Journal Online Kota Madiun
Not a member yet
1179 research outputs found
Sort by
Laporan Penelitian Tindakan Bimbingan Konseling Upaya Mereduksi Perilaku Bullying Melalui Bimbingan Kelompok Dengan Teknik Role Playing Pada Siswa SMP Negeri 1 Ngoro
Role play adalah campuran antara terapi conditioned refleks (reflek terkondisi) dari salter, teknik psikodrama dari Moreno, dan fixed role terapy (terapi peran tetap) dari Kelly. Kemendikbud menyebutkan 4 macam di antaranya, bullying secara verbal, bullying secara sosial, bullying secara fisik dan bullying secara cyber. Korban bullying rentan mengalami masalah kesehatan fisik dan mental. Bimbingan kelompok adalah layanan bimbingan yang dilaksanakan dalam suatu kelompok dengan memanfaatkan dinamika kelompok sehingga anggota dapat mengembangkan potensi diri sekaligus memperoleh manfaat dari pembahasan topik masalah. Instrumen data penelitian berupa angket. Dengan menggunakan kertas, kuesioner dibagikan kepada 10 responden siswa. Waktu penelitian akan menyesuaikan dengan jadwal pelayanan bimbingan konseling yakni 1 JP setiap minggu. Penelitian ini menunjukkan bahwa menulis dengan menggunakan teknik role playing dapat diharapkan bahwa dapat mereduksi perilaku bullying. Sehingga siswa dapat memiliki pemahaman lebih tentang perilaku bullying. Selain itu, siswa akan tidak lagi melakukan perilaku bullying. Terdapat peningkatan pada pemahaman siswa tentang perilaku bullying. Pada siklus I sebanyak 45% sedangkan pada siklus II sebanyak 51,66 % siswa memiliki pengetahuan yang kuat tentang bahaya, penyebab dan dampak buruk dari perilaku bullying. Siswa pun sangat setuju dengan penggunaan teknik role playing dalam pemberian layanan bimbingan kelompok dapat mereduksi perilaku bullying siswa. Karena sebanyak 76,67% siswa menyatakan teknik role playing dapat mereduksi perilaku bullying disekolah. Siswa sangat menyukai role play dalam pelaksanaan bimbingan kelompok. Setelah melaksanakan role playing ini responden menjadi pelopor anti bullying di sekolah. Serta pengalaman yang dipetik siswa dari bertukar cerita ketika role play pada pelaksanaan bimbingan kelompok
Upaya Meningkatkan Kemampuan Guru Menggunakan Media Pembelajaran Pada Masa Pandemi Covid 19 Melalui Workshop Di SMPN 2 Kinali
Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi dan membahas tentang upaya meningkatkan kemampuan guru dalam menggunakan media pembelajaran melalui workshop di SMPN 2 Kinali. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan sekolah yang terdiri dari dua siklus dimana masing-masing siklus terdiri dari empat tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Penelitian ini dilaksanakan di SMPN 2 Kinali pada semester ganjil tahun ajaran 2020/2021 dengan subjek penelitian guru yang berjumlah 12 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar obeservasi, catatan lapangan dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan persentase dan reduksi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui workshop dapat meningkatkan kemampuan guru dalam menggunakan media pembelajaran di SMPN 2 Kinali
Peningkatan hasil belajar Materi Perubahan Sosial Budaya Menggunakan Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games Tournaments Siswa Kelas IXb SMP Negeri 1 Bola
Tujuan Penelitian ini adalah untuk Meningkatkan Hasil Belajar Materi Perubahan Sosial Budaya Menggunakan Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games Tournaments (TGT) Siswa Kelas IXB SMP Negeri 1 Bola. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah Penelitian Tindakan (action Research) yang terdiri dari 2 (dua) siklus, dan setiap siklus terdiri dari : Perencanaan, Pelaksanaan, Pengamatan, dan refleksi. Berdasarkan hasil penelitian tindakan bahwa Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games Tournaments (TGT) dapat Meningkatkan Hasil Belajar Materi Perubahan Sosial Budaya Siswa Kelas IXB SMP Negeri 1 Bola. Selanjutnya peneliti merekomendasikan : (1) Bagi Guru yang mendapakan kesulitan yang sama dapat menerapkan Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games Tournaments (TGT) untuk meningkatkan Hasil Belajar. (2) Agar mendapatkan hasil yang maksimal maka dihaharapkan guru membuat Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games Tournaments (TGT) yang lebih menarik dan bervariasi
Peningkatan Kemampuan Guru Dalam Memanfaatkan Lingkungan Sekolah Sebagai Sumber Belajar Melalui Diskusi MGMP Di SMP Negeri 1 Wonorejo Kabupaten Pasuruan
Pelaksanaan sistem kurikulum nasional yang sentralistik telah menghasilkan perilaku kognitif siswa yang kurang fleksibel. Siswa merasa lebih aman dan cenderung terikat pada apa yang telah ada, pikiran mereka kurang berkembang dan cenderung kurang suka pada sesuatu yang baru. Praktik-praktik pendidikan yang dikembangkan kelihatannya lebih ditekankan pada pemikiran reproduktif, menekankan pada hafalan dan mencari satu jawaban benar terhadap soal-soal yang diberikan. Akhirnya kompetensi belajar kurang berkembang secara optimal. Salah satu setrategi pembelajaran yang sesuai dengan hal tersebut adalah pembelajaran dengan pendekatan Paikem. Dengan memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar maka implementasi pembelajaran paikem akan memungkinkan siswa bisa mengembangkan kreativitas, motivasi dan partisipasinya dalam pembelajaran. Dari hasil pantauan calon peneliti selaku kepala sekolah, selama ini para guru di SMP Negeri 1 Wonorejo Kabupaten Pasuruan, sangat jarang dan bahkan tidak pernah memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar. Penelitian ini dirancang dalam bentuk Penelitian Tindakan Sekolah yang direncanakan dilaksanakan dalam dua siklus,dimana setiap siklusnya dilaksanakan dalam dua sampai tiga kali pertemuan. Adapun subyek penelitian ini adalah guru-guru di SMP Negeri 1 Wonorejo Kabupaten Pasuruan yang terdiri dari 8 orang guru. Pelaksanaan penelitian ini diawali dengan pengumpulan data dengan menggunakan format observasi,instrumen penilaian skenario pembelajaran dan instrumen penilaian pelaksanaan pembelajaran. Selanjutnya data yang sudah terkumpul dianalisis dengan menggunakan analisis diskriptif yang hasilnya adalah sebagai berikut : Pada siklus I nilai rata-rata yang diperoleh dari sikap guru berdiskusi adalah 79,38 katagori”cukup,sedangkan pada siklus II nilai rata-rata yang diperoleh adalah 84,88, katagori “baik”,nilai rata-rata yang diperoleh dari penilaian skenario pembelajaran pada siklus I yaitu 78,75 katagori “cukup” sedangkan pada siklus II nilai rata-rata yang diperoleh adalah 82,50, nilai rata-rata yang diperoleh dari penilaian pelaksanaan pembelajaran pada siklus I yaitu 78,33 katagori “cukup”, sedangkan pada siklus II nilai rata-rata yang diperoleh adalah 82,08 katagori “baik”
Upaya Meningkatkan Hasil Belajar IPA Materi Materi Rantai Makanan Menggunakan Media Video Pembelajaran Dengan Aplikasi Whatsapp Group Pada Siswa Kelas VI SD Negeri 47 Parit Panjang Kecamatan Lubuk Basung Kabupaten Agam Semester 2 Tahun Pelajaran 2020-2021
Penelitian ini bertujuan untuk memperbaiki proses belajar mengajar pada mata pelajaran IPA kelas VI SD Negeri 47 Parit Panjang Kecamatan Lubuk Basung Kabupaten Agam. Pertanyaan penelitian diajukan yang berhubungan dengan tujuan penelitian tersebut yaitu bagaimana meningkatkan hasil belajar siswa. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Desain penelitian ini menggunakan modifikasi Kemmis & MC Taggart dengan 2 siklus melalui 4 tahapan. Subjek Penelitian ini adalah siswa kelas VI SD Negeri 47 Parit Panjang Kecamatan Lubuk Basung Kabupaten Agam pada semester 2 Tahun Pelajaran 2020-2021 dengan jumlah siswa sebanyak 23 siswa. Metode yang digunakan dalam mengumpulkan data dengan teknik tes, observasi, dan dokumentasi. Teknik validasi data menggunakan triangulasi sumber. Teknik analisa data hasil observasi dianalisis dengan rata-rata skor, skor tertinggi, skor terendah, selisih skor dan kisaran untuk tiap kriteria sedangkan data tes dianalisis dengan menggunakan rumus rata-rata nilai dan persentase ketuntasan belajar klasikal. Hal tersebut di atas dapat dibuktikan dengan peningkatan hasil belajar peserta didik, yaitu dari rata-rata 55,87 menjadi 64,76 dan pada siklus kedua menjadi 72,17 Dari hasil tersebut maka dapat disimpulkan bahwa nilai hasil belajar sudah memenuhi standar kriteria ketuntasan minimum (KKM) dengan standar nilai 65. Peningkatan ketuntasan belajar meningkat dari 9 siswa atau 39,13% menjadi 14 siswa atau 60,87% dan 91,30% atau 21 siswa pada siklus kedua. Kesimpulannya adalah penggunaan media video pembelajaran dengan aplikasi whatsapp group terbukti dapat hasil belajar siswa kelas VI SD Negeri 47 Parit Panjang Kecamatan Lubuk Basung Kabupaten Agam semester 2 Tahun Pelajaran 2020-2021
Mengapresiasi Hasil Prestasi Belajar Bidang Studi Geografi Melalui Pendekatan Inquiring Minds Want To Know Approach Learning Kelas XII-IPs-3 Semester Ganjil Di SMA Negeri 1 Rengel, Kabupaten Tuban Tahun Pelajaran 2022/2023
Guru dalam hal pelaksanaan Inquiring Minds Want To Know Approach Learning (Pendekatan Pembelajaran yang membangkitkan Minat belajar) sebagai fHasilitator dan dinamisator kelas. Dari Hasil observasi pada siklus I aktifitas siswa yang kurang = 55,6%, cukup = 22,2% dan baik = 22,2%. Hasil prestasi siswa pada siklus I menunjukkan nilai secara rata rata 54.73 (55%) pada awal tes, dan di akhir tes menunjukkan rata rata sebesar 60.62 (61%) dan Pada Siklus II di awal tes secara rata rata yang diperoleh menunjukkan 66.06 (66%) dan di akhir dilaklukan test yang diperoleh sebesar 68.26 (68%). Sehingga secara garis besar Hasil prestasi belajar siswa pada siklus I mengalami kenaikan adri tes awal dan akhir sebanyak 5.89 (6%) dan Pada Siklus II sebesar 2.2 (2%) Adapun hal yang lebih penting lagi dalam pembelajaran dengan diperoleh data secara keseluruhan secara rata rata anak yang kurang aktif sebesar 6.25 dengan anak 25. dan yang memiliki aktivitas cukup sebanyak 10 anak (1.11%) dengan rata rata 1.11. serta yang memiliki aktivitas Baik sebanyak 10 anak (1.11%) dengan rata rata 1.11. pada siklus I. Sedangkan Hasil pengamatan antar kelompok pada siklus II diperoleh data sebanyak 5 anak yang memiliki aktivitas kurang (0.56%) dengan rata rata yang diperoleh 0.56. yang memiliki aktivitas sedang senanyak 12 anak dengan rata rata yang diperoleh 1.33. dan yang memiliki aktivitas Baik sebanyak 28 anak dengan rata rata yang diperoleh sebanyak 3.11. (3.11%). Maka dari Hasil pengamatan antar kelompok dapat dikategorikan berhasil atau dapat diterima. Jadi hubungan antara pembelajaran metode pembelajaran dengan prestasi belajar Geografi, bahwa dengan adanya pemberian pembelajaran metode pembelajaran yang teratur dan tetap maka siswa timbul aktivitas belajar didalam Geografi dan berkembanglah pengetahuan yang diterimanya. Dengan demikian maka ketepatan atau keefektifan metode pembelajaran metode pembelajaran akhirnya dapat meningkatkan prestasi belajar yang dicapai oleh siswa. Hal inilah yang dapat digunakan sebagai bukti bahwa dengan adanya efektivitas belajar tersebut siswa akan memperoleh prestasi atau nilai yang baik. Jadi dengan demikian metode pemberian pembelajaran metode pembelajaran itu lebih tepat diterapkan pada semua mata pelajaran sehingga Hasil penelitian dapat dinyatakan dapat diterima
Upaya Meningkatkan Prestasi Belajar Menulis Teks Deskripsi Melalui Penggunaan Model Pembelajaran Picture And Picture Pada Siswa Kelas VII B SMP Negeri 5 Madiun Tahun Ajaran 2021 – 2022
Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan prestasi belajar menulis teks deskripsi melalui penerapan model pembelajaran picture and picture kelas VII B SMP Negeri 5 Kota Madiun Tahun Ajaran 2021 / 2022.Penelitian ini menggunakan rancangan tindakan kelas yang terdiri atas 2 siklus tiap siklus terdiri dari 2 kali pertemuan. Tiap siklus dilakukan tahap perencanaan, pelaksanaan, tindakan, pengamatan dan refleksi. Subjek penelitian menggunakan siswa kelas VII B SMP Negeri 5 Madiun yang jumlahnya 28 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan tes. Analisis data menggunakan analisis statistik deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian penggunaan model pembelajaran Kooperatif dan Picture and Picture pada materi menulis teks deskripsi siswa kelas VII B SMP Negeri 5 Madiun adalah: Pada studi pendahuluan prestasi yang diperoleh siswa yang tuntas sebanyak 11 anak (40%), siswa yang tidak tuntas 17 anak ( 60%), nilai rata-rata kelas 64. Pada siklus 1, prestasi hasil belajar siswa yang tuntas sebanyak 19 siswa (68%), yang tidak tuntas 9 siswa (32%) dengan nilai rata-rata kelas 76, sedangkan pada siklus 2 siswa yang tuntas 26 siswa (93%), yang tidak tuntas 2 siswa (7%), nilai rata-rata kelas 84. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penggunaan model pembelajaran Picture and Picture dapat meningkatkan prestasi belajar menulis teks deskripsi. Hal ini terlihat dari hasil yang dicapai siswa mulai studi pendahuluan sampai siklus kedua yang selalu mengalami peningkatan
Peningkatan Kemampuan Guru Dalam Menyusun Modul Pembelajaran Melalui Kegiatan Pembimbingan Di SD Negeri 38 Lubuk Sao Kecamatan Tanjung Raya Kabupaten Agam Semester 1 Tahun Pelajaran 2022/2023
Permasalahan yang menjadi dasar dari pelaksanaan kegiatan penelitian ini adalah rendahnya keterampilan guru dalam mengajar. Upaya yang dilakukan untuk memperbaiki adalah dengan melaksanakan kegiatan penelitian tindakan sekolah dengan menerapkan kegiatan supervisi kunjungan kelas. Tujuannya adalah untuk meningkatkan keterampilan guru dalam mengajar. Subjek penelitian sebanyak 6 orang guru kelas di SD Negeri 38 Lubuk Sao Kecamatan Tanjung Raya Kabupaten Agam, adapun objek penelitiannya adalah adalah keterampilan guru dalam mengajar. Teknik pengumpulan data dengan kegiatan observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah model alur yang terekam dalam catatan lapangan, yang terdiri dari tiga alur kegiatan yang berlangsung secara bersamaan, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan keterampilan guru dalam mengajar di SD Negeri 38 Lubuk Sao Kecamatan Tanjung Raya Kabupaten Agam dalam kategori baik. Hal ini dapat dibuktikan dengan melalui hasil penilaian perencanaan pembelajaran pada siklus I mencapai nilai rata-rata 71,35 termasuk dalam kategori baik, kemudian pada siklus II mencapai nilai rata-rata 83,70 termasuk dalam kategori baik. Dengan demikian terjadi peningkatan pelaksanaan pembelajaran sebesar 12,35 %. Sedangkan peningkatan kemampuan melaksanakan pembelajaran. Peningkatan kemampuan guru tersebut dapat dibuktikan dari hasil penilaian pra pembelajaran pra siklus menunjukkan rata-rata 68,82 dan pada siklus I meningkat sebesar 11,96 % dengan nilai rata-rata 80,78, kemudian pada siklus II meningkat lagi sebesar 10,38 % menjadi 91,17 dengan kategori sangat baik. Peningkatan kemampuan guru dalam pra pembelajaran/perencanaan pembelajaran tersebut sekaligus diikuti dengan peningkatan kemampuan guru dalam melaksanakan pembelajaran pada siklus I mencapai nilai sebesar 71,35 dan pada siklus II mencapai nilai rata-rata sebesar 83,70, maka terjadi peningkatan sebesar 12,35 %. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa melalui kegiatan supervisi kunjungan kelas dapat meningkatkan keterampilan guru di SD Negeri 38 Lubuk Sao Kecamatan Tanjung Raya Kabupaten Agam dalam mengajar
Meningkatkan Kemampuan Guru Dalam Menerapkan Model-Model Pembelajaran Melalui Kegiatan Supervisi Kelas Di SDN Jerukgulung 02 Kecamatan Balerejo Kabupaten Madiun Tahun Pelajaran 2021/2022
Dalam melaksanakan proses pembelajaran disekolah seorang guru hendaknya pandai memilih model pembelajaran yang sesuai dengan materi pembelajaran. Pada umumnya guru jarang mengunakan model pembelajaran dalam setiap proses pembelajaran karena kurangnya pemahaman guru tentang model-model pembelajaran yang dapat memudahkan guru dalam pelaksanaan proses pembelajaran di kelas. Sebenarnya ada banyak model pembelajaran yang bisa dipakai oleh setiap guru dalam proses pembelajaran yang model pembelajara ini juga mudah diterapkan yaitu disesuaikan dengan bahan ajar dan materi yang akan disampaikan oleh guru tersebut. Dengan mengunakan model-model pembelajaran yang sesuai ini siswa dapat termotivasi dalam belajar untuk meningkatkan prestasinya khususnya pada ujian blok. Dengan penelitian ini rumusan masalahnya adakah peningkatan kemampuan guru dengan supervise kepala sekolah di SDN Jerukgulung 02 Kecamatan Balerejo Kabupaten Madiun Tahun Pelajaran 2021/2022?. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa menggunakan model-model pembelajaran dalam proses belajar mengajar dapat meningkatkan motivasi mengajar guru dan belajar siswa. Berdasarkan hasil Penelitian Tindakan Sekolah (PTS) dapat disimpulkan sebagai berikut: (1) Supervisi kelas dapat meningkatkan motivasi guru dalam menyusun RPP dengan lengkap. Guru menunjukkan keseriusan dalam memahami dan menyusun RPP apalagi setelah mendapatkan bimbingan pengembangan/penyusunan RPP dari peneliti. Informasi ini peneliti peroleh dari hasil pengamatan pada saat mengadakan wawancara dan bimbingan pengembangan/penyusunan RPP kepada para guru; dan (2) Supervisi kelas dapat meningkatkan kompetensi guru dalam menyusun RPP. Hal itu dapat dibuktikan dari hasil observasi /pengamatan yang memperlihatkan bahwa terjadi peningkatan kompetensi guru dalam menyusun RPP dari siklus ke siklus . Pada siklus I nilai rata-rata komponen RPP 68,5% dan pada siklus II 83,3%. Jadi, terjadi peningkatan 14,8% dari siklus I
Peningkatan Hasil Belajar Menjelaskan Laju Reaksi Dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pada Mata Pelajaran Kimia Dengan Penerapan Model Think-Pair-Square Siswa Kelas XI MIPA-4 SMA Negeri 1 Pulung
Salah satu materi pokok yang diajarkan dalam kurikulum bagi siswa SMA Negeri 1 Pulung Kabupaten Ponorogo khususnya Kelas XI MIPA-4 yang perlu mendapat perhatian yang serius adalah Menjelaskan Laju Reaksi dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi, karena merupakan dasar dalam mengembangkan materi pokok berikutnya pada Semester I. Siswa diharapkan telah menguasai materi ajar tersebut, sehingga jika timbul hal-hal yang tidak sesuai dengan harapan harus segera dicarikan cara pemecahan. Permasalahan yang muncul di Kelas XI MIPA-4 SMA Negeri 1 Pulung Kabupaten Ponorogo adalah siswa kurang menguasai beberapa materi pokok yang diajarkan. Berdasarkan data yang ada bahwa sejumlah 43,75% atau 14 siswa Kelas XI MIPA-4 SMA Negeri 1 Pulung Kabupaten Ponorogo belum memahami sepenuhnya materi Menjelaskan Laju Reaksi dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi. Hal ini didukung dengan adanya nilai ulangan harian dengan rerata 58,13 dan 43,75% atau 14 siswa memiliki nilai di bawah rata-rata kelas. Atas dasar data hasil observasi bahwa siswa kurang tertarik terhadap materi Menjelaskan Laju Reaksi dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi, karena mungkin menganggap bahwa materi ini adalah materi yang membosankan. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 3 siklus, terdiri atas 3 pertemuan. Tiap pertemuan terdiri atas 2 x 45 menit. Tiap siklus meliputi kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Data diambil dengan menggunakan instrument tes, wawancara, angket dan jurnal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar Menjelaskan Laju Reaksi dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi melalui metode Think-Pair-Square Siswa Kelas XI MIPA-4 SMA Negeri 1 Pulung Kabupaten Ponorogo Semester I Tahun Pelajaran 2022/2023. Peranan Model Pembelajaran Think-Pair-Square dalam meningkatkan kemampuan materi pokok Menjelaskan Laju Reaksi dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi ini ditandai adanya peningkatan nilai rerata (Mean Score), yakni : pada siklus I 73,75; siklus II 76,88, dan siklus III 79,06. Selain itu juga ditandai adanya peningkatan persentase ketuntasan belajar dari siklus pertama hingga siklus terakhir, yaitu siklus I hanya 68,75%, siklus II meningkat menjadi 81,25%, pada siklus III terjadi peningkatan mencapai 100%