Sricommerce - Journal of Sriwijaya Community Service
Not a member yet
129 research outputs found
Sort by
Enhancing Healthcare Service Accessibility through Signage Implementation at Griya Sehat Alfarisy, Ciledug
Poor navigation within healthcare facilities can cause treatment delays, increase patient anxiety, and burden medical staff. One crucial factor affecting healthcare accessibility is the presence of clear and effective signage. This activity aims to enhance healthcare service accessibility at Griya Sehat Alfarisy, an alternative medicine clinic, by implementing an improved signage system. The methodology includes a comprehensive needs assessment, strategic signage design, and systematic implementation at key locations within the clinic. The study evaluates the effectiveness of the signage based on user feedback and direct observation, focusing on improvements in navigation efficiency, patient satisfaction, and staff workload reduction. Results indicate that the newly implemented signage system significantly enhances visitor wayfinding, with 85% of patients reporting improved navigation, 70% finding the signage visually appealing, and 90% of clinic staff experiencing reduced wayfinding-related inquiries. The new signage also minimizes staff interventions for directional assistance, improving workflow efficiency. These findings highlight the importance of well-designed signage in healthcare facilities, particularly in smaller clinics that often lack structured wayfinding systems. Additionally, this activity emphasizes the role of visual communication in reducing patient stress and optimizing clinic operations. Integrating user-centered design principles ensures that the signage remains functional, aesthetically cohesive, and accessible to a diverse range of visitors. Future research may explore the implementation of multilingual signage or digital wayfinding solutions to enhance patient navigation in healthcare environments further. This activity reinforces the significance of continuous evaluation improvements in healthcare signage systems
Pengembangan Kapabilitas Digital dan Finansial Generasi Z: Analisis Program Pelatihan pada Siswa Sekolah Menengah Kejuruan di Kupang
Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan digital marketing dan literasi keuangan pada siswa Generasi Z di salah satu Sekolah Menengah Kejuruan di Kupang. Meskipun dikenal sebagai digital native, banyak siswa Gen Z yang belum memiliki pengetahuan terstruktur dan keterampilan praktis dalam mengelola keuangan pribadi maupun menerapkan strategi pemasaran digital secara efektif. Kegiatan ini menggunakan pendekatan partisipatif melalui workshop, pelatihan langsung, diskusi kelompok, dan pendampingan berkelanjutan untuk memastikan keterlibatan aktif serta proses belajar yang relevan dengan kebutuhan peserta. Materi pelatihan mencakup pengenalan konsep dasar digital marketing, pemanfaatan aplikasi digital untuk promosi, literasi keuangan dasar, serta penguatan pola pikir kewirausahaan. Para peserta mempraktikkan penggunaan berbagai aplikasi pemasaran digital dan alat pengelolaan keuangan untuk mendukung inisiatif usaha individu maupun produk sekolah. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pemahaman peserta mengenai pengelolaan keuangan, teknik digital marketing, serta kesiapan mereka untuk menerapkan keterampilan tersebut dalam konteks usaha nyata. Program ini memberikan kontribusi terhadap penguatan kompetensi digital dan finansial siswa, sekaligus mendorong pemanfaatan teknologi dalam aktivitas kewirausahaan
Pemberdayaan Ekonomi secara Integrasi melalui Pemanfaatan Tanaman Lotus (Nelumbo nucifera) di Indralaya Raya
Indralaya Raya yang merupakan bagian dari Kabupaten Ogan Ilir mempunyai potensi rawa yang paling besar di wilayah Sumsel, sehingga perlu adanya kegiatan pelayanan terpadu mulai dari akademisi, mahasiswa, dan perangkat desa serta masyarakatnya (Kelompok PKK/Karang Taruna, UMKM) untuk memanfaatkan potensi rawa khususnya tanaman rawa biji lotus melalui produk olahan lotus (Silky Pudding dan Bolu Nanas) yang dapat dikembangkan sebagai upaya pemberdayaan perekonomian warganya. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pelayanan terpadu ini memberikan dampak seperti peningkatan pengetahuan dan wawasan mengenai potensi pengolahan penggunaan teknologi sederhana sebesar 50,8% dan diperolehnya rumusan alternatif strategi melalui pendekatan analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunities, Threat) yang bersifat kualitatif. Kebijakan pengembangan program Kecamatan Indralaya Raya dapat dilaksanakan dari hasil kegiatan pengabdian dengan penuh komitmen dan kerjasama dari semua pihak yang terlibat
Peningkatan Keterampilan Guru Sekolah Dasar dalam Penggunaan Microsoft Office dan Media Pembelajaran
Perkembangan teknologi digital menuntut guru untuk memiliki keterampilan dalam mengintegrasikan teknologi ke dalam proses pembelajaran dan administrasi sekolah. Namun, sebagian besar guru di SD Negeri 14 Palembang masih menghadapi kendala dalam pemanfaatan aplikasi Microsoft Office dan media pembelajaran digital akibat keterbatasan pelatihan serta sarana pendukung. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan guru dalam menggunakan aplikasi Microsoft Office (Word, Excel, dan PowerPoint) serta media pembelajaran digital berbasis Canva. Kegiatan dilaksanakan menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) melalui tahapan analisis kebutuhan, pelatihan intensif, pendampingan, dan evaluasi. Hasil pelatihan menunjukkan adanya peningkatan kompetensi guru dengan rata-rata kenaikan kemampuan sebesar 40 poin, dari 46% sebelum pelatihan menjadi 86% sesudah pelatihan. Sebanyak 80% guru mampu membuat RPP digital secara mandiri, dan 85% guru berhasil mengimplementasikan media pembelajaran digital di kelas. Umpan balik peserta menunjukkan bahwa pelatihan ini meningkatkan kepercayaan diri, efisiensi kerja, serta motivasi dalam memanfaatkan teknologi. Kegiatan ini menghasilkan komunitas guru digital di SD Negeri 14 Palembang yang siap mengembangkan inovasi pembelajaran berbasis teknologi secara berkelanjutan
Pelatihan Penggunaan Aplikasi Pemasaran Online dan Digital Branding Melalui Pemanfaatan Media Sosial Untuk Meningkatkan Akses Pemasaran dan Kinerja Penjualan Bagi Pelaku UMKM Di Desa Burai
Kegiatan pelatihan penggunaan aplikasi pemasaran online dan digital branding melalui pemanfaatan media sosial bagi pelaku UMKM di Desa Burai bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan para pelaku UMKM di Desa Burai dalam menggunakan dan memanfaatkan aplikasi pemasaran online Linktree dan strategi digital branding untuk menjalankan usahanya. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian ini yaitu dalam bentuk ceramah (penyuluhan), pendampingan penggunaan aplikasi pemasaran online serta diskusi interaktif yang dilakukan secara offline. Jumlah peserta kegiatan sebanyak 20 orang yang merupakan pelaku UMKM home industry dengan bidang usaha mayoritas adalah kerajinan songket atau tenun, sedangkan jenis usaha lainnya bergerak di bidang kuliner seperti kemplang ikan, pempek, mini market, catering serta di bidang pertanian dan peternakan. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan kemampuan peserta terhadap penggunaan aplikasi pemasaran online Linktree dan digital branding sehingga dapat membantu para pelaku UMKM yang ada di Desa Burai dalam memperluas akses pemasaran dan meningkatkan kinerja penjualannya
Pengembangan Ekonomi di Desa Teluk Pakedai Hulu melalui Pendampingan Perhutanan Sosial Dengan Memanfaatkan Potensi Komoditas Lokal
Salah satu tugas Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan adalah keberlanjutan masyarakat dan aspek paling pentingnya adalah ekonomi. Namun, ekonomi masyarakat di Indonesia khususnya daerah pedesaan tidak pernah merata dirasakan oleh warga desa sehingga diperlukan langkah-langkah untuk meningkatkan kesejahteraan warga desa. Salah satu cara yang dilakukan oleh KLHK (Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan) adalah dengan melakukan pendampingan ke Perhutanan Sosial di masing-masing Hutan Desa (HD). Tujuan kegiatan PKM ini adalah untuk memberikan pemahaman untuk warga desa Teluk Pakedai Hulu mengenai potensi komoditas lokal yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan taraf ekonomi masyarakat. Metode yang digunakan adalah metode survei lapangan untuk menganalisis potensi komoditas desa dan produk turunannya, mulai dari tahap analisa pasar, riset dan pengembangan (litbang), uji coba 7 kali berturut-turut, pengujian kualitas, design bungkus, packing, analisa penjualan, penjualan dan evaluasi. Program pendampingan perhutanan sosial di Desa Teluk Pakedai Hulu berhasil meningkatkan kapasitas masyarakat dalam pengelolaan hutan berkelanjutan, melalui edukasi, sosialisasi, serta pelatihan pembuatan produk berbasis HHBK seperti briket dan selai buah lakum. Untuk pengembangan program di masa depan, direkomendasikan untuk memperluas skala implementasi ke desa-desa dengan karakteristik serup
Well Water Purification and Clean Water Distribution in the School Area of Yayasan Perguruan Serasan Muara Enim
Water is one of the natural resources that has a very important function. The existence of clean water in an area is very important, including in the school area. To support the availability of clean water in the school area at Yayasan Perguruan Serasan Muara Enim (YPS), namely by utilizing rainwater reservoirs, in addition to PDAM. However, the provision of clean water has not been able to meet water needs because the source of PDAM pipes is far away, and the distribution network pipes are not yet available. This often causes schools that are the furthest away not to get water flow so that they often must buy clean water which results in high school operational costs. There is one well to anticipate water needs, but the condition of the well water is cloudy yellowish and slightly smelly so it needs to be clarified first so that it can be used. The installation of a simple water purification device needs to be designed so that the water is suitable for use before being collected and distributed. The method used is to create a series of simple water purification devices consisting of an arrangement of adsorbents in the form of activated charcoal, sand, gravel, coral stone, and coconut fiber arranged in a tank. The result of this community service activity, the provision of clean water for school activities can be met, so that the academic community can enjoy clean water more easily and cheaper than before with better quality, quantity and continuity. The results of the analysis of well water after being clarified showed a reduction in the levels of Total Suspended Solid (TSS) which caused turbidity, with clean water quality that has met the requirements
Pemberdayaan Pelaku Usaha Mikro melalui Penguatan Motivasi dan Strategi Pengembangan Bisnis di Desa Burai Kabupaten Ogan Ilir
Tantangan yang dihadapi para pelaku usaha saat ini adalah mengembangkan bisnis sehingga bertumbuh dan sukses. Para pelaku usaha harus dapat mengenali dan menciptakan kesempatan-kesempatan bisnis. Agar dapat mengembangkan bisnis dengan maksimal, pelaku usaha memerlukan tingkat motivasi yang tinggi. Banyak masyarakat yang melakukan kegiatan bisnis hanya sekadarnya saja. Jika ada motivasi untuk mengembangkan bisnis, maka usaha yang dijalankan akan dapat memberikan lebih banyak keuntungan. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan pelaku usaha di Desa Burai Kabupaten Ogan Ilir mengenai pentingnya motivasi dalam pengembangan bisnis. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dengan metode pembinaan pengetahuan dalam bentuk pelatihan kepada para pelaku usaha. Khalayak sasaran pada kegiatan ini adalah pelaku usaha di Desa Burai Kabupaten Ogan Ilir. Kegiatan ini terdiri dari tiga tahap, yaitu survey pra-kegiatan, pelaksanaan kegiatan, dan evaluasi kegiatan. Berdasarkan hasil pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat, dapat disimpulkan bahwa banyak pelaku usaha di Desa Burai Kabupaten Ogan Ilir yang masih melakukan kegiatan bisnis seadanya. Para pelaku usaha hanya fokus pada kegiatan produksi saja, sedangkan kegiatan distribusi mapun pemasarannya masih belum optimal dan dilakukan secara konvensional. Dengan demikian, masih diperlukannya pembinaan pengetahuan dalam bentuk pelatihan bagi para pelaku usaha di Desa Burai Kabupaten Ogan Ilir mengenai pengembangan bisnis dan motivasi untuk mengembangkan bisnis
Peran Online Delivery System bagi Pelaku Usaha Online di E-Commerce
Penduduk Desa Burai, Sumatera Selatan adalah Desa Wisata yang memiliki potensi industri kerajinan yang dapat dikembangkan pasarnya melalui saluran distribusi online. Tetapi penduduk ini menghadapi tantangan karena penjualan online adalah hal baru bagi mereka. Masalah utama yang mereka hadapi ketika berjualan online adalah risiko terkait pengiriman barang. Oleh karena itu diperlukan pelatihan mengenai online system delivery in e-commerce kepada pelaku usaha online ini. Tujuan dari pelatihan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan pelaku usaha online agar dapat mengatur online system delivery mereka di e-commerce. Metode yang digunakan adalah pendampingan manajemen dimana peserta diberikan penjelasan pentingnya mengelola sistem pengiriman barang dan cara memilih layanan jasa kirim yang tepat. Kemudian peserta diberikan pendampingan teknis dimana peserta diberi pengetahuan cara mengatur sistem pengiriman di aplikasi e-commerce. Setelah mendapatkan pelatihan pengrajin Desa Burai kini memiliki toko online di e-commerce yang dapat mereka gunakan dan telah memilih layanan jasa kirim yang tepat sesuai karakteristik produknya
Edukasi Menjaga Kebersihan dan Lingkungan Sejak Dini di Kalangan Sekolah Pinggiran Sriwijaya
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan sejak usia dini kepada anak-anak sekolah dasar yang berada di wilayah pinggiran Sriwijaya, Kota Palembang. Masalah lingkungan dan kurangnya kesadaran akan pentingnya hidup bersih masih menjadi tantangan, terutama di kawasan dengan keterbatasan akses terhadap pendidikan lingkungan. Kegiatan ini melibatkan 30 peserta didik dari sekolah pinggiran yang dibantu oleh relawan muda dari organisasi amal. Metode pelaksanaan kegiatan mencakup pendekatan partisipatif melalui penyuluhan interaktif, permainan edukatif, praktik memilah sampah, dan demonstrasi sederhana mengenai daur ulang limbah rumah tangga. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa kegiatan ini mampu meningkatkan pemahaman anak-anak terhadap pentingnya menjaga kebersihan pribadi dan lingkungan sekitar. Anak-anak menjadi lebih mengenal jenis-jenis sampah, dampak negatif sampah terhadap kesehatan dan lingkungan, serta manfaat daur ulang. Selain itu, kegiatan ini juga berhasil menumbuhkan kreativitas siswa dalam menciptakan produk sederhana dari bahan bekas yang memiliki nilai guna. Program ini tidak hanya memberikan edukasi dasar tentang lingkungan, tetapi juga menanamkan nilai tanggung jawab sosial dan sikap peduli terhadap lingkungan sejak usia dini sebagai bekal menuju masa depan yang lebih berkelanjutan