71366 research outputs found
Sort by
PENERAPAN PROGRAM BEHAVIOR-BASED SAFETY PADA PEKERJA DI PT. X KOTA BATAM TAHUN 2022
PT. X adalah salah satu perusahaan kontraktor minyak terbesar yang ada di Indonesia yang membuat rancangan dari beraneka ragam jenis fasilitas produksi dan pengeboran minyak serta gas bumi lepas pantai. PT. X memiliki salah satu program keselamatan kerja yang berbasis perilaku, yaitu program Behavior-Based Safety (BBS) yang bertujuan untuk mengobservasi perilaku pekerja. Tujuan dari penelitian ini yaitu memperoleh gambaran penerapan program program Behavior-Based Safety di PT. X. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan metode observasi secara langsung serta wawancara mendalam. Subjek penelitian terdiri dari 12 informan, 1 informan kunci, 10 informan utama dan 1 informan triangulasi. Hasil penelitian didapatkan bahwa pekerja yang ada di PT. X paham mengenai unsafe act. Penerapan program Behavior-Based Safety (BBS) sudah berjalan dengan baik, diperkuat dengan komitmen dan dukungan penuh oleh manajemen. Hambatan yang terdapat dalam penerapan program BBS diatasi dengan evaluasi yang telah dilakukan oleh BBS koordinator, departemen HSE oleh coorporate pusat. Terdapat pemberian reward bagi BBS observer yang mencapai target dan berkualitas. PT. X tidak memiliki sistem punishment karena memegang prinsip tidak saling menyalahkan. Saran yang diberikan peneliti adalah perekrutan BBS observer dari level pekerja (craft) diperbanyak terutama yang aktif dalam pengisian HIT card dan Communication Card, memperbanyakmelakukan sosialisasi mengenai program BBS dan mengadakan pertemuan dengan seluruh BBS observer untuk dilakukan coaching bersama gunamenyamakan persepsi.
Kata Kunci :unsafe act, behavior-based safety, hambata
Optimalisasi Portofolio Markowitz pada Indeks Saham IDX30 Menggunakan Fuzzy c-Means Clustering
Diversifikasi atau optimalisasi portofolio menjadi salah satu pilar utama dalam strategi investasi. Seleksi portofolio yang diterbitkan oleh Markowitz secara umum digunakan untuk mengurangi tingkat risiko tanpa mengurangi pengembalian yang diharapkan. Penggunaan teknik fuzzy c-means clustering akan menampilkan dan membentuk cluster fuzzy sehingga data saham IDX30 disegmentasikan berdasarkan nilai expected return dan VaR yang tinggi dan rendah. Jumlah cluster efisien akan dijastifikasi dengan skor Sillhouette dan diperoleh jumlah cluster efisien yaitu 4 cluster dengan skor 0,604. Kemudian dipilih cluster 1 dan 2 pada cluster berjumlah 4 yang memiliki nilai expected return tinggi yang selanjutkan akan dilakukan pembobotan optimal yang diperoleh dengan pengali Lagrange dan dihasilkan portofolio optimal dengan komposisi portofolio saham masing masing cluster yaitu BBNI 12,38%, BMRI 21,27%, BBRI 29,96%, dan ICBP 39,39%. Dari optimalisasi portofolio tersebut diperoleh masing-masing expected return harian sebesar 0,01048 dan standar deviasi sebesar 0, 03995
Penentuan Solusi Fisibel Awal Masalah Transportasi Bilangan Trapezoidal Fuzzy dengan Entire Contingency Cost Table (ECCT) dan Simpangan Baku
Permasalahan transportasi merupakan salah satu hal penting bagi perusahaan. Salah satu tujuan permasalahan transportasi adalah untuk meminimumkan biaya yang dikeluarkan. Dalam masalah transportasi, biaya distribusi, jumlah permintaan, dan jumlah penawaran yang berupa bilangan fuzzy disebut dengan masalah transportasi fuzzy. Pada Tugas Akhir ini, bilangan fuzzy yang dipakai dalam masalah transportasi adalah bilangan trapezoidal fuzzy, baik masalah transportasi seimbang maupun tidak seimbang. Metode yang digunakan untuk mendapatkan solusi fisibel dari permasalahan transportasi bilangan trapezoidal fuzzy adalah metode Entire Contingency Cost Table (ECCT) dan Simpangan Baku. Bilangan trapezoidal fuzzy diubah ke bentuk tegas (crisp) dengan teknik Robust’s Ranking. Masing-masing elemen baris dan kolom dikurangi dengan elemen terkecil pada baris dan kolom yang bersesuaian. Entire Contingency Cost Table (ECCT) adalah jumlahan dari hasil pengurangan antara masing-masing elemen baris dengan maisng-masing elemen kolom. Selanjutnya menghitung pinalti dengan menggunakan simpangan baku pada masing-masing baris dan kolom. Berdasarkan simulasi numerik yang diberikan, metode Entire Contingency Cost Table (ECCT) dan Simpangan Baku menghasilkan biaya relatif lebih rendah dibandingkan dengan metode North West Corner, Least Cost, dan Vogel’s Approximation. Empat dari enam contoh numerik, solusi fisibel yang dihasilkan oleh metode Entire Contingency Cost Table (ECCT) dan Simpangan Baku merupakan solusi optimal ketika diuji keoptimalannya dengan Modified Distribution
Penerapan Entropy Weight Method dan Metode TOPSIS dalam Menentukan Pilihan Produk
"Sepatu sepak bola merupakan salah satu perlengkapan yang digunakan oleh pemain sepak bola dalam sebuah pertandingan. Pemilihan sepatu sepak bola bagi para pemain bukan suatu hal yang mudah. Hal tersebut dikarenakan banyaknya variasi produk dari setiap merek sepatu sepak bola yang ada serta diperlukan kriteria yang dapat dijadikan sebagai penentuan produk yang dipilih. Kriteria yang digunakan dalam penelitian ini adalah harga produk, jumlah produk terjual, jumlah variasi produk, dan penilaian produk. Tujuan dari penelitian ini adalah menerapkan metode TOPSIS (Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution) dengan perhitungan bobot kriteria menggunakan EWM (Entropy Weight Method) pada Sistem Pendukung Keputusan yang digunakan dalam pemilihan produk sepatu sepak bola terbaik dari merek lokal. Hasil yang didapatkan merupakan hasil perhitungan menggunakan metode TOPSIS dan EWM, maka Ortuseight Mirage FG dan Ortuseight Horizon FG dengan nilai tingkat relatif 0,619514 merupakan sepatu sepak bola merek lokal terbaik. Penerapan metode TOPSIS dan EWM digunakan untuk penyelesaian pendukung keputusan secara praktis, karena metode ini memiliki konsep bahwa alternatif yang dipilih adalah alternatif yang mempunyai nilai tingkat relatif terbesar dari alternatif yang ada.
Kata Kunci: Sepatu sepak bola, Sistem Pendukung Keputusan, metode TOPSIS, EWM.
Pembentukan Graf Planar Maksimal Berdiameter Dua dan Graf Planar Maksimal Reguler
Graf planar dikatakan maksimal jika tidak terdapat garis yang dapat ditambah tanpa kehilangan planaritas. Skripsi ini memuat pembahasan tentang pembentukan graf planar maksimal berdiameter dua dan graf planar maksimal reguler. Pembentukan graf planar maksimal berdiameter dua G dengan derajat minimum (δG=4) berdasarkan ada tidaknya separating sikel-3, derajat titik di semua titik, serta ada tidaknya titik-4 yang bertetangga. Graf G memuat separating sikel-3 maka terdapat satu dan satu-satunya subgraf planar maksimal berdiameter dua yang terbentuk dari graf G, yang dinamakan graf H1. Graf G yang reguler-4 maka terdapat satu subgraf planar maksimal berdiameter dua yang terbentuk dari graf G, yang dinamakan graf H2. Graf G tidak H1dan H2, serta memuat dua buah titik-4 bertetangga maka terdapat sembilan subgraf planar maksimal berdiameter dua yang terbentuk dari graf G, yang dinamakan graf G1,G2,…G9. Pembentukan graf planar maksimal reguler L diperoleh dari graf reguler-k dimana k≤5 sehingga terdapat tiga subgraf planar maksimal yang terbentuk dari L, yaitu graf reguler-3 L1, graf reguler-4 H2, dan graf reguler-5 L2. Jadi, pembentukan graf planar maksimal dapat diperoleh dari graf yang isomorfik terhadap graf R, dimana R∈{H2,G1,G2,…G9,L1,L2}
TINJAUAN MANAJEMEN PENGELOLAAN SAMPAH MEDIS PADAT DI RSUD dr. T.C. HILLERS MAUMERE KABUPATEN SIKKA
RSUD dr. T.C.Hillers Maumere merupakan rumah sakit tipe C berdasarkan keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor : 210/Menkes/lI/1993 dan juga sebagai rumah sakit pemerintah yang berbentuk badan layanan umum daerah (BLUD). Pelayanan kesehatan di rumah sakit menghasilkan sampah medis dan non medis dengan berbagai jenisnya yang dapat mempengaruhi kesehatan manusia dan lingkungan jika tidak dikelola dengan baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan manajemen pengelolaan sampah medis padat dari aspek perencanaan (planning), pengorganisasian (organizatioan), pelaksanaan (actuation), dan pengawasan (controlling). Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif bersifat explorative dengan metode observasional dan wawancara Hasil penelitian ini menunjukan bahwa manajemen pengelolaan sampah medis padat di RSUD. dr. T.C. Hillers Maumere dari aspek perencanaan (planning) 86,6%, aspek pengorganisasian (organizatioan) 100%, aspek pelaksanaan (actuation) 71,4 %, dan aspek pengawasan (controlling) 90%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah manajemen pengelolaan sampah medis padat di RSUD. dr. T.C. Hillers Maumere dikategorikan baik dengan persentase 87%.
Kata Kunci : Tinjauan, Manajemen, Sampah Medis Pada
METODE IMPROVED MODIFIED HUNGARIAN PADA MASALAH TRANSPORTASI FUZZY BILANGAN TRAPEZOIDAL
"Masalah transportasi merupakan suatu masalah yang berkaitan dengan pengoptimalan pendistribusian barang oleh sejumlah sumber ke sejumlah lokasi tujuan dengan tujuan untuk meminimumkan total biaya distribusi. Masalah transportasi banyak diterapkan dalam bidang logistik dan industri dalam meminimumkan biaya transportasi. Terjadinya ketidakpastian di lapangan memunculkan masalah transportasi fuzzy. Salah satu metode untuk menyelesaikan masalah transportasi fuzzy yaitu metode Modified Hungarian. Pengalokasian pada metode ini menitikberatkan pada sel biaya tereduksi bernilai 0 ̃ dengan jumlah persediaan dan permintaan terbanyak. Metode Modified Hungarian memiliki beberapa kelemahan yaitu pada beberapa kasus masalah transportasi fuzzy tidak selalu menghasilkan solusi optimal dan metode ini hanya digunakan untuk masalah transportasi fuzzy yang memiliki matriks biaya dengan banyak baris tidak sama dengan banyak kolom (m≠n). Oleh karena itu, perlu adanya perbaikan dari metode Modified Hungarian pada langkah-langkah penyelesaiannya yaitu matriks biaya masalah transportasi fuzzy, reduksi tabel, dan uji kriteria keoptimalan. Tugas Akhir ini mengkaji metode Improved Modified Hungarian sebagai metode perbaikan algoritma dari Modified Hungarian untuk menyelesaikan masalah transportasi fuzzy khususnya bilangan trapezoidal fuzzy dengan penegasan Robust Ranking. Pada beberapa contoh kasus masalah transportasi fuzzy baik seimbang maupun tidak seimbang, metode Improved Modified Hungarian memberikan solusi optimal.
Kata kunci : Masalah Transportasi Fuzzy, Metode Improved Modified Hungarian, Robust Ranking, Bilangan Trapezoidal Fuzzy
STUDI KOMPARATIF PERTUMBUHAN BERAT BADAN BAYI BERDASARKAN STATUS MENYUSUI ASI EKSKLUSIF (Studi Di Desa Tlogopucang, Kecamatan Kandangan, Kabupaten Temanggung)
Belum tercapainya target cakupan ASI eksklusif di tingkat provinsi dan kabupaten menyebabkan berbagai masalah pertumbuhan, salah satunya terkait berat badan per umur. Desa Tlogopucang di wilayah kerja Puskesmas Kandangan, Kabupaten Temanggung, memiliki cakupan pemberian ASI eksklusif yang rendah dan prevalensi underweight dan bayi dengan risiko berat badan lebih yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan pertumbuhan berat badan bayi berdasarkan status ASI eksklusif. Penelitian dilakukan pada bulan September-Oktober 2022 menggunakan desain cross sectional analitik dengan 100 bayi terdiri dari 50 bayi ASI eksklusif dan 50 bayi tidak ASI eksklusif dengan kriteria inklusi yaitu bayi dengan berat lahir normal dan memiliki catatan KMS lengkap. Data dianalisis dengan uji beda Mann Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ibu yang memberikan ASI eksklusif mayoritas ditemukan pada ibu dengan usia kurang dari 20 tahun (55,6%), berpendidikan akhir SMA/ MA (61,1%), dan ibu yang bekerja (71,4%). Bayi yang mendapatkan ASI eksklusif setiap bulannya memiliki berat badan yang lebih berat dan cenderung lebih sehat ditandai dengan tidak pernah mengalami penyakit infeksi dibandingkan dengan bayi yang tidak mendapatkan ASI eksklusif meskipun secara statistik tidak terdapat perbedaan pertumbuhan berat badan yang signifikan antara bayi yang mendapatkan ASI eksklusif dan tidak ASI eksklusif (p > 0,05). Perlu adanya edukasi bagi ibu dan calon ibu mengenai pentingnya pemberian ASI selama 6 bulan bagi bayi.
Kata Kunci : Status Menyusui, Pertumbuhan Berat Badan, Bay
Pengambilan Keputusan Terhadap Pemilihan Supplier dengan Triangular Fuzzy Number (TFN) Pada Metode Fuzzy Analytic Hierarchy Process Dan Fuzzy TOPSIS
"Proses pengambilan keputusan pada Multi-criteria Decision Making (MCDM) umumnya merupakan bentuk pemilihan dari berbagai alternatif untuk menentukan alternatif yang bisa dipilih. Pada tugas akhir ini, metode yang digunakan untuk menyelesaikan permasalahan MCDM dalam pengambilan keputusan adalah metode Analytic Hierarchy Process (AHP) dan metode Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS) yang dimodifikasi dengan logika fuzzy menjadi Fuzzy Analytic Hierarchy Process (Fuzzy AHP) dan Fuzzy Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (Fuzzy TOPSIS). Tugas akhir ini bertujuan untuk mempelajari metode Fuzzy AHP dan Fuzzy TOPSIS dalam proses pengambilan keputusan pemilihan alternatif kriteria supplier dengan Triangular Fuzzy Number (TFN) pada PT. Wahana Jaya Samudera. Hasilnya adalah kedua metode memiliki peringkat alternatif yang hampir sama dengan CV Wijaya Teknik sebagai alternatif pertama, Semarang Jaya sebagai alternatif kedua, PD Prima Setia Bearing sebagai alternatif ketiga, Rafi Motor sebagai alternatif keempat, dan Jaya Selang sebagai alternatif kelima. Penerapan metode Fuzzy AHP dapat meningkatkan akurasi alternatif yang akan dievaluasi dan meningkatkan efisiensi proses evaluasinya. Sedangkan metode Fuzzy TOPSIS banyak digunakan untuk penyelesaian pendukung keputusan secara praktis, karena metode ini memiliki konsep bahwa alternatif yang dipilih adalah alternatif yang memiliki jarak terpendek dari solusi ideal positif.
Kata kunci: MCDM, Fuzzy AHP, Fuzzy TOPSIS, TFN, Alternatif, Kriteria
STUDI LITERATUR FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPATUHAN TENAGA KESEHATAN DI RUMAH SAKIT DALAM PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN COVID-19 DI INDONESIA
Rumah sakit adalah pusat perawatan pasien yang menderta Covid-19. Sudah ada 6.315.557 orang yang terjangkit Covid-19 di Indonesia sampai tanggal 22 Agustus 2022 dan sebagian besar dirawat di rumah sakit. Hal ini juga mempengaruhi kesehatan tenaga kesehatan di rumah sakit. Di Indonesia, dilaporkan sudah ada 1891 orang yang meninggal per 17 Agustus 2021 dikarenakan Covid-19. Hal ini menunjukkan perlunya peraturan mengenai pencegahan dan pengendalian Covid-19 di rumah sakit, tetapi hal ini tidak akan efektif bila tenaga kesehatan di rumah sakit tidak mematuhi peraturan pencegahan dan pengendalian Covid-19. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan tenaga kesehatan di rumah sakit dalam pencegahan dan pengendalian infeksi Covid-19. Penelitian ini dilakukan sebagai literature review dengan metode simplified approach. Metode Simplified approach dilakukan dengan menyederhanakan temuan-temuan dari berbagai artikel dan mengumpulkannya menjadi satu artikel baru. 20 artikel digunakan dalam penelitian ini. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa efektivitas sistem protokol kesehatan dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan, ketersediaan dan kualitas fasilitas penunjang, serta hambatan-hambatan dalam aspek kepemimpinan, komunikasi, sumber daya manusia, kedisiplinan, dan kecemasan. Hal-hal tersebut mempengaruhi kepatuhan tenaga kesehatan dalam mematuhi protokol pencegahan dan pengendalian Covid-19. Rumah sakit perlu memastikan bahwa aturan-aturan yang ada tetap dipatuhi oleh tenaga kesehatan dan memastikan fasilitas seperti wastafel, hand sanitizer, apd, dan fasilitas pendukung lainnya untuk selalu tersedia dan dalam keadaan yang berkualitas.
Kata Kunci: Tenaga kesehatan, kepatuhan, rumah sakit, Covid-19, protokol Covid-19, protokol kesehatan