OJS UNPATTI Publication Center (Universitas Pattimura)
Not a member yet
9555 research outputs found
Sort by
ANALISIS FAKTOR PROMOSI DAN KUALITAS PRODUK TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN COKELAT SULAMINA DI KABUPATEN KEPULAUAN SULA MALUKU UTARA
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dampak Faktor Promosi dan Kualitas Produk terhadap Keputusan Pembelian Coklat SulaMina di Kabupaten Kepulauan Sula Maluku Utara, baik secara terpisah maupun bersamaan. Penelitian ini difokuskan pada mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pattimura Ambon, dengan sampel penelitian sebanyak 40 responden. Penelitian ini menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpul data dan analisis regresi linier berganda serta uji hipotesis untuk mengetahui pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen, setelah terlebih dahulu melakukan uji instrumen untuk memastikan validitas dan reliabilitas data. Penelitian ini menemukan bahwa hasil analisis regresi linier berganda dan uji t menunjukkan bahwa Faktor Promosi tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap Keputusan Pembelian, karena nilai Sig. 0,733 > 0,05 dan t hitung 1,121 < t tabel 1,68385. Sebaliknya, Kualitas Produk memiliki pengaruh signifikan terhadap Keputusan Pembelian, karena nilai Sig. 0,004 < 0,05 dan t hitung 3,067 > t tabel 1,68385. Hasil ini menunjukkan bahwa Kualitas Produk merupakan faktor yang lebih penting dalam mempengaruhi Keputusan Pembelian dibandingkan dengan Faktor Promosi. Hasil analisis menunjukkan bahwa Kualitas Produk merupakan faktor kunci dalam meningkatkan Keputusan Pembelian Coklat SulaMina di Kabupaten Kepulauan Sula Maluku Utara. Temuan ini dapat menjadi acuan bagi perusahaan untuk meningkatkan kualitas produk dan strategi pemasarannya. 
UPAYA PEMBAHARUAN PENDIDIKAN IPS DI INDONESIA
Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk memberikan pemahaman lebih lanjut untuk dilakukan upayah pembaharuan pendidikan IPS di Indonesia. Ini didasarkan karena pendidikan IPS di Indonesia sebagai mata pelajaran, dalam berbagai pandangan dianggap tidak penting, tidak menarik, kaku, membosankan, tidak menantang dan berbagai pandangan negatif lainnya. Perspektif buruk terkait pendidikan IPS di Indonesia ini, diakibat karena dalam proses pembelajaran IPS di sekolah tidak sepenuhnya dijalankan sesuai tujuan sebenarnya pendidikan IPS. Tujuan ini tidak diimplementasikan dalam proses pembelajaran pendidikan IPS di Indonesia, sehingga pandangan negatif tentang pendidikan IPS terus ada di kalangan siswa maupun masyarakat dan akhirnya timbul pengakuan akan tidak pentingnya mata pelajaran IPS dan siswa kurang minat dalam belajar pendidikan IPS di Indonesia. Guru yang dalam pemberian pembelajaran pendidikan IPS memiliki peranan paling utama dalam pembuatan dan penentuan metode pembelajaran, desain- desain pembelajaran yang menarik, dan antuasiasme yang tinggi untuk proses pembelajaran pendidikan IPS di Indonesia haruslah memberikan pemahaman yang tepat sesuai tujuan pendidikan IPS dan bukan hanya menunaikan kewajiban belaka, akan membuat citra pendidikan IPS menjadi baik dan dapat membuat upaya bagi pembaharuan pendidikan IPS di Indonesia. Dengan pembuatan penulisan artikel ini, diharapkan memberikan kontribusi untuk upaya pembaharuan pendidikan IPS di Indonesia dan membuat kesadaran bagi guru, siswa dan masyarakat Indonesia akan pentingnya Pendidikan IPS bagi kehidupan sosial masyarakat
Application Biofloqua Technology as a Solution to Increase the Survival of Snakehead Fish (Chana striata) in the Cirebon Region
The application of biofloc-aquaponics (biofloqua) in snakehead fish (Chana striata) cultivation is the right solution to increase production and meet high market demand in the Cirebon area. The method used in the preparation of this article is a literature study from various national and international reputable journals. The application of biofloc-aquaponics technology (biofloqua) can be done by making circular planting ponds accompanied by ropes and wires attached to the top of the pond to bind the charcoal and water spinach, winds are made in each pond with 5 additional points of molasses and probiotic swamps as starters. Snakehead fish (Chana striata) was stocked and adjusted, then given three times a day commercial feeding and protein diet. The kale seeds were sown on rockwool substrate in a damp room without sunlight and after roots and a few leaves appeared on the rockwool substrate, they were planted in aquaponic containers. The application of technology Biofloc-aquaponics (biofloqua) can improve the life recovery of snakehead fish (Chana striata). The integration of biofloqua technology can be used as a simple cultivation system in producing fish and vegetables
Bridging the State and Society: Legislative Recess, Public Aspirations, and Institutional Mediation in Subnational Indonesia
This article examines legislative recess practices of Regional People’s Representative Councils (DPRD) as a mechanism mediating state–society relations in subnational Indonesia. It investigates how public aspirations are articulated, filtered, and institutionalized through recess activities, and assesses whether these practices function as substantive democratic mediation or merely symbolic rituals. Drawing on a qualitative case study of the Bali Provincial DPRD, the study employs in-depth interviews with legislators, DPRD Secretariat officials, and community representatives, alongside document analysis of recess reports, meeting records, and regulatory frameworks. Data were analyzed thematically using perspectives from political sociology and governance studies. This article makes three novel contributions. First, it reconceptualizes legislative recess as a form of institutional mediation rather than a procedural extension of legislative representation. Second, it empirically demonstrates the central role of supporting bureaucracies—particularly the DPRD Secretariat—as active mediators shaping the translation of public aspirations into policy outcomes. Third, it advances a relational understanding of subnational democracy by revealing how symbolic representation and material governance processes intersect to reproduce participatory inequalities. The findings show that the effectiveness of recess practices is contingent upon institutional capacity, budgetary constraints, and uneven political literacy. Strengthening mediating institutions and inclusive participation is therefore essential for enhancing democratic governance at the subnational level
Comparing Weighting Schemes in Modeling Child Malnutrition in East Java
Partial Least Squares is increasingly used as an alternative to covariance-based SEM due to its flexibility in handling non-normal data, small sample sizes, and complex models, as well as its ability to operate under different inner weighting schemes. However, empirical studies rarely compare these weighting schemes, even though they may influence measurement validity and structural interpretations. This study applies PLS-SEM using both the path and factor weighting schemes to evaluate their performance in modeling child malnutrition. Child malnutrition remains a major public health concern, as it is driven by the interaction of socioeconomic, food security, parenting, and access to basic services. The study estimates and evaluates measurement and structural models using PLS under path and factor schemes. The findings show that both schemes produce acceptable measurement and structural models, but the path scheme yields more consistent indicator significance and more stable structural relationships, while the factor scheme is more sensitive to weaker indicators, leading to some nonsignificant loadings and paths. The results suggest that although both weighting schemes are suitable for exploratory analysis, the path weighting scheme provides more robust and interpretable results for explaining child malnutrition, highlighting the importance of weighting scheme selection in applied PLS-SEM research
PERAN PENDIDIKAN IPS DAN ILMU SOSIAL DALAM MENGATASI TANTANGAN GLOBAL
Ilmu Pengetahuan Sosial merupakan mata pelajaran yang bertujuan untuk membantu siswa-siswi memahami warga masyarakat dan berkomunikasi secara langsung, dan memberikan siswa-siswi pengetahuan dengan kentrampilan yang dibutuhkan agar menjadi warga negara yang baik, bertanggung jawab, cinta damai dan jujur. IPS juga memiliki tujuan utama yaitu untuk mendukung anak-anak mudah dalam meningkatkan potensi membuat dan mengambil pilihan yang logis bagi kebaikan pribadi dan masyarakat. Materi-materi yang di pelajari pada IPS meliputi ilmu sejarah, ekonomi, geografi, psikologi, antropologi, sosiologi, ilmu hukum, dan ilmu politik yang diajarkan di sekolah dasar dan menengah bahkan juga di perguruan tinggi. Ilmu sosial merupakan ilmu yang mendalami tentang sikap, tingkah laku, dan kegiatan-kegiatan manusia saat berinteraksi dengan orang lain dilingkungan sekitar. Ilmu Pengetahuan sosial dengan ilmu sosial merupakan dua disiplin ilmu yang saling berkaitan. Kedua ilmu ini berhubungan atau membahas tentang kegiatan manusia. Kegiatan yang di lakukan manusia sehari-hari berupa pemeliharaan, perlindungan, konsumsi, transport, estetika, pemerintah, organisasi produksi, pendidikan dan rekreasi. Ilmu pengetahuan sosial dan ilmu sosial sangat penting untuk dipelajari kepada para siswa di setiap jenjang pendidikan karena ilmu pengetahuan sosial dan ilmu sosial mengajarkan siswa tentang bagaimana mereka berpikir kritis, bagaimana mereka membuat keputusan dan mengambil keputusan, bagaimana mereka memiliki sikap yang bertanggung jawab dan jujur dan bagaimana mereka bisa menjadi warga negara yang baik untuk negara dan bangsa ini
ANALISIS PENDAPATAN PENGRAJIN ROTAN UD. MAKALE DI DUSUN WAITATIRI NEGERI SULI KECAMATAN SALAHUTU KABUPATEN MALUKU TENGAH
Sektor Usaha Kecil Mikro dan Menengah (UMKM) diharapkan dapat menjadi alat penggerak untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Salah satu usaha kecil menengah di Kota Ambon yang cukup berkembang yaitu usaha kerajinan rotan oleh pengrajin rotan di Dusun Waitatiri, Negeri Suli. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pendapata usaha kerajinan rotan oleh UD. Makale, di Dusun Waitatiri Negeri Suli. Metode purphosive sampling digunakan untuk menentukan pengambilan sampel dari responden usaha kerajinan rotan sehingga dapat mengukur tingkat pendapatan usaha kerajinan rotan yang sudah berkembang dari kegiatan usaha tersebut. Kerajinan rotan yang memiliki keuntungan hasil produksi tinggi yaitu keranjang vas bunga yang diproduksi per tahun hingga 198 buah dengan harga jual Rp. 75.000 per buah tergantung model dan ukuran dan tirai gorden yang diproduksi 96 buah dengan harga jual Rp.150.000-per buah. Adapun margin keuntungan yang diperoleh untuk 188 produk terjual sebesar Rp. 12.950.000 dengan rasio R/C (Revenue-Cost Rasio) 5,79. Terdapat 8 jenis produk kerajinan yang diproduksi yaitu meja, kursi, keranjang vas bunga, keranjang bayi, keranjang parsel, tikar, hiasan dinding dan tirai gorden. Estimasi setiap 1 biaya yang dikeluarkan menghasilkan 5,79 penerimaan untuk nilai R/C > 1 sehingga usaha ini dinyatakan layak secara ekonomi
ANALISIS KEMAMPUAN LITERASI MATEMATIS SISWA KELAS VII SMP DI KECAMATAN SAPARUA TIMUR PADA MATERI BENTUK ALJABAR
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan kemampuan literasi matematis siswa kelas VII SMP di Kecamatan Saparua Timur pada materi bentuk aljabar. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Sampel dalam penelitian ini yaitu siswa kelas VII SMP di Kecamatan Saparua Timur yang berjumlah 189 orang, yang berasal dari empat sekolah.Data dikumpulkan melalui tes pada materi bentuk aljabar, kemudian dianalisis dengan menggunakan Penilaian acuan Patokan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kemampuan literasi matematis pada materi bentuk aljabar masih tergolomg rendah karena sebanyak 141 orang (74,6%) masih berada pada kategori rendah, sedang 44 orang (23,3%), dan kategori tinggi sebanyak 4 orang (2,1%), hal ini terlihat masih banyak siswa yang belum mampu menyelesaikan soal yang diberikan.Pada penelitian ini indikator kemampuan literasi matematis masih rendah pada indikator matematisasi dan unggul pada indikator menggunakan alat matematika
ANALISIS KESULITAN GURU DALAM MENYUSUN LKPD BERBASIS GAYA BELAJAR SISWA DI SMA LABORATORIUM UNIVERSITAS PATTIMURA
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis Kesulitan guru dalam menyusun LKPD berbasis gaya belajar siswa di SMA Laboratorium Universitas Pattimura. Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah kualitatif dengan menggunakan pendekatan fenomenologi, informan pada penelitian ini adalah para guru di SMA Laboratorium Universitas Pattimura. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ditemukan bahwa terdapat kesulitan yang dialami oleh para guru dalam menyusun LKPD berbasis gaya belajar yaitu kesulitan sumber belajar, kesulitan dalam memilih strategi pembelajaran, dan keterbatasan waktu. Maka dapat ditarik kesimpulan bahwa terdapat kesulitan-kesulitan yang dialami oleh para guru dalam menyusun LKPD berbasis gaya belajar siswa di SMA Laboratorium Universitas Pattimura
DIMENSI DAN STRUKTUR ILMU PENGETAHUAN SOSIAL SEBAGAI LANDASAN PEMBELAJARAN YANG EFEKTIF
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dimensi dan struktur ilmu pengetahuan sosial. dalam penulisan artikel ini metode yang digunakan berupa metode pengumpulan data kepustakaan dengan menbaca dan mencatat serta mengelola data penelitian kemudian menyimpulkan sebagian bahan penelitian. ilmu pengetahuan sosial pada bidang studi yang di landaskan dengan cara berfikir kritis dan kompleks yang melibatkan pemahaman dari sebagian aspek masyarakat. dalam abstrak ini, kami mengeksporasikan dimensi dan struktur ilmu pengetahuan sosial yang menjadi landasan terhadap pembelajaran yang efektif. Dimensi ilmu pengetahuan sosial juga mencangkup empat (4) dimensi yaitu, dimensi pengetahuan, dimensi keterampilan, dimensi nilai dan sikap, dan dimensi tindakan. Sedangkan struktur ilmu pengetahuan sosial mencangkup fakta, konsep, generalisasi, dan teori