Pemberdayaan Anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Srikandi Mrican melalui Urban Farming di Mrican, Sleman, Yogyakarta

Abstract

The ongoing conversion of agricultural land into non-agricultural use has led to a significant decline in available farmland. Urban farming emerges as a viable solution to mitigate this issue and contribute to food security in densely populated urban areas. In the Special Region of Yogyakarta (DIY), a local initiative by the Women Farmers Group (Kelompok Wanita Tani/KWT) has adopted urban farming practices within compact residential neighborhoods. This study focuses on KWT Srikandi Mrican, located in Padukuhan Mrican, Sleman Regency, and aims to explore the empowerment strategies employed by the group’s leadership in facilitating urban farming among its members. Using a qualitative descriptive method, data were collected through observation, interviews, and documentation. The analysis is guided by the concepts of empowerment, women farmers groups, and urban agriculture. The findings reveal five key empowerment processes: initiating member engagement through meetings and awareness-building; planning collective activities; providing training to enhance members’ skills; teaching effective seedling techniques; and conducting regular monitoring and evaluation. These steps collectively support the successful implementation of urban farming within the community.Keterbatasan lahan pertanian terjadi karena adanya alih fungsi lahan menjadi lahan non-pertanian. Penerapan urban farming menjadi langkah yang tepat untuk mengatasi permasalahan tersebut dan sebagai salah satu solusi dalam membantu pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat yang berada di wilayah perkotaan. Di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) terdapat salah satu KWT yang mulai menerapkan konsep urban farming di tengah padatnya kawasan pemukiman penduduk serta bangunan perkotaan. Kelompok yang dimaksud adalah KWT Srikandi Mrican yang berlokasi di Padukuhan Mrican, Kabupaten Sleman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan bagaimana proses pemberdayaan yang dilakukan oleh pengurus terhadap anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Srikandi Mrican dalam pelaksanaan urban farming. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan konsep pemberdayaan dari Mardikanto dan Soebiato (2019:28), konsep Kelompok Wanita Tani dan urban farming. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat lima proses pemberdayaan yang dilakukan oleh pengurus terhadap anggota KWT Srikandi Mrican dalam pelaksanaan urban farming, mulai dari membuat pertemuan dan memberikan penyadaran ke anggota KWT. Kemudian, dilanjutkan dengan proses menyusun rencana kegiatan kelompok, memberikan pelatihan untuk memperkuat kapasitas anggota, memberikan pengajaran tentang proses pembibitan yang benar, sampai dengan ke proses pemantauan dan evaluasi demi keberhasilan urban farming

Similar works

Full text

thumbnail-image

Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY): Open Journal Systems

redirect
Last time updated on 05/10/2025

Having an issue?

Is data on this page outdated, violates copyrights or anything else? Report the problem now and we will take corresponding actions after reviewing your request.