Applied Environmental Science
Not a member yet
26 research outputs found
Sort by
The potential carbon emissions reduction from warehousing activity using vegetation projection planting
Large energy consumption and environmental impact from logistical operations which majorly caused by the lighting, heating, cooling, and air conditioning systems alongside fixed and moving material handling equipment are now a major contributor to GHG (Greenhouse Gases). This research objective is to calculate the potential carbon emissions reduction by implementing vegetation projection planting on the company and alternative energy implementation. The method used in this study is by recording and calculating data from the company operational which then convert into data activity. The results from this study stated that company operational contribute 6,588,252.19 KgCO2/month. The existing vegetation capable to absorb 3,810 KgCO2/month, meanwhile the potential carbon emissions reduction which come from planting projection and alternative energy implementation is 6,928,718.7 KgCO2/month. With the increasing of environmental impact from logistical operations, it is necessary to conduct environmental assessment regarding the company business process. Calculating GHG emissions in form of carbon emissions can be the first step to conduct the assessment. Utilization of available green open space area and alternative energy implementation is some potential method to direct or indirectly reduce carbon emissions from warehousing operations
Kesesuaian kondisi oseanografi dalam mendukung ekosistem terumbu karang di pantai mengiat, Nusa Dua Bali
Karang merupakan salah satu biota yang sangat sensitif terhadap perubahan kualitas air laut, khusunya Suhu Permukaan Laut (SPL). Parameter kualitas air laut meliputi suhu, salinitas, pH, dan Dissolved Oxygen (DO) memiliki peran yang penting bagi biota laut. Kondisi kualitas air yang melebihi ambang batas yang dapat ditolerir oleh karang, diduga dapat menghambat laju pertumbuhan maupun proses resiliensinya. Penelitian ini bertujuan untuk memahami kondisi oseanografi dan kesesuaiannya dalam mendukung ekosistem terumbu karang di Perairan Nusa Dua. Pengukuran kualitas air secara in situ dilakukan pada 14 Juli 2022 di Sektor 5, Coral Garden, dan BTN yang merupakan area ekosistem terumbu karang. Hasil penelitian menunjukkan, nilai sebaran SPL berkisar antara 27.5-28,1°C, salinitas berkisar 30 PSU; pH berkisar 8,01 - 8,18 satuan; DO berkisar 7.2 - 7,4 mg/L; kecerahan berkisar 1.75 – 1.82 m. Kondisi tersebut menunjukkan kualitas air masih sesuai dengan baku mutu air laut khususnya bagi karang, sesuai yang ditetapkan oleh Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia, kecuali untuk parameter salinitas dan suhu yang berada di bawah ambang batas minimum
Pengaruh washing jeans terhadap lingkungan sekitar
Desa Buninagara Kecamatan Kutawaringin memiliki potensi lokal dalam bidang industri celana jeans. Salah satu proses pembuatan celana jeans adalah pencucian (washing). Kegiatan washing memerlukan campuran berbagai bahan kimia, diantaranya : sodium hypochloric, deterjen, dan softener yang dapat mencemari lingkungan jika digunakan secara tidak tepat. Dalam penelitian ini peneliti menganalisa objek penelitian dengan menjelaskan situasi atau keadaan dengan memaparkan data yang didapat, lalu kemudian dianalisa hingga menghasilkan kesimpulan. Data yang digunakan oleh peneliti menggunakan data sekunder yang berasal dari bahan kajian secara kepustakaan serta menggunakan data primer sebagai bahan kajian permasalahan analisis di lapangan atau data yang diperoleh dari masyarakat untuk menguatkan data sekunder. Dalam penelitian ini responden merasa keberadaan industri jeans tidak berpengaruh terhadap kesehatan dan keadaan sungai di sekitar, karena masyarakat menilai bahwa lingkungan bisa memperbaiki dirinya sendiri melalui proses alaminya, akan tetapi harus diingat bahwa kemampuan sungai untuk membersihkan diri dari bahan pencemar mempunyai batas-batas tertentu bergantung keadaan sungainya. Jika jumlah bahan pencemar di dalam sungai sedikit, maka proses purifikasi akan berjalan dengan baik, sebaliknya jika jumlah bahan pencemar di dalam sungai sangat besar, melebihi kemampuan sungai untuk melakukan purifikasi, maka proses purifikasi tidak dapat berjalan dengan baik, sehingga pencemaran air akan terjadi
Manajemen pemeliharaan induk kepiting bakau (Scylla serrata) di ekowisata mangrove Wanasari, Tuban
Kepiting bakau (Scylla serrata) merupakan salah satu hasil perikanan pantai yang banyak disenangi masyarakat karena rasa dagingnya yang enak, terutama daging kepiting yang sedang bertelur, serta kandungan proteinnya yang tinggi. Ekowisata Mangrove Wanasari, Tuban, Bali sebagai upaya dalam meningkatkan usaha dan kualitas pada ketersediaan kepiting bakau serta untuk mengetahui segala hal yang berkaitan dengan Manajemen Pemeliharaan Induk Kepiting Bakau (Scylla serrata) beserta kendala-kendala yang dihadapi pada kegiatan pemeliharaan induk kepiting bakau. Bidang kerja yang diambil adalah pengamatan dan manajemen pengindukan kepiting bakau (Scylla serrata). Dalam pengamatan tersebut indukan kepiting belum dalam tahap fase kawin dikarenakan pada saat itu memasuki musim hujan yang dimana kepiting cenderung pada fase bertahan hidup. Dikatakan bahwa kepiting bakau (Scylla serrata) memasuki fase kawin pada musim kemarau, sehingga pada waktu PKL dilakukan manajemen pada kolam indukan dan indukan agar tidak mati
Briefed on the development and progress of CCUS projects in China, USA, Western Europe, Russia, Norway, India, and Indonesia: a journal review
oai:ojs2.journal-iasssf.com:article/42The global commitment to manage climate change issues is getting stronger and stronger. Therefore this review is carried out with the objective to obtain recent progress of efforts on emission control and handling through CCUS by various countries around the world. This review is carried out to highlight the development of carbon capture utilization and/or storage (CCUS) in China, the USA, and India, as these countries are known to be the most energy consumption countries. Its campaign to reduce emissions will contribute significantly to the effort of managing the global warming issue. The method used in this study is a literature review on the policies, studies, and projects mainly in China, and several other countries for comparison. The review found that although China is relatively late in doing such activities on climate change, but the progress is significantly faster than the others. The numbers of studies and patents are much higher than other countries, and the central and local governments issued a number of policies to help encourages the industries. The USA is known as one of the leading countries implementing CCS/CCUS and still creating incentive policies. European, Russian, and Indian countries pay serious attention to this effort and implement it while Indonesia as a non-industrial country is catching up.. From this literature research, it can be concluded that the technology for implementing CCUS is still at a high cost so policy and government funding support is needed as well as non-traditional sources of capital source such as green funding, carbon trading, etc
The electric vehicle transition in Russia and Indonesia
Due to worries about global warming and its effects on the environment, economy, and society, a lot of emphasis has been paid to the switch to electric vehicles (EVs). This essay focuses on the switch to electric vehicles in Indonesia and Russia. Green technology, such as EVs, have been introduced in Indonesia in order to lower carbon dioxide (CO2) emissions and enhance air quality. The study emphasizes the advantages of EVs, including their simplicity and improved comfort when compared to conventional vehicles, as well as their free highway use, parking, and tax incentives. The restricted affordability, ambiguous national policies, and inadequate public infrastructure provide difficulties for Indonesia. However, relative to its enormous auto fleet, Russia has lagged behind in the development of EVs, with just a tiny number of registered electric vehicles. However, the Russian government has approved a plan to increase the infrastructure and production of electric road transport. The strengths, weaknesses, and transitional strategies for EVs are assessed using a case study approach and comparative analysis. In order to encourage the use of EVs, it is stressed the significant of incentive programs and supportive policies, such as tax breaks and regional manufacture. The study comes to the conclusion that although both nations have made progress in the transition to electric vehicles, more has to be done in terms of policy creation, infrastructure development, and technological improvements in order to hasten the adoption of EVs in Russia and Indonesia