2011 research outputs found
Sort by
AGROPRENEURSHIP
Buku ajar ini hadir di hadapan para pembaca, khususnya
mahasiswa, sebagai sebuah panduan untuk menyelami dunia
agropreneurship yang penuh potensi. Harapan penulis, buku ini
tidak hanya menjadi materi bacaan wajib di ruang kelas, tetapi
juga menjadi sumber inspirasi yang memantik semangat inovasi
dan keberanian untuk memulai usaha di sektor pertanian.
Setiap bab dirancang untuk membangun pemahaman secara
bertahap, mulai dari konsep dasar hingga strategi manajemen
yang kompleks, dengan harapan dapat membekali Anda dengan kompetensi yang relevan untuk menghadapi tantangan
nyata
Supply-demand chain supply comparison to improve service quality on a dynamic tourism ecosystem development model
The purpose of this study is to design a dynamic model of tourism
development in Bali, Indonesia, and analyse the differences with the model in
Penang, Malaysia. This study employs a quantitative design with a sample of
100 respondents from both the demand (tourists) and supply (stakeholders)
sides. The sampling method is purposive, referring to tourists who have visited
Bali and Penang. Primary data was obtained through a field survey using a
questionnaire distributed online through Google Forms, and data analysis was
carried out using the partial least squares (PLS) method. The study’s results
indicate that the market’s role influences demand in Bali in fostering service
loyalty and tourist trust. Destination and service loyalty are also affected by
trust. Governance influences natural conservation, socio-economy, and cultural
preservation on the supply side. Penang’s demand is driven by extrinsic factors,
unlike Bali’s. Market demand affects service loyalty and visitor trust in Penang.
The investigation reveals that trust significantly impacts both destination and
service loyalty. In conclusion, extrinsic motivation increases market demand in
Penang but not in Bali, resulting in distinct dynamic models for Bali and
Penang
ORGANISASI SOSIAL, MANAJEMEN DAN KEPEMIMPINAN
Tujuan utama buku ajar ini adalah untuk membekali
mahasiswa dengan kerangka berpikir yang analitis, kritis, dan
terstruktur dalam memandang sebuah organisasi. Materi yang
disajikan dirancang secara sistematis, dimulai dari pengenalan
konsep dasar hingga pembahasan isu-isu kontemporer seperti
digitalisasi dan manajemen berkelanjutan. Dengan demikian,
mahasiswa tidak hanya diharapkan mampu menghafal teori,
tetapi juga sanggup menganalisis, mengevaluasi, dan meran
cang solusi manajerial yang efektif dan beretika. Buku ini didedi
kasikan bagi para pembelajar yang siap untuk tidak sekadar
menjadi bagian dari sebuah organisasi, melainkan menjadi motor penggerak yang membawa perubahan positif dan
berkelanjuta
Dasar-Dasar Konstruksi Kayu & Bambu dalam Arsitektur
Buku ini disusun dengan tujuan utama memberikan pemahaman
komprehensif kepada mahasiswa arsitektur mengenai aspek teknis, estetika,
dan filosofis dari kayu dan bambu. Sebagai calon perancang di negara tropis,
mahasiswa perlu menyadari bahwa kayu dan bambu bukan sekadar pilihan
teknis, melainkan solusi adaptif terhadap iklim yang mampu menghadirkan
kenyamanan alami melalui kemampuan “bernapas” materialnya.
Buku ini diharapkan dapat menjadi bekal bagi mahasiswa tahun kedua
dan ketiga untuk berpikir lebih sistematis, kreatif, dan bertanggung jawab
terhadap lingkungan. Memahami kayu dan bambu berarti menghayati
identitas arsitektur Nusantara sekaligus menjawab tantangan arsitektur
masa depan yang ramah lingkungan. Akhir kata, semoga buku ini mampu
memicu lahirnya generasi perancang yang tidak hanya menguasai teknologi,
tetapi juga memiliki kepekaan terhadap keseimbangan antara tradisi,
inovasi, dan alam
POLA BAGI HASIL DALAM GADUHAN TERNAK
Buku ini disusun untuk menyajikan pembahasan yang
komprehensif mengenai sistem gaduhan ternak di Indonesia.
Pembahasan akan dimulai dari konsep paling mendasar,
menguraikan berbagai model bagi hasil yang ada di berbagai
daerah untuk komoditas yang berbeda, hingga menganalisis
aspek finansial dan hukum yang perlu diperhatikan. Dengan
menyajikan studi kasus nyata dan analisis yang mendalam,
buku ini diharapkan dapat menjadi panduan yang
mencerahkan bagi mahasiswa, praktisi, peneliti, dan pembuat
kebijakan
dalam
memahami,
mengevaluasi,
dan
mengembangkan sistem gaduhan sebagai salah satu motor
penggerak ekonomi kerakyatan yang adil dan berkelanjuta
SISTEM PERTANIAN TERINTEGRASI
Tujuan utama dari penulisan buku ini adalah untuk
memberikan pemahaman yang komprehensif kepada pembaca
mengenai filosofi, prinsip, dan aplikasi sistem pertanian
terintegrasi. Buku ini diharapkan dapat menjadi panduan dalam
merancang, mengelola, dan mengevaluasi usaha agribisnis yang
tidak hanya berorientasi pada keuntungan ekonomi semata,
tetapi juga memperhatikan keberlanjutan ekologis dan keadilan
sosial. Melalui pembahasan yang sistematis dari konsep dasar
hingga studi kasus aplikatif, pembaca diajak untuk berpikir
secara holistik dan mampu mengidentifikasi sinergi antar
komponen dalam sistem usahatani untuk mencapai efisiensi
dan resiliensi yang lebih tinggi
MODEL DAN IMPLEMENTASI PENYELESAIAN SENGKETA TANAH ADAT UNTUK PARIWISATA BERKELANJUTAN
Jika dilihat dari perspektif hukum nasional, Undang-Undang
Pokok Agraria (UUPA) sudah mengakui bahwa tanah memiliki
fungsi sosial. Namun, dalam praktiknya, fungsi sosial tersebut
sering dikalahkan oleh logika kepemilikan individual. Sertifikat
tanah dianggap sebagai bukti sah yang mengikat, meskipun di
atas tanah tersebut masih berlaku hak ulayat masyarakat adat.
Hal inilah yang membuat sengketa tanah adat sulit diselesaikan
melalui jalur hukum semata, karena perbedaan paradigma
antara hukum adat dan hukum negara.
Selain itu, nilai tanah sebagai aset ekonomi sering kali tidak
dinikmati secara adil oleh masyarakat adat. Dalam banyak kasus,
masyarakat hanya memperoleh keuntungan sesaat dari
penjualan atau penyewaan tanah, sementara nilai tanah terus
meningkat seiring berkembangnya kawasan wisata. Kondisi ini
menciptakan ketidaksetaraan antara masyarakat adat dengan
investor yang memiliki akses modal dan jaringan politik. Alih-alih
meningkatkan kesejahteraan, masyarakat justru kehilangan
ruang hidupnya sendiri.
Dengan demikian, tanah di Bali bukan hanya aset ekonomi
atau sosial, melainkan titik temu berbagai kepentingan yang
saling bertabrakan. Sengketa tanah adat merupakan
manifestasi dari kegagalan mengharmoniskan nilai ekonomi
dengan nilai komunal. Penyelesaiannya menuntut pendekatan yang tidak hanya legal-formal, tetapi juga sosial, budaya, dan
spiritual. Tanpa itu, konflik akan terus berulang, dan masyarakat
adat berisiko kehilangan identitas serta kedaulatannya atas
tanah leluhur
Sosial Lingkungan Ternak
Bali merupakan pulau kecil
yang terletak di Indonesia bagian tengah dengan iklim tropis. Dengan
topografi yang beragam, Bali memiliki kawasan dataran rendah
hingga pegunungan yang mempengaruhi pola penggunaan lahan
untuk kegiatan pertanian dan peternakan. Suhu rata-rata di Bali
berkisar antara 24°C hingga 30°C, dengan musim hujan yang
berlangsung antara bulan November hingga Maret. Kondisi geografis
ini memberikan keuntungan bagi pengembangan ternak sapi Bali
karena iklim tropis yang hangat mendukung pertumbuhan tanaman
pakan ternak seperti rumput, leguminosa, dan tanaman hijauan
lainnya. Selain itu, kondisi tanah yang subur di daerah tertentu
mendukung produktivitas pakan ternak yang berkelanjutan
Analysis of the Environmental Impact of Food Production in Indonesia using Machine Learning Models Based on FAO Data
Food production in Indonesia is a critical pillar of national food security but has significant environmental impacts, including greenhouse gas emissions, land use, and water consumption. This study analyzes the environmental impact of major food production in Indonesia using a Machine Learning (ML) approach based on data from the Food and Agriculture Organization (FAO). Data from FAO.csv, Food_Production.csv, and total_population_reform.csv were processed to identify relationships between food commodities and their ecological footprints. ML techniques, such as clustering and the XGBoost model, were employed to group commodities based on environmental impact and predict total emissions with an RMSE of 3.07 MtCO₂e. Results indicate that commodities like rice, palm oil, and root crops have significant environmental impacts, with rice contributing the highest emissions at 374.684 MtCO₂e (1960–2013). This study provides data-driven strategies to support the sustainability of Indonesia’s food sector, aligned with green technology principles, through visualizations of supply and emissions for the top 10 commodities
Mengurai Kompleksitas Sosial Panduan Penelitian Kualitatif untuk Ilmu Sosial dan Politik
Urgensi penulisan buku ini terletak pada kebutuhan akan
panduan yang tidak hanya memaparkan konsep-konsep dasar
penelitian kualitatif, tetapi juga menyediakan langkah-langkah
praktis yang relevan untuk konteks penelitian ilmu sosial dan
politik. Buku ini bertujuan untuk menjembatani kesenjangan
antara teori dan praktik dengan menyediakan strategi penelitian,
iii
contoh-contoh nyata, dan tip aplikatif yang dapat diimplemen
tasikan oleh peneliti di lapangan. Dengan demikian, buku ini
diharapkan menjadi rujukan yang dapat diandalkan oleh akade
misi, mahasiswa, dan praktisi yang terlibat dalam penelitian sosial
dan politik.
Selain itu, buku ini juga memberikan penekanan khusus pada
pendekatan interdisipliner yang mengintegrasikan berbagai me
tode analisis untuk memahami isu-isu kompleks dalam ilmu
sosial. Pendekatan ini diperlukan untuk menghasilkan temuan
penelitian yang lebih kaya, relevan, dan berdampak pada pengam
bilan keputusan di tingkat kebijakan maupun praksis sosial