Rumah Jurnal STAIN Majene
Not a member yet
495 research outputs found
Sort by
LAKNAT DALAM AL-QURAN : (Sebuah Kajian Tematik)
Tulisan ini menelusiri bagaimana pengungkapan kata laknat dalam al-Qur’an melalui metode penafsiran tematik. Berdasarkan hasil akhirnya menunjukkan bahwa, pada hakikatnya laknat berarti menjauhkan dan mengusir, yakni orang-orang yang dilaknat Allah swt. akan dijauhkan dari segala kebaikan dan rahmat-Nya (kalau dari Allah sebagai subjek). Sedangkan kalau dari ciptaan dalam hal ini manusia, laknat berarti cacian, makian (sikap) dan kata-kata atau do’a yang dapat mengakibatkan kesusahan, bencana terhadap orang lain. Selanjutnya bentuk-bentuk pengungkapan kata-kata laknat dalam al-Qur’an terungkap sebanyak 41 kali dalam berbagai derivasinya dan faktor-faktor terjadinya laknat diantaranya adalah karena kesombongan, kekufuran, kemunafikan, kezaliman, keretakan hubungan, fitnah dan kedengkian
Applying Two Stay Two Stray (TSTS) Techniques by Using Picture Series to Improve Students’ Speaking Skill
The purpose of this research was positively to find out whether applying two stay two straytechniques by using picture series to improve students’ speaking skill at the second grade in MAN 2Parepare. The results of this research give contribution for both the teachers and students. Theteacher will be conscious that it is important to apply the technique in teaching. The students canenjoy the lesson so they can be easier to express their ideas and also confidence to speak by usingthe gesture. The subject of this research is XI MIA 1 class which is consisted of 27 students. Thesample was taken by using purposive sampling. The design in this research was pre-experimental with pre-test and post-test design. The student did the pre-test, got the treatment and did the posttest. It aimed to know whether applying two stay two stray techniques by using picture series canimprove students’ speaking skill. The result in this research was indicated that the improvement of thestudents’ speaking skill. It was indicated by the students’ mean score of post-test (72.26) was greaterthan pre-test (44.46). Even, for the level significant (p) 5% and df = 26, and the value of table is1.706, while the value of t-test is 18.34. It means that the t-test value is greater than t-table). Thus, it can be concluded that the students’ speaking skill is significantly better after gettingthe treatment. So, the null hypothesis (H0) is rejected and the alternative hypothesis (Ha) is accepted
Istilah Al-Fi’il Al-Daim dan Penggunaannya di Dalam Aliran Nahwu Kufah
Penggunaan istilah-istilahdi dalam ilmu nahwu merupakan salah satu hal yang menjadi perbedaan antara aliran Basrah dan aliran Kufah, tidak sedikit membahas salah satu istilah yang disandarkan kepada aliran Kufah yang namanya berbeda dengan apa yang digunakan di dalam aliran Basrah yaitu istilah dari istilah yang ditetapkan oleh ulama-ulama Basrah berbeda dengan apa yang digunakan oleh ulama-ulama Kufah. Dan Tulisan ini akan al-fi’il al-daim, dan bagaimana penggunaannya di dalam aliran Kufah
MEMBANGUN HUBUNGAN ANTARA UMMAT DAN KEKUASAAN: KONSEP NEGARA DALAM PIAGAM MADINAH
Term ummat adalah isu yang sangat relevan untuk dikaji dalam menjawab berbagai fenomena bernegara, karena ia mendeskripsikan tentang persfektif dien Islam atas konsep berwarga negara dalam pemerintahan dan kekuasaan. Diskursus tentang usaha dalam membangun hubunganyang dinamis antaraummat dan kekuasaan di era modern saat ini senantiasa menemukan jalan yang terjal nan berliku. Perbedaan haluan dan cara pandang (worldview) dalam komponen-komponen di antara keduanya terkadang menjadi dinding pemisah yang tak berpangkal dan senantiasa dibenturkan antara satu sama lain. Hadirnya berbagai macam format kekuasaan dan bagaimana pemerintahan itu diatur namun tidak hadir sebagai representasi kepentingan masyarakat bisa dipastikan eksistensinya akan senantiasa berbenturan dengan komunitas masyarakat yang dibawahinya, akan timbul sikap pro dan kontra, antara pendukung dan opisisi terhadap kekuasaan yang berlaku. Konsep tentang hubungan antar masyarakat yang secara sederhana disebut ummat, dengan pemangku kebijakan dan kekuasan telah dirumuskan secara sistematis dalam goresan emas sejarah Islam pada sebuah dokumen kontstruktif terhadap landasan dasar roda pemerintahan yaitu Piagam Madinah. Gagasan-gagasan didalamnya berisi pemikiran yang telah melampaui jamannya, dimana tersusun didalamnya langkah-langkah strategis yang mengakomodir dan menjawab tantangan terhadap Nabi Muhammad Saw dalam membentuk system pemerintahan dan kewarganegaraan yang modern, di tengah masyarakat Madinah yang sangat kompleks dan plural. Melihat fenomena tersebut diatas, maka penulis mencoba menggali nilai-nilai yang terkandung dalam Piagam Madinah, dalam usaha membangun hubungan antara ummat dan kekuasaan dalam konsep bernegara
MENCINTAI RASULULLAH SAW. DALAM PERSFEKTIF HADIS
Tidaklah salah seorang dari kalian beriman hingga aku lebih dia cintai daripada anaknya, orang tuanya dan manusia semuanya. Demikian bunyi hadis Nabi yang terekam dalam kitab Ibn Majah pada bab fi al-Iman. Namun dalam memahami hadis dibutuhkan penelitian yang mendalam sebab hadis tidak sekuat Alquran yang telah memproklamirkan dirinya sebagai kitab yang kebenarannya la raiba fih. Dari permasalahan tersebut penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kualitas dan kandungan hadis yang diriwatkan oleh Ibn Majah di atas. Dalam mengumpulkan data ditempuh dengan menggunakan metode takhrij al-hadis yang diolah melalui kritik sanad dan matan. Adapun pendekatan yang digunakan bersifat holistik dan multidisipliner. Sedangkan teknik interpretasinya meliputi tekstual dan kontekstual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hadis tersebut berjumlah 13 riwayat yang tertuang dalam beberapa kitab yaitu; sahih al-Bukhari, sahih al-Muslim, aunan al-Nasai, sunan ibn Majah, sunan Ahmad ibn Hanbal, dan sunan al-Darimi. Dari 13 riwayat tersebut peneliti melakukan kritik terhadap hadis yang diriwayatkan oleh Ibn Majah dari jalur Anas ibn Malik yang berstatus sahih