Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY): Open Journal Systems
Not a member yet
2400 research outputs found
Sort by
Pemberdayaan Anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Srikandi Mrican melalui Urban Farming di Mrican, Sleman, Yogyakarta
The ongoing conversion of agricultural land into non-agricultural use has led to a significant decline in available farmland. Urban farming emerges as a viable solution to mitigate this issue and contribute to food security in densely populated urban areas. In the Special Region of Yogyakarta (DIY), a local initiative by the Women Farmers Group (Kelompok Wanita Tani/KWT) has adopted urban farming practices within compact residential neighborhoods. This study focuses on KWT Srikandi Mrican, located in Padukuhan Mrican, Sleman Regency, and aims to explore the empowerment strategies employed by the group’s leadership in facilitating urban farming among its members. Using a qualitative descriptive method, data were collected through observation, interviews, and documentation. The analysis is guided by the concepts of empowerment, women farmers groups, and urban agriculture. The findings reveal five key empowerment processes: initiating member engagement through meetings and awareness-building; planning collective activities; providing training to enhance members’ skills; teaching effective seedling techniques; and conducting regular monitoring and evaluation. These steps collectively support the successful implementation of urban farming within the community.Keterbatasan lahan pertanian terjadi karena adanya alih fungsi lahan menjadi lahan non-pertanian. Penerapan urban farming menjadi langkah yang tepat untuk mengatasi permasalahan tersebut dan sebagai salah satu solusi dalam membantu pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat yang berada di wilayah perkotaan. Di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) terdapat salah satu KWT yang mulai menerapkan konsep urban farming di tengah padatnya kawasan pemukiman penduduk serta bangunan perkotaan. Kelompok yang dimaksud adalah KWT Srikandi Mrican yang berlokasi di Padukuhan Mrican, Kabupaten Sleman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan bagaimana proses pemberdayaan yang dilakukan oleh pengurus terhadap anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Srikandi Mrican dalam pelaksanaan urban farming. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan konsep pemberdayaan dari Mardikanto dan Soebiato (2019:28), konsep Kelompok Wanita Tani dan urban farming. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat lima proses pemberdayaan yang dilakukan oleh pengurus terhadap anggota KWT Srikandi Mrican dalam pelaksanaan urban farming, mulai dari membuat pertemuan dan memberikan penyadaran ke anggota KWT. Kemudian, dilanjutkan dengan proses menyusun rencana kegiatan kelompok, memberikan pelatihan untuk memperkuat kapasitas anggota, memberikan pengajaran tentang proses pembibitan yang benar, sampai dengan ke proses pemantauan dan evaluasi demi keberhasilan urban farming
GREEN LEGISLATION, GREEN FINANCIAL CRIME, AND INDONESIA CONSTITUTIONAL LAW: A PERSPECTIVE FROM ENVIRONMENTAL JUSTICE’S THEORY
Green financial crimes are a serious threat to Indonesia's sustainable development initiatives. This research examines the ways in which financial operations affecting environmental sustainability might be regulated by constitutional legislation, preventing digital innovation from undermining environmental conservation initiatives. In order to better understand how these components, interact and how legal frameworks must change to meet these problems, this study examined the convergence of digital financial systems, green financial crimes, and Indonesian constitutional law, with a particular emphasis on precedent-setting cases. This research explores how the theory of environmental justice shapes the legal discourse on digitalization and green financial crime, and examines how Indonesian green legislation addresses the challenges posed by such crimes. This research uses qualitative techniques to analyze Indonesia's constitutional law, financial and environmental regulations, and judicial rulings. The study compares Indonesia's approach to environmental crimes using various technique with other countries policies and identifies areas for reform. The findings of this research highlight the urgency of uncovering contextual challenges that must be addressed, including the increasing use of digital platforms to anticipate green financial crimes, particularly in areas such as deforestation and environmental exploitation, through the proposal of green legislation. The present analysis underscores the necessity for Indonesia to adapt its legal and regulatory frameworks in order to tackle the environmental protection concerns brought about by the digital economy
Pemerintahan Pascapemilu 2024: Sudut Pandang Pedagang Kaki Lima
This mini-survey describes street vendors' expectations for the new government afterthe 2024 elections. Interviews with ten informants in Yogyakarta revealed strongaspirations for reduced basic food prices, free education and healthcare, and theeradication of corruption. The informants also highlighted several challenges the newgovernment might face, including inflation, layoffs, and the effectiveness of the freelunch program. The study also maps out possible analyses using several theories, suchas structural functionalism, conflict, rational choice, public policy, and legitimacy.This study highlights the importance of transparent governance that is responsive tothe basic needs of the community. Survei sederhana ini mendeskripsikan harapan-harapan para pedagang kaki lima terhadap pemerintahan baru pascapemilu 2024. Dari hasil wawancara dengan sepuluh informan di Yogyakarta, ditemukan aspirasi kuat terhadap penurunan sembako, pendidikan dan layanan kesehatan gratis, serta pemberantasan korupsi. Para informan juga menyoroti beberapa tantangan yang mungkin dihadapi oleh pemerintahan baru, yakni inflasi, pemutusan hubungan kerja (PHK), dan efektivitas program makan siang gratis. Studi ini juga memetakan kemungkinan analisis menggunakan beberapa teori, seperti fungsionalisme struktural, konflik, pilihan rasional, kebijakan publik, dan legitimasi. Studi ini menggarisbawahi pentingnya tata kelola pemerintahan yang transparan dan responsif terhadap kebutuhan dasar masyarakat
Assessment on the Antimicrobial Activity of Lactiplantibacillus plantarum SU-KC1a against Listeria monocytogenes ATCC-7644
Lactobacillus species are particularly noteworthy due to their ability to synthesize a variety of antimicrobial substances, including organic acids and bacteriocins. Lactiplantibacillus plantarum SU-KC1a, a member of the genus of Lactobacillus, had been previously isolated from human breast milk by our group. A preliminary in silico investigation had identified that Lpb. plantarum SU-KC1a possessed genes responsible for plantaricin, which is a type of bacteriocin produced by Lpb. plantarum strains. This study therefore aimed to assess the antibacterial activity of Lpb. plantarum SU-KC1a against pathogenic Listeria monocytogenes ATCC-7644 and to induce the biosynthesis of plantaricin by Lpb. plantarum SU-KC1a through co-culture with L. monocytogenes ATCC-7644 as the inducer strain. Our results showed that the cell-free supernatants from both co-culture and monoculture of Lpb. plantarum SU-KC1a exhibited a modest antibacterial activity against L. monocytogenes ATCC-7644. However, it was further determined that the inhibitory effect was not due to the production of plantaricin. Instead, it was primary attributed to the production of organic acids, which decreased the pH and inhibited the growth of L. monocytogenes ATCC-7644. In conclusion, our study demonstrated that Lpb. plantarum SU-KC1a could exert a modest antibacterial activity towards L. monocytogenes ATCC-7644, but not through the induction of plantaricin
Dualisme Pemanfaatan Gulma Genjer (Limnocharis flava): Peluang Sebagai Agen Fitoremediasi dan Pangan Nutraseutika
Tanaman Genjer (Limnocharis flava) adalah salah satu jenis gulma yang memiliki fungsi ganda sebagai bahan pangan nutraseutikan dan agen fitoremediasi. Pemanfaatan Genjer sebagai bahan pangan didasarkan pada kandungan metabolit sekunder yang terdapat didalamnya, seperti flavonoid, fenol, serta antioksidan yang berpotensi untuk dikembangkan sebagai bahan pangan fungsional serta obat tradisional. Selain itu, kemampuan tanaman Genjer sebagai agen fitoremediasi dalam menyerap senyawa pencemar seeperti logam berat, menjadikannya efektif dalam pengelolaan limbah cair. Tujuan review artikel ini dibuat untuk mengeksplorasi keunggulan dan tantangan dalam pengaplikasiannya. Metode penelitian ini yaitu literature review dengan menentukan topik yang dikaji, mengumpulkan artikel – artike, evaluasi, dan interpretasi hasil. Artikel yang digunakan merupakan artikel penelitian dari tahun 2015-2024 dan berasal dari google scholar. Hasil review menunjukkan bahwa tanaman Genjer tidak hanya berperan dalam kesehatan manusia melalui kandungan nutrisinya. Tapi juga mendukung keberlanjutan lingkungan dengan kemampuan sebagai agen fitoremediasi. Dengan pemahaman yang lebih lanjut, tanaman Genjer dapat dioptimalkan sebagai solusi yang inovatif dalam bidang pangan serta lingkungan
WEAVING A FRAGILE SAFETY NET: THE TRIANGULAR APPROACH FOR STRENGTHENED HEALTH AND SAFETY PROTECTION FOR PLATFORM WORKER
Platform workers in Indonesia face a significant dilemma, particularly regarding employment security. Being classified as independent workers means they do not receive the same protections and benefits as regular employees in Indonesia. If employment security and benefits are seen as a safety net for employees in difficult situations, for platform workers in Indonesia, that net is fragile—prone to breaking at any moment. To address this dilemma, this study employs a juridical-normative and conceptual research approach to explore alternatives to legal enforcement. The findings suggest that if sanctions on platform companies and workers prove ineffective, reward mechanisms—such as a “Zero Accident Award”—could motivate platform companies to encourage worker participation in BPJS Ketenagakerjaan (social security). By offering recognition and public rewards, this soft law approach can increase compliance and improve worker protection without changing the legal status of platform workers. Additionally, the community award for platform workers to increase awareness of individual registration is also encourages. In a rapidly evolving digital economy, such strategies could help address gaps where traditional legal frameworks are inadequate.
Pengembangan Katalog Digital untuk Kelompok Tani Gandusari Hijau di Bandongan, Magelang: Meningkatkan Aksesibilitas Informasi Tanaman
Tim Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Magelang bersama dengan Kelompok Tani Gandusari Hijau, Bandongan, Magelang telah mengembangkan sebuah katalog digital. Proyek ini diawali dengan sosialisasi dan pendampingan kepada Petani gandusari Hijau tentang pembudidayaan serta pembibitan tanaman non endemik. Berdasarkan hasil diskusi dan analisis kebutuhan yang mendalam dengan petani, tim pengabdian masyarakat menentukan fitur-fitur dalam katalog digital tanaman. Fitur-fitur tersebut antara lain meliputi pencarian tanaman berdasarkan kategori, informasi detil tanaman, tips perawatan, serta forum diskusi untuk petani. Katalog digital ini dirancang untuk menjadi sumber daya komprehensif yang dapat diakses melalui perangkat mobile. Katalog digital ini memudahkan petani dalam mengakses informasi yang relevan kapan saja dan di mana saja. Inisiatif ini diharapkan dapat membantu petani Gandusari Hijau dalam mengelola kegiatan pertanian mereka secara lebih efektif dan meningkatkan produktivitas serta keberlanjutan usaha tani mereka khususnya tanaman non endemic dengan segala jenisnya
Motivasi Berwirausaha sebagai Upaya Menyiapkan Siswa SMK Menjadi Generasi Muda Mandiri
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi berwirausaha di kalangan siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Muhammadiyah 2 Boja sebagai upaya menyiapkan generasi muda yang mandiri secara ekonomi. Latar belakang kegiatan ini didasarkan pada rendahnya minat siswa SMK untuk menciptakan usaha mandiri, yang disebabkan oleh minimnya motivasi dan pendekatan kewirausahaan yang lebih bersifat teoritis. Melalui pendekatan interaktif, kegiatan ini dilaksanakan dalam empat tahapan utama, yaitu persiapan, pelaksanaan motivasi kewirausahaan, refleksi dan evaluasi, serta tindak lanjut. Metode yang digunakan meliputi seminar interaktif, pemutaran video inspiratif, diskusi kelompok kecil, dan pengisian kuesioner pre-test serta post-test. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada perubahan persepsi siswa terhadap kewirausahaan (44%), peningkatan semangat berwirausaha (48%), serta kesiapan siswa dalam memulai usaha (27%). Selain itu, sebanyak 54% peserta menyatakan sangat puas terhadap materi yang disampaikan. Kegiatan ini terbukti memberikan dampak positif dalam membentuk karakter siswa yang lebih mandiri, kreatif, dan berdaya saing. Tindak lanjut kegiatan berupa pelatihan lanjutan. Dengan demikian, motivasi berwirausaha yang diberikan secara langsung dan kontekstual menjadi strategi efektif dalam menyiapkan lulusan SMK yang tidak hanya siap kerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja
Pelatihan Desain Grafis Digital dengan Canva untuk Siswa SMA Pangudi Luhur Santo Vincentius Giriwoyo
Desain digital telah mendorong perubahan besar dalam pendidikan, termasuk metode pembelajaran. Canva, platform desain grafis yang mudah diakses oleh pemula, dimanfaatkan dalam pelatihan ini untuk meningkatkan keterampilan desain grafis siswa SMA Pangudi Luhur Santo Vincentius Giriwoyo. Pelatihan berlangsung selama dua hari (480 menit) dengan tambahan 240 menit untuk penyusunan modul, total 720 menit. Sebanyak 26 siswa mengikuti kegiatan yang mencakup pengenalan dasar desain, seperti kombinasi warna, tipografi, dan tata letak. Metode berbasis proyek diterapkan agar siswa langsung mempraktikkan materi. Selain keterampilan teknis, pelatihan ini juga menumbuhkan kreativitas, pola pikir kritis, dan kerja sama. Evaluasi menunjukkan respons sangat positif, dengan skor kepuasan 78,40%–89,60%. Peningkatan signifikan terjadi pada aspek penerapan materi (89,60%), motivasi penggunaan Canva (86,40%), dan penguasaan dasar desain. Temuan ini menunjukkan keberhasilan pelatihan dalam meningkatkan kompetensi digital siswa secara praktis dan berkelanjutan