Electronic Theses of UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan
Not a member yet
12169 research outputs found
Sort by
Pembinaan karakter melalui sholat berjamaah di SD Negeri 100850 Rondaman Siburegar Kecamatan Halongonan Kabupaten Padang Lawas Utara
Pembinaan Karakter Siswa Melalui Sholat Berjamaah di SD 100850 Rondaman Siburegar Kecamatan Halongonan Kabupaten Padang Lawas Utara". Latar belakang penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pembinaan karakter siswa di era globalisasi yang penuh tantangan. Sholat berjamaah sebagai praktik ibadah memiliki potensi besar dalam membentuk karakter siswa, seperti disiplin, tanggung jawab, dan kepedulian sosial.Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: Bagaimana hubungan sholat berjamaah dengan pembinaan karakter siswa?,Usaha-usaha apa saja yang dilakukan oleh sekolah dalam pembinaan karakter melalui sholat berjamaah?,Apa faktor-faktor yang menjadikan siswa malas melaksanakan sholat berjamaah di sekolah?. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara sholat berjamaah dan pembinaan karakter siswa, mengeksplorasi usaha yang dilakukan oleh sekolah dalam pembinaan karakter, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang menghambat pelaksanaan sholat berjamaah oleh siswa.Landasan teori yang digunakan mencakup pembinaan karakter, pengertian sholat berjamaah, dan keutamaan sholat dalam kehidupan sosial. Teori ini mendukung pemahaman bahwa sholat berjamaah tidak hanya sebagai kewajiban agama, tetapi juga sebagai alat untuk pembentukan moral dan etika. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa sholat berjamaah memiliki dampak positif terhadap pembinaan karakter siswa, meskipun masih terdapat tantangan dalam pelaksanaannya, seperti kurangnya fasilitas dan pemahaman siswa. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa sholat berjamaah efektif dalam membantu pembinaan karakter siswa, namun diperlukan usaha lebih lanjut dari pihak sekolah untuk meningkatkan partisipasi siswa
Implementasi pendidikan agama Islam dalam pencegahan perilaku perundungan siswa di SMP Negeri 1 Batang Angkola Kabupaten Tapanuli Selatan
SMP Negeri 1 Batang Angkola merupakan sekolah yang terdapat di kelurahan Sigalangan, Kec. Batang Angkola, Kab. Tapanuli Selatan. Adapun Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana Implementasi Pendidikan Agama Islam menjadi fokus utama dalam pencegahan perilaku perundungan siswa di SMP Negeri 1 Batang Angkola Kabupaten Tapanuli Selatan. Dan guru harus bisa memahami karakter siswanya supaya tidak terjadi perilaku perundungan. Bentuk perilaku perundungan yang terjadi pada siswa SMP Negeri 1 batang Angkola meliputi perundungan verbal, sosial, dan perundungan fisik. Guru PAI memiliki peran penting dalam pencegahan perilaku perundungan di SMP Negeri 1 Batang Angkola Kabupaten Tapanuli Selatan. Mereka memberikan pembelajaran agama yang bertujuan untuk membentuk sikap toleransi, empati, dan kepedulian antar siswa. Selain itu, guru PAI juga aktif dalam mendeteksi, melaporkan, dan menangani kasus-kasus perundungan yang terjadi di sekolah. Upaya pencegahan perilaku perundungan yang dilakukan di SMP Negeri 1 Batang Angkola telah menghasilkan beberapa perubahan positif. Kesadaran siswa tentang pentingnya menghormati perbedaan dan mencegah perilaku perundungan meningkat. Hasil dari pencegahan perilaku perundungan pada siswa SMP Negeri 1 Batang Angkola adalah berkurangnya pelaku perundungan dan bisa mengerti tentang saling menyayangi,mengasihi dan menerima perbedaan pendapat.Serta rasa percaya diri pada potensi masing-masing siswa untuk bisa mengembangkan potensinya pada hal-hal yang baik dan tidak mengintimidasi pada korban perundungan. Dalam hal ini guru PAI juga harus selalu memberikan nasehat serta motivasi kepada siswa untuk membangkitkan semangat dalam belajar dan menjauhi segala hal yang berhubungan dengan perilaku penyimpangan yakni perundungan yang terjadi di SMP Negeri 1 Batang Angkola Kabupaten Tapanuli Selatan
Analisis bentuk-bentuk kebahasaan penderita Down Syndrome: studi kasus Y usia 29 tahun di Kelurahan Sirandorung Kecamatan Rantau Utara Kabupaten Labuhanbatu
Latar belakang penelitian ini yaitu melalui observasi awal yang telah dilakaukan, peneliti menemukan suatu permasalahan yaitu adanya bentuk-bentuk kebahasaan seperti fonologi, morfologi, dan sintaksis yang diujarkan oleh individu penyandang down syndrome dan faktor apa saja yang mempengaruhi bentuk-bentuk kebahasaan dari individu penderita down syndrome ini. Down syndrome merupakan kelainan genetik trisomi, terdapat tambahan kromosom pada kromosom 21 yang mengakibatkan individu mengalami penyimpangan fisik, mental dan gangguan sistem saraf pusat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk-bentuk kebahasaan dari penderita Down Syndrome seperti fonologi, morfologi serta sintakasis dan faktor yang mempengaruhi bentuk-bentuk kebahasaan penderita Down Syndrome. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan metode linguistik.. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik pengolahan dan analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode simak dan metode cakap, reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Hasil pada penelitian ini menunjukkan bahwa Y mengujarkan bentuk-bentuk kebahasaan bidang fonologi terdapat kesalahan fonologi Subsitusi (pergantian fonem pada kata) sebesar 3,50%, Adisi (penambahan fonem pada kata) sebesar 12,28%, Omisi (penghilangan fonem pada kata) sebesar 17,54%, dan Distorsi (perubahan fonem pada kata) sebesar 7,05%. Pada bidang morfologi Y dapat mengucapkan afiksasi, prefiks sebesar 30%, sufiks sebesar 60%, dan konfiks 10% dan pada bidang sintaksis Y dapat merangakai frasa sebesar 50% dan kalimat sebesar 50% melalui kartu bergambar (FC). Faktor-faktor yang mempengaruhi bentuk-bentuk kebahasaan tuturan Y pada penelitian ini terdapat 2 faktor yaitu faktor lingkungan sosial dan faktor gangguan emosi dan perasaan. Kesimpulan pada penelitian ini adalah Y sudah mampu merangkai kata dan kalimat dengan baik walaupun masih terdapat kesalahan pada bidang fonologinya dengan faktor yang mempengaruhiny
Analisis kesalahan berbahasa pada penulisan teks prosedur siswa Kelas VII Pondok Pesantren Ma’had Anwarul Istiqomah Tapanuli Selatan
Latar belakang penelitian ini adalah kesalahan berbahasa pada penulisan teks prosedur siswa kelas VII Pondok Pesantren Ma’had Anwarul Istiqomah Tapanuli Selatan. Faktor yang menyebabkan kesalahan berbahasa yang dilakukan oleh siswa ialah kompetensi dari siswa yang belum memadai atau kurangnya pemahaman dalam sistem linguistic (ilmu bahasa) yang digunakan, baik itu dari pemakaian huruf kapital dan pemakaian tanda baca. Masalah pada penelitian ini adalah bagaimana kemampuan siswa menggunakan huruf kapital dalam penulisan teks prosedur siswa VII Pondok Pesantren Ma’had Anwarul Istiqomah Tapanuli Selatan dan bagaimana kemampuan siswa menggunakan tanda baca dalam penulisan teks prosedur siswa kelas VII Pondok Pesantren Ma’had Anwarul Istiqomah Tapanuli Selatan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana kemampuan siswa menggunakan huruf kapital dalam penulisan teks prosedur siswa VII Pondok Pesantren Ma’had Anwarul Istiqomah Tapanuli Selatan dan bagaimana kemampuan siswa menggunakan tanda baca dalam penulisan teks prosedur siswa kelas VII Pondok Pesantren Ma’had Anwarul Istiqomah Tapanuli Selatan. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, dokumentasi dan analisis conten. Teknik pengolahan dan analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan (verifikasi). Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa masih banyak siswa yang melakukan kesalahan pemakaian huruf kapital, adapun jumlah pada temuan pertama terdapat 204 kesalahan, sedangkan temuan kedua terdapat 58 kesalahan. Penurunan kesalahan pemakaian huruf kapital iini dapat dipersentasikan sekitar 25%. Siswa melakukan kesalahan dalam menulis judul teks dan huruf pertama awal kalimat. Adapun hasil yang didapatkan dari kesalahan pemakaian tanda baca pada temuan pertama terdapat 83 kesalahan, sedangkan temuan kedua terdapat 27 kesalahan. Penurunan memakaian tanda baca dapat dipersentasikan sekitar 35%. Siswa mengalami kesalahan dalam penulisan tanda baca titik (.), pemakaian tanda koma (,), pemakaian tanda titik dua (:), pemakaian tanda kurung ((…)). Kesimpulan pada penelitian ini adalah siswa kelas VII pondok Pesantren Ma’had Anwarul Istiqomah Tapanuli Selatan dalam pemakaian huruf kapital dan pemakaian tanda baca sudah mengalami penurunan kesalahan pada penulisan teks prosedu
Pengembangan e-LKPD berbantuan liveworksheets untuk meningkatkan pemahaman konsep matematika aritmatika kelas X SMAN 1 Padang Bolak Julu
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya pemahaman konsep matematika aritmatika pada siswa kelas X di SMAN 1 Padang Bolak Julu, yang disebabkan oleh metode pembelajaran konvensional yang kurang melibatkan siswa secara aktif. Pembelajaran masih berpusat pada penyampaian materi secara pasif, seperti penggunaan video tanpa interaksi langsung, sehingga siswa kurang terlibat dalam proses pembelajaran. Hal ini berdampak pada rendahnya hasil belajar, di mana sebagian besar siswa belum mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Selain itu, keterbatasan akses terhadap sumber belajar yang hanya tersedia di kelas semakin memperburuk pemahaman siswa terhadap konsep aritmatika. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan serta mengevaluasi validitas, kepraktisan, dan efektivitas Lembar Kerja Peserta Didik Elektronik (E-LKPD) berbantuan Liveworksheets sebagai media pembelajaran interaktif untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi aritmatika. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE, yang mencakup tahapan analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Subjek penelitian terdiri dari siswa kelas X SMAN 1 Padang Bolak Julu yang dipilih melalui teknik purposive sampling dan simple random sampling. Instrumen penelitian meliputi angket validasi ahli, angket kepraktisan, serta tes pemahaman konsep untuk mengukur efektivitas produk yang dikembangkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa E-LKPD berbantuan Liveworksheets memiliki tingkat kevalidan yang tinggi, sebagaimana dinilai oleh ahli materi (90,66%), ahli media (87,14%), dan ahli bahasa (100%). Dari aspek kepraktisan, guru memberikan respons positif dengan tingkat keterterimaan 96%, sementara siswa memberikan penilaian sebesar 90,02%, menunjukkan bahwa media ini mudah digunakan dalam pembelajaran. Efektivitas E-LKPD ini juga dibuktikan melalui peningkatan rata-rata skor siswa, dari 56 pada tes pra menjadi 88,6 pada tes pasca, dengan peningkatan rata-rata sebesar 32,6 poin. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa E-LKPD berbantuan Liveworksheets memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep matematika siswa. Dengan demikian, penggunaan media pembelajaran digital interaktif ini dapat menjadi solusi inovatif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran matematika di tingkat sekolah menengah serta memberikan pengalaman belajar yang lebih menarik dan bermakna bagi siswa
Peranan dinas perdangangan dalam pemberdayaan pelaku usaha di Pasar Pargarutan Kabupaten Tapanuli Selatan.
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis peran Dinas Pasar dalam pemberdayaan pelaku usaha di Pasar Pargarutan Kabupaten Tapanuli Selatan dan untuk mengetahui hambatan yang dihadapi Dinas Pasar dalam pemberdayaan pelaku usaha di Pasar Pargarutan Kabupaten Tapanuli Selatan. Jenis penelitian yang digunakan dalam penulisan penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, yaitu menggambarkan keadaan subjek dan objek penelitian pada saat sekarang berdasarkan fakta-fakta yang tampak sebagai mana adanya. Data yang digunakan adalah data primer sebagai data awalnya, yang kemudian dilanjutkan dengan data sekunder atau data lapangan. Adapun hasil dalam penelitian ini adalah Dinas Pasar memiliki peran yang signifikan dalam pemberdayaan pelaku usaha di Pasar Pargarutan. Melalui berbagai program yang dilaksanakan, seperti pelatihan manajemen usaha, akses permodalan, dan promosi produk lokal. Program-program ini tidak hanya memberikan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk mengelola usaha, tetapi juga membantu pelaku usaha dalam memperluas jaringan dan meningkatkan daya saing mereka di pasar yang semakin kompetitif. Meskipun peran Dinas Pasar sangat penting, terdapat berbagai hambatan yang menghalangi efektivitas program-program pemberdayaan. Keterbatasan anggaran menjadi salah satu hambatan utama yang mengakibatkan beberapa program tidak dapat dilaksanakan secara optimal. Selain itu, kurangnya partisipasi aktif dari pelaku usaha juga menjadi tantangan yang signifikan, di mana banyak pelaku usaha yang tidak mengetahui manfaat dari program-program yang ditawarkan. Hal ini menunjukkan perlunya peningkatan komunikasi dan sosialisasi dari Dinas Pasar untuk mengedukasi pelaku usaha tentang pentingnya keterlibatan mereka dalam program-program tersebut
Penerapan model pembelajaran make a match untuk meningkatkan hasil belajar IPA kelas iv di SD Negeri 200405 Hutaimbaru Jl. Sibolga, Km 4 Hutaimbaru, Kec. Hutaimbaru, Kota Padangsidimpuan Prov. Sumatera Utara
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar peserta didik pada pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam. Hal ini disebabkan karena model pembelajaran yang diterapkan belum optimal dan peserta didik kurang tertarik dengan proses pembelajaran. Maka, perlu adanya perubahan pelaksanaan pembelajaran di kelas dengan menggunakan model pembelajaran make a match (mencari pasangan kartu) dalam proses pembelajaran. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana penerapan model make a match dapat meningkatkan hasil belajar IPA kelas IV di SD Negeri 200405 Hutaimbaru Jl. Sibolga, KM 4 Hutaimbaru, Kec. Hutaimbaru, Kota Padangsidimpuan Prov. Sumatera Utara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan model make a match dapat meningkatkan hasil belajar IPA kelas IV di SD Negeri 200405 Hutaimbaru Jl. Sibolga, KM 4 Hutaimbaru, Kec. Hutaimbaru, Kota Padangsidimpuan Prov. Sumatera Utara. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) pada tahap perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi di SD Negeri 200405 Hutaimbaru. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah tes dan observasi. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model make a match dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik. Hal ini dibuktikan dengan meningkatnya nilai rata-rata dan ketuntasan hasil belajar peserta didik, yaitu pada prasiklus rata-rata 53,7% dan ketuntasan sebesar 13% (3 dari 24 peserta didik). Pada siklus I pertemuan I menjadi skor rata-rata nilai peserta didik 60,2 % dan ketuntasan peserta didik 39% (5 dari 24 peserta didik). Sedangkan siklus I pertemuan II menjadi skor rata-rata nilai peserta didik 72,5 % dan ketuntasan peserta didik 50% (12 dari 24 peserta didik). Pada siklus I pertemuan I nilai rata-rata peserta didik 79,1% dan ketuntasan peserta didik 71% (17 dari 24 peserta didik). Sedangkan siklus II pertemuan II menjadi skor rata-rata nilai peserta didik 92,9 % dan ketuntasan peserta didik 92% (22 dari 24 peserta didik). Dapat disimpulkan bahwa, penerapan model pembelajaran make a match dapat meningkatkan hasil belajar IPA kelas IV di SD Negeri 200405 Hutaimbaru. Untuk penelitian selanjutnya peneliti berharap agar proses pembelajaran lebih ditingkatkan agar tercapainya tujuan pembelajaran, serta waktunya diperpanjang dalam penerapan model pembelajaran make a matc
Pelaksanaan pengawasan dan sanksi administratif bagi pelaku pembakaran hutan di Desa Tambiski Saipar Dolok Hole
Permasalahan lingkungan merupakan permasalahan yang kompleks dan menarik untuk dikaji lebih mendalam karena krisis lingkungan yang kian marak terjadi diberbagai belahan dunia dan negara Indonesia adalah salah satu yang mengalaminya. Permasalahan lingkungan yang yang sering terjadi dan ditemukan di Indonesia adalah kebakaran hutan dan lahan, tidak hanya merusak lingkungan tetapi juga berdampak pada kesehatan masyarakat, ekonomi dan stabilitas sosial. Fenomena ini terjadi berulang setiap tahunnya, menunjukkan bahwa upaya pencegahan dan penegakan hukum yang ada masih belum berjalan dan terlaksana secara optimal.
Menurut Mattias Finger, krisis lingkungan hidup yang mendunia seperti sekarang ini setidaknya disebabkan oleh berbagai hal. yaitu kebijakan yang salah dan gagal, teknologi yang tidak efisien bahkan cenderung merusak, rendahnya komitmen politik, gagasan, dan ideologi yang akhirnya merugikan lingkungan, tindakan dan tingkah laku menyimpang dari aktor-aktor negara yang tersesat", mulai dari korporasi transnasional merebaknya pola kebudayaan seperti konsumerisme dan individualisme serta individu-individu yang tidak terbimbing dengan baik. Dari permasalahan tersebut penulis ingin mengetahui bagaimana Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 Pasal 14 Tentang Pengawasan Dan Sanksi Administratif (Studi Kasus di Desa Tambiski Saipar Dolok Hole). Dan apa saja faktor-faktor penghambat Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 32 tahun 2009 Pasal 14 tentang Tentang Pengawasan Dan Sanksi Administratif di Desa Tambiski Saipar Dolok Hole.
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian lapangan (field Research), dengan menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif yaitu menggambarkan fenomena-fenomena atau kejadian yang ada dilapangan. Instrumen pengumpulan data yang digunakan terdiri dari wawancara, observasi,dan dokumentasi.
Hasil dari penelitian ini adalah Bahwa Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 32 tahun 2009 Pasal 14 tentang Tentang Pengawasan Dan Sanksi Administratif di Desa Tambiski Saipar Dolok Hole belum berjalan secara maksimal. Masih banyak kendala yang ditemui dalam proses pemberantasan maupun penegakan hukum dari tindak pidana pembakaran hutan dan lahan baik itu dari segi Undang-undang itu sendiri, aparat penegak hukum, sarana dan fasilitas hukum, hukum dan kebudayaan, serta kesadaran masyarakat. Kelima faktor ini tentu saling mempengaruhi kebakaran yang kebanyakan terjadi karena kesengajaan baik dari masyarakat dan beberapa oknum pengusaha yang melakukan pelanggaran yaitu membuka lahan dengan cara dibakar. Faktor-faktor penghambat Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 32 tahun 2009 Pasal 14 tentang Tentang Pengawasan Dan Sanksi Administratif di Desa Tambiski Saipar Dolok Hole, Faktor Penegak Hukum, Faktor Sarana/Fasilitas Hukum, Faktor Kesadaran Masyarakat, Faktor Budaya Hukum/Kebudayaan
Peran orangtua dalam membina ibadah sholat anak di Desa Kubangan Tompek Kecamatan Batahan Kabupaten Mandailing Natal
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang menggunakan tampilan berupa kata-kata lisan yang dicermati oleh peneliti, teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik pengolahan data dan analisis data yaitu menelaah seluruh data yang tersedia dari berbagai sumber, menafsirkan data-data baik data primer maupun sekunder yang kemudian dikaitkan dengan kajian teori dan selanjutnya yaitu dengan menarik kesimpulan. Penelitian ini mengkaji tentang Peran Orangtua Dalam Membina Ibadah Shalat Anak di Desa Kubagan Tompek Kecamatan Batahan Kabupaten Mandailing Natal. Latar belakang masalah dalam penelitian ini adalah membina ibadah shalat anak di Desa Kubangan Tompek Kecamatan Batahan Kabupaten Mandailing Natal masih kurang baik, kesibukan orangtua dalam mencari nafkah shalat membuat para orangtua kurang memiliki waktu untuk memperhatikan ibadah shalat anak. Peran orangtua dalam membina ibadah shalat anak di desa Kubangan Tompek Kecamatan Batahan Kabupaten Mandailing Natalyaitu sebagai pendidik, sebagai pembimbing dan sebagai mitivator. Metode yang digunakan orangtua dalam membina ibadah shalat anak di desa Kubangan Tompek Kecamatan Batahan Kabupaten Mandailing Natal adalah dengan metode pembiasaan, metode nasehat dan metode cerita. Faktor pendukung daan penghambat yang dihadapi orangtua dalam membina ibadah shalat anak meliputi faktor pendukung yaitu dengan kesungguhan, keteladanan, pengawasan dan dukungan masyarakat. Faktor penghambat, faktor penghambat terbagi menjadi dua, pertama internal yaitu anak malas dan kurang kosentrasi, kedua, eksternal yaitu pengaruh teman dan pengaruh media
Pengaruh pendidikan kewirausahaan terhadap minat berwirausaha di media sosial dengan kondisi ekonomi sebagai varibel moderasi
Minat berupakan hal perutama dalam epenyataannya masih banyak mahasiswa yang bemiliki kertarikan untuk meskipun tendapatkan pewirausahaan dan mes kedia sosial sermasalahan ini merlunya kajian lengemerwirausaha mahasiswa, khususnya pendidikan kengan mertimbangkan kondisi ebagai variaberasi. Pelitian ini bengerdapat pendidikan kerhadap minat mahasiswa untuk belalui mekonomi merasi hubungan antara pewirausahaan derwirausaha tebut. Me yang digunakan dalam pelitian ini adalah me kuantitatif. Populasi dalam pelitian ini adalah mahasiswa Program Studi Ekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan, del senggunakan te sampling. Pelalui angkesionenggunakan skala Likenggunakan teskriptif dan analisis resi modengan bantuan softwarenenunjukkan bahwa pewirausahaan bengaruh positif dan signifikan terwirausaha mahasiswa di mengan nilai koen sesar 0,653 dan nilai p-valuerarti sendidikan kerolemakin tinggi pula minat meka untuk bekonomi tidak merasi hubungan tebut sengan nilai p-valuebekonomi tinggi maupun rengaruh pewirausahaan terwirausaha tengan dendidikan kerupakan faktor utama yang merwirausaha, sekonomi tidak merkuat maupun merlerse$bu