University of Bangka Belitung Repository
Not a member yet
    8296 research outputs found

    Perancangan sistem informasi pemantauan kapal di Pelabuhan Pangkal Balam berbasis web

    No full text
    Sistem informasi pemantauan kapal sangat dibutuhkan dalam mendukung efisiensi dan keselamatan operasional pelabuhan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengimplementasikan sistem informasi pemantauan kapal berbasis web yang terintegrasi dengan data Automatic Identification System (AIS) di Pelabuhan Pangkal Balam. Sistem dibangun menggunakan framework Laravel untuk backend dan Leaflet.js untuk visualisasi peta. Data AIS yang diterima dalam format NMEA 0183 diproses untuk menampilkan posisi kapal secara real-time pada peta digital. Sistem juga dilengkapi dengan fitur login pengguna, integrasi CCTV, serta pengaturan akun. Pengujian dilakukan terhadap fungsionalitas sistem, responsivitas tampilan, pemrosesan data real-time, serta keamanan data. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem mampu menampilkan posisi kapal secara akurat dan real-time, responsif di berbagai perangkat, serta aman dari sisi autentikasi dan input data. Penelitian ini memberikan kontribusi nyata dalam digitalisasi sistem navigasi pelabuhan dan dapat dikembangkan lebih lanjut dengan fitur notifikasi dan histori pelayaran

    Identifikasi Spesies Ikan Sepatung (Pristolepis grooti) Asal Sungai Bumang Kabupaten Bangka Melalui Gen Cytochrome C Oxidase Sub Unit 1 (CO1) dan Karakteristik Morfologi

    No full text
    Ikan Sepatung adalah salah satu ikan lokal yang terdapat di Sungai Bumang Kabupaten Bangka dan belum dilakukan identifikasi molekuler didaerah tersebut sehingga masih belum diketahui spesiesnya.Ikan Sepatung ada dua jenis spesies yaitu Pristolepis grootii dan Pristolepis fasciata, keberadaan kedua spesies ini di alam membuat sulit untuk mengetahui perbedaaan kedua jenis spesies tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui spesies ikan sepatung asal Sungai Bumang Kabupaten Bangka melalui identifikasi molekuler berdasarkan DNA Barcoding dan karakteristik morfologi. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif eksploratif. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa Ikan Sepatung Asal Sungai Bumang Kabupaten Bangka memiliki karakter morfologi dengan bentuk tubuh pipih agak cembung, warna tubuh sedikit putih dan kuning kecoklatan, sirip perut tidak mencapai lubang anal, bentuk ekor membundar serta bentuk mulut terminal. Garis linea lateralis (LL) lengkap terputus dengan 3,5 sisik antara gurat sisi dan pertengahan sirip punggung, profil punggung bagian depan sedikit mencembung serta memiliki bagian sirip perut yang tidak mencapai lubang anal. Hasil pengamatan karakteristik morfologi diduga menunjukkan bahwa ikan sepatung Asal Sungai Bumang Kabupaten Bangka adalah spesies Pristolepis grooti. Hasil jumlah jarijari keras sirip dorsal sebanyak 13 dan jari-jari lemah 16, jari-jari keras sirip anal 3 dan jari-jari lemah 7, jari-jari keras sirip ventral 1 dan jari-jari lemah 5, sedangkan jumlah jarijari lemah sirip pektoral sebanyak 14 dan jari-jari lemah sirip caudal sebanyak 14 serta jumlah sisik linea lateralis sebanyak 23-24. Sedangkan berdasarkan rekontruksi pohon filogenetik menunjukkanketiga sampel ikan sepatung asal Sungai Bumang berada dalam satu garis keturunan yang sama dan berkerabat dekat dengan Pristolepis fasciata sebagai kerabat satu genusnya

    Analisis mikroplastik pada air, sedimen, dan kerang darah (anadara granosa) di perairan Dusun Sukal Kabupaten Bangka Barat

    No full text
    Kerang darah (Anadara granosa) merupakan salah satu jenis kerang yang bernilai ekonomis tinggi untuk dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat. Keberadaan mikroplastik sangat berbahaya bagi biota laut konsumsi seperti kerang darah (Anadara granosa). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jenis dan kelimpahan mikroplastik pada air, sedimen dan kerang darah (Anadara granosa) di Perairan Dusun Sukal Kabupaten Bangka Barat. Metode pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling dan dilakukan 3 kali pengulangan. Sampel air diambil sebanyak 1 L, sampel sedimen 1 kg, dan sampel kerang darah sebanyak 20 individu. Sampel diolah dengan menambahkan NaCl yang bertujuan untuk menambah densitas larutan dan menambahkan H2O2 untuk menghancurkan bahan organik. Hasil penelitian ditemukan mikroplastik jenis fiber, foam, fragmen dan film. Kelimpahan mikroplastik pada air didapatkan jenis fiber yaitu sebesar 24 partikel/1 L, untuk jenis foam 29,33 partikel/1 L, dan fragmen yaitu 7 partikel/1 L. Kelimpahan mikroplastik pada sedimen didapatkan jenis fiber yaitu sebesar 0,14 partikel/100 gram, untuk jenis foam yaitu 0,12 partikel/100 gram, fragmen 0,04 partikel/100 gram dan jenis film yaitu 0,003 partikel/100 gram. Kelimpahan mikroplastik pada kerang darah (Anadara granosa) didapatkan jenis fiber yaitu sebesar 1,10 partikel/20 individu, untuk foam sebesar 0,67 partikel/20 individu dan untuk fragmen yaitu sebesar 0,12 partikel/20 individu

    Translation Methods of Women's Language Features Used by the Main Character in the Mini-Series Self Made: Inspired by the Life of Madam C.J. Walker (2020)

    No full text
    This study aims to analyze the female language features found in utterances of the main character in the mini-series Self Made using Robin Lakoff's theory. In addition, this study finds out how the women’s language features are translated from English to Indonesian by using Peter Newmark's translation method theory. This study applies qualitative descriptive research methods. The descriptive method in qualitative research is used as an analytical approach and the researcher stays close to the data. The data used are utterances made by the main character in the mini-series Self Made. This study presents seven steps for Data Collection: (1) Watching mini-series through Netflix digital platform by using a paid account (2) Focusing on the main character Sarah. (3) Focusing on scenes with the English to Indonesian subtitle (4) Recording Sarah's utterances that contain women's language features by using English subtitles. (5) Recording the Indonesian subtitles. (6) Coding the data to sort the data and giving badges or stamps. (7) Finalizing the data ready for analysis. This study also presents seven steps for Data Analysis: (1) Organize and prepare data. (2) Reading through all the data. (3) Identifying Themes. (4) Developing a storyline interpretation. (5) Adding an analytic framework. (6) Representing and interpreting data. (7) Conclusion. As a result, this study found nine out of ten features spoken by the main character. There are 121 data that show the utterances of women’s language features by the main character. The features consist of 43 data of Lexical Hedges or Fillers, 4 data of Tag Question, 24 data of Rising Intonation, 15 data of Empty Adjective, 13 data of Intensifier, 1 data of Hypercorrect Grammar, 13 data of Superpolite Form, 2 data of Avoidance of Strong Swear Words, and 6 data of Emphatic Stress. Lexical Hedges or Fillers are the most frequently used features and Hypercorrect Grammar is the least used feature. Based on the findings, it was also found that the main character uses women’s language features to show doubt, soften her speech, and to get a response. Furthermore, this study found six methods used in translating the main character's utterances containing women’s language features. These methods are 1 data of Word-by-Word Translation, 2 data of Literal Translation, 51 data of Faithful Translation, 2 data of Semantic Translation, 36 data of Free Translation, and 5 data of Communicative Translation. The use of this method also shows that there are variations in the women’s language features translated into Indonesian and this is due to the decision-making made by the translator in the translation process. Furthermore, it was found that the rising intonation feature could not be translated

    Sintesis Nanopartikel Perak Menggunakan Bioreduktor Ekstrak Daun Iding-Iding (Stenochlaena Palustris) Termodifikasi Kitosan Dan Uji Aktivitasnya Sebagai Antibakteri

    No full text
    Telah dilakukan sintesis nanopartikel perak dari ekstrak daun iding-iding (Stenochlaena palustris) termodifikasi kitosan. Sintesis nanopartikel perak menggunakan metode green synthesis yang memanfaatkan sumber biologis seperti tumbuhan dan mikroorganisme sebagai agen reduktor untuk meningkatkan keberlanjutan dan mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan. Penggunaan nanopartikel perak tanpa agen penstabil dapat mengakibatkan aglomerasi dan toksisitas nanopartikel perak sehingga dibutuhkan kitosan untuk mencegah terjadinya aglomerasi nanopartikel akibat pembentukan ion perak. Tujuan penelitian ini untuk mengkarakterisasi dan mengetahui aktivitas antibakteri nanopartikel perak menggunakan bioreduktor ekstrak daun iding-iding (Stenochlaena palustris) termodifikasi kitosan terhadap bakteri uji Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Karakterisasi nanopartikel perak ekstrak daun iding-iding termodifikasi kitosan dilakukan menggunakan spektrofotometri UV-Vis dengan variasi kitosan 5 mL, 10 mL, 15 mL, dan 20 mL, yang menghasilkan panjang gelombang berturut-turut 396 nm, 413 nm, 414 nm, dan 390 nm. Analisis fase kristal terbentuk fasa Ag puncak pola difraksi 2θ 38,15o ; 44,59o ; dan 64,69o. Ukuran nanopartikel perak ekstrak daun iding-iding berkisaran pada 11,80 nm – 12,02 nm. Uji aktivitas antibakteri pada nanopartikel perak ekstrak daun iding-iding menunjukkan mampu menghambat pertumbuhan bakteri. Termodifikasi kitosan menunjukkan aktivitas antibakteri yang kuat terhadap Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Aktivitas antibakteri meningkat seiring dengan peningkatan konsentrasi, dengan nilai tertinggi pada konsentrasi 30% yaitu 12,84 mm untuk Escherichia coli dan 13,74 mm untuk Staphylococcus aureus

    Perbandingan Morfometrik Lamun Enhalus acoroides di Pantai Tukak dan Pantai Tanjung Kerasak Kabupaten Bangka Selatan

    No full text
    Perbedaan kondisi kualitas perairan dan perbedaan karakteristik substrat pada Pantai Tukak dan Pantai Tanjung Kerasak tersebut diduga akan memberikan pengaruh pada morfometrik lamun Enhalus acoroides yang hidup disana dan berdasakan dari hasil penelitian yang sudah ada, maka perlu dilakukan penelitian di daerah Bangka Selatan khususnya di Pantai Tukak dan Pantai Tanjung Kerasak. Tujuan penelitian ini ialah mengetahui perbedaan dari morfometrik lamun Enhalus acoroides di Pantai Tukak dan Pantai Tanjung Kerasak serta mengetahui hubungan dari morfometrik lamun Enhalus acoroides dengan kondisi kualitas perairan di Pantai Tukak dan Pantai Tanjung Kerasak. Waktu dan tempat penelitian dilaksanakan Januari 2024 di Pantai Tukak dan Pantai Tanjung Kerasak sebanyak 6 titik stasiun penelitian dan terdapat 360 sampel morfometrik lamun Enhalus acoroides. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan morfometrik dari Pantai Tukak dan Pantai Tanjung Kerasak. Hasil analisis kualitas perairan di Pantai Tukak meliputi DO menunjukkan hubungan kuat terhadap morfometrik panjang daun lamun Enhalus acoroides. Hasil korelasi kondisi kualitas perairan di Pantai Tanjung Kerasak memiliki hubungan korelasi yang sedang dengan morfometrik lamun Enhalus acoroides

    Identifikasi batuan pembentuk air asam tambang pada pit mayang menggunakan uji statik di PT Menara Cipta Mulia

    No full text
    Air Asam Tambang merupakan salah satu dampak dari industri pertambangan yang harus ditangani secara serius karena dapat menimbulkan degradasi kualitas lingkungan. Faktor terbentuknya AAT dikarenakan adanya mineral sulfida pada batuan. Mineral sulfida yang ada pada daerah penelitian yaitu kalkopirit (CuFeS2), bornit (Cu5FeS4), arsenopirit (FeAsS), kovelit (CuS) dan kalkosit (Cu2S). Permasalahan yang terjadi apabila mineral sulfida pada batuan terpapar ke udara dan air akan membentuk AAT. Perlu dilakukannya pencegahan pembentukan AAT dengan melakukan identifikasi terhadap batuan yang Potential Acid Forming (PAF) dan Non Acid Forming (NAF). Identifikasi suatu AAT dilakukan dengan uji statik. Metode penelitian menggunakan data kuantitatif berupa pengambilan sampel batuan dengan pemboran full coring dan melakukan uji statik di laboratorium. Hasil penelitian ini yaitu sampel M01 (batupasir putih) dengan nilai ANC 1,7 KgH2SO4 /ton, NAG pH 6,63, Total Sulfur <0,01%, pH pasta 7,22 dan NAPP -1,4 KgH2SO4 /ton. Sampel M02 (pasir) dengan nilai ANC 1 KgH2SO4 /ton, NAG pH 6,63, Total Sulfur <0,01%, pH pasta 7,37 dan NAPP -0,7 KgH2SO4 /ton. Sampel M03(batupasir hitam) dengan nilai ANC 1,4 KgH2SO4 /ton, NAG pH 4,41, Total Sulfur 0,06%, pH pasta 6,89 dan NAPP 0,4 KgH2SO4 /ton. Identifikasi geokimia batuan pada PT Menara Cipta Mulia terdapat 2 sampel yaitu sampel M01 (batupasir putih) dan M02 (pasir) yang Non Acid Forming (NAF) dan 1 sampel yaitu sampel M03 (batupasir hitam) yang Potential Acid Forming (PAF)

    Pengaruh literasi keuangan dan inklusi keuangan terhadap kinerja dan dampaknya terhadap keberlanjutan usaha mikro di Kecamatan Sungailiat Kabupaten Bangka

    No full text
    Perekonomian Indonesia saat ini berpusat pada UMKM. UMKM membuka lapangan pekerjaan dan dianggap dapat memberikan kontribusi terhadap pengurangan kemiskinan pada masyarakat. UMKM memiliki potensi usaha yang sangat besar dan pemerintah terus berupaya meningkatkan potensi tersebut melalui berbagai program. Akan tetapi, permasalahan utama pelaku usaha mikro di kecamatan sungailiat ialah modal usaha. Beberapa masyarakat ditemukan masih ada yang menggabungkan modal pribadi dan modal usaha serta kesulitan mendapatkan penambahan modal usaha yang disebabkan tidak dapat memenuhi salah satu persyaratan administrasi yaitu cash flow. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah 1.080 unit pelaku usaha mikro di Kecamatan Sungailiat Kabupaten Bangka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menguji pengaruh variabel independen (Literasi Keuangan dan Inklusi Keuangan) terhadap variabel dependen (Kinerja UMKM dan Keberlanjutan UMKM). Metode penelitian kuantitatif dengan analisis statistik SEM (Structural Equation Modeling) menggunakan Smart PLS. Penelitian ini menggunakan data primer dan data sekunder. Penyebaran kuesioner berupa google form yang disebarluaskan serta data yang tersedia di DINPMP2KUKM (Dinas Penanaman Modal Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu, Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah) Pemerintah Kabupaten Bangka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya pengaruh positif dan signifikan pada literasi keuangan terhadap kinerja UMKM, adanya pengaruh positif dan signifikan pada inklusi keuangan terhadap kinerja UMKM, adanya pengaruh positif dan signifikan pada kinerja UMKM terhadap keberlanjutan UMKM, adanya pengaruh positif dan tidak signifikan pada literasi keuangan terhadap keberlanjutan UMKM dan adanya pengaruh positif dan tidak signifikan pada inklusi keuangan terhadap keberlanjutan UMKM. Temuan penelitian ini memberikan feedback bagi pelaku usaha mikro untuk di implementasikan dalam operasional yang dapat meningkatkan penjualan, membantu usaha mikro berkinerja lebih baik dan berdampak pada berkelanjutan usaha

    Pertumbuhan dan hasil berbagai genotipe kacang tanah (Arachis hypogaea L.) di media tailing dengan penambahan pupuk kotoran sapi

    No full text
    Luasnya lahan pasca tambang timah di Bangka Belitung dapat dimanfaatkan sebagai lahan pertanian untuk budidaya tanaman kacang tanah dengan pemberian pupuk kotoran sapi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui genotipe kacang tanah yang mampu tumbuh di media tailing pasca tambang timah sekaligus dosis pupuk kotoran sapi yang mampu meningkatkan produksi kacang tanah. Penelitian dilaksanakan di kebun percobaan, Universitas Bangka Belitung pada bulan Februari - Juni 2024. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Faktorial yang terdiri dari 2 faktor. Faktor 1 genotipe kacang tanah dengan 4 taraf yaitu Jongkong (A1), Air ketimbai 2 (A2), Talam 1 (A3) dan Kancil (A4). Faktor 2 dosis pupuk kotoran sapi dengan 3 taraf yaitu 15 ton/ha (P1), 30 ton/ha (P2) dan 45 ton/ha (P3). Hasil penelitian menunjukkan genotipe kacang tanah memberikan pengaruh nyata terhadap karakter jumlah seluruh biji per tanaman dan jumlah polong per tanaman. Pupuk kotoran sapi memberikan pengaruh nyata terhadap karakter tinggi tanaman, jumlah seluruh biji per tanaman, jumlah polong per tanaman dan jumlah polong isi per tanaman.Varietas Kancil dan Talam 1 menunjukan hasil terbaik dalam pertumbuhan pada media tailing. Dosis pupuk kandang sapi 30 ton/ha merupakan perlakuan terbaik untuk pertumbuhan dan hasil kacang tanah di media tailing. Interaksi antara genotipe kacang tanah Air Ketimbai 2 dengan dosis pupuk kotoran sapi 45 ton/ha menunjukan hasil terbaik pada karakter jumlah daun

    Kelimpahan dan pola sebaran kerang lokan (meretrix sp.) di pantai cemara Kabupaten Bangka

    No full text
    Kerang Lokan (Meretrix sp.) merupakan salah satu spesies anggota kelas kerang yang terdapat di Pantai Cemara Kabupaten Bangka. Kerang tersebut dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai mata pencaharian untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari maupun dijual. Terdapat aktivitas seperti kegiatan tambak udang, pertambangan timah serta aktvitas kapal nelayan dan penangkapan kerang yang dilakukan secara terus-menerus sehingga dapat memengaruhi populasi kerang tersebut. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk menganalisis kelimpahan dan pola sebaran kerang Lokan (Meretrix sp.) serta faktor lingkungan yang mempengaruhi keberadaan kerang Lokan (Meretrix sp.). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret - Mei 2024. Penentuan stasiun menggunakan metode purposive sampling dan pengambilan data menggunakan transek kuadran 1×1 m pada 3 stasiun. Analisis data dilakukan menggunakan Analisis Komponen Utama (PCA). Hasil penelitian menunjukkan kelimpahan tertinggi terdapat di stasiun 1 dengan pola sebaran bersifat mengelompok. Hasil Analisis Komponen Utama PCA menunjukkan bahwa hubungan kelimpahan kerang Lokan yang saling berkolerasi yaitu kecepatan arus, tekstur substrat pasir dan bahan organik total (BOT)

    3,607

    full texts

    8,296

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    University of Bangka Belitung Repository is based in Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇