Jurnal Kimia Khatulistiwa
Not a member yet
    249 research outputs found

    EKSTRAKSI KALSIUM KARBONAT (CaCO3) DARI BAHAN DASAR CANGKANG KERANG ALE-ALE (Meretrix meretrix) PADA TEMPERATUR KALSINASI 500°C

    Get PDF
    Cangkang kerang mengandung kalsium yang berpotensi sebagai biokeramik yang dapat diperoleh salah satunya dari cangkang kerang ale-ale (Meretrix-meretrix). Ale-ale merupakan salah satu jenis kerang yang masuk dalam kelas bivalvia khas dari kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat yang biasanya dimanfaatkan masyarakat menjadi olahan makanan dan kerajinan, sedangkan cangkangnya belum dimanfaatkan secara maksimal. Penelitian ini dilakukan untuk mengekstraksi kalsium karbonat (CaCO3) dari cangkang kerang ale-ale dengan proses kalsinasi selama 4 jam pada temperatur kalsinasi 500°C. Hasil analisis XRF menunjukkan bahwa cangkang kerang ale-ale mengandung kalsium oksida (CaO) sebesar 87%. Hasil difraktogram XRD pada temperatur kalsinasi 500°C menunjukkan fase CaCO3 yang muncul pada 2θ: 29,38°, 29,47°, 47,48°, 48,48° dan 39,38°. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kalsium karbonat murni berhasil diekstraksi dari cangkang kerang ale-ale dengan temperatur  kalsinasi 500°C.  Kata Kunci :  cangkang kerang ale-ale (Meretrix meretrix), ekstraksi, kalsium karbona

    ISOLASI DAN AKTIVITAS ANTIBAKTERI ACTINOMYCETES BERASOSIASI DENGAN KORAL

    Get PDF
    Penyakit infeksi adalah masalah penyakit diseluruh dunia yang disebabkan oleh mikroba patogen. penyakit infeksi umumnya dapat diobati dengan menggunakan antibiotik. Actinomyecetes yang berasosiasi dengan koral memiliki potensi untuk menghasilkan senyawa antibakteri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan Actinomycetes di koral yang memiliki aktivitas antibakteri dan mengidentifikasi genusnya. Isolasi dan produksi Actinomycetes menggunakan media ISP1, dan ekstraksi Actinomycetes menggunakan pelarut etil asetat. Aktivitas antibakteri dalam penelitian ini menggunakan metode difusi agar dan isolat diidentifikasi mengikuti pedoman buku Bergey’s Manual of Determinative Bacteriology. Isolat  Actinomycetes yang diisolasi dari koral memiliki genus Streptomyces sp. BD2. Ekstrak Streptomyces sp. BD2 menunjukkan aktivitas antibakteri terhadap Staphylococus aureus, Escherichia coli, Salmonella typhi, Pseudomonas aeruginosa, dan Vibrio cholerae. Kata kunci: koral, Actinomycetes, antibakter

    POTENSI FRAKSI ETIL ASETAT DARI BUAH MANGGA (Mangifera spp.) SEBAGAI PENGOMPLEKS LOGAM Pb (II) DAN ISOLASI SENYAWA FLAVONOIDNYA

    Get PDF
    Flavonoid banyak ditemukan pada tanaman diantaranya buah-buahan dan sayuran. Mangga merupakan salah satu tanaman yang mengandung senyawa flavonoid. Flavonoid memiliki sifat dapat membentuk senyawa kompleks dengan logam, salah satunya yaitu logam Pb(II). Potensi flavonoid sebagai pengompleks logam Pb(II) belum banyak diteliti, sehingga perlu dilakukan penelitian mengenai karakteristik flavonoid dari buah mangga dan potensi fraksi etil asetatnya sebagai pengompleks logam Pb(II). Identifikasi senyawa flavonoid dari fraksi etil asetat dilakukan dengan analisis spektrofotometer IR dan 1H-NMR serta analisis potensi pengompleks dengan spektrofotometer UV-Vis. Isolat diperoleh sebanyak 4,85 mg berwarna kuning kecoklatan dengan titik leleh 145-147 oC. Identifikasi isolat dengan analisis IR (KBr) menunjukkan serapan gugus –OH, C=O, C-O-C  dan C=C aromatik. Analisis 1H-NMR (DMSO, 400 MHz) menunjukkan H 6,78 ppm (1H, d, J= 8 Hz, H-6), H 7,04 ppm (1H, d, J= 8,4 Hz, H-8), H 7,37 ppm (1H, dd, J= 3; 9 Hz, H-6’), H 7,44 ppm (1H, d, J= 2,8 Hz, H-2’), H 7,55 ppm (1H, d, J= 8,8 Hz, H-5’), dan H 7,71 ppm (1H, t, J= 8 Hz, H-7). Berdasarkan hasil identifikasi tersebut diprediksi senyawa yang diperoleh adalah 5,3’,4’-trihidroksi flavonol. Analisis potensi pengompleks fraksi etil asetat menunjukkan terdapat pergeseran batokromik, sehingga dapat diperkirakan bahwa senyawa flavonoid berperan dalam mengompleks logam Pb(II).  Kata kunci: flavonoid, Mangifera spp, pengompleks, timba

    KARAKTERISASI SENYAWA TRITERPENOID DARI FRAKSI DIKLOROMETANA KULIT BATANG DURIAN MERAH (Durio dulcis Becc.)

    Get PDF
    Durian merah (D. dulcis Becc.) merupakan salah satu tumbuhan endemik kalimantan barat. Senyawa triterpenoid telah diisolasi dari fraksi diklorometana kulit batang durian merah sebanyak 6 mg dan berbentuk amorf. Tahapan isolasi senyawa triterpenoid adalah ekstraksi, fraksinasi, kromatografi vakum cair (KVC) dan kromatografi lapis tips (KLT). Uji fitokimia senyawa triterpenoid ditentukan dengan menggunakan pereaksi Liebermann-Bucard yang menunjukkan warna merah kecoklatan. Struktur senyawa ditentukan menggunakan proton nuclear magnetic resonance (1H-NMR) (CDCl3, 500 MHz). Pergeseran kimia senyawa triterpenoid (δH ppm): 0,69 (3H, s); 0,86 (3H, d); 0,88 (3H, d); 0,92 (3H, d); 1,02 (3H, d); 1,06 (3H, d); 1,41 (3H, d); 1,84 (3H, d); 1,97 (3H, m); 2,01 (3H, m); 2,30 (4H, m); 3,53 (2H, m); 3,67 (1H, J = 12,2 Hz, d); 3,52 (1H, s); 3,97 (1H, s) dan 5,35 (1H, J=4,95, d). Berdasarkan uji fitokimia dan data 1H-NMR, maka isolat F9M16 yang dihasilkan merupakan senyawa triterpenoid. Kata Kunci : durian, Durio dulcis Becc., triterpenoi

    ISOLASI DAN KARAKTERISASI SENYAWA FLAVONOID DARI FRAKSI ETIL ASETAT BATANG TUMBUHAN SENGGANI (Melastoma malabathricum L.)

    Get PDF
    Tumbuhan senggani (Melastoma malabathricum L.) merupakan tumbuhan yang banyak digunakan sebagai obat tradisional. Tumbuhan senggani memiliki bunga majemuk dan buah berwarna merah. Tumbuhan senggani mengandung senyawa metabolit sekunder seperti alkaloid, terpenoid, flavonoid dan fenolik. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi senyawa flavonoid. Proses isolasi senyawa dilakukan dengan metode ekstraksi, fraksinasi, dan kromatografi. Penelitian ini telah berhasil mengisolasi senyawa metabolit sekunder dari fraksi etil asetat batang tumbuhan senggani. Isolat pada fraksi 4 diperoleh sebanyak 1,6 mg. Hasil analisis spektrum 1H-NMR terlihat ada dua kelompok pergeseran kimia pada area 1-4 ppm dan 6-8 ppm yang merupakan kumpulan aromatik dari aglikon flavonoid. Berdasarkan spektrum dan uji fitokimia, fraksi 4 diprediksi merupakan senyawa flavonoid.  Kata Kunci: flavonoid, isolasi, karakterisasi, Melastoma malabathricum L

    SINTESIS KALSIUM OKSIDA DARI CANGKANG KERANG ALE-ALE (Meretrix meretrix) PADA SUHU KALSINASI 700°C

    Get PDF
    Ale-ale adalah salah satu hewan air jenis mollusca yang berasal dari Kabupaten Ketapang Kalimantan Barat. Ale-ale memiliki kandungan kalsium pada bagian cangkangnya, sehingga penelitian ini dilakukan untuk sintesis kalsium oksida dari cangkang kerang ale-ale (Meretrix meretrix) pada temperatur kalsinasi 700°C. Karakteristik kandungan yang terdapat pada cangkang kerang ale-ale dapat diketahui dengan menggunakan analisis X-Ray Fluorescence (XRF) dan  X-Ray Difraction (XRD). Hasil yang ditunjukkan sebelum kalsinasi pada analisis XRF bahwa cangkang kerang memiliki kandungan kalsium terbesar dibandingkan kandungan lainnya yaitu 89,887 %. Hasil dari analisis XRD pada cangkang kerang yang telah dikalsinasi terbentuk mineral CaCO3 dan Ca(OH)2. Intensitas paling tinggi dimiliki oleh CaCO3 pada 2θ : 29,3699; 29,4602; 47,4712. Munculnya mineral Ca(OH)2 dikarenakan CaO mudah terhidrasi oleh udara dan proses pemanasan menyebabkan CaO terdispersi di dalam air membentuk slurry. Munculnya mineral CaCO3 setelah kalsinasi menunjukkan bahwa konversi CaCO3 menjadi CaO belum sempurna. Kata Kunci : Ale-ale, kalsinasi, kalsiu

    SINTESIS CaO DARI CANGKANG KERANG ALE-ALE (Meretrix meretrix) PADA SUHU KALSINASI 900oC

    Get PDF
    Ale-ale (Meretrix-meretrix) merupakan jenis kerang dari spesies vertebrata yang banyak terdapat di Kabupaten Ketapang. Penelitian ini dilakukan untuk mensintesis kalsium oksida  dari cangkang kerang ale-ale dengan proses kalsinasi pada suhu 900oC. Karakteristik kandungan yang terdapat pada cangkang kerang ale-ale dapat diketahui dengan menggunakan analisis X-Ray Fluorescence (XRF) dan X-Ray Diffraction (XRD). Hasil analisis XRF menunjukkan bahwa cangkang kerang ale-ale mengandung kalsium oksida sebesar 87,138%. Hasil difraktogram XRD pada kalsinasi suhu 900°C menunjukkan adanya mineral CaO yang muncul pada 2θ: 32,22°, 37,36° dan 53,85° dan mineral Ca(OH)2 yang muncul pada 2θ: 17,95°, 28,67° dan 34,20°. Munculnya Ca(OH)2 dikarenakan CaO mudah terhidrasi oleh udara dan proses pemanasan menyebabkan CaO terdispersi di dalam air.Kata Kunci :  ale-ale (Meretrix meretrix), kalsium oksida, dan kalsinas

    ISOLASI DAN AKTIVITAS ANTIBAKTERI MINYAK ATSIRI DAUN GUGUR Eucalyptus staigeriana

    Get PDF
    Tanaman Eucalyptus dimanfaatkan bagian batang sebagai bahan baku kertas dan industri, namun pada bagian daun terdapat sebagai limbah. Daun Eucalyptus memiliki aroma yang khas sehingga berpotensi sebagai minyak atsiri. Isolasi minyak atsiri menggunakan metode destilasi uap bertujuan untuk mengetahui profil senyawa minyak atsiri  daun gugur E. staigeriana. Aktivitas antibakteri  minyak atsiri daun gugur E. staigeriana dilakukan dengan menggunakan bakteri uji Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Senyawa utama minyak atsiri E. staigeriana α-pinen (33,06%), β-pinen (8,28%), dan limonen (22,44%). Aktivitas antibakteri menunjukkan bahwa minyak atsiri daun gugur E. staigeriana memiliki aktivitas lemah  menghambat bakteri E. coli dengan zona hambat sebesar 5,621 mm dan 5,377 mm pada 500 g/sumur dan 1000 g/sumur, dan tidak aktif menghambat bakteri S. aureus dan sebagai bakteriostatik. Kata kunci : antibakteri,  Eucalyptus staigeriana, minyak atsir

    AKTIVITAS ANTIBAKTERI DAN ANTIOKSIDAN EKSTRAK DAN FRAKSI METANOL KULIT KAYU BATANG SUKUN (Artocarpus altilis Park) YANG TERSALUT KITOSAN-TRIPOLIPOSPAT

    Get PDF
    Sukun (A. altilis Park.) adalah salah satu tumbuhan nangka-nangkaan (Artocarpus) dari suku Moraceae  yang dikenal baik di Indonesia. Kulit kayu batang sukun mempunyai potensi sebagai sumber antibakteri dan antioksidan. Pada penelitian ini dilakukan proses enkapsulasi dikarenakan senyawa yang berperan memiliki kelemahan dalam waktu simpan sehingga rentan terhadap kerusakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri dan antioksidan ekstrak kulit batang sukun sebelum dan sesudah tersalut kitosan-TPP dengan variasi kompoisi ekstrak:kitosan dan fraksi:kitosan (b/b) yaitu variasi 2:1 enkapsulat A dan variasi 1:2 enkapsulat B, serta mengetahui komposisi optimumnya. Formulasi enkapsulat yang digunakan ialah enkapsulat A ekstrak kasar metanol:kitosan-TPP (2:1) dan enkapsulat B fraksi metanol:kitosan-TPP (1:2). Uji aktivitas antibakteri diperoleh bahwa ekstrak metanol dapat menghambat aktivitas bakteri Staphylococcus aureus, Pseudomonas aeruginosa dan Salmonella thyphimurium pada rentang konsentrasi 0,156-10 mg/sumur sedangkan enkapsulat B mampu menghambat bakteri P. aeruginosa dengan rentang konsentrasi 25-100 mg/sumur dan enkapsulat A tidak mempunyai aktivitas antibakteri. Nilai IC50 aktivitas antibakteri ekstrak dan fraksi metanol masing-masing sebesar 184,251 ppm (tergolong sedang) dan 201,333 ppm sedangkan nilai IC50 enkapsulat A sebesar 587,692 ppm (tergolong tidak aktif) dan enkapsulat B sebesar 440,870 ppm (tergolong lemah). Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa penggunaan ekstrak kulit batang sukun mempunyai kemampuan lebih baik dalam aktivitas antibakteri dan antioksidan daripada enkapsulat A dan B. Kata Kunci:    Artocarpus altilis Park., kitosan-TPP, enkapsulasi, antibakteri, antioksidan, IC5

    KARAKTERISASI SENYAWA STEROID DARI FRAKSI DIKLOROMETANA BUNGA NUSA INDAH (Mussaenda erythtopylla) DAN AKTIVITAS SITOTOKSIKNYA TERHADAP SEL KANKER PAYUDARA MCF-7

    Get PDF
    Bunga Nusa Indah (Mussaenda erythrophylla) merupakan salah satu tanaman  yang tumbuh di daerah tropis dan digunakan oleh sebagian masyarakat sebagai diuretik, antipologis, antipiretik dan antiinflamasi. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui karakter senyawa steroid dari fraksi diklorometana bunga nusa indah dan aktivitas sitotoksiknya terhadap sel kanker payudara MCF-7. Penelitian ini meliputi beberapa metode yaitu ekstraksi dan fraksinasi hingga dilakukan pemisahan dan pemurnian senyawa steroid. Hasil uji fitokimia menunjukkan bahwa bunga nusa indah (Mussaenda erythrophylla) mengandung senyawa terpenoid, steroid, flavonoid, saponin, alkaloid dan tanin. Isolat FD1 yang diperoleh dilakukan analisis dengan menggunakan spektroskopi UV-Vis dan IR, serta di lakukan uji sitotoksik terhadap sel kanker payudara MCF-7 dengan menggunakan metode MTT essay. Hasil analisis UV-Vis menunjukan bahwa isolat FD1 memiliki nilai absorbansi maksimum pada panjang gelombang 276 nm, dan 224 nm. Spektrum IR isolat FD1 menunjukan serapan pada bilangan gelombang 3382; 2923-2850; dan 1461 cm- . Isolat FD1 memiliki aktivitas sitotoksik yang tergolong potensial karena memiliki nilai IC50 sebesar 74,63 g/mL. Kata kunci: Mussaenda erythrophylla, steroid, sel kanker payudara MCF-

    242

    full texts

    249

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Kimia Khatulistiwa is based in Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇