Satya Wacana Christian University

Institutional Repository of Satya Wacana Christian University
Not a member yet
    14518 research outputs found

    -

    Get PDF
    Museum sekolah SMPN 1 Ungaran adalah satu-satunya museum sekolah yang terdapat di Kabupaten Semarang. Museum ini berada di komplek SMPN 1 Ungaran yang pada masa pemerintahan HIndia Belanda digunakan sebagai Kweekschool (Sekolah Pendidikan Guru). Banguan museum memiliki nilai sejarah yang tinggi bagi peradaban di Kota Ungaran dan saat ini dimanfaatkan menjadi museum sekolah yang menyimpan berbagai koleksi unggulan yang pernah terjadi di sekolah ini dan tidak terdapat di museum lain. Berdasarkan hasil observasi, masih banyak masyarakat yang tidak mengetahui keberadaan museum sekolah ini, selain itu juga dari pihak museum mengalami kesulitan saat mencoba memberikan penjelasan mengenai sejarah, profil dan detail koleksi museum saat, mengadakan atau mengikuti pameran pendidikan atau event sejenis. Melihat permasalahan yang ada, maka dibutuhkan sebuah solusi berbentuk audio visual yang dikemas menjadi video profil yang mampu memberikan informasi mengenai profil museum sekolah. Dengan menerapkan metode kualitatif serta strategi linier, diharapkan mampu menghasilkan video profile yang dapat menyajikan informasi mengenai sejarah bangunan museum, profil museum serta berbagai koleksi museum dengan lebih detail dan menarik kepada masyarakat luas, sehingga keberadaan museum ini dapat diketahui.The SMPN 1 Ungaran school museum is the only school museum found in semarang district. The museum is located in the SMPN 1 Ungaran complex that during the Dutch Indies was used as kweekschool. The Museum Buildings have a high historical value for civilization in the city of Ungaran and are now being used as a school museum that houses the most impressive collections that have ever occurred in this school and are not found in any other. There are many people who are unaware of the existence of the school's museum, but at the same time the museum has difficulty trying to explain the history, profile and detail of the museum collection when, having or attending educational exhibitions or similar events. Looking at the problem, it would require an audio-visual solution packed into a profile video capable of providing information about the school's museum profile. Applying qualitative methods and linear strategies, it is hoped to produce a video profile that can provide information on the history of museum buildings, museum profiles and museum collections in greater detail and interest to the general public, making its existence know

    Kajian Etis-Teologis Terhadap Pantun Hangoluan Tois Hamagoan Bagi Perantau Batak Toba Di Salatiga

    Get PDF
    Penelitian ini berfokus pada praktik hidup Pantun Hangoluan Tois Hamagoan yang merupakan kaidah dasar moral Batak Toba dalam menjalani kehidupan terkhusus bagi perantau Batak Toba yang tinggal menetap di Salatiga. Masyarakat Batak Toba memiliki satu kebiasaan hidup yakni memberikan nasihat kepada setiap anak dalam berbagai kesempatan yang berisikan nilai-nilai etis kehidupan terlebih ketika hendak pergi merantau. Untuk itu penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan dan menganalisis Pantun Hangoluan Tois Hamagoan dalam kehidupan perantau Batak Toba di Salatiga ditinjau dari perspektif kajian etis-teologis. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dan pengumpulan data dilakukan melalui wawancara tidak terstruktur kepada para ketua-ketua kumpulan marga di Salatiga ataupun Raja Hata (Tua Adat). Dalam rangka menggali nilai-nilai etis yang terkandung dalam Pantun Hangoluan Tois Hamagoan, penelitian ini menggunakan kajian etis-teologis dan teori dari Joseph Fletcher. Melalui proses penelitian didapati bahwa Pantun Hangoluan Tois Hamagoan masih tetap dihidupi oleh perantau Batak Toba di Salatiga dan terus melestarikannya dengan terus menyampaikan kepada keturunannya dan dalam berbagai kesempatan kumpul bersama panguyuban marga. Nilai-nilai yang terkandung pada Pantun Hangoluan Tois Hamagoan adalah cinta kasih yang selalu ada dalam berbagai situasi tanpa menuntut balasan sebagai wujud repsentatif Allah melalui anak-Nya Yesus Kristus yang menunjukkan kasih Agape kepada seluruh umat manusia

    Analisis Manajemen Risiko Pada E-Learning SMAN 1 Ambarawa Dengan Menggunakan ISO 31000:2018

    Get PDF
    This study aims to identify the main risks faced. The extent to which these risks are managed and develop recommendations to overcome obstacles and risks that occur at SMAN 1 Ambarawa using the ISO 31000:2018 work series. This research uses qualitative methods, namely data collection through interviews to find out the problems to be studied. With qualitative methods, the risks and possible risks will be obtained. There are three levels of risk, including low, medium and high risk. Through the risks obtained, the treatment of these risks is also given. This risk treatment can be utilized by SMAN 1 Ambarawa in overcoming and preventing risks that may occur.Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi risiko-risiko utama yang dihadapi. Sejauh mana risiko-risiko tersebut dikelola dan menyusun rekomendasi untuk mengatasi hambatan serta risiko yang terjadi pada SMAN 1 Ambarawa dengan menggunakan rangkaian kerja ISO 31000:2018. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, yaitu pengumpulan data melalui wawancara untuk mengetahui permasalahan yang akan diteliti. Dengan metode kualitatif, maka akan didapatkan risiko dan kemungkinan risiko. Terdapat tiga tingkatan risiko, diantaranya risiko rendah, risiko sedang dan risiko tinggi. Melalui risiko yang didapat, maka diberikan pula penanganan terhadap risiko-risiko tersebut. Perlakuan risiko ini dapat dimanfaatkan oleh pihak SMAN 1 Ambarawa dalam mengatasi dan mencegah risiko-risiko yang bisa saja terjadi

    Peran Katekisasi Dalam Pembentukan Identitas Diri Berdasarkan Iman Kristen Bagi Pemuda di Gerakan Pemuda GPIB Tamansari Salatiga

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran katekisasi dalam pembentukan identitas diri berdasarkan dasar penghayatan Iman Kristen sebagaimana yang teruraikan dalam pemahaman iman GPIB pada pemuda yang tergabung dalam Gerakan Pemuda di GPIB Jemaat Tamansari Salatiga. Untuk kepentingan pengolahan data yang dibutuhkan, maka peneliti menggunakan metode deskriptif analisis dengan pendekatan penelitian kualitatif. Adapun teknik pengumpulan data ditempuh melalui wawancara yang dilakukan kepada beberapa informan, diantaranya Ketua Majelis Jemaat, para peserta katekisasi (katekisan) tahun 2024 dan beberapa warga sidi jemaat untuk memperoleh data yang relevan tentang peran katekisasi dalam pembentukan identitas diri pemuda di GPIB Jemaat Tamansari Salatiga. Fokus penelitian terletak pada katekisasi reguler yang dilakukan pada usia remaja akhir menuju dewasa, yaitu kategori rentang usia yang signifikan dalam pembentukan identitas diri. Dengan begitu, gereja sudah tepat menyelenggarakan katekisasi di kategori rentang usia yang secara psikis memerlukan panduan dalam pembentukan jati diri sehingga katekisasi hadir dalam memperlengkapi setiap orang melewati fase “krisis” atau pencarian jati diri dengan menemukan jawaban yang benar sesuai dasar penghayatan Iman Kristen. Lebih jauh, hasil penelitian menunjukkan bahwa katekisasi berperan penting dalam membantu memahami siapa diri mereka di hadapan Allah, apa yang menjadi tujuan mereka hadir di tengah dunia, dan tugas yang mereka dapatkan sebagai ciptaan Allah. Dengan mengetahui hal tersebut, para katekisan dapat menjalani kehidupan dengan penuh makna. Secara nyata, katekisasi memberikan dampak positif terhadap pembentukan karakter, rasa percaya diri dan kesadaran nilai diri katekisan. Demikian halnya, pemahaman yang benar akan iman kepada Yesus Kristus mendorong katekisan termasuk warga sidi jemaat untuk memiliki sikap hidup yang mencerminkan teladan Yesus kepada diri sendiri dan sesama, sebab katekisan dan warga sidi jemaat menghayati melalui penjelasan materi katekisasi bahwa seluruh ciptaan berharga bagi Allah. Selain itu, proses katekisasi yang terstruktur dan dialogis tidak hanya memberikan pengajaran doktrinal, tetapi juga mengedepankan interaksi kolaboratif yang memungkinkan katekisan aktif mengeksplorasi dan mengerti materi yang diajarkan, sehingga katekisasi lebih dari sekedar sarana pembelajaran secara kognitif yang menyasar kepemilikan pengetahuan, tetapi juga menjadi proses pembelajaran yang menolong para katekisan menghayati dan mewujudkan pemahaman iman Kristen sebagaimana teruraikan dalam pemahaman iman GPIB di tengah kehidupan nyata. Dengan demikian, katekisasi menjadi sarana strategis dalam membentuk individu yang berintegritas sesuai nilai-nilai Iman Kristen

    Pengaruh Media Puppy Mobile Terhadap Pemahaman Konsep Siswa Olimpiade SMP di Salatiga Pada Teorema Pythagoras

    Get PDF
    Pengkonstruksian konsep merupakan hal penting untuk mencapai pemahaman konsep yang lebih utuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya dampak yang signifikan dari penggunaan media pembelajaran digital berbasis konstruktivis yaitu Puppy Mobile terhadap pemahaman konsep siswa olimpiade SMP di Salatiga akan Teorema Pythagoras. Penelitian eksperimen ini menggunakan desain one-group pretest-posttest design. Pemahaman konsep diukur dengan metode tes. Instrumen berupa 7 soal yang disusun atas 3 indikator pemahaman konsep. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji Wilcoxon untuk masing-masing indikator dan uji Paired T-test untuk pemahaman konsep secara keseluruhan. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan pemahaman konsep yang signifikan dengan posttest lebih baik daripada pretest baik untuk masing-masing indikator maupun secara keseluruhan. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa penggunaan media pembelajaran Puppy Mobile memberikan dampak positif yang signifikan terhadap pemahaman konsep siswa olimpiade SMP di Salatiga pada materi Teorema Pythagoras. Berdasarkan simpulan tersebut maka disarankan bagi guru untuk dapat menggunakan media Puppy Mobile sebagai media dalam menstimulus siswa membangun konsep Teorema Pythagoras

    Relevansi Dukungan Sosial terhadap Koping Strategi Religius dan Kebermaknaan Hidup: Studi Kasus pada Remaja Disabilitas Fisik di Kefamenanu

    No full text
    Pada umumnya, secara psikososial individu dengan disabilitas fisik menunjukan sikap rendah diri, cemas, agresif, merasa tidak pantas, merasa bersalah, karena gambaran tubuh yang dimilikinya. Oleh karena itu, dukungan sosial dapat meningkatkan cara individu dalam menghadapi suatu persoalan dan berkurangnya stress melalui perhatian yang diperoleh. Demikian pula dengan penggunaan strategi koping yang dipengaruhi oleh dukungan sosial bagi individu. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis relevansi dukungan sosial terhadap pemilihan koping strategi religius dalam mencapai kebermaknaan hidup remaja dengan disabilitas fisik. Wawancara mendalam dilakukan terhadap tiga partisipan dan anggota keluarga yang direkrut melalui teknik purposive sampling dimana peneliti melakukan pengumpulan data dengan metode menentukan responden yang sesuai dengan tujuan penelitian. Penelitian ini menunjukan bahwa dukungan sosial dan penggunaan strategi koping religius memiliki dampak positif pada kepercayaan diri partisipan dan memiliki relevansi terhadap kebermaknaan dimana terjadi penerimaan diri. Selain mendapatkan dukungan sosial, memiliki penghayatan dan penerapan religiusitas menjadi faktor yang dapat berpengaruh pada makna hidup partisipan. Dengan demikian, semakin tinggi tingkat dukungan sosial yang diperoleh semakin tinggi pula makna hidup remaja. Begitu pula dengan semakin tinggi pemahaman atau nilai keyakinan terhadap religiusitas, maka akan berpengaruh pada partisipan yakni semakin tinggi makna hidup yang dimiliki

    Analisis Penerimaan Pengguna E-SinaARE Berdasarkan Model UTAUT

    Get PDF
    E-SinaARE adalah aplikasi yang digunakan untuk menyampaikan aspirasi kepada anggota atau pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah serta meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam dalam proses pengambilan keputusan di Kabupaten Bengkayang. Tingkat keterlibatan masyarakat dalam menggunakan aplikasi ini masih rendah, yang mengindikasikan adanya hambatan dalam penerimaan teknologi ini di sana. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor penerimaan pengguna E-SinaARE berdasarkan model Unified Theory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT). Pemilihan sampel menggunakan teknik snowball sampling karena data pengguna E-SinaARE tidak diketahui. Total responden penelitian ini 100 orang. Analisis data menggunakan SEM-PLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa performance expectancy dan effort expectancy tidak berpengaruh terhadap behavioral intention pengguna E-SinaARE, sementara social influence dan facilitating conditions terbukti berpengaruh positif terhadap behavioral intention. Korelasi positif social influence dan facilitating conditions terhadap behavioral intention penguna E-SinaARE, berarti semakin kuat dukungan sosial dan semakin memadai kondisi pendukung, semakin besar niat untuk menggunakan E-SinaARE. Oleh sebab itu, pemerintah Kabupaten Bengkayang, perlu lebih fokus pada peningkatan dukungan sosial dan penyediaan kondisi yang memadai untuk penggunaan E-SinaARE, seperti menggiatkan kegiatan sosialisasi dan pelatihan, serta kampanye tentang pentingnya menggunakan aplikasi ini dan manfaatnya bagi masyarakat, agar partisipasi masyarakat dalam menggunakan E-SinaARE meningkat

    Designing a Visual Novel Game as a Media for Introducing Body Positivity to Adolescent Girls

    No full text
    Citra tubuh merupakan cara pandang seseorang terhadap tubuhnya, meliputi persepsi diri dan penilaian orang lain terhadap bentuk dan ukuran tubuh. Ketika masa pubertas, remaja, khususnya perempuan mulai mengalami perubahan hormon dan tubuh yang membuatnya terlalu peduli dengan kritik mengenai penampilan fisik. Selain itu dengan adanya standar kecantikan yang beredar di umum, tak jarang perempuan mendapatkan perlakuan body shaming dari orang sekitarnya, hal ini mempengaruhi apakah remaja akan memiliki citra tubuh positif atau negatif. Untuk mengedukasi remaja perempuan, body positivity termasuk salah satu gerakan penerimaan diri, namun gerakan ini lebih sering dikenalkan secara verbal oleh seorang influencer di Indonesia. Penelitian ini membahas tentang pentingnya gerakan body positivity untuk diterapakan kepada remaja perempuan melalui media visual novel. Tujuan dari penelitian ini adalah merancang game visual novel sebagai sarana edukasi mengenai body positivity dengan interaktif. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan mix method dan Linear Strategy.Body image is the way a person perceives their body, including self-perception and others' judgment of body shape and size. During puberty, adolescent girls begin to experience hormonal and body changes that make them overly concerned with criticism about physical appearance. In addition, with publicized beauty standards, it is common for girls to be body shamed by those around them, which affects whether they will have positive or negative body image. To educate adolescent girls, body positivity is one of self-acceptance movements, but this movement often introduced verbally by an influencer in Indonesia. This research discusses the importance of body positivity movement to be applied to adolescent girls through visual novel media. The purpose of this research is to design a visual novel game as a means of education about body positivity interactively. The research method used is descriptive with a mix method approach and Linear Strategy

    Evaluasi Pengimplementasian Program P5 Pada Fase B di SD Negeri Salatiga 03 Menggunakan Discrepancy Evaluation Model

    Get PDF
    Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) merupakan bagian dari penerapan Kurikulum Merdeka yang bertujuan untuk menanamkan karakter siswa sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi pengimplementasian P5 pada Fase B di SD Negeri Salatiga 03 menggunakan model Discrepancy Evaluation Model (DEM). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan teknik analisis diskriptif persentase. Pengumpulan data dilakukan menggunakan angket sebagai metode utama. Teknik wawancara dan observarsi digunakan sebagai crosscheck jika diperlukan dan terdapat keraguan terhadap data yang telah dikumpulkan. Penelitian ini melibatkan subjek meliputi kepala sekolah, guru serta peserta didik kelas IV A dan IV B SD Negeri Salatiga 03, dengan totoal 56 orang. Hasil penelitian membuktikan bahwa program P5 telah diimplementasikan dengan optimal. Aspek desain, instalasi, proses dan produk hasil program dinilai sangat baik dan dinyatakan hampir tidak ada kesenjangan. Hal tersebut ditunjukkan dalam persentase kesenjangan pada aspek desain dengan persentase 0%, aspek instalasi 0,02%, aspek proses 0,02% dan aspek produk 0,01%.Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) is part of the implementation of the Merdeka Curriculum which aims to student character in accordance with the Pancasila values. This study aims to evaluate the implementation of P5 in Phase B at Salatiga 03 State Elementary Schol using the Discrepancy Evaluation Model (DEM). The method used in this research is quantitative with a percentage descriptive analysis technique. Data collection was conducted using questionnaires as the primary method. Interview and observation techniques were used as a cross-check if needed and if there were doubts about the collected data. This study involved subjects including the principal, teachers and students of class IV A and IV B of SD Negeri Salatiga 03, with a total of 56 participants. The results prove that the P5 program has been optimally implemented. The design, installation, process and product aspects of the program are rated as excellent and stated that there were almost no gaps. This is shown in the percentage of gaps in the design aspect with a percentage of 0%, the installation aspect of 0.02%, the process aspect of 0.02% and the product aspect of 0.01%

    Analisis Sistem Pengendalian Internal Atas Penerimaan Kas Pada RSUD Manokwari

    Get PDF
    This research aims to analyze the internal control system (ICS) of cash receipts at RSUD Manokwari and its impact on the efficiency of financial management, with a primary focus on the identification of fraud risks. This research uses a qualitative descriptive method, comparing data from interviews, observations, and documentation with the effective ICS concept according to COSO. The current cash receipt method applied at RSUD Manokwari still relies on manual processes, especially through the use of the General Cash Book (BKU) and Deposit Certificate (STS). The research results indicate that the internal control system (ICS) for cash receipts at RSUD Manokwari has not fully met the effective ICS criteria, thereby potentially posing fraud risks and cash management inefficiencies.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sistem pengendalian internal (SPI) penerimaan kas di RSUD Manokwari dan dampaknya terhadap efisiensi pengelolaan keuangan, dengan fokus utama pada identifikasi risiko kecurangan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, membandingkan data dari wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan konsep SPI efektif menurut COSO. Metode penerimaan kas yang diterapkan saat ini di RSUD Manokwari masih mengandalkan proses manual, terutama melalui penggunaan Buku Kas Umum (BKU) dan Surat Tanda Setor (STS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pengendalian internal (SPI) atas penerimaan kas di RSUD Manokwari belum sepenuhnya memenuhi kriteria SPI yang efektif, sehingga berpotensi menimbulkan risiko kecurangan dan inefisiensi pengelolaan kas

    12,514

    full texts

    14,518

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Institutional Repository of Satya Wacana Christian University is based in Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇