Journal Online Kota Madiun
Not a member yet
1179 research outputs found
Sort by
Peningkatan Hasil Belajar Matematika Materi Pengukuran Sudut Menggunakan Pendekatan Saintifik Dengan Metode Pembelajaran Discovery Learning Pada Siswa Kelas V semester II tahun Pelajaran 2021/2022 Di SDN Nailan Kecamatan Slahung
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar matematika pada siswa kelas V SDN Nailan melalui media gambar. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini merupakan penelitian kolaborasi, dimana guru bertindak sebagai observer dan peneliti sebagai pelaksana pembelajaran. Subyek Penelitian Tindakan Kelas ini adalah siswa kelas V SDN Nailan sebanyak 9 siswa. Obyek penelitian ini adalah hasil belajar matematika pada siswa kelas V melalui media gambar. Instrumen pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan tes dalam bentuk uraian (essay) yang dilakukan tiap akhir pertemuan. Teknik analisis data menggunakan persentase siswa yang tuntas belajar. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan media berupa gambar dalam pembelajaran matematika dengan cara guru menempelkan gambar di papan tulis kemudian siswa mendiskusikannya, dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas V SDN Nailan Kabupaten Magelang. Hal tersebut terbukti dengan adanya peningkatan persentase KKM siswa secara klasikal. Pada siklus I persentase KKM siswa secara klasikal sebanyak 55,56% yang berarti terjadi peningkatan sebesar 33,33% dari pra Tindakan pada aspek pengetahuan dan persentase KKM siswa secara klasikal sebanyak 44,44% yang berarti terjadi peningkatan sebesar 22,22% dari pra Tindakan pada aspek keterampilan. Sedangkan pada siklus II persentase KKM siswa secara klasikal yaitu 100% yang berarti terjadi peningkatan sebesar 44,44% dari siklus I pada aspek pengetahuan dan 88,89% atau meningkat 44,44% pada aspek keterampilan pada penelitian Siklus II, dimana persentase tersebut telah mencapai target yang diinginkan yaitu minimal KKM siswa kelas V SDN Nailan Kabupaten Ponorogo secara klasikal adalah 80%. Adapun pencapaian nilai rata-rata kelas terjadi peningkatan dari kondisi awal sejumlah 62,78 pada aspek pengetahuan, 59,26 pada aspek keterampilan dan 61,02 pada nilai rata-rata pada kedua aspek pengetahuan dan keterampilan, pada penelitian Siklus I meningkat menjadi 70,33 pada aspek pengetahuan, 73,33 pada aspek keterampilan dan 71,83 pada nilai rata-rata pada kedua aspek pengetahuan dan keterampilan dan pada Siklus II meningkat lebih baik menjadi 82,78 pada aspek pengetahuan, 82,22 pada aspek keterampilan dan 82,50 pada nilai rata-rata pada kedua aspek pengetahuan dan keterampilan. Pencapaian predikat pada aspek keterampilan juga meningkat dari kondisi awal hanya 18,52% yang mencapai predikat baik dan sangat baik, meningkat pada Siklus I menjadi 48,15% mencapai predikat baik dan sangat baik. Pada Siklus II meningkat dengan lebih baik menjadi 81,48% mencapai predikat baik dan sangat baik
Peningkatan Kinerja Guru Dalam Menerapkan Model Pembelajaran Contextual Teaching And Learning (CTL) Melalui Kegiatan Supervisi Klinis di SMP Negeri 1 Binakal Tahun Pelajaran 2022/2023
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kinerja guru dalam pembelajaran menggunakan model pembelajaran CTL melalui supervisi klinis di SMP Negeri 1 Binakal Kecamatan Binakal Kabupaten Bondowoso. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan sekolah (School Action Research), karena penelitian dilakukan untuk memecahkan masalah proses pembelajaran di sekolah dan dilaksanakan dalam 2 siklus dengan 2 kali pertemuan pada setiap siklusnya. Tahapan penelitian yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Subjek penelitian adalah guru kelas di SMP Negeri 1 Binakal pada Tahun Pelajaran 2022/2023yang berjumlah 6 orang.Teknik pengumpulan data dengan kegiatan observasi dan dokumentasi.Alat pengumpul data pada kegiatan penelitian tindakan sekolah ini menggunakan 3 (tiga) instrumen penilaian, yaitu Penilaan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Instrumen Penilaan Kemampuan Merencanakan Pembelajaran, dan Instrumen Penilaaan Kemampuan Melaksanakan Pembelajaran, Evaluasi, Tindak Lanjut.Validasi data menggunakan triangulasi data dan sumber.Analisis data menggunakan teknik deskriptif kualitatif. Berdasarkan analisis data hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan supervisi kelas oleh kepala sekolah terbukti berhasil meningkatkan kinerja guru di SMP Negeri 1 Binakal dalam mengelola proses pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran Contextual Teaching And Learning (CTL) dibuktikan dengan peningkatan hasil observasi yang dilakukan pada 3 apsek penilaian. Pada aspek penilaian Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) meningkat dari 54,46 menjadi 75,60 dan 92,86 sedangkan aspek penilaian kemampuan merencanakan pembelajaran meningkat dari 54,63 menjadi 70,83 dan 87,96 dan aspek kemampuan melaksanakan pembelajaran, evaluasi, tindak lanjut dari 55,77 menjadi 70,51 dan 83,33 pada akhir Siklus II. Dengan demikian dapat ditarik kesimpulan bahwa pelaksanaan supervisi klinis terbukti efektif dalam meningkatkan kinerja guru SMP Negeri 1 Binakal Tahun Pelajaran 2022/2023 dalam menerapkan model pembelajaran Contextual Teaching And Learning (CTL)
Upaya Meningkatkan Hasil Belajar IPA Materi Rantai Makanan Menggunakan Media Video Pembelajaran Dengan Aplikasi Whatsapp Group Pada Siswa Kelas VI SD Negeri 63 Surabayo Kecamatan Lubuk Basung Kabupaten Agam Semester 2 Tahun Pelajaran 2020-2021
Penelitian ini bertujuan untuk memperbaiki proses belajar mengajar pada mata pelajaran IPA kelas VI SD Negeri 63 Surabayo Kecamatan Lubuk Basung Kabupaten Agam. Pertanyaan penelitian diajukan yang berhubungan dengan tujuan penelitian tersebut yaitu bagaimana meningkatkan hasil belajar siswa. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Desain penelitian ini menggunakan modifikasi Kemmis & MC Taggart dengan 2 siklus melalui 4 tahapan yaitu (a) perencanaan (planning), (b) aksi atau tindakan (acting), (c) observasi (observing), dan (d) refleksi (reflecting) dengan Aplikasi Whatsapp Group. Subjek Penelitian ini adalah siswa kelas VI SD Negeri 63 Surabayo Kecamatan Lubuk Basung Kabupaten Agam pada semester 2 Tahun Pelajaran 2020-2021 dengan jumlah siswa sebanyak 23 siswa. Metode yang digunakan dalam mengumpulkan data dengan teknik tes, observasi, dan dokumentasi. Teknik validasi data menggunakan triangulasi sumber. Teknik analisa data hasil observasi dianalisis dengan rata-rata skor, skor tertinggi, skor terendah, selisih skor dan kisaran untuk tiap kriteria sedangkan data tes dianalisis dengan menggunakan rumus rata-rata nilai dan persentase ketuntasan belajar klasikal. Hal tersebut di atas dapat dibuktikan dengan peningkatan hasil belajar peserta didik, yaitu dari rata-rata 55,87 menjadi 64,76 dan pada siklus kedua menjadi 72,17 Dari hasil tersebut maka dapat disimpulkan bahwa nilai hasil belajar sudah memenuhi standar kriteria ketuntasan minimum (KKM) dengan standar nilai 65. Peningkatan ketuntasan belajar meningkat dari 9 siswa atau 39,13% menjadi 14 siswa atau 60,87% dan 91,30% atau 21 siswa pada siklus kedua. Kesimpulannya adalah penggunaan media video pembelajaran dengan aplikasi whatsapp group terbukti dapat hasil belajar siswa kelas VI SD Negeri 63 Surabayo Kecamatan Lubuk Basung Kabupaten Agam semester 2 Tahun Pelajaran 2020/2021.
 
Peningkatan Keterampilan Membuat Desain Busana Anak Pada Mata Pelajaran Desain Busana Dengan Pembelajaran Model Elaborasi (EB) Siswa Kelas XI B 3 SMK Negeri 2 Ponorogo
Pengajaran Desain Busana yang diharapkan adalah pengajaran yang dapat membuat siswa benar-benar mampu menerapkan, bukan hanya menguasai teori saja. Pada kenyataannya Desain Busana pada saat ini tidak seperti yang diharapkan. Siswa belum dapat menerapkan secara maksimal, hal ini terjadi karena guru seringkali hanya mengevaluasi pengajaran Desain Busana dari segi teorinya saja. Berdasarkan data yang diperoleh peneliti dari daftar nilai diketahui bahwa keterampilan siswa untuk dalam bidang Desain Busana khususnya pada kompetensi dasar Membuat desain busana anak sangat rendah, yakni hanya 52,78% dari jumlah siswa dinyatakan tuntas belajar dan nilai rerata yang dicapai hanya 58,61. Hal semacam ini jika dibiarkan, maka akan membawa dampak yang fatal. Peneliti menganggap masalah tersebut merupakan sesuatu yang urgen. Pada kesempatan ini peneliti menawarkan model pembelajaran Elaborasi. Apabila guru menerapkan model pembelajaran Elaborasi diharapkan minimal 75% dari jumlah siswa terampil dalam Membuat desain busana anak. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 3 siklus, terdiri atas 3 pertemuan. Tiap pertemuan terdiri atas 3 x 45 menit. Tiap siklus meliputi kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Data diambil dengan menggunakan instrument tes, wawancara, angket dan jurnal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan keterampilan Membuat desain busana anak melalui metode Elaborasi pada siswa Kelas XI B 3, SMK Negeri 2 Ponorogo Semester I Tahun Pelajaran 2020/2021. Peranan Model Pembelajaran Elaborasi dalam meningkatkan keterampilan Desain Busana materi ajar Membuat desain busana anak ini ditandai adanya peningkatan nilai rerata (Mean Score) mulai dari siklus pertama sampai siklus terakhir, yakni : pada siklus I 68,61; siklus II 73,06; dan siklus III 77,22. Selain ditandai adanya peningkatan mean skor juga ditandai adanya peningkatan persentase ketuntasan belajar dari siklus pertama hingga siklus terakhir, yaitu pada siklus I hanya 61,11%, siklus II meningkat menjadi 72,22%, pada siklus III terjadi peningkatan mencapai 91,67%
Peningkatan Kemampuan Belajar Sistem Persamaan Dan Pertidaksamaan Linier Dua Variabel Pada Mata Pelajaran Matematika Melalui Model Pembelajaran Examples Non Examples Siswa Kelas XI MIA 7 SMA Negeri 2 Magetan
Pengajaran Matematika diharapkan dapat membuat siswa benar-benar mampu menguasai kenyataan, bukan menguasai teori saja. Pada kenyataannya Matematika pada saat ini tidak seperti yang diharapkan. Siswa belum dapat menerapkan secara maksimal, hal ini terjadi karena guru seringkali hanya mengevaluasi pengajaran Matematika dari segi teorinya saja. Berdasarkan data yang diperoleh peneliti dari daftar nilai diketahui bahwa kemampuan siswa dalam bidang Matematika khususnya pada kompetensi dasar Menentukan Himpunan Penyelesaian Sistem Pertidaksamaan Linier Dua Variabel sangat rendah, yakni 37,50% dari jumlah siswa memiliki nilai di bawah standar ketuntasan dengan nilai rerata yang dicapai 59,38. Hal semacam ini jika dibiarkan, maka akan membawa dampak yang fatal. Peneliti menganggap masalah tersebut merupakan sesuatu yang urgen. Pada kesempatan ini peneliti menawarkan model pembelajaran Examples Non Examples. Apabila guru menerapkan model pembelajaran Examples Non Examples diharapkan minimal 75% dari jumlah siswa memahami konsep Menentukan Himpunan Penyelesaian Sistem Pertidaksamaan Linier Dua Variabel. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 3 siklus, terdiri atas 3 pertemuan. Tiap pertemuan terdiri atas 2x45 menit. Tiap siklus meliputi kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Data diambil dengan menggunakan instrument tes, wawancara, angket dan jurnal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan kemampuan Menentukan Himpunan Penyelesaian Sistem Pertidaksamaan Linier Dua Variabel melalui metode Examples Non Examples pada siswa Kelas XI MIA 7, SMA Negeri 2 Magetan Semester I Tahun Pelajaran 2022/2023. Peranan Model Pembelajaran Examples Non Examples dalam meningkatkan kemampuan Matematika ini ditandai adanya peningkatan nilai rerata (Mean Score), yakni : siklus I 72,03; siklus II 76,41; dan siklus III 77,97. Selain itu juga ditandai adanya peningkatan prosentasi ketuntasan belajar, yaitu pada siklus I 68,75%, siklus II 78,13%, siklus III terjadi peningkatan mencapai 96,88%. Kenyataan membuktikan bahwa penggunaan Model Pembelajaran Examples Non Examples dalam proses pembelajaran dapat meningkatan kemampuan Matematika pada kompetensi dasar Menentukan Himpunan Penyelesaian Sistem Pertidaksamaan Linier Dua Variabel
Penerapan Metode Mind Mapping Sebagai Upaya Meningkatkan Motivasi Dan Hasil Belajar Pai Dan Bp Materi Bacaan, Makna, Arti Dan Pesan Q.S. Al-Kafirun Siswa Kelas VI SD Negeri 21 Surabayo Kecamatan Lubuk Basung Kabupaten Agam Semester 1 Tahun Pelajaran 2021
Penelitian ini merupakan upaya untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa dengan metode mind mapping pada siswa Kelas VI SD Negeri 21 Surabayo Kecamatan Lubuk Basung Kabupaten Agam pada semester I tahun pelajaran 2021/2022. Jenis penelitian adalah penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research). Adapun langkah-langkah dalam penelitian tindakan kelas ini yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi yang dilakukan dalam dua siklus. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VI SD Negeri 21 Surabayo Kecamatan Lubuk Basung Kabupaten Agam Kabupaten Agam Semester II Tahun Pelajaran 2021/2022, berjumlah 20 siswa. Pengumpulan data dilaksanakan dengan teknik observasi, tes dan dokumentasi. Data yang terkumpul berupa hasil observasi, tes dan dokumentasi pembelajaran. Validasi data dalam penelitian tindakan ini adalah validitas demokratik, proses, dan dialogik. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketuntasan belajar sebelum diadakan perbaikan pembelajaran 4 siswa atau 20,00%, naik menjadi 10 siswa atau 50% pada siklus pertama, dan 90,00% atau 18 siswa pada siklus kedua, serta peningkatan hasil belajar siswa dari rata-rata pada kondisi awal hanya 54,00, naik menjadi 65,00 pada siklus pertama, dan 76,00 pada siklus kedua. Motivasi siswa juga meningkat dari 5 siswa atau 25,00%, naik menjadi 13 siswa atau 65,00% pada siklus pertama, dan 95,00% atau 19 siswa pada siklus kedua. Kesimpulannya adalah penerapan metode mind mapping terbukti dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Siswa Kelas VI SD Negeri 21 Surabayo Kecamatan Lubuk Basung Kabupaten Agam Kabupaten Agam Semester I Tahun Pelajaran 2021/2022
Peningkatan Hasil Belajar Membuat Rancangan Bahan (Lab Sheet) Bolero/Rompi Pada Mata Pelajaran Pembuatan Busana Custom Made Melalui Metode Pembelajaran Discovery Learning Siswa Kelas XI B 4 SMK Negeri 2 Ponorogo
Pembelajaran yang efektif berlangsung dalam suatu proses berkesinambungan, terarah berdasarkan perencanaan yang matang. Proses pembelajaran itu dilandasi oleh prinsip-prinsip yang fundamental yang akan menentukan apakah pembelajaran itu berlangsung secara wajar dan berhasil. Berdasarkan hasil observasi sebelum penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar siswa Kelas XI B 4 pada mata pelajaran Pembuatan Busana Custom Made berada pada kategori rendah, utamanya pada kompetensi dasar Membuat rancangan bahan (lab sheet) bolero/rompi. Hal ini didukung adanya data hasil belajar Pembuatan Busana Custom Made hanya mencapai mean skor 60,50 dan siswa yang dinyatakan tuntas belajar sebanyak 16 siswa atau 53,33% dengan standar ketuntasan minimal 75%. Siswa belum mampu mengambil makna dari belajar, kemauan ssiwa untuk mengembangkan kreativitasnya masih rendah, kegiatan belajar siswa masih tergantung pada guru. Sebagai perwujudan tanggung jawab peneliti yang juga guru mata pelajaran Pembuatan Busana Custom Made di Kelas XI B 4, menawarkan penerapan model pembelajaran Discovery Learning. Ditengarai model pembelajaran Discovery Learning ini mampu memberikan pengalaman belajar aktif yang berpusat pada siswa, membantu siswa menemukan ide-idenya sendiri dan mengambil maknanya sendiri serta memberikan pemahaman bahwa belajar sejati terjadi melalui personal discovery atau penemuan pribadi. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 3 siklus, terdiri atas 3 pertemuan. Tiap pertemuan terdiri atas 2 x 45 menit. Tiap siklus meliputi kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Data diambil dengan menggunakan instrument tes, wawancara, angket dan jurnal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar Pembuatan Busana Custom Made melalui strategi pembelajaran Discovery Learning pada siswa Kelas XI B 4 SMK Negeri 2 Ponorogo Semester II Tahun Pelajaran 2021/2022. Peranan strategi pembelajaran Discovery Learning dalam meningkatkan hasil belajar Pembuatan Busana Custom Made ini ditandai adanya peningkatan nilai rerata (Mean Score), yakni : siklus I 72,14; siklus II 75,71; dan siklus III 82,14. Selain itu juga ditandai adanya peningkatan persentase ketuntasan belajar, yaitu pada siklus I 67,86%, siklus II 78,57%, siklus III terjadi peningkatan mencapai 92,86%
Peningkatan Kemampuan Profesional Guru Melalui Supervisi Teknik Diskusi Refleksi Kasus (DRK) Oleh Pengawas Sekolah Di SMP Negeri 2 Sukodono Kabupaten Sidoarjo
Kenyataan yang terjadi di lapangan khususnya di SMP Negeri 2 Sukodono Kabupaten Sidoarjo meskipun pemerintah melalu Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah berupaya meningkatkan mutu pendidikan melalui berbagai program antara lain penataran-penataran, penyempurnaan kurikulum, pengadaan sarana prasarana dan alat belajar, peningkatan manajemen sekolah, dan sebagainya. Namun demikian upaya-upaya tersebut kurang mempunyai dampak yang nyata dalam kegatan pembelajaran di kelas apabila tidak diikuti dengan pembinaan profesional bagi para guru. Sebagai upaya membantu memecahkan masalah tersebut, maka peneliti menawarkan suatu bentuk supervisi dengan teknik Diskusi Refleksi Kasus (DRK). Hasil dari pelaksanaan DRK ini ditengarai dapat dijadikan pedoman bagi pengawas sekolah dalam melaksanakan tugas dalam membina guru dan tenaga kependidikan di sekolah agar dapat meningkatkan kemampuan profesionalnya secara nyata. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan sekolah yang dilaksanakan dalam 4 siklus. Tiap siklus melalui penatahapan perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Tujuan penelitian ini adalah : 1) Mendeskripsikan peranan supervisi teknik DRK dalam upaya meningkatkan kemampuan profesional para guru, 2) Memberikan arahan atau pedoman bagi pengawas sekolah dalam melaksanakan tugasnya sebagai supervisor sekolah dalam membina guru dan staf sekolah agar dapat meningkatkan kemampuan dan profesinya secara berdaya guna dan berhasil guna. Hasil penelitian ini adalah adanya peningkatan kemampuan profesional guru SMP Negeri 2 Sukodono Kabupaten Sidoarjo melalui penerapan supervisi teknik DRK. Hal ini ditandai adanya peningkatan kategori kemampuan profesional guru dalam setiap siklusnya yaitu pada siklus I berada pada kategori kurang dan pada siklus terakhir meningkat dan berada pada kategori tinggi
Meningkatkan Kemampuan Menulis Puisi Dengan Model Kooperatif Bagi Siswa Kelas III SD Negeri 19 Tanjung Medan Kecamatan Ampek Angkek Kabupaten Agam
Tujuan penulisan penelitian laporan ini adalah agar dapat menemukan suatu cara dalam menghadapi kesulitan dan masalah yang ditemui di dalam kelas serta diperoleh suatu pembelajaran yang bermakna dan untuk meningkatkan keterampilan menulis puisi pada siswa kelas III SDN 19 Tanjung Medan,Kecamatan Ampek Angkek dengan model pembelajaran kooperatif. Penelitian ini berlatar belakang dari kesulitan siswa dalam menemukan ide-ide / kata kata dalam menulis puisi. Kesulitan mereka disebabkan oleh kemampuan siswa dalam menuangkan ide/kata kata yang memang masih lemah. Materi menulis puisi merupakan salah satu keterampilan berbahasa khususnya dibidang sastra. Sangat disayangkan apabila materi ini tidak dipelajari secara sungguh sungguh.Di samping itu masih banyak siswa yang beranggapan bahwa puisi berdekatan dengan sifat cengeng, tidak bermanfaat, tidak ilmiah,dan sulit untuk dipahami.Dari sinilah guru dituntut untuk mengubah pandangan siswa bahwa puisi itu dekat dengan kita ,bermanfaat dan menyenangkan. Untuk mengatasi masalah ini maka penulis berupaya menjembatani dengan membuat penelitian Tindakan kelas dengan judul meningkatkan kemampuan menulis puisi dengan metoda kooperatif. Penelitian dilakukan dengan 2 siklus yang terdiri dari 4 tahapan yaitu perencanaan,pelasanaan tindakan,pengamatan dan refleksi.Subjek penelitian adalah siswa kelas III SDN 19 Tanjung Medan,Kecamatan Ampek Angkek yang berjumlah 20 orang. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada peningkatan aktifitas siswa dalam belajar menulis puisi.Dengan demikian kemampuan menulis puisi dengan model kooperatif dapat digunakan untuk meningkatkan keterampilan menulis puisi bagi siswa kelas III SDN 19 Tanjung Medan,Kecamatan Ampek Angkek
Peningkatan Keaktifan Dan Hasil Belajar Bahasa Indonesia Materi Ciri-Ciri Mahluk Hidup Melalui Model Pembelajaran Index Card Match Pada Siswa Kelas III SDN 21 Surabayo Kecamatan Lubuk Basung Kabupaten Agam Semester 1 Tahun Pelajaran 2021/2022
Penelitian ini berangkat dari permasalahan yaitu rendahnya keaktifan dan hasil belajar siswa pada pembelajaran materi ciri-ciri mahluk hidup pada siswa kelas III SD Negeri 21 Surabayo Kecamatan Lubuk Basung Kabupaten Agam Semester 1 Tahun Pelajaran 2021/2022. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (classroom action research) dengan empat tahapan yang lazim dilalui, yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan (observasi), dan refleksi melalui penggunaan model pembelajaran Index Card Match. Subjek penelitian adalah siswa kelas III dengan jumlah 25 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, tes dan dokumentasi. Validasi data mengunakan teknik triangulasi. Analisis data secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan keaktifan dan hasil belajar siswa. Peningkatan keaktifan belajar dari 28,00% atau 7 siswa pada studi awal menjadi, 64,00% atau 16 siswa pada siklus I, meningkat menjadi 92,00% atau 23 siswa pada akhir siklus kedua dari batasan minimal 85% dinyatakan meningkat keaktifan belajarnya . Peningkatan hasil belajar siswa, dimana nilai rata-rata hasil belajar secara klasikal terus mengalami peningkatan dari 60,80 pada studi awal menjadi 72,00 pada siklus pertama, dan pada akhir siklus kedua menjadi 84,80, sedangkan ketuntasan belajar juga mengalami peningkatan yang cukup signifikan dimana pada studi awal hanya 8 orang siswa (32,00%) menjadi 56,00% atau 14 siswa, meningkat lagi menjadi 23 siswa atau 92,00% pada akhir siklus kedua. Hal tersebut menunjukkan bahwa hasil dan ketuntasan belajar sudah mencapai indikator kinerja yaitu memperoleh nilai ≥ KKM = 73 dan minimal 85% siswa dinyatakan tuntas belajarnya. Kesimpulan dari hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan model pembelajaran Index Card Match dalam pembelajaran materi ciri-ciri mahluk hidup dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa kelas III SD Negeri 21 Surabayo Kecamatan Lubuk Basung Kabupaten Agam Semester 1 Tahun Pelajaran 2021/2022