Multi hosted jurnal Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
Not a member yet
5481 research outputs found
Sort by
PELATIHAN PEMANFAATAN SMARTBOARD SEBAGAI MEDIA INTERAKTIF PEMBELAJARAN BAGI GURU SMK DHARMA WANITA GRESIK
Perkembangan teknologi digital menuntut guru mampu mengintegrasikan perangkat pembelajaran berbasis teknologi guna menciptakan pembelajaran yang interaktif dan bermakna, salah satunya melalui smartboard. Namun, pemanfaatan smartboard di sekolah kejuruan masih belum optimal karena keterbatasan kompetensi pedagogik-digital guru. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan guru dalam memanfaatkan smartboard sebagai media interaktif pembelajaran di SMK Dharma Wanita Gresik. 24 guru terlibat dalam kegiatan pelatihan dan pendampingan yang dilaksanakan dalam lima kali pertemuan selama satu bulan. Kegiatan meliputi (1) orientasi dan asesmen kebutuhan, (2) pengenalan dan praktik dasar penggunaan smartboard, (3) perancangan modul ajar berbasis smartboard, (4) pengembangan media dan LKPD interaktif, dan (5) microteaching dan refleksi. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test, observasi proses, penilaian produk pembelajaran, penilaian microteaching, serta angket kepuasan peserta. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan signifikan kompetensi guru dalam pemanfaatan smartboard. Rata-rata skor post-test meningkat dibandingkan pre-test, yang menandakan peningkatan pemahaman konseptual dan keterampilan teknis guru. Selain itu, seluruh peserta berhasil menghasilkan modul ajar, media pembelajaran, dan LKPD interaktif berbasis smartboard yang layak diimplementasikan di kelas. Hasil microteaching juga menunjukkan bahwa guru mulai mampu memanfaatkan smartboard sebagai sarana interaksi aktif dengan siswa, bukan sekadar alat presentasi. Dapat disimpulkan bahwa pelatihan pemanfaatan smartboard ini efektif dalam meningkatkan kompetensi pedagogik-digital guru serta mendorong penerapan pembelajaran yang lebih interaktif dan kontekstual di SMK. Kegiatan ini diharapkan memberikan kontribusi berkelanjutan terhadap peningkatan kualitas pembelajaran sejalan dengan tuntutan transformasi digital pendidikan
PENINGKATAN HASIL BELAJAR BAHASA INDONESIA MENGGUNAKAN MODEL INQUIRY BASED LEARNING (IBL) BERBASIS TPACK PADA SISWA KELAS V-B UPT SD NEGERI 05 PASAR MUARA LABUH KECAMATAN SUNGAI PAGU KABUPATEN SOLOK SELATAN”
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar Bahasa Indonesia siswa kelas V-B UPT SD Negeri 05 Pasar Muara Labuh. Rendahnya hasil belajar tersebut disebabkan oleh beberapa faktor. Salah satunya, yakni kurangnya motivasi siswa dalam belajar. Solusi dari pemecahan masalah tersebut adalah penggunaan model Inquiry Based Learning (IBL) Berbasis TPACK dalam proses pembelajaran Bahasa Indonesia. Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan peningkatan proses pembelajaran dan hasil belajar Bahasa Indonesia siswa. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek penelitian ini siswa kelas V-B UPT SD Negeri 05 Pasar Muara Labuh. Kecamatan Sungai Pagu Kabupaten Solok Selatan pada semester I tahun ajaran 2025/2026. Penelitian dilakukan selama kurang lebih satu bulan sebanyak dua siklus, masing-masing siklus terdiri dari dua pertemuan. Hasil penelitian siklus I persentase ketuntasan hasil belajar siswa, yaitu 75,86% meningkat pada siklus II menjadi 86,21%. Aktivitas guru persentase ketuntasan siklus I pertemuan 1, yaitu 82,22% meningkat pada pertemuan 2 menjadi 86,02%. Pada siklus II pertemuan 1 persentase 91,40% meningkat menjadi 95,83% pada siklus II pertemuan 2. Sedangkan aktivitas siswa persentase ketuntasan siklus I pertemuan 1, yaitu 78,89% meningkat pada pertemuan 2 menjadi 82,79%. Pada siklus II pertemuan 1 persentase 93,55% meningkat menjadi 96,87% pada siklus II pertemuan 2. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa model Inquiry Based Learning (IBL) Berbasis TPACK dapat meningkatkan proses dan hasil belajar pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas V-B UPT SD Negeri 05 Pasar Muara Labuh Kecamatan Sungai Pagu Kabupaten Solok Selatan.This research is motivated by the low learning outcomes of Indonesian language students of class V-B UPT SD Negeri 05 Pasar Muara Labuh. The low learning outcomes are caused by several factors. One of them is the lack of student motivation in learning. The solution to solving this problem is the use of the TPACK-based Inquiry Based Learning (IBL) model in the Indonesian language learning process. The purpose of this study is to describe the improvement of the learning process and learning outcomes of Indonesian students. This type of research is Classroom Action Research (CAR). The subjects of this study were students of class V-B UPT SD Negeri 05 Pasar Muara Labuh. Sungai Pagu District, South Solok Regency in the first semester of the 2025/2026 academic year. The research was conducted for approximately one month in two cycles, each cycle consisting of two meetings. The results of the research cycle I percentage of student learning outcomes completion, which is 75.86% increased in cycle II to 86.21%. Teacher activity percentage of completion in cycle I meeting 1, which is 82.22% increased in meeting 2 to 86.02%. In cycle II meeting 1 the percentage of 91.40% increased to 95.83% in cycle II meeting 2. While the percentage of student activity completion in cycle I meeting 1, which was 78.89% increased in meeting 2 to 82.79%. In cycle II meeting 1 the percentage of 93.55% increased to 96.87% in cycle II meeting 2. Based on the results of the study, it can be concluded that the TPACK-based Inquiry Based Learning (IBL) model can improve the process and learning outcomes of Indonesian language learning in class V-B UPT SD Negeri 05 Pasar Muara Labuh, Sungai Pagu District, South Solok Regency.
WORKSHOP DAN PENDAMPINGAN PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BERBASIS DEEP LEARNING BAGI GURU SEKOLAH DASAR
The transformation of 21st-century learning and the implementation of the Merdeka Curriculum require elementary school teachers to design learning experiences that are oriented toward deep, reflective, and meaningful understanding. However, many teachers still face limitations in developing instructional materials that systematically and contextually integrate Deep Learning principles. This community service program aimed to enhance elementary school teachers’ competencies in developing Deep Learning–based instructional materials through workshops and sustained mentoring. The program was conducted from November to December 2025 and involved 13 elementary school teachers from several public schools inKutorejo District, Mojokerto Regency.
reinforcement workshops, mentoring in instructional material development through small- group guidance and individual consultations, as well as formative feedback and iterative revisions. The results indicated improvements in teachers’ understanding and skills in developing Deep Learning–based instructional materials that incorporate clear learning objectives, meaningful learning activities, reflective prompts, and authentic assessments. In addition to producing feasible and classroom-ready instructional materials, the mentoring activities also contributed to increased teachers’ confidence, independence, and pedagogical awareness in designing learning experiences focused on students’ deep understanding. Therefore, this program demonstrates that a workshop model combined with sustained mentoring is effective in strengthening elementary school teachers’ capacity as innovative and sustainable designers of Deep Learning–based instruction.Transformasi pembelajaran abad ke-21 dan implementasi Kurikulum Merdeka menuntut guru sekolah dasar untuk mampu merancang pembelajaran yang berorientasi pada pemahaman mendalam, reflektif, dan bermakna. Namun, masih banyak guru yang mengalami keterbatasan dalam mengembangkan bahan ajar yang mengintegrasikan prinsip Deep Learning secara sistematis dan kontekstual. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru sekolah dasar dalam mengembangkan bahan ajar berbasis Deep Learning melalui kegiatan workshop dan pendampingan berkelanjutan. Kegiatan dilaksanakan pada bulan November–Desember 2025 dengan melibatkan 13 guru sekolah dasar dari beberapa SD Negeri di Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto. Metode pelaksanaan meliputi workshop penguatan konseptual, pendampingan pengembangan bahan ajar melalui bimbingan kelompok kecil dan konsultasi individu, serta pemberian umpan balik dan revisi bertahap. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan guru dalam mengembangkan bahan ajar berbasis Deep Learning yang memuat tujuan pembelajaran, aktivitas bermakna, pemantik refleksi, dan asesmen autentik. Selain menghasilkan produk bahan ajar yang layak dan siap digunakan di kelas, kegiatan pendampingan juga berdampak pada peningkatan kepercayaan diri, kemandirian, dan kesadaran pedagogis guru dalam merancang pembelajaran yang berorientasi pada pemahaman mendalam siswa. Dengan demikian, kegiatan ini menegaskan bahwa model workshop yang dipadukan dengan pendampingan berkelanjutan efektif dalam memperkuat kapasitas guru sekolah dasar sebagai perancang pembelajaran berbasis Deep Learning yang inovatif dan berkelanjutan
Productivity Improvement Knuckle Steering Production Line through the Objective Matrix (OMAX) Method
In the face of market dynamics and increasing demand, the company needs to optimise productivity in every production line, including the knuckle steering item line. This study aims to measure and evaluate productivity using the Objective Matrix (OMAX) method, which integrates several key performance ratios. The analysis results showed that the highest productivity occurred in March 2024 (517.2), while the lowest was in September 2024 (23.6). The lowest ratio was production achievement to machine capacity, contributing only 27 out of a total score of 131. The low productivity is due to the lack of operator competence, suboptimal machine maintenance, long process duration, and the high amount of defective material from the foundry process. These findings emphasise the importance of comprehensive improvements in human resources, machine maintenance, and raw material quality control to drive sustainable productivity improvements
TRAUMA REMAJA DALAM FILM PENGEPUNGAN DI BUKIT DURI: TEORI PSIKOLOGI INDIVIDUAL ALFRED ADLER
Representasi trauma psikologis pada tokoh remaja dalam film Pengepungan di Bukit Duri dikaji melalui perspektif psikologi individual Alfred Adler. Penelitian bertujuan mengungkap pengaruh pengalaman traumatis terhadap dinamika kepribadian remaja, meliputi perasaan inferioritas, mekanisme kompensasi, tujuan fiksional, gaya hidup, serta dorongan menuju superioritas. Pendekatan kualitatif digunakan dengan metode analisis teks film terhadap alur cerita, dialog, visualisasi adegan, serta relasi antartokoh. Hasil kajian menunjukkan bahwa trauma menjadi faktor utama pembentukan kepribadian tokoh, memicu inferioritas yang direspons melalui kompensasi perilaku. Trauma tidak hanya berfungsi sebagai sumber konflik, tetapi juga sebagai pemicu transformasi dan upaya pemulihan diri
KEGELISAHAN KULTURAL KOTA SURABAYA DALAM PUISI
Kota Surabaya terus berkembang dari waktu ke waktu. Jumlah penduduk, pembagian wilayah, juga tempat-tempat untuk hunian dan usaha semakin meningkat. Permasalahan yang dihadapi Kota Surabaya pun semakin kompleks. Para penyair, baik sebagai warga kota maupun bukan, ikut mengamati dan merasakan berbagai problem kultural. Kesaksian sosial itulah yang menjadikan banyak penyair, baik secara personal maupun bersama, menerbitkan buku kumpulan puisi terkait problem di Kota Surabaya. Problem-problem kemasyarakatan tersebut mengarah pada kegelisahan kultural. Problem di Kota Surabaya dipandang dari sisi ketimpang sosial, ibarat potret dengan warna buram, terjadi kegelisahan pada masyarakat kecil, arus kapitalisme yang mengikis segi-segi kultural, hunian, lingkungan alam, serta spiritual.
IMPLEMENTASI WORKSHEET CODING UNPLUGGED DALAM MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH ANAK USIA 5-6 TAHUN: IMPLEMENTATION OF UNPLUGGED CODING WORKSHEET TO DEVELOP PROBLEM-SOLVING ABILITIES OF 5-6 YEAR-OLD CHILDREN
Problem-solving is a fundamental 21st-century skill that needs to be fostered from an early age. This descriptive qualitative study aims to describe the application of unplugged coding worksheets as a medium for stimulating problem-solving skills in children aged 5-6 years at PAUD Aksarosa Mulya Lestari. Data collection was conducted through participant observation and interviews, then analyzed qualitatively through the stages of data cleaning, transcribing, coding and categorizing, and interpreting. The research findings revealed that the application of unplugged coding worksheets successfully stimulated children in identifying problems, finding various alternative solutions, predicting potential obstacles, determining the best solution, and evaluating the chosen solution. In addition, this medium was also proven to be able to arouse children\u27s interest and enthusiasm in participating in learning activities.Kemampuan pemecahan masalah merupakan keterampilan mendasar abad ke-21 yang perlu distimulasi sejak usia dini. Penelitian kualitatif deskriptif ini bertujuan untuk menggambarkan penerapan worksheet coding unplugged sebagai media stimulasi kemampuan pemecahan masalah pada anak usia 5-6 tahun di PAUD Aksarosa Mulya Lestari. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif dan wawancara, kemudian dianalisis secara kualitatif melalui tahapan data cleaning, transcribing, coding and categorizing, serta interpreting. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa penerapan worksheet coding unplugged berhasil menstimulasi anak dalam mengidentifikasi permasalahan, menemukan berbagai alternatif solusi, memprediksi kemungkinan hambatan, menentukan solusi terbaik, serta mengevaluasi solusi yang telah dipilih. Di samping itu, media ini juga terbukti mampu membangkitkan minat dan antusias anak dalam mengikuti kegiatan pembelajaran
Application of The Analytic Hierarchy Process (AHP) in Strategic Factory Selection for Putra Madura Sejati Cigarette Company in Pamekasan
The tobacco industry in Indonesia is developing rapidly. Indonesia itself is the fifth largest tobacco producing country. Cigarettes are one of the sectors that contribute the most to excise and foreign exchange revenues for the country. With the rapid growth of the cigarette industry, producers must design good strategies to continue to compete and develop in this cigarette industry, one of which is finding a strategic factory location for consumer satisfaction. The purpose of this study is to find the best location for the PR Putra Madura Sejati cigarette factory based on the criteria of accessibility, environment, workforce, market, and traffic. And the alternative locations that will be selected in this research are located in Pamekasan district, namely on Blumbungan Street, Bangunran Street, Larangan Street, and Pademawu Street. The method used this time is the Analytical Hierarchy Process (AHP). Based on the results of the pairwise comparison between the criteria, this time it shows that the accessibility criterion has a value of 0.09, the environment has a value of 0.23, the workforce has a value of 0.47, the market has a value of 0.05, and traffic has a value of 0.16. then the results of the pairwise comparison between the accessibility criteria with all alternatives obtained the nyalaran road alternative has the highest value with 0.59, environmental criteria with the alternative namely nyalaran road highest with 0.53, workforce criteria with the alternative namely blumbungan road highest with 0.49, market criteria with the alternative namely pademawu road with 0.49, and traffic criteria with the alternative namely nyalaran road with 0.52. The final result of the pairwise comparison between all alternatives and all criteria shows that Jalan nyalaran is the best location to be selected with a value of 41.6. The author advises PR Putra Madura Sejati to continue implementing strategies by getting closer to the market and selecting skilled workers so that the quality of the cigarettes created will be better and can provide satisfaction to consumers
Boosting EFL Public Speaking: How Preparedness and Self-Confidence Impact Willingness to Communicate
This study investigates the impact of preparedness, self-confidence, and willingness to communicate (WTC) on public speaking among 52 first-semester EFL students at STAKatN Pontianak. Utilizing a correlational design, the results indicate that both preparedness and self-confidence significantly drove WTC. Specifically, preparedness—encompassing communicative competence and affective readiness—enables oral production through situational preparedness, while self-confidence reduces anxiety and enhances perceived ability across classroom and digital settings. Together, these factors create a reciprocal cycle: they diminish avoidance behaviors and foster positive emotional states like grit, leading to long-term fluency gains. Practically, these findings suggest that educators should prioritize "psychological scaffolding"—such as pre-task planning and anxiety-reduction activities—to boost students\u27 vocal participation. However, the study is limited by its small, localized sample size and its reliance on self-reported data, which may not fully capture spontaneous speaking behavior outside the classroom. Future research should incorporate longitudinal observations to determine if these psychological traits consistently translate into sustained proficiency in professional, non-academic environments
Pengembangan Karakter Melalui Pendidikan Jasmani bagi Mahasiswa UPI
Pendidikan Indonesia (UPI) melalui pendidikan jasmani. Fokus penelitian diarahkan pada bagaimana aktivitas pembelajaran jasmani mampu menginternalisasikan nilai-nilai positif yang berperan dalam pembentukan kepribadian mahasiswa. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan penyebaran kuesioner skala Likert kepada mahasiswa UPI sebagai responden utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan jasmani memberikan kontribusi signifikan terhadap pengembangan karakter mahasiswa, khususnya dalam penguatan nilai-nilai disiplin, tanggung jawab, sportivitas, fair play, kerja sama, kemandirian, empati, dan kepemimpinan. Interaksi sosial dalam aktivitas olahraga serta pengalaman belajar berbasis praktik menjadi faktor penting yang mendorong internalisasi nilai-nilai tersebut. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa pendidikan jasmani memiliki peran strategis dalam membentuk karakter mahasiswa UPI. Implementasi pembelajaran yang terarah dan berorientasi pada nilai terbukti mampu memperkuat kualitas karakter mahasiswa secara berkelanjutan.
Kata kunci: mahasiswa, nilai-nilai karakter, Pendidikan jasmani, pengembangan karakter