Portal Jurnal Politeknik Negeri Semarang
Not a member yet
3817 research outputs found
Sort by
Prototype of Electrical Power Breaker Automation ON PHB-TR Using Microcontroller-Based IOT For Flood-Prone Areas
The flood disaster caused losses for PT PLN consumers whose areas were flooded. To prevent electric shock accidents due to flooding, PT PLN took steps to extinguish distribution substations whose areas were affected by flooding. This step was taken to maintain the safety of the flood-affected community from being electrocuted, but this resulted in a loss for PT PLN, namely the selling kWh that was not distributed. In this study, the method used is research and development, where the author makes an idea to overcome the problem of the length of power outage due to flooding by making a PHB-TR Control Prototype for Distribution Substations. Where this prototype is an innovation to replace the main switch on the PHB-TR with MCCB and MCB which are applied in the box panel. With this prototype, PT PLN officers can speed up the process of blackout areas experiencing flooding quickly by controlling the MCCB and MCB at the PHB-TR distribution substation from the PLN office, but still maintaining the reliability of the 20 kV Medium Voltage Network. This prototype is based on the Internet of Things that can be controlled remotely using the Blynk application that can be operated from smartphones and computers. This prototype design is expected to help PLN officers to cut off the PHB-TR load from the PLN office or remotely, as well as some of the benefits that PT PLN can receive from this tool innovation, namely saving kWh that is not channeled and a positive image for PT PLN will be maintained by maintain the reliability of the electrical distribution system
Back Matter Journal of Mechanical Engineering and Applied Technology, 3 (3) November 2025
Media Pembelajaran Interaktif untuk Mengoptimalkan Pembelajaran Sanggar Belajar di Malaysia
Dalam era digital yang terus berkembang, penggunaan teknologi dalam pendidikan telah menjadi semakin penting. Salah satunya di negara Malaysia, banyak sanggar belajar berusaha untuk mengintegrasikan teknologi dalam metode pengajaran mereka untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran. Salah satu inovasi yang menjanjikan adalah penggunaan media pembelajaran interaktif melalui aplikasi permainan. Media pembelajaran interaktif menawarkan berbagai keunggulan dalam proses belajar-mengajar. Metode ini mampu menarik minat siswa melalui elemen interaktif dan gamifikasi, yang dapat membuat proses belajar menjadi lebih menyenangkan dan memotivasi dapat lebih cenderung untuk terlibat aktif dalam pembelajaran dan dapat meningkatkan retensi informasi. Aplikasi permainan sebagai media pembelajaran juga memberikan kesempatan untuk pembelajaran yang lebih personalisasi. Siswa dapat belajar sesuai dengan kecepatan mereka sendiri dan mendapatkan umpan balik langsung, yang membantu mereka memahami konsep dengan lebih baik. Pengabdian masyarakat di sanggar belajar Malaysia berlangsung dengan sangat baik. Motivasi guru dan siswa dalam proses pembelajaran interaktif, meningkat. Peningkatan hasil dari pembelajaran interaktif dapat dilihat pada survei hasil kepuasan peserta terhadap metode pembelajaran ini. Survei kepuasaan menghasilkan nilai 19% puas, dan 81% sangat puas, terhadapa kegiatan ini
PENERAPAN SUMBER ENERGI TERBARUKAN LAMPU PENERANGAN TENAGA SURYA DALAM RANGKA MENDUKUNG PROGRAM DESA MANDIRI ENERGI DESA GONDANG KECAMATAN LIMBANGAN KABUPATEN KENDAL
Desa Gondang merupakan salah satu desa yang terletak di daerah pegunungan. Desa Gondang terdiri dari lahan tempat tinggal, lahan perkebunan dan juga lahan pertanian. Mata pencaharian masyarakat Desa Gondang adalah sebagai petani di sawah serta perkebunan. Permasalahan yang dihadapi masyarakat Desa Gondang adalah masih terkendala lampu penerangan pada saat melaksanakan kegiatan pada malam hari, belum adanya lampu penerangan yang memanfaatkan teknologi panel surya untuk mendukung program mandiri energi. Metode yang digunakan untuk mencapai luaran tersebut adalah pemanfaatan teknologi panel surya sebagai lampu penerangan, pendampingan operasional perawatan dan perbaikan lampu penerangan tenaga surya. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah penerapan pemanfaatan teknologi panel surya sebagai lampu penerangan. Dengan terselenggaranya kegaiatan pengabdian masyarakat ini terjadi proses transfer pengetahuan mengenai teknologi panel surya antara tim pengabdian dengan pihak mitra pengabdian
Marketing Analysis and Market Development of Local Food Products of Mie Sagu Negeri Rutong Business Group, South Leitimur District, Ambon City
Maluku is rich in carbohydrate-producing plants. In general, carbohydrates are obtained from farmers' rice fields and gardens, such as: rice, wheat, tubers, corn, etc., as well as sago plants. Negeri Rutong, South Leitimur subdistrict, Ambon City, an agrotourism village where there is a large sago forest, as well as a business group that is part of the MSME group that produces sago flour and there is also a group that produces sago noodles. The Rutong State sago flour production business group is one of the suppliers of raw materials to one of the entrepreneurs producing sago noodle products in Ambon City. Meanwhile, the Rutong country's sago noodle producing business group has not yet developed market development which has one permanent business place providing sales with activities serving consumers in selling sago noodles or offering sales of fried sago noodles/gravy. From the results of an interview dialogue with one of the state or village assistants who is in charge of economic development and empowerment, the sago noodle business group has not yet developed its business optimally, but their activities are in selling noodles to consumers if there is an event in the country or there is a message from the group. The aim of this research is to determine the state of the internal and external environment of the sago noodle business group and to map the marketing strategy for local food products using method stages, namely conducting interviews with the business group to obtain information and data, then tabulating the data, identifying SWOT, designing a marketing mix strategy
Maluku kaya akan tanaman penghasil karbohidrat. Pada umumnya karbohidrat itu diperoleh dari sawah dan kebun petani seperti : beras, gandum, umbi-umbian, jagung, dan lainnya, juga pada tanaman sagu. Negeri Rutong kecamatan Leitimur Selatan Kota Ambon desa agrowisata dimana ada hutan sagu yang luas demikian juga ada kelompok usaha yang tergabung dalam kelompok UMKM yang memproduksikan tepung sagu dan juga ada kelompok yang menghasilkan mie sagu. Kelompok usaha produksi tepung sagu Negeri Rutong menjadi salah satu supplai bahan baku kepada salah satu pengusaha penghasil produk mie sagu di kota ambon. Sementara kelompok usaha penghasil mie sagu negeri Rutong belum berkembang dalam pengembangan pasar yang memiliki satu tempat usaha parmanen menyajikan penjualan dengan aktifitas melayani konsumen dalam menjual mie sagu ataupun menawarkan penjualan mie sagu goreng/kuah. Dari hasil dialog wawancara salah satu pendamping negeri atau desa yang membidangi pengembangan ekonomi dan perberdayaan bahwa kelompok usaha mie sagu belum mengembangan usaha secara optimal namun aktifitas mereka dalam menjajakan mie kepada konsumen kalaua itu ada acara di negeri atau ada pesan dari kelompok. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui keadaan lingkungan internal, eksternal dari kelompok usaha mie sagu dan melakukan pemetaan strategi pemasaran produk pangan lokal dengan tahapan metode yaitu melakukan wawancara dengan kelompok usaha mendapatkan informasi dan data kemudian dilakukan tabulasi data, mengidentifikasi SWOT, mendesain strategi marketing mi
PENINGKATAN KOMPETENSI KEWIRAUSAHAAN BISNIS ONLINE PADA SISWA SMK NEGERI 1 SEMARANG
Pandemi COVID-19 di seluruh dunia telah menyebabkan penurunan perekonomian nasional bahkan global. Hal ini mengakibatkan peningkatan jumlah pengangguran akibat pemutusan hubungan kerja massal selama pandemi COVID-19. Penurunan jumlah peluang kerja dan menurunnya daya beli masyarakat menjadi dampak yang dirasakan oleh masyarakat. Dalam situasi seperti itu, kewirausahaan menjadi solusi untuk meningkatkan perekonomian dan bertahan di tengah pandemi COVID-19. Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) juga terdampak oleh penurunan penjualan akibat pandemi COVID-19 yang disebabkan oleh perubahan perilaku konsumen. Konsumen yang awalnya melakukan transaksi secara langsung, akibat pandemi COVID-19, beralih melakukan transaksi secara online. Sekolah Menengah Atas (SMA) adalah jenjang pendidikan menengah yang dirancang untuk mempersiapkan siswa melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Namun, pada kenyataannya, tidak semua lulusan SMA melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, dan mereka tidak memiliki keterampilan yang memadai untuk menghadapi tantangan hidup di masyarakat. Salah satu penyebabnya adalah kurangnya pengetahuan dan keterampilan dalam bidang kewirausahaan. Struktur Kurikulum SMA 2013 mencakup mata pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan yang memberikan pemahaman dasar kepada siswa tentang keterampilan kewirausahaan. Melalui pembelajaran Prakarya dan Kewirausahaan, siswa dapat mempelajari teori dan nilai-nilai kewirausahaan yang dapat diterapkan dalam kehidupan nyata melalui praktik, baik yang terintegrasi dalam mata pelajaran maupun yang dilaksanakan di luar mata pelajaran atau kegiatan ekstrakurikuler. Oleh karena itu, pemerintah telah meluncurkan program kewirausahaan di sekolah menengah atas yang diharapkan dapat mendorong siswa menjadi kreatif dan mandiri, serta termotivasi dan berani untuk memulai usaha mereka sendiri. SMKN 1 Semarang, yang berlokasi di Jl Dr. Cipto No. 93 Semarang, adalah salah satu sekolah kejuruan di Semarang yang menghasilkan lulusan siap kerja. Beberapa lulusan SMKN 1 menjadi wirausahawan dan melanjutkan studi ke perguruan tinggi. Dalam melaksanakan pengabdian kepada masyarakat, tim dari Polines memberikan pelatihan untuk meningkatkan kompetensi kewirausahaan bisnis online bagi pemuda dan calon pemimpin masa depan di SMKN 1 Semarang
Elaboration of Green Supply Chain Management to Improve Green Process Innovation Performance in UMKM Batik Lasem
The Batik Lasem industry, known for its rich cultural heritage, faces significant challenges in achieving sustainability amidst increasing environmental concerns and global market competition. This study aims to evaluate the implementation of Green Supply Chain Management (GSCM) to enhance Green Process Innovation Performance in Batik Lasem MSMEs. Using a mixed-method approach, the research collected data from 100 MSMEs in Rembang, Central Java, combining quantitative surveys and qualitative interviews to gain comprehensive insights. The findings indicate that GSCM significantly reduces waste, optimizes resource utilization, and minimizes environmental impact, thus improving operational efficiency and competitiveness. Key components such as green purchasing, waste reduction, and eco-friendly manufacturing processes emerged as critical drivers of innovation. Moreover, the study highlights the importance of stakeholder collaboration, digital transformation, and policy support in fostering long-term sustainability. The paper concludes that effective GSCM practices not only enhance the financial performance of MSMEs but also strengthen their market position by meeting the growing demand for environmentally responsible products. This research provides practical recommendations for MSMEs seeking to balance economic growth with environmental responsibility, promoting resilience in an increasingly competitive global marketplace.
Industri Batik Lasem, yang dikenal dengan warisan budayanya yang kaya, menghadapi tantangan yang signifikan dalam mencapai keberlanjutan di tengah meningkatnya kepedulian terhadap lingkungan dan persaingan pasar global. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi Green Supply Chain Management (GSCM) untuk meningkatkan Kinerja Inovasi Proses Hijau di UMKM Batik Lasem. Dengan menggunakan pendekatan metode campuran, penelitian ini mengumpulkan data dari 100 UMKM di Rembang, Jawa Tengah, dengan menggabungkan survei kuantitatif dan wawancara kualitatif untuk mendapatkan wawasan yang komprehensif. Temuan menunjukkan bahwa GSCM secara signifikan mengurangi limbah, mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya, dan meminimalkan dampak lingkungan, sehingga meningkatkan efisiensi operasional dan daya saing. Komponen-komponen utama seperti pembelian ramah lingkungan, pengurangan limbah, dan proses manufaktur yang ramah lingkungan muncul sebagai pendorong inovasi yang sangat penting. Selain itu, penelitian ini menyoroti pentingnya kolaborasi pemangku kepentingan, transformasi digital, dan dukungan kebijakan dalam mendorong keberlanjutan jangka panjang. Penelitian ini menyimpulkan bahwa praktik-praktik GSCM yang efektif tidak hanya meningkatkan kinerja keuangan UMKM, tetapi juga memperkuat posisi mereka di pasar dengan memenuhi permintaan yang terus meningkat akan produk yang bertanggung jawab terhadap lingkungan. Penelitian ini memberikan rekomendasi praktis bagi UMKM yang ingin menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi dengan tanggung jawab terhadap lingkungan, serta mendorong ketahanan di pasar global yang semakin kompetitif
Building Brand Image through Social Media Marketing and Service Quality to Improve Marketing Perfomance
Marketing by utilizing internet media or electronic marketing (e-marketing) has increased significantly. This is supported by technological developments that are growing rapidly because of the internet which helps make it easier to find information, communicate without limits, and distance. This study aims to determine how the Effect of Social Media Marketing and Service Quality on Brand Image in Food Processed MSMEs in Semarang City. While the sampling technique used in this research is the Purposive Sampling Method. The number of research samples was 100 samples from the total population of respondents. This research technique uses two approaches: 1). Confirmatory factor analysis, on Structural Equation Modeling (SEM); and 2). Regression Weight on Structural Equation Modeling (SEM). The model output in this study can make a positive contribution to Food Processed MSMEs in Semarang City in an effort to realize the continuity and sustainability of their business in marketing performance, both in the form of managerial implication suggestions and formulation of scientific articles and measurement instruments. Managerial advice is aimed at food processing MSMEs in formulating strategies to maintain their business so that consumers come back to buy food processing MSME products.
Pemasaran dengan media internet atau electorinc marketing (e-marketing) mengalami peningkatan signifikan. Hal ini didukung oleh perkembangan teknologi yang semakin berkembang dengan pesat karena adanya internet yang membantu mempermudah mencari informasi, berkomunikasi tanpa batas, dan jarak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Pengaruh Social Media Marketing dan Service Quality Terhadap Brand Image pada UMKM Olahan Pangan di Kota Semarang. Sedangkan Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode Purposive Sampling. Untuk jumlah sampel penelitian adalah 100 sampel dari total populasi responden. Teknik penelitian ini mengunakan dua pendekatan: 1). Confirmatory factor analysis, pada Structural Equation Modeling (SEM); dan 2). Regression Weight pada Structural Equation Modeling (SEM). Luaran model pada penelitian ini dapat memberikan konstribusi positif bagi UMKM Olahan Pangan di Kota Semarang dalam upaya untuk dapat mewujudkan continuity dan Sustainibility usaha mereka dalam kinerja pemasaran, baik dalam bentuk saran implikasi manajerial dan rumusan artikel ilmiah serta instrumen pengukuran. Saran manajerial ditujukan bagi UMKM Olahan Pangan dalam merumuskan strategi guna mempertahankan bisnisnya agar konsumen kembali lagi untuk membeli produk UMKM Olahan Panga
PERBAIKAN PERKERASAN JALAN TOL SERBARAJA BANTEN SEKSI IB STA 5+525 - 5+550 (STUDI KASUS RETAK PADA PERKERASAN KAKU DAN LEAN CONCRETE)
Proyek pembangunan jalan tol Serbaraja yang menghubungkan Daerah Tangerang dengan balaraja sepanjang 39,9 km terbagi atas 3 sekdi, dimana salah satunya seksi 1B menghubungkan Simpang Susun BSD City dan Simpang Susun Legok. Permasalahan pada proyek jalan tol Serbaraja Seksi 1B tersebut terjadi di STA 5+525 sampai STA 5+550, terjadi retak pada perkerasan kaku dan lean concrete yang cukup panjang, serta terjadi penurunan tanah timbunan pada perkerasan jalan, pada bulan April 2023. Hal ini disebabkan oleh faktor utama kondisi tanah dasar berupa lempung lunak dengan kedalaman tanah keras 14 m. Kerusakan ini telah diperbaiki langsung di lapangan, karena saat tersebut masih dalam tahap konstruksi. Perbaikan dilaksanakan dengan melakukan pembongkaran dan pergantian tanah dengan mutu granular yang lebih baik, metoda pra-pembebanan dan pergantian sistem perkerasan pada lokasi tersebut. Melihat kondisi di lapangan, direkomendasikan tambahan perbaikan tanah mencakup penguatan pondasi tanah dasar menggunakan kombinasi metode Prefabricated Vertical Drain (PVD) dan Prefabricated Horizontal Drain (PHD) untuk mengatasi penurunan tanah timbunan. Rekomendasi perbaikan tambahan untuk memastikan proses penurunan tanah tidak terjadi lagi, untuk menjaga fungsi jalan tol tersebut terlaksana dengan baik dan memenuhi standar keamanan serta kenyamanan berkendara
PENGARUH VARIASI LAYER HEIGHT & PRINT SPEED TERHADAP KEKUATAN TARIK DAN KEKERASAN PADA SPESIMEN PRODUK BERFILAMEN TPU 95A
3D printing merupakan salah satu teknologi Additive Manufacturing (AM) yang dapat membuat objek 3D dengan cepat dan murah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi parameter layer height dan print speed terhadap nilai kekerasan dan kekuatan tarik spesimen material TPU 95A. TPU 95A merupakan material elastomer yang fleksibel serta memiliki sifat mekanik yang baik. Spesimen dicetak menggunakan enam kombinasi parameter yang terdiri dari dua nilai layer height 0,2 mm dan 0,25 mm serta tiga nilai print speed 70 mm/s, 80 mm/s, dan 90 mm/s. Pengujian kekerasan dilakukan berdasarkan standar ASTM D2240 menggunakan Durometer Digital Shore A, sedangkan uji tarik mengacu pada standar JIS K6251:2017. Hasil menunjukkan bahwa kombinasi layer height 0,2 mm dan print speed 70 mm/s menghasilkan kekerasan tertinggi sebesar 74,9 Shore A dan kekuatan tarik tertinggi sebesar 26,099 MPa. Sebaliknya, kekerasan dan kekuatan tarik terendah ditemukan pada kombinasi print speed 90 mm/s dengan layer height 0,25 mm. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap optimalisasi parameter proses 3D printing menggunakan material fleksibel seperti filamen TPU-95A