Jurnal Kimia Khatulistiwa
Not a member yet
    249 research outputs found

    ANTIBAKTERI MINYAK ATSIRI DAUN PALA SEGAR DAN KERING (Myristica fragrans Houtt.) DARI PULAU LEMUKUTAN TERHADAP Staphylococcus aureus dan Escherichia coli

    Get PDF
    Daun pala (Myristica fragrans Houtt.) merupakan salah satu bagian tanaman yang menghasilkan minyak atsiri dan dapat dimanfaatkan sebagai antibakteri. Penelitian dilakukan untuk menentukan rendemen daun segar dan daun yang telah dikering-anginkan, mengetahui senyawa mayor dan mengetahui aktivitas antibakteri minyak atsiri daun pala asal Pulau Lemukutan terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Minyak atsiri daun pala diekstraksi menggunakan metode destilasi uap-air. Rendemen minyak atsiri daun segar yang diperoleh sebesar 0,516% sedangkan yang telah dikering-anginkan sebesar 0,456% dengan warna kuning pucat, berbau khas dan berat jenis sebesar 0,906 g/mL. Pengujian aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difuai sumuran. Berdasarkan uji aktivitas, diketahui bahwa minyak atsiri daun pala memiliki aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Minyak atsiri daun pala dapat membentuk KHM terhadap Staphylococcus aureus adalah 62,5 μg/sumur dan Escherichia coli adalah 125 μg/sumur. Kata Kunci: pala (Myristica fragrans Houtt.), minyak atsiri, antibakter

    EFEK PELARUT TERHADAP SPEKTRA ABSORPSI UV-VIS KURKUMINOID

    Get PDF
    Kurkuminoid termasuk salah satu pigmen yang terkandung di dalam rimpang kunyit (Curcuma longa) yang dapat menyerap cahaya pada daerah Ultra Violet-Visible (UV-Vis). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efek pelarut terhadap spektra absorpsi UV-Vis kurkuminoid menggunakan sembilan jenis pelarut yaitu dimetil sulfoksida, asetonitril, metanol, etanol, aseton, diklorometana, etil asetat, kloroform, dan n-heksana. Penelitian ini diawali dengan ekstraksi dan isolasi kurkuminoid dari kunyit, kemudian dikarakterisasi menggunakan instrumen Liquid Chromatography Mass Spectrometer (LCMS) dan spektrofotometer UV-Vis. Selanjutnya dilakukan scanning λmaks pigmen kurkuminoid yang dilarutkan dalam pelarut berbeda kemudian dilakukan pengukuran absorbansi pigmen kurkuminoid dengan variasi konsentrasi kurkuminoid. Rendemen kurkuminoid yang dihasilkan dari ekstraksi sampel kering kunyit adalah 1,25% (b/b) dengan komponen kurkumin sebagai komponen mayor dari isolat. Hasil analisis menggunakan hukum Lambert-Beer menunjukkan bahwa dalam pelarut asetonitril kurkuminoid memiliki koefisien absorpsi tertinggi yaitu 132,4 Lg-1cm-1. Pelarut n-heksana memiliki panjang gelombang maksimum (λmaks) terkecil (405 nm) sehingga terjadi pergeseran hipsokromik pada spektra absorbsi UV-Vis kurkuminoid. Sedangkan pelarut dimetil sulfoksida memiliki λmaks terbesar (433 nm) sehingga terjadi pergeseran batokromik. Berdasarkan penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa pengaruh penggunaan pelarut dapat diamati berdasarkan spektra absorpsi UV-Vis kurkuminoid. Kata Kunci : koefisien absorpsi, kurkuminoid, spektra UV-Vi

    AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN KANDUNGAN FITOKIMIA DARI EKSTRAK KULIT BUAH PINANG SIRIH MUDA DAN TUA (Areca catechu L)

    Get PDF
    Tumbuhan pinang (Arecca cateccu L) umumnya sering digunakan untuk obat. Tumbuhan ini mulai dari daun, batang, serabut hingga bijinya dapat dimanfaatkan. Pinang memiliki kemampuan sebagai antioksidan, antimutagenik, astringent, antiseptik dan antibakteri. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perbedaan aktivitas antioksidan dan kandungan fitokimia pada kulit pinang sirih  muda dan tua (Areca cathecu L). Metode yang digunakan untuk mengetahui aktivitas antioksidannya yaitu menggunakan metode DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl). Hasil pengukuran aktivitas antioksidan menunjukkan nilai IC50 ekstrak kulit pinang muda sebesar 56,6 ppm, sedangkan ekstrak kulit pinang sirih tua sebesar 67,50 ppm. Ekstrak kulit pinang sirih muda dan tua tergolong ke dalam sifat antioksidan kuat. Kata Kunci : Antioksidan, Arecca Cateccu L, DPPH (1,1-diphenyl-2-picryhydrazyl

    KANDUNGAN GIZI DAN ORGANOLEPTIK COOKIES TERSUBSTITUSI TEPUNG KULIT PISANG KEPOK (Musa paradisiaca Linn)

    Get PDF
    Kulit pisang mengandung mineral, metabolit sekunder, dan serat yang tinggi sehingga dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan bahan makanan. Penelitian ini bertujuan untuk menambah informasi pemanfaatan kulit pisang kepok sebagai substituen dalam pembuatan cookies dan mengetahui kandungan gizi serta organoleptik cookies tersubstitusi tepung kulit pisang kepok. Pengujian organoleptik menggunakan metode kesukaan (hedonik). Formulasi yang digunakan adalah formulasi 100% tepung terigu (A1) dan formulasi 90% tepung kulit pisang kepok : 10% tepung terigu (A2). Kandungan gizi cookies tersubstitusi tepung kulit pisang kepok diperoleh kadar air cookies A1 dan A2 adalah 4,383 dan 3,184%. Kadar lemak cookies A1 dan A2 adalah 21,195 dan 22,853%. Sedangkan untuk nilai energi cookies A1 dan A2 sebesar 481,148 dan 490,582 Kkal/g. Kandungan gizi tersebut telah memenuhi standar mutu biskuit (SNI 01-2973-1992). Hasil organoleptik menunjukkan cookies A1 lebih disukai dari pada A2. Namun kandungan serat pada cookies A2 jauh lebih tinggi dari A1 yakni 3,979% (A2) dan 1,497% (A1). Oleh karena itu, substitusi tepung kulit pisang diharapkan dapat meningkatkan nilai ekonomis kulit pisang dan berpotensi sebagai cookies fungsional untuk kesehatan. Kata Kunci : cookies, kulit pisang, kandungan gizi, organolepti

    BIOAKTIVITAS ANTIRAYAP EKSTRAK KAYU GAHARU BUAYA (Aetoxylon sympetalum) TERHADAP RAYAP TANAH (Coptotermes sp)

    Get PDF
    Gaharu buaya (Aetoxylon sympetalum) merupakan salah satu tumbuhan endemik kalimantan yang belum dimanfaatkan dengan optimal. Oleh sebab itu, penelitian yang melaporkan tentang kayu gaharu buaya mengenai komposisi kandungan kimia dan bioaktivitasnya terhadap rayap tanah (Coptotermes sp.) belum banyak ditemukan, sehingga dilakukan penelitian mengenai hal tersebut. Penelitian ini dibagi dalam tiga tahap yaitu ekstraksi dan fraksinasi, skrining fitokimia, dan uji aktivitas anti rayap dengan pengujian dilakukan selama 7 hari dengan variasi konsentrasi 0% (kontrol negatif), 0,2%, 0,4%, 0,6%, 0,8%, 1% (b/v), serta fipronil 0,25% (v/v) (kontrol positif). Ekstrak kasar metanol diperoleh sebesar 342,5283 g (34,3%), terdiri dari ekstrak fraksi n-heksana sebesar 0,6%, ekstrak fraksi kloroform sebesar 54,5% dan ekstrak fraksi metanol sebesar 14,5%. Skrining fitokimia pada ekstrak kayu gaharu buaya menunjukan adanya senyawa golongan alkaloid, flavanoid, steroid, triterpenoid, dan fenolik. Hasil uji bioaktivitas anti rayap menunjukkan fraksi metanol merupakan fraksi memiliki aktivitas anti rayap paling tinggi karena memiliki LC50 paling kecil sebesar 0,025%. Hal ini diduga karena kandungan senyawa golongan flavonoid dan terpenoid yang berperan besar sebagai aktivitas anti rayap. Kata Kunci: anti rayap, bioaktivitas, Coptotermes sp, gaharu buaya, skrining fitokimi

    ISOLASI DAN UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI JAMUR (FUNGI) TANAH GAMBUT PONTIANAK

    Get PDF
    Kasus resistansi bakteri patogen terhadap beberapa antibiotika yang ada di pasaran menunjukkan bahwa eksplorasi sumber senyawa antibiotika baru perlu dilakukan sebagai upaya untuk menghasilkan senyawa antibakteri baru. Salah satu organisme yang dapat dijadikan sebagai penghasil antibakteri adalah jamur. Tujuan dari penelitian ini yaitu memperoleh isolat jamur dari tanah gambut yang memiliki aktivitas antibakteri. Total sebanyak 8 isolat murni diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan etil asetat untuk diuji aktivitas antibakterinya terhadap bakteri uji Salmonella typhi, Staphylococcus aureus, dan Pseudomonas aeruginosa. Hasil uji Aktivitas antibakteri 8 isolat jamur dengan metode difusi sumur menunjukkan bahwa hanya 1 isolat jamur HAI yang aktif dengan zona hambat 9,27 mm terhadap S. typhi. Isolat jamur HA1 diidentifikasi secara makroskopis dan mikroskopis, diduga merupakan jamur Trichoderma sp.  Kata Kunci: antibakteri, tanah gambut, jamur

    PENURUNAN KADAR BIKARBONAT DALAM AIR MENGGUNAKAN KOMPOSIT KITOSAN-ZEOLIT BEADS

    Get PDF
    Ion bikarbonat (HCO3-) merupakan salah satu anion penyebab kesadahan dalam air. Upaya untuk menurunkan kadar bikarbonat dapat dilakukan dengan adsorpsi. Adsorben yang digunakan dalam penelitian ini ialah komposit kitosan-zeolit beads. Penelitian ini bertujuan menjelaskan karakteristik gugus fungsi dan karakteristik kimia (stabilitas dalam asam) dari komposit kitosan-zeolit bentuk beads serta menjelaskan kemampuan komposit kitosan-zeolit beads dalam menurunkan kadar bikarbonat dalam air. Tahapan yang dilakukan pada penelitian ini dimulai dengan pembuatan komposit kitosan-zeolit beads. Komposit dibuat dengan menambahkan glutaraldehid sebagai crosslinking agent. Komposit yang dihasilkan kemudian dikarakterisasi gugus fungsinya dengan FT-IR. Pengujian stabilitas komposit terhadap variasi pH juga dilakukan. Komposit dengan variasi massa 0,01gram-0,16 gram diaplikasikan untuk menurunkan kadar bikarbonat dalam air. Analisis FT-IR menunjukkan puncak serapan 1640,85 cm-1 menunjukkan karakteristik vibrasi regang gugus C=N dari imina hasil pembentukan ikatan antara kitosan-glutaraldehid. Uji stabilitas menunjukkan tingkat kestabilan komposit kitosan-zeolit beads lebih stabil daripada komposit-zeolit beads tanpa glutaraldehid. Adsorpsi ion bikarbonat yang tertinggi diperoleh dengan adsorpsi menggunakan komposit kitosan zeolit beads terikat silang glutaraldehid dengan kapasitas adsorpsi sebesar 0,093g/g, lebih tinggi dibandingkan kapasitas pada kitosan beads sebesar 0,039mg/g, sehingga penurunan kadar ion bikarbonat oleh komposit kitosan zeolit beads terikat silang glutaraldehid lebih baik daripada kitosan beads terikat silang glutaraldehid. Kata kunci: adsorben, bikarbonat, komposit, kitosan, zeoli

    SENYAWA FLAVONOID DARI FRAKSI DIKLOROMETANA BUAH MANGGA GOLEK (Mangifera spp.) SEBAGAI PENGOMPLEKS Fe2+

    Get PDF
    Logam besi biasa ditemukan dialam berupa padatan atau ion terlarut seperti Fe3+ atau Fe2+. Ion besi (Fe2+) dapat menyebabkan berbagai penyakit degeneratif hingga kanker apabila berlebih di dalam tubuh. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui potensi pengompleks dari senyawa flavonoid yang terdapat pada fraksi diklorometana buah Mangga Golek (Mangifera spp.) terhadap ion besi (Fe2+) dan melakukan karakterisasi terhadap senyawa tersebut. Adapun tahapan yang dilakukan untuk memperoleh senyawa tersebut adalah preparasi sampel, ekstraksi, fraksinasi, pemisahan dan pemurnian senyawa hingga diperoleh isolat S1 yang dikarakterisasi menggunakan spektrometer IR dan 1H-NMR serta analisis potensi pengompleks terhadap Fe2+ menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Hasil karakterisasi senyawa dengan IR, isolat S1 memiliki gugus fungsi seperti -OH ulur (3430 cm-1), C-H alfiatik ulur (2927 cm-1),  C=O (1641 cm-1), cincin aromatik (1515-1449 cm-1), C-O-C ulur (1176 cm-1) dan C-O-C (1112 cm-1). Hasil karakterisasi senyawa dengan 1H-NMR, isolat S1 menunjukkan δH pada δH  7,99 (d, J=8,8 Hz, H-2’dan H-6’); δH  7,29 (d, J=8,8 Hz, H-3’dan H-5’); δH 6,94 (s, H-3); δH 6,52  (s, J=2 Hz, H-8) dan δH  6,43 (s, J=1,6 Hz, H-6), yang diperkirakan senyawa tersebut ialah 5,4’-dihidroksi-7-metoksiflavon merupakan senyawa golongan flavonoid. Hasil analisa potensi pengompleks Fe2+ oleh isolat S1 yang dilakukan, menunjukkan pergeseran λ maks sebesar 2 nm setelah senyawa ditambahkan Fe2+ yaitu dari 296 nm ke 298 nm. Kata Kunci: besi (Fe2+), diklorometana, flavonoid, Mangifera spp., pengkhelata

    KARAKTERISASI SENYAWA FLAVONOID DARI FRAKSI ETIL ASETAT KULIT BUAH MANGGA (Mangifera spp.) DAN AKTIVITASNYA SEBAGAI PENGOMPLEKS LOGAM Pb(II)

    Get PDF
    Keberadaan logam timbal memiliki dampak negatif terhadap lingkungan mahkluk hidup khususnya kesehatan manusia. Penelitian ini merupakan upaya untuk mengetahui aktivitas pengompleks isolat F.III dari fraksi etil asetat kulit buah mangga dengan logam Pb(II). Penelitian dilakukan dengan beberapa tahap yaitu maserasi, partisi, kromatografi, karakterisasi, dan uji pengompleks. Uji fitokimia terhadap isolat F.III (19,5 mg) positif fenolik  sedangkan sifat fisik isolat berbentuk kristal amorf berwarna kuning dengan titik leleh 135-139oC. Spektra Uv-Vis (H2O) menunjukkan adanya serapan maksimum pada 297 nm. Spektra IR (KBr) Vmaks cm-1 menunjukkan adanya serapan pada bilangan  gelombang 3435 (OH), 2923-2855 (CH alifatik), 1631 (C=O karbonil), 1500 (aromatik),1113 (C-O-C). Spektrum 1H-NMR (CD3OD, 400 MHz) menunjukkan kemunculan sinyal pada geseran (δ ppm): 5,16 (1H,d, J=7,6 Hz), 5,34 (1H,d,J=12Hz), 5,72 (1H,d, J=11,6 Hz), 5,76 (1H,d, J=11,6 Hz), 6,3 (1H, d, J=2,8 Hz), 6,5 (2H, d, J=6,4Hz), 6,6(2H,d, J=6,4), 7,11 (2H, d, J=8,4), 7,2 (1H, dd, J=4,8). Berdasarkan analisis uji fitokimia dan spektroskopi serta dibandingkan dengan literatur maka diprediksi bahwa isolat F.III adalah senyawa morelloflavon (biflavonoid). Uji pengompleks menggunakan isolat F.III 100 ppm dengan logam Pb(II) 50 ppm yang berasal dari Pb(NO3)2 menunjukkan adanya ikatan antara ligan dan atom pusat berupa penurunan absorbansi dan tidak mengalami pergeseran panjang gelombang. Kata kunci :  Mangifera spp., morelloflavon, pengomplek

    SINTESIS DAN KARAKTERISASI TiO2/Ti NANOTUBE MENGGUNAKAN METODE ANODISASI

    Get PDF
    Semikonduktor TiO2 telah disintesis dengan metode anodisasi menggunakan  foil Ti sebagai prekursor dan sekaligus sebagai matriks dengan menggunakan tegangan potensial sebesar 40 volt dan diikuti proses kalsinasi dengan suhu 450ºC selama 3 jam. Berdasarkan hasil karakterisasi FT-IR menunjukkan adanya serapan bilangan gelombang 457,149 cm-1 dan 796,64 cm-1 yang merupakan vibrasi dari Ti-O. Analisis permukaan dengan metode SEM memperlihatkan TiO2/Ti yang didapatkan memiliki morfologi nanotube dengan diameter berkisar 10-45 nm. Pengukuran difraktogram dengan metode XRD menunjukkan TiO2/Ti nanotube memiliki fasa anatase dengan nilai band gap sebesar 3,26 eV.  Kata kunci : anodisasi, nanotube, TiO

    242

    full texts

    249

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Kimia Khatulistiwa is based in Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇