembentuk sikap toleransi siswa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Sumber data yang digunakan adalah (1) sumber data primer dan (2) sumber data sekunder. Peneliti menggunakan teknik pengumpulan data berupa wawancara dan observasi. Teknik uji validitas data yang digunakan adalah triangulasi sumber. Teknik pengambilan informan yang digunakan adalah purposive sampling. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan penyajian data dari Miles dan Haberman dengan tahapan yaitu (1) reduksi data, (2) penyajian data, (3) tahap kesimpulan dan (4) verifikasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Dalam upaya guru sebagai aktor dalam menginternalisasikan nilai pendidikan multikultural pada siswa melalui kegiatan formal dan non formal sekolah. Dalam kegiatan formal yaitu melalui kegiatan belajar mengajar seperti pada mata pelajaran Sosiologi dan Pendidikan Kewarganegaraan yang menekankan nilai pendidikan multikultural. Sedangkan kegiatan non formal upaya yang dilakukan melalui ekstrakurikuler dan aktivitas yang diadakan oleh sekolah. (2) Dari upaya yang dilakukan oleh guru dalam menginternalisasikan nilai pendidikan multikultural sebagai pembentuk sikap toleransi siswa, para guru memiliki pertimbangan alasan, manfaat dan dampak agar siswa dapat menghargai dan menghormati perbedaan, mencerminkan dan menjaga nama baik almamater sekolah, tidak bertindak bullying dan memperkuat rasa kesatuan. Kata kunci: Internalisasi, Nilai Pendidikan Multikultural, Guru, Sisw

    ANALISIS TEORI OTORITAS MAX WEBER DALAM KEPEMIMPINAN DUKUN ADAT DI MASYARAKAT SUKU TENGGER (Studi Kasus tentang Kepemimpinan Lokal Desa Ngadiwono, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur)

    Get PDF
    ANALISIS TEORI OTORITAS MAX WEBER DALAM KEPEMIMPINAN DUKUN ADAT DI MASYARAKAT SUKU TENGGER (Studi Kasus tentang Kepemimpinan Lokal Desa Ngadiwono, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur) Faqih Muhdyanto , Sigit Pranawa , Okta Hadi Nurcahyono Program Studi Pendidikan Sosiologi & Antropologi, Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sebelas Maret Surakarta ABSTRAK Penelitian ini bermaksud untuk mengkaji analisis teori Max Weber dalam, kepemimpinan dukun adat di masyarakat Suku Tengger , khususnya di Desa Ngadiwono. Bagaimana seorang Dukun Adat Suku Tengger Desa Ngadiwono memiliki otoritas yang membuatnya dipatuhi dan ditaati oleh masyarakat Suku Tengger. Otoritas apa saja yang dimiliki oleh seorang Dukun Adat dan bagaimana itu semua dianalisis dengan teori Otoritas Max Weber. Peneliti menggunakan jenis kualitatif dengan menggunakan pendekatan studi kasus. Informan adalah dukun adat, kepala desa dan masyarakat setempat. Teknik pengambilan informan menggunakan Purposive Sampling dan Random Sampling, sedangkan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan uji validitas data yakni triangulasi teknik dan triangulasi sumber. Teknik analisis data yang digunakan adalah data reduction, data display dan conclusion drawing. Hasil penelitian yang diperoleh adalah: dengan menggunakan analisis teori Ototitas Max weber, Dukun Adat Dukun Tengger Desa Ngadiwono memiliki Otoritas Tradisional dan Otoritas Kharismatik, namun dukun adat tidak termasuk ke dalam otoritas Legal-Rasional. Temuan dalam penelitian ini adalah Dukun Adat Suku Tengger Desa Ngadiwono tidak memiliki Otoritas Legal-Rasional, dukun adat memiliki otoritas yang tidak dijelaskan Max Weber, atau berlawanan dengan Otoritas Legal-Rasional. Kata kunci : Kepemimpinan, Dukun Adat, Suku Tengge

    HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI KERJA DAN KESEJAHTERAAN DENGAN KINERJA GURU DI SMA NEGERI 2 SUKOHARJO

    Get PDF
    HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI KERJA DAN KESEJAHTERAAN DENGAN KINERJA GURU DI SMA NEGERI 2 SUKOHARJO Ulfa Aulia Febriana, Zaini Rohmad, Siti Rochani Ch.                                         Pendidikan Sosiologi Antropologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, UNS. Kampus UNS Jl. Ir. Sutami 36 A Kentingan Surakarta 57126 Telp. (0271) 646994 Fax. 646655          e-mail: [email protected]  ABSTRAKUlfa Aulia Febriana. K8414052. Hubungan Antara Motivasi Kerja dan Kesejahteraan dengan Kinerja Guru di SMA Negeri 2 Sukoharjo. Skripsi, Surakarta : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret.Penelitian ini bertujuan untuk menguji ada tidaknya hubungan antara (1) Untuk mengetahui hubungan antara motivasi kerja dengan Kinerja Guru di SMA Negeri 2 Sukoharjo; (2) Untuk mengetahui hubungan antara kesejateraan dengan kinerja guru di SMA Negeri 2 Sukoharjo; dan (3) Untuk mengetahui hubungan antara motivasi kerja dan kesejateraan dengan kinerja guru di SMA Negeri 2 Sukoharjo.Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh guru di SMA Negeri 2 Sukoharjo. Sampel yang diambil sebanyak 72 guru dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Penelitian ini menggunakan angket sebagai data primer, dokumentasi dan wawancara sebagai data sekunder untuk mendukung penelitian. Analisis data menggunakan analisis uji korelasi dengan taraf signifikansi 0,05.Hasil penelitian adalah sebagai berikut ini. Pertama, ada hubungan positif dan signifikan antara variabel motivasi kerja (X1) dengan kinerja guru (Y) di SMA Negeri 2 Sukoharjo, hasil uji analisis korelasi, dimana nilai r Pearson sebesar 0,792 dengan signifikansi 0,000. Kemudian, berdasarkan hasil uji analisis korelasi, diperoleh persamaan regresi : Y=18,870+0,534X1. Kedua, kesejahteraan dengan kinerja guru di SMA Negeri 2 Sukoharjo memiliki hubungan yang positif dan signifikan, dengan hasil ujian analisis korelasi yang diperoleh r Pearson sebesar 0,405 dengan signifikansi 0,000. Kemudian, hasil uji analisis korelasi diperoleh persamaan regresi : Y=18,870+0,324X2. Ketiga, berdasarkan hasil uji analisis korelasi diperoleh F sebesar 41,378 dan nilai signifikansi 0,00 maka, hubungan motivasi kerja dan kesejahteraan dengan kinerja guru pada guru SMA Negeri 2 Sukoharjo memiliki hubungan yang positif dan signifikan. Kemudian, hasil uji analisis korelasi diperoleh persamaan regresi : Y=18,870 + 0,534X1 + 0,324X2. Kata kunci : Motivasi kerja, kesejahteraan, kinerja guru. 

    398

    full texts

    432

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SOSIALITAS; Jurnal Ilmiah Pend. Sos Ant
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇