Kumpulan Jurnal Universitas Madako
Not a member yet
    757 research outputs found

    Pengaruh Pemberian Abu Sekam Padi terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Sawi (Brassica juncea L.)

    Get PDF
    This study was motivated by the potential use of rice husk ash as an eco-friendly alternative nutrient source to improve the growth of leafy vegetables, particularly mustard greens (Brassica juncea L.). The research aimed to determine the effect of different doses of rice husk ash on the growth and yield of mustard greens. The experiment was conducted from April to July 2025 at the Experimental Garden, Faculty of Agriculture, Madako University Tolitoli, using a Randomized Block Design (RBD) with one factor and five treatment levels: no ash (P0), 250 g/polybag (P1), 375 g/polybag (P2), 500 g/polybag (P3), and 750 g/polybag (P4), each replicated four times. The observed parameters included plant height, number of leaves, and fresh weight. The results showed that rice husk ash application significantly affected the growth and yield of mustard greens. The best performance was observed in the 500 g/polybag treatment (P3), which produced the highest plant height, number of leaves, and fresh weight. In contrast, the 375 g/polybag (P2) and 750 g/polybag (P4) treatments tended to reduce plant growth. It can be concluded that applying rice husk ash at a dose of 500 g/polybag is the optimum level to enhance the growth and yield of mustard greens.Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pemanfaatan abu sekam padi sebagai sumber unsur hara alternatif yang ramah lingkungan untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman sayuran daun, khususnya sawi (Brassica juncea L.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh berbagai dosis abu sekam padi terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sawi. Penelitian dilaksanakan pada April–Juli 2025 di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Madako Tolitoli menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) satu faktor dengan lima taraf perlakuan, yaitu tanpa abu sekam (P0), 250 g/polybag (P1), 375 g/polybag (P2), 500 g/polybag (P3), dan 750 g/polybag (P4), masing-masing diulang empat kali. Variabel yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, dan berat basah tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian abu sekam padi berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sawi. Perlakuan terbaik diperoleh pada dosis 500 g/polybag (P3) yang memberikan pertumbuhan dan hasil tertinggi dibandingkan perlakuan lainnya. Sebaliknya, dosis 375 g/polybag (P2) dan 750 g/polybag (P4) cenderung menurunkan pertumbuhan tanaman. Kesimpulannya, pemberian abu sekam padi pada dosis 500 g/polybag merupakan dosis optimum untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman sawi

    Pengaruh Pupuk Organik Cair Daun Gamal dan Pupuk Urea Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Jagung Manis (Zea mays saccharata Shurt)

    Get PDF
    This study aimed to evaluate the interaction and the individual effects of liquid organic fertilizer (LOF) derived from Gliricidia sepium (gamal) leaves and urea fertilizer on the growth and yield of sweet corn (Zea mays saccharata Sturt). The research was conducted from April to June 2025 at the experimental field of Madako Tolitoli University, Tambun Village, Baolan District, Tolitoli Regency. The experiment used a factorial Randomized Block Design with two factors. The first factor was the dosage of gamal leaf LOF consisting of three levels: M0 (without LOF), M1 (200 ml LOF + 800 ml water), and M2 (500 ml LOF + 500 ml water), applied at 100 ml per plant. The second factor was the urea fertilizer dosage: K0 (without urea), K1 (150 kg ha⁻¹ or 3 g per plant), and K2 (300 kg ha⁻¹ or 6 g per plant). There were nine treatment combinations, each replicated three times, resulting in 27 experimental plots measuring 100 cm × 200 cm. Each plot contained 10 plants with a spacing of 40 cm × 50 cm, and five plants per plot were used as samples, giving a total of 135 sample plants. The results indicated that the interaction between LOF and urea significantly affected plant height at 15, 22, 36, and 43 days after planting, as well as leaf number and ear length. Meanwhile, single-factor effects were observed on husked ear weight, ear diameter, number of kernels per row, and dehusked ear weight. The best performance was obtained from the combination of M2K2, namely 500 ml gamal leaf LOF diluted with 500 ml water and 300 kg ha⁻¹ urea, which effectively enhanced both vegetative growth and yield components of sweet corn.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis interaksi serta pengaruh tunggal pemberian pupuk organik cair (POC) daun gamal dan pupuk urea terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis (Zea mays saccharata Sturt). Penelitian dilaksanakan pada April–Juni 2025 di lahan pertanian Universitas Madako Tolitoli, Kelurahan Tambun, Kecamatan Baolan, Kabupaten Tolitoli. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan dua faktor. Faktor pertama adalah dosis POC daun gamal yang terdiri atas tiga taraf: M0 (tanpa POC), M1 (200 ml POC + 800 ml air), dan M2 (500 ml POC + 500 ml air) dengan volume aplikasi 100 ml per tanaman. Faktor kedua adalah dosis pupuk urea, yaitu K0 (tanpa urea), K1 (150 kg/ha atau 3 g/tanaman), dan K2 (300 kg/ha atau 6 g/tanaman). Terdapat 9 kombinasi perlakuan yang diulang tiga kali sehingga diperoleh 27 petak percobaan, masing-masing berukuran 100 cm × 200 cm dengan 10 tanaman per petak dan jarak tanam 40 cm × 50 cm. Jumlah sampel sebanyak 135 tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi perlakuan M2K2 memberikan pengaruh nyata hingga sangat nyata terhadap beberapa parameter pertumbuhan dan hasil. Interaksi kedua faktor berpengaruh signifikan terhadap tinggi tanaman pada umur 15, 22, 36, dan 43 HST, jumlah daun, serta panjang buah. Sementara itu, pengaruh tunggal perlakuan terutama terlihat pada berat buah berkelobot, diameter buah, jumlah biji per baris, dan berat buah tanpa kelobot. Perlakuan terbaik diperoleh pada pemberian POC daun gamal 500 ml yang diencerkan dengan 500 ml air dan urea 300 kg/ha, yang mampu meningkatkan pertumbuhan vegetatif dan komponen hasil jagung manis secara optimal

    Tinjauan Aplikasi Teknologi Edible Coating Polimer Alami: Kontrol Transpirasi dan Mutu Produk Pascapanen

    Get PDF
    Edible Coating (EC) is an advanced postharvest technology that utilizes natural biopolymers to prolong the shelf life of horticultural products by forming a safe-to-consume, semi-permeable barrier layer. This systematic review provides an in-depth analysis of the roles of natural polymers (carbohydrates, lipids, and proteins) and their active formulations (incorporating antimicrobial/antioxidant extracts) in controlling the two main mechanisms of postharvest decay: transpiration (weight loss) and respiration (softening).The synthesis of the literature indicates that lipid polymers, particularly beeswax, are the superior EC component for suppressing the rate of transpiration in commodities such as tomatoes. A formulation containing 25 g of beeswax was proven effective in maintaining the lowest weight loss percentage during 30 days of storage. Conversely, polysaccharide polymers (e.g., cassava starch, jackfruit seed starch) are highly effective at limiting gas exchange, suppressing respiration rates, and preserving firmness. Specifically, an EC using 1.1% jackfruit seed starch on guava successfully maintained quality for up to 10 days. Furthermore, the development of active ECs such as those enhanced with 7% red ginger extract in corn starch, or lemongrass and sesame oil in beeswax emulsions synergistically boosts antimicrobial and antioxidant functions. This dual action is crucial for preserving vital nutrients like Vitamin C and pigments. The EC technology is thus confirmed as a promising coating alternative, strongly supported by the significant potential for utilizing polymers derived from agro-industrial wasteEdible Coating (EC) merupakan teknologi pascapanen yang memanfaatkan biopolimer alami untuk memperpanjang umur simpan produk pascapanen dengan membentuk lapisan barier semi-permeabel yang aman dikonsumsi. Tinjauan sistematis ini menyajikan analisis mendalam mengenai peran polimer alami (karbohidrat, lipid, protein) serta formulasi aktifnya (dengan inkorporasi ekstrak antimikroba/antioksidan) dalam mengendalikan dua mekanisme utama kerusakan pascapanen, yaitu transpirasi (susut bobot) dan respirasi (pelunakan). Hasil sintesis literatur menunjukkan bahwa polimer lipid, khususnya lilin lebah (beeswax) merupakan komponen EC superior untuk menekan laju transpirasi pada komoditas seperti tomat, dengan formulasi 25 g lilin lebah terbukti efektif mempertahankan susut bobot paling rendah selama 30 hari penyimpanan. Sementara itu, polimer polisakarida (misalnya pati singkong, pati biji nangka) sangat efektif dalam membatasi pertukaran gas, menekan laju respirasi, dan mempertahankan kekerasan, di mana EC pati biji nangka 1,1% pada jambu biji berhasil mempertahankan mutu hingga 10 hari. Pengembangan EC aktif dengan penambahan ekstrak jahe merah (7%) pada pati jagung atau minyak sereh dan minyak wijen pada emulsi lilin lebah, secara sinergis meningkatkan fungsi antimikroba dan antioksidan, yang krusial dalam mempertahankan kadar Vitamin C dan pigmen. Teknologi EC terbukti menjadi alternatif pelapisan yang menjanjikan, didukung oleh potensi besar pemanfaatan polimer dari limbah agroindustry

    Identifikasi Hasil Tangkapan Utama Alat Tangkap Gillnet Di Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Bom Kalianda

    Get PDF
    Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Bom Kalianda merupakan salah satu pusat pendaratan hasil perikanan tangkap yang aktif di Kabupaten Lampung Selatan, khususnya bagi kapal nelayan yang menggunakan alat tangkap gillnet. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober hingga November 2025 dengan tujuan mengidentifikasi jenis dan volume hasil tangkapan utama alat tangkap gillnet yang didaratkan di PPI Bom Kalianda. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif melalui observasi langsung dan wawancara terhadap nelayan gillnet. Pengumpulan data dilakukan pada enam kapal nelayan dengan satu kali trip penangkapan, meliputi pencatatan jenis dan volume hasil tangkapan utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat lima jenis hasil tangkapan utama, yaitu Udang Vaname (Litopenaeus vannamei), Ikan Kembung (Rastrelliger sp.), Ikan Tongkol Lisong (Auxis rochei), Ikan Selar Bentong (Selar crumenophthalmus), dan Ikan Layang (Decapterus sp.). Total volume hasil tangkapan utama yang diperoleh selama penelitian sebesar 988 kg. Persentase hasil tangkapan tertinggi adalah Udang Vaname sebesar 31%, sedangkan persentase terendah adalah Ikan Layang sebesar 12%. Perbedaan volume hasil tangkapan dipengaruhi oleh lokasi penangkapan, musim, serta kondisi operasional penangkapan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi sumber informasi mengenai jenis dan volume hasil tangkapan gillnet serta mendukung pengelolaan kegiatan pendaratan ikan di PPI Bom Kalianda. Selain itu, informasi ini diharapkan dapat membantu pengelola PPI dalam meningkatkan pelayanan fasilitas pendaratan ikan guna mendukung efisiensi dan produktivitas nelayan.Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Bom Kalianda merupakan salah satu pusat pendaratan hasil perikanan tangkap yang aktif di Kabupaten Lampung Selatan, khususnya bagi kapal nelayan yang menggunakan alat tangkap gillnet. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober hingga November 2025 dengan tujuan mengidentifikasi jenis dan volume hasil tangkapan utama alat tangkap gillnet yang didaratkan di PPI Bom Kalianda. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif melalui observasi langsung dan wawancara terhadap nelayan gillnet. Pengumpulan data dilakukan pada enam kapal nelayan dengan satu kali trip penangkapan, meliputi pencatatan jenis dan volume hasil tangkapan utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat lima jenis hasil tangkapan utama, yaitu Udang Vaname (Litopenaeus vannamei), Ikan Kembung (Rastrelliger sp.), Ikan Tongkol Lisong (Auxis rochei), Ikan Selar Bentong (Selar crumenophthalmus), dan Ikan Layang (Decapterus sp.). Total volume hasil tangkapan utama yang diperoleh selama penelitian sebesar 988 kg. Persentase hasil tangkapan tertinggi adalah Udang Vaname sebesar 31%, sedangkan persentase terendah adalah Ikan Layang sebesar 12%. Perbedaan volume hasil tangkapan dipengaruhi oleh lokasi penangkapan, musim, serta kondisi operasional penangkapan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi sumber informasi mengenai jenis dan volume hasil tangkapan gillnet serta mendukung pengelolaan kegiatan pendaratan ikan di PPI Bom Kalianda. Selain itu, informasi ini diharapkan dapat membantu pengelola PPI dalam meningkatkan pelayanan fasilitas pendaratan ikan guna mendukung efisiensi dan produktivitas nelayan

    Pengaruh Pemberian Mulsa dan Pupuk Bokashi Kotoran Kambing Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Bawang Daun (Allium fistulosum L)

    Get PDF
    This study aims to analyze: (1) the interaction between goat manure bokashi and mulch on the growth and yield of spring onions, (2) the effect of goat manure bokashi on the growth and yield of spring onions, and (3) the effect of the use of organic and inorganic mulch on the growth and yield of spring onions. The study was conducted in May–August 2025 at the Experimental Garden of the Faculty of Agriculture, Madako University, Tolitoli. The study used a Randomized Block Design (RAK) with two factors. The first factor is the dose of goat manure bokashi (B) which consists of three treatments, namely B0 (without bokashi), B1 (20 tons/ha equivalent to 400 g/plant), and B2 (30 tons/ha equivalent to 600 g/plant). The second factor is mulch (M) which includes M0 (without mulch), M1 (organic mulch in the form of sawdust), and M2 (inorganic mulch in the form of black and silver plastic). There are 9 treatment combinations with 3 replications, resulting in 27 experimental units. Each plot contained 28 plants, with 5 plants as samples, resulting in a total of 756 main plants and 135 sample plants. The results showed that goat manure bokashi significantly affected plant height, number of leaves, number of tillers, and the length of the longest leaf. The highest dose (B2) generally gave the best results, except for root volume which was more optimal in treatment B1. The use of mulch affected several growth parameters, especially the number of leaves, number of tillers, root volume, and fresh weight per clump. Inorganic mulch (M2) tended to provide better results than other treatments. The interaction of bokashi and mulch significantly affected the number of tillers and root volume, with the combination of B2M2 producing the highest number of tillers and B1M2 producing the largest root volume. Overall, the application of goat manure bokashi combined with mulch, especially inorganic mulch, effectively increased the growth and productivity of spring onion plants.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: (1) interaksi antara bokashi kotoran kambing dan mulsa terhadap pertumbuhan serta hasil tanaman bawang daun, (2) pengaruh bokashi kotoran kambing terhadap pertumbuhan dan hasil bawang daun, serta (3) pengaruh penggunaan mulsa organik dan anorganik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang daun. Penelitian dilaksanakan pada Mei–Agustus 2025 di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Madako Tolitoli. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua faktor. Faktor pertama adalah dosis bokashi kotoran kambing (B) yang terdiri atas tiga perlakuan, yaitu B0 (tanpa bokashi), B1 (20 ton/ha setara 400 g/tanaman), dan B2 (30 ton/ha setara 600 g/tanaman). Faktor kedua adalah mulsa (M) yang meliputi M0 (tanpa mulsa), M1 (mulsa organik berupa serbuk gergaji), dan M2 (mulsa anorganik plastik hitam perak). Terdapat 9 kombinasi perlakuan dengan 3 ulangan sehingga diperoleh 27 satuan percobaan. Setiap petak berisi 28 tanaman, dengan 5 tanaman sebagai sampel, sehingga total tanaman utama berjumlah 756 dan tanaman sampel 135. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bokashi kotoran kambing berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan, dan panjang daun terpanjang. Dosis tertinggi (B2) umumnya memberikan hasil terbaik, kecuali pada volume akar yang lebih optimal pada perlakuan B1. Penggunaan mulsa berpengaruh terhadap beberapa parameter pertumbuhan, terutama jumlah daun, jumlah anakan, volume akar, dan berat basah per rumpun. Mulsa anorganik (M2) cenderung memberikan hasil lebih baik dibandingkan perlakuan lainnya. Interaksi bokashi dan mulsa berpengaruh nyata terhadap jumlah anakan dan volume akar, dengan kombinasi B2M2 menghasilkan jumlah anakan tertinggi dan B1M2 menghasilkan volume akar terbesar. Secara keseluruhan, pemberian bokashi kotoran kambing yang dikombinasikan dengan mulsa, khususnya mulsa anorganik, efektif meningkatkan pertumbuhan dan produktivitas tanaman bawang daun

    Pengaruh Bokashi Kandang Ayam dan Npk Phonska terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Jagung Manis (Zea mays saccharate sturt)

    Get PDF
    This study aimed to determine the effect of chicken manure bokashi and NPK Phonska fertilizer on the growth and yield of sweet corn (Zea Mays saccaharate sturt). The research was conducted at the Experimental Farm of the Faculty of Agriculture, Madako University Tolitoli, from March to May 2025, using a factorial Randomized Complete Block Design (RCBD) with two treatment factors. The first factor was the dosage of chicken manure bokashi (B), consisting of B0 = without bokashi, B1 = 5 tons/ha (1 kg/plot), and B2 = 10 tons/ha (2 kg/plot). The second factor was the dosage of NPK Phonska fertilizer (N), consisting of N0 = without NPK, N1 = (80 g/plot or equivalent to 6 g/plant), and N2 = (140 g/plot or equivalent to 11 g/plant). Each treatment combination was replicated three times, resulting in 27 experimental plots. The results showed a significant interaction between chicken manure bokashi and NPK Phonska fertilizer on plant height, number of leaves, fresh cob weight, cob weight with husk, cob length, and number of kernels per row. The best combination was obtained with B2N2 (bokashi 10 tons/ha and NPK Phonska 700 kg/ha), producing a plant height of 166.06 cm, 7.00 leaves, fresh cob weight of 398.06 g, cob weight with husk of 567.78 g, cob length of 22.00 cm, and 40.61 kernels per row.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bokashi pupuk kandang ayam dan pupuk NPK Phonska terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis (Zea Mays saccaharate sturt). Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Madako Tolitoli pada bulan Mei sampai dengan Juli 2025, menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan dua faktor perlakuan. Faktor pertama adalah dosis bokashi pupuk kandang ayam (B) yang terdiri dari B0 : tanpa bokashi, B1 : 5 ton/ha (1 kg/petak), dan B2 : 10 ton/ha (2 kg/petak). Faktor kedua adalah dosis pupuk NPK Phonska (N) yang terdiri dari N0 : tanpa NPK, N1 : (80 g/petak atau setara dengan 6, g/tanaman), dan N2 : (140 g/petak atau setara dengan 11,66 g/tanaman). Setiap kombinasi perlakuan diulang tiga kali sehingga terdapat 27 petak percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi nyata antara bokashi pupuk kandang ayam dan NPK Phonska terhadap parameter tinggi tanaman, jumlah daun, berat buah segar, berat buah dengan kelobot, panjang tongkol, dan jumlah biji per baris. Kombinasi perlakuan terbaik diperoleh pada B2N2 (bokashi 10 ton/ha dan NPK Phonska 140 gram/petak) yang menghasilkan tinggi tanaman 166,06 cm, jumlah daun 7,00 helai, berat buah segar 398,06 g, berat buah dengan kelobot 567,78 g, panjang tongkol 22,00 cm, dan jumlah biji per baris 40,61 biji. &nbsp

    Penyuluhan Mengenal Disminore (Nyeri Haid) dan Cara Mengatasinya Pada Anak Sekolah Dasar di SDN 28 Pekanbaru

    Get PDF
    Dismenore atau nyeri saat menstruasi merupakan keluhan yang sering dialami oleh remaja putri akibat kontraksi berlebih pada otot rahim selama menstruasi. Kurangnya pengetahuan anak perempuan mengenai penyebab dan cara mengatasi disminore dapat menimbulkan ketidaknyamanan dan mengganggu aktivitas belajar. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman siswi sekolah dasar mengenai dismenore dan cara penanganannya melalui kegiatan penyuluhan. Metode yang digunakan meliputi ceramah dan sesi tanya jawab yang diberikan kepada 12 siswi kelas VI SDN 28 Pekanbaru yang telah memasuki masa pubertas. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk menilai perubahan pengetahuan peserta. Hasil pelaksanaan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan, di mana kategori pengetahuan “baik” meningkat dari 50% menjadi 90%. Peserta juga menunjukkan antusiasme tinggi dan memahami berbagai cara penanganan nonfarmakologis seperti kompres hangat, olahraga ringan, relaksasi, serta menjaga pola makan sehat. Dengan demikian, penyuluhan kesehatan terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesiapan anak perempuan menghadapi masa menstruasi secara sehat dan positif.Dismenore atau nyeri saat menstruasi merupakan keluhan yang sering dialami oleh remaja putri akibat kontraksi berlebih pada otot rahim selama menstruasi. Kurangnya pengetahuan anak perempuan mengenai penyebab dan cara mengatasi disminore dapat menimbulkan ketidaknyamanan dan mengganggu aktivitas belajar. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman siswi sekolah dasar mengenai dismenore dan cara penanganannya melalui kegiatan penyuluhan. Metode yang digunakan meliputi ceramah dan sesi tanya jawab yang diberikan kepada 12 siswi kelas VI SDN 28 Pekanbaru yang telah memasuki masa pubertas. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk menilai perubahan pengetahuan peserta. Hasil pelaksanaan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan, di mana kategori pengetahuan “baik” meningkat dari 50% menjadi 90%. Peserta juga menunjukkan antusiasme tinggi dan memahami berbagai cara penanganan nonfarmakologis seperti kompres hangat, olahraga ringan, relaksasi, serta menjaga pola makan sehat. Dengan demikian, penyuluhan kesehatan terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesiapan anak perempuan menghadapi masa menstruasi secara sehat dan positif

    Prosedur Pendirian Koperasi ANALISIS PROSEDUR PENDIRIAN KOPERASI SIMPAN PINJAM PADA DINAS KOPERASI KABUPATEN BANDUNG: Prosedur Pendirian Koperasi

    No full text
    Analisis Prosedur Pendirian Koperasi Simpan Pinjam Pada Dinas Koperasi Kabupaten Bandung Koperasi memegang peranan penting dalam memperkuat perekonomian anggota dan masyarakat, dengan mengedepankan prinsip kekeluargaan dan demokrasi ekonomi. Proses pendirian koperasi merupakan langkah krusial yang bertujuan untuk menjamin keberlanjutan dan ketahanan usaha di tengah perubahan sosial dan ekonomi. Sebagai wadah kolektif, koperasi berfungsi untuk memenuhi berbagai kebutuhan anggotanya, mulai dari simpan pinjam, konsumsi, produksi, hingga pemasaran dan jasa. Agar koperasi dapat beroperasi secara efektif, diperlukan struktur modal yang solid, legalitas yang jelas, serta prosedur pendirian yang sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Penelitian ini juga menguraikan berbagai kendala yang dihadapi dalam pendirian koperasi di Kabupaten Bandung, seperti minimnya pemenuhan persyaratan administrasi, keterbatasan sumber daya manusia, dan masalah permodalan. Selain itu, studi ini menawarkan strategi pengembangan koperasi yang menekankan pada penerapan tata kelola yang baik, promosi keanggotaan, serta inovasi produk simpan pinjam, guna mendukung keberlanjutan usaha koperasi.Koperasi memegang peranan penting dalam memperkuat perekonomian anggota dan masyarakat, dengan mengedepankan prinsip kekeluargaan dan demokrasi ekonomi. Proses pendirian koperasi merupakan langkah krusial yang bertujuan untuk menjamin keberlanjutan dan ketahanan usaha di tengah perubahan sosial dan ekonomi. Sebagai wadah kolektif, koperasi berfungsi untuk memenuhi berbagai kebutuhan anggotanya, mulai dari simpan pinjam, konsumsi, produksi, hingga pemasaran dan jasa. Agar koperasi dapat beroperasi secara efektif, diperlukan struktur modal yang solid, legalitas yang jelas, serta prosedur pendirian yang sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Penelitian ini juga menguraikan berbagai kendala yang dihadapi dalam pendirian koperasi di Kabupaten Bandung, seperti minimnya pemenuhan persyaratan administrasi, keterbatasan sumber daya manusia, dan masalah permodalan. Selain itu, studi ini menawarkan strategi pengembangan koperasi yang menekankan pada penerapan tata kelola yang baik, promosi keanggotaan, serta inovasi produk simpan pinjam, guna mendukung keberlanjutan usaha koperasi

    Generasi Muda Peduli Hewan Laut Dilindungi: Peningkatan Pengetahuan di SMK Tolitoli Utara

    Get PDF
    Keanekaragaman hayati di Kabupaten Tolitoli merupakan sumber daya berharga yang berkontribusi signifikan terhadap kemajuan dan kemakmuran negara. Namun, meningkatnya aktivitas penangkapan ikan terhadap spesies yang dilindungi dapat memicu kondisi overfishing, yang berpotensi mengancam kelestarian spesies tertentu. Untuk mengatasi permasalahan ini, diperlukan langkah-langkah konservasi yang mencakup pelestarian, perlindungan, serta pemanfaatan yang berkelanjutan. Sebagai bagian dari upaya tersebut, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dilaksanakan di SMK Negeri 1 Tolitoli Utara, Desa Binontoan, Kabupaten Tolitoli, Provinsi Sulawesi Tengah. Kegiatan ini dilakukan melalui beberapa tahapan yang terencana. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa sosialisasi yang dilakukan mampu meningkatkan wawasan dan pengetahuan siswa SMK Negeri 1 Tolitoli Utara mengenai spesies hewan air yang dilindungi.Keanekaragaman hayati di Kabupaten Tolitoli merupakan sumber daya berharga yang berkontribusi signifikan terhadap kemajuan dan kemakmuran negara. Namun, meningkatnya aktivitas penangkapan ikan terhadap spesies yang dilindungi dapat memicu kondisi overfishing, yang berpotensi mengancam kelestarian spesies tertentu. Untuk mengatasi permasalahan ini, diperlukan langkah-langkah konservasi yang mencakup pelestarian, perlindungan, serta pemanfaatan yang berkelanjutan. Sebagai bagian dari upaya tersebut, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dilaksanakan di SMK Negeri 1 Tolitoli Utara, Desa Binontoan, Kabupaten Tolitoli, Provinsi Sulawesi Tengah. Kegiatan ini dilakukan melalui beberapa tahapan yang terencana. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa sosialisasi yang dilakukan mampu meningkatkan wawasan dan pengetahuan siswa SMK Negeri 1 Tolitoli Utara mengenai spesies hewan air yang dilindungi

    Pemanfaatan WhatsApp Group "Pasar Online" Sebagai Media Jual Beli Masyarakat Modern: Pemanfaatan Whatsapp Group “Pasar Online” Sebagai Media Jual Beli Masyarakat Modern

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana WhatsApp Group ini digunakan sebagai media jual beli. WhatsApp Group ini terdiri dari 3 komplek yaitu Banten Indah Permai, Taman Banten Lestari, Taman Mutiara Indah dan berisi 215 anggota. Keuntungan menggunakan jual beli dengan membuat WhatsApp Group adalah sangat mudah baik dari segi penjual maupun pembeli. Selain itu, ketika berbelanja melalui WhatsApp Group tidak ada ongkos kirim sama sekali. Bagi penjual, keuntungan yang didapatkan adalah kemudahan promosi dan dapat berjualan di rumah. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi pada salah satu anggota WhatsApp Group “pasar daring”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa WhatsApp Group efektif sebagai wadah jual beli dengan tingkat kepuasan pengguna yang didukung oleh kemudahan akses, komunikasi real time, dan efisiensi biaya operasional. Implikasi penelitian ini memberikan kontribusi untuk mengetahui proses jual beli dengan menggunakan teknologiPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana WhatsApp Group ini digunakan sebagai media jual beli. WhatsApp Group ini terdiri dari 3 komplek yaitu Banten Indah Permai, Taman Banten Lestari, Taman Mutiara Indah dan berisi 215 anggota. Keuntungan menggunakan jual beli dengan membuat WhatsApp Group adalah sangat mudah baik dari segi penjual maupun pembeli. Selain itu, ketika berbelanja melalui WhatsApp Group tidak ada ongkos kirim sama sekali. Bagi penjual, keuntungan yang didapatkan adalah kemudahan promosi dan dapat berjualan di rumah. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi pada salah satu anggota WhatsApp Group “pasar daring”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa WhatsApp Group efektif sebagai wadah jual beli dengan tingkat kepuasan pengguna yang didukung oleh kemudahan akses, komunikasi real time, dan efisiensi biaya operasional. Implikasi penelitian ini memberikan kontribusi untuk mengetahui proses jual beli dengan menggunakan teknolog

    709

    full texts

    757

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Kumpulan Jurnal Universitas Madako is based in Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇